
Episode 251
di malam hari, terlihat Ardian sedang berlari seperti di kejar oleh sesuatu...........
"huh, huh, huh, huh. jangan mendekat !!. " teriak Ardian yang berlari sambil menengok kebelakang ada sosok hitam dengan hawa membunuh mengejarnya tepat dibelakang.
saat Ardian terpojok karena jalan yang dilalui nya itu adalah jalan buntu, ia pun berbalik badan lalu mengeluarkan pedangnya dengan tangan yang gemetaran, perlahan-lahan sosok hitam dengan hawa membunuh itu pun semakin mendekatinya, lalu saat sekilas menerjangnya Ardian pun bangun dari mimpinya dengan berkeringat.
"huh, apa itu tadi, mimpi. " kata Ardian yang mulai bertanya kepada dirinya sendiri.
lalu keesokan harinya, di kerajaan kota zenai, raja api yang mendapat laporan bahwa raja tanah akan menyerang kota zenai...............
"sudah kuduga, dalam masa pemulihan ini, Zuro pasti menggunakan kesempatan ini untuk menyerang kota zenai, tapi siapa yang memberikan informasi mengenai perang itu, mungkinkah...... " kata raja api yang langsung menyadari siapa dalang nya.
lalu sementara itu, Ardian yang pergi ke makam pamannya.
"(sebenarnya mimpi apa yang barusan kulihat semalam, rasanya seperti nyata, paman, apapun yang terjadi aku akan hidup demi paman). " kata Ardian didalam hatinya sambil menaruh bunga di didekat makam nya.
kemudian setelah Ardian kembali dengan ekspresi pucat, ia pun kebetulan bertemu Zahra di jalan.
"kau terlihat pucat. " kata Zahra yang menunggu beberapa saat untuk menyapanya.
"oh, Zahra, maaf aku tidak melihat mu. " kata Ardian yang menoleh ke arah Zahra saat sebelumnya menoleh ke bawah.
"apakah ada sesuatu yang kau khawatirkan ?. " tanya Zahra yang langsung menyadarinya.
"huh, bagaimana kau tahu ?. " Ardian yang terkejut dan berbalik tanya.
"aku bisa melihatnya dari wajahmu. " jawab Zahra yang sudah berkali-kali melihat ekspresi itu saat dirinya masih di kota kegelapan.
kemudian Ardian pun membicarakan masalahnya di pinggir jalan sambil berdiri.
"begitu ya. " kata Zahra dengan ekspresi tenang setelah mendengar masalah Ardian.
"sekarang ini aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, apa ini sungguh baik-baik saja jika aku membiarkannya. " kata Ardian yang terlihat kebingungan.
"terkadang firasat manusia itu benar dan salah, sejujurnya dulu aku juga pernah merasa seperti itu. " kata Zahra yang masih mengingat dirinya di masa lalu.
__ADS_1
"huh, benarkah. " kata Ardian yang terkejut mendengarnya dan mulai penasaran.
"saat aku masih menjauhi orang lain karena takut dengan kekuatan ku yang bisa lepas kendali, aku pernah bermimpi jika suatu saat aku menghancurkan seluruh kota dengan kekuatan ku yang sepertinya di kontrol oleh orang lain dan benar saja saat peristiwa penyerangan raja Undead itu seketika aku menyadari kalau aku tidak boleh tertangkap olehnya apapun yang terjadi, kalau tidak semua yang kulihat didalam mimpi akan menjadi nyata, aku lebih suka menyebut itu dengan bad ending. " kata Zahra yang menceritakannya.
"bad ending. " Ardian yang mulai berfikir ulang.
"pikirkanlah itu sendiri, suatu saat kau pasti akan menghadapi sebuah pilihan dan kau harus memilihnya. " kata Zahra sambil memejamkan matanya.
"begitu ya, terimakasih sudah memberiku saran, kurasa pilihan ku tepat berbicara kepada mu mengenai masalah ku ini. " ucap Ardian yang mulai mengerti sebagian yang dikatakan oleh Zahra.
"tidak perlu berterimakasih, kita adalah teman kan. " kata Zahra yang meniru perkataan Zela waktu itu.
"kau benar. " kata Ardian yang terlihat kembali bersemangat.
"kalau kau sudah kembali seperti biasanya, aku akan pergi, satu hal lagi yang ingin kukatakan kepadamu. " kata Zahra.
"apa itu ?. " tanya Ardian.
"apapun kenyataan yang terjadi di depan mu, jangan pernah melarikan diri jika kau tidak ingin menyesalinya. " jawab Zahra sebelum pergi.
"dengan kata lain, aku harus menghadapi kenyataan ya, apakah aku bisa melakukannya. " gumam Ardian yang masih tidak yakin dengan dirinya sendiri.
"kita akan baik-baik saja menyamar seperti ini untuk masuk ke kota zenai. " kata ninja wanita pembunuh yang bernama fuka.
"kau yang menjadi pemimpinnya. " kata ninja wanita pembunuh yang bernama Yana.
"huh, aku tahu. " kata fuka sambil menghela nafas.
kemudian keduanya pun berjalan seperti orang pada umumnya masuk ke daerah kota zenai dengan menyamar.
"tunggu yang di situ. " kata salah satu penjaga kota yang menghentikan mereka.
"(huh, apakah mereka sudah menyadari penyamaran nya ya). " kata fuka didalam hatinya yang sudah menyiapkan belati di bawah paha kakinya.
"kelihatannya kalian masih anak-anak, apakah kalian tersesat ?. " tanya penjaga yang menghentikan mereka sebelumnya.
"oh, tidak, kami hanya kembali setelah dari piknik. " kata Yana yang mencari alasan untuk menghentikan fuka menarik belati nya.
__ADS_1
"begitu ya, hati-hati kalau begitu, apa perlu ku antar ?. " tanya penjaga itu.
"tidak usah repot-repot paman, kami sudah terbiasa jalan sendiri. " jawab Yana.
lalu pada akhirnya mereka berdua pun dibiarkan masuk ke perbatasan kota zenai, Venar orang yang ikut dalam perang sebelumnya di pasukan garen yang melihat kedua wanita itu dari pos pun merasa curiga karena sebelumnya tidak ada anak-anak yang memasuki perbatasan kota zenai, lalu setelah keduanya memasuki bangunan yang sepi untuk mengindari kontak mata dengan para penjaga..........
"fuka, tenanglah, kau harus lebih menahan nafsu membunuhmu itu, target kita adalah anak yang bernama Ardian kan. " kata Yana yang berusaha menenangkannya.
"maaf membuat mu khawatir Yana, ayo lanjutkan misi kita. " kata Yana yang seperti berubah menjadi orang lain dalam waktu singkat setelah hawa membunuhnya menghilang.
"baiklah. " kata Yana yang masih merasa ragu dengan misi nya.
mereka berdua pun akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di kota berbaur dengan masyarakat sembari mencari target mereka itu.
"dimana kedua anak itu. " gumam Venar yang masih curiga dan memutuskan untuk mencari mereka berdua.
I--------------------------------------------I
Sementara itu di kota pasir, raja tanah yang sudah menyiapkan pasukannya berjumlah kurang lebih ada tiga ratus.............
"semuanya dengar, dalam tiga hari ini kita akan menyerang kota zenai, bersiap sedia lah kalian !!. " kata raja pasir yang memberikan semangat untuk pasukannya.
"Yaaaaa. " teriak pasukannya yang bersemangat.
"(tunggulah, zeyra, aku pasti akan merebut kekuasaan kota zenai itu dari tangan mu). " kata raja tanah didalam hatinya sambil tersenyum kecil.
"(sebenarnya apa yang sudah direncanakan oleh raja tanah itu ya). " kata salah satu orang yang berada di pasukan itu terlihat seperti mempunyai pemikiran lain.
"suna, ada apa ?. " tanya rekannya wanita yang melihatnya.
"tidak ada apa-apa, ayo kita latihan lagi. " kata orang yang dipanggil suna itu.
"ya. " ucap rekan wanita yang diajaknya.
Sementara itu, Ardian yang memandangi langit di sore hari di salah satu bukit kota zenai...........
"aku harus tetap hidup, demi paman dan juga teman-teman ku yang sudah mendukung mimpi ku. " kata Ardian yang berusaha menggapai matahari terbenam dengan tangan kanannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG...............