Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
battle arena (6) babak kedua, api yang membara


__ADS_3

episode 33


"battle arena ke enam akan segera dimulai, Ardian dengan lawannya Alan, kalian berdua silahkan maju ke depan dan menempati posisi masing-masing. " kata niver sensei dengan keras.


"memang aku bisa menang melawan Alan, tetapi apakah Alan sudah menyiapkan kekuatan baru untuk bisa mengalahkan ku. " kata Ardian di dalam hatinya dengan resah.


"kenapa kau terlihat sangat khawatir, kau punya banyak peluang untuk menang di battle ini kan. " kata Alan dengan percaya diri.


"meskipun begitu, kau sudah berlatih dengan keras untuk mengalahkan ku, benar begitu, Alan. " kata Ardian.


"se**pertinya kau mengetahui nya, baiklah, aku tidak akan bermain main, Ardian. " kata Alan sambil bersiap untuk menyerang Ardian.


"aku mengerti. " ucap Ardian dengan percaya diri.


-------------------------------------------


di atas arena...


"kalau dilihat dari segi elemen kekuatan mereka, Ardian lah yang paling di untungkan di battle ini. " kata veysa.


"kau benar, apa yang akan direncanakan akan untuk bisa mengalahkan Ardian. " kata Pingo.


-------------------------------------------


"baiklah, battle ke enam dimulai !!. " ucap niver sensei dengan keras.


"coba hindari ini, Ardian. " ucap Alan sambil melemparkan daun dengan cepat.


"daun ini seperti pisau, walaupun hanya daun jika sudah di manipulasi dengan elemen alam, maka daun ini bukanlah daun biasa, daun ini sangat cepat bahkan kecepatan nya lebih cepat daripada pisau yang dilemparkan, aku harus berhati-hati. " kata Ardian di dalam hatinya sambil mengusap darah yang keluar dari pipinya karena terkena daun milik Alan.


"sepertinya penglihatan mu belum bisa menangkap kecepatan daun ku. " kata Alan.


"apakah kau hanya menguji kemampuan penglihatan ku. " tanya Ardian.


"tepat sekali, akan ku gunakan cara yang berbeda untuk bisa mengalahkan mu, Ardian. " jawab Alan dengan percaya diri.

__ADS_1


"cara yang berbeda ya. " ucap Ardian.


setelah itu Alan menggunakan elemen alamnya untuk memanggil tornado daun yang tidak terlalu besar berputar mengelilingi Ardian.


"apakah ini tornado. " tanya Ardian.


"ya, tornado ini masih sangat lemah, tapi aku bisa membuat tipuan dengan tornado ini. " kata Alan sambil tersenyum.


"tipuan ?, lalu kenapa kau memberi tahu ku kalau tornado ini untuk tipuan. " tanya Ardian.


"karena aku ingin membuat sedikit kejutan. " jawab Alan.


seketika itu tornado daun langsung menuju ke arah Ardian, saat Ardian hendak menghindar tanpa sadar kakinya terikat oleh akar penjerat milik Alan.


"aku tidak punya pilihan lain, apa yang harus aku lakukan. " ucap Ardian di dalam hatinya.


"sepertinya kekuatan alam bisa mengalahkan kekuatan api, bagaimana pendapatmu, Ardian. " kata Alan dengan percaya diri.


saat tornado itu sudah hampir dekat, Ardian hanya menunduk ke bawah dan tidak berusaha melepaskan diri dari cengkeraman akar penjerat milik Alan.


"karena aku sudah tahu batas kemampuan mu, Alan, mungkin saja elemen alam bisa mengalahkan elemen api, tetapi kemungkinan nya kecil, karena elemen api adalah lambang tekad yang kuat !!. " kata Ardian tiba-tiba saja memunculkan aura kobaran api di seluruh tubuhnya sehingga bisa lepas dari cengkeraman akar penjerat milik Alan kerena terbakar.


"apa ?, jadi ini kekuatanmu yang sesungguhnya. " ucap Alan dengan tenang.


"kobaran api !!. " ucap Ardian sambil mengulurkan kedua tangannya ke arah tornado daun untuk memanggil bola api.


tanpa sadar bola api yang dikeluarkan oleh Ardian sangat besar sehingga tornado daun itu langsung terbakar dan hangus menjadi abu.


"eh, apa yang aku lakukan tadi. "tanya Ardian sambil melihat tangannya yang baru saja mengeluarkan gumpalan bola api yang cukup besar.


"kau mengeluarkan kemampuan sejatimu, itulah yang terjadi. " ucap Alan sambil mengangkat tangan kanannya yang artinya menyerah.


"eh, tapi kenapa ?. " tanya Ardian dengan terkejut.


"aku hanya mengetes kemampuan saja, aku sudah tahu jika kau yang akan menang nantinya, berjuanglah. " kata Alan sambil memberikan jempol ke arah Ardian.

__ADS_1


-----------------------------------------


"sebenarnya apa yang terjadi dengan Ardian ?. " tanya niver sensei terkejut dengan peristiwa yang dilihat nya tadi.


"itu tadi bola api yang cukup besar. " ucap Mira sensei yang juga terkejut.


"sepertinya aku bisa menjelaskannya. " jawab raja api sambil tersenyum di belakang mereka berdua.


-------------------------------------------


diatas arena......


"sebenarnya kekuatan apa itu ?. " tanya legis yang terkejut.


"aku juga tidak tahu, kakak tidak pernah melakukan itu sebelumnya. " kata Nizar.


"begitu ya, mungkin saja Ardian menciptakan kekuatannya tanpa sadar. " kata Pingo.


"bagaimana bisa ?. " tanya Rega.


"battle ini dimenangkan oleh Ardian, kalian berdua silahkan kembali, untuk battle selanjutnya akan di laksanakan besok, kalian bisa pulang sekarang. " kata niver sensei dengan keras.


"ayo kita pulang Ardian. " ucap Alan.


"oh, iya. " ucap Ardian yang melamun sambil melihat tangannya.


setelah sekolah sudah sepi, jaylain menampakkan diri dari pojokan arena.


"aku sudah tidak sabar ingin melawan mu, Ardian !!. " ucap jaylain sambil memukul tembok arena sampai membuat retakan beku.


-----------------------------------------


dirumah Ardian.....


"sebenarnya kekuatan apa tadi ?. " tanya Ardian di dalam hatinya sambil melamun melihat keluar jendela.

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2