Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
sang penyendiri yang berlawanan


__ADS_3

episode 37


setelah lama di UKS, akhirnya Ardian memutuskan untuk kembali ke kelas.


"maaf terlambat, sensei. " ucap Ardian yang kembali ke kelas.


"Ardian, apakah kau sudah merasa baikan. " tanya niver sensei.


"ya, begitulah. " ucap Ardian sambil berjalan menuju bangkunya.


"syukurlah kalau begitu. " ucap niver sensei dengan senang.


dari pojok, jaylain melirik Ardian dengan tatapan yang di dingin, setelah itu pelajaran pun dimulai, saat hampir waktunya istirahat, niver sensei menulis di papan tulis, di papan tulis niver sensei menulis siapa saja yang berhasil masuk ke battle babak ketiga.


battle arena babak ketiga:


Rega vs Rowi


gacha vs jaylain


Ardian vs nyoren


"sepertinya aku akan melawan Ardian nanti. " ucap nyoren dengan pelan sambil tersenyum sombong.


"aku menunggu. " ucap jaylain dengan tenang.


"baiklah, battle ini akan diadakan besok, jadi untuk hari ini kalian yang berhasil masuk babak ketiga bisa berlatih sendiri. " kata niver sensei sambil tersenyum.


"apakah ini artinya.... " ucap gicha dengan ragu ragu.


"pulang awal !!. " teriak beberapa murid di kelas.


"semuanya tenanglah dulu. " ucap legis yang kebingungan.


setelah itu niver sensei pun mengakhiri kelas, saat pulang sekolah Ardian terlihat kebingungan.

__ADS_1


"Ardian, apa kau baik-baik saja ?. " tanya veysa.


"ya, aku baik-baik saja kok. " jawab Ardian sambil tersenyum.


"bohong. " ucap gacha yang melihat mereka dari atas pohon.


"kakak, apa maksudmu. " tanya gicha dengan heran.


"cih, maaf aku duluan. " ucap Ardian sambil berlari pergi meninggalkan mereka.


"gacha, kenapa denganmu ?. " tanya Opel.


gacha hanya diam sambil melihat Ardian dari atas pohon yang sedang berlari terburu-buru.


sesampainya di rumah, Ardian langsung pergi ke kamarnya dan berbaring di tempat tidurnya.


"apa jangan-jangan dia tahu kalau aku menyembunyikan sesuatu. " kata Ardian sambil mengingat kembali perkataan gacha.


"sepertinya kau mempunyai masalah. " ucap pamannya yang berdiri di depan pintu kamar.


"paman, apa yang harus aku lakukan sekarang ?. " tanya Ardian dengan gelisah.


"itu dia !!, terimakasih paman, aku akan menemui orang yang menurutku bisa memecahkan masalahku ini. " ucap Ardian kembali bersemangat langsung berganti baju dan bergegas pergi keluar rumah.


"semoga berhasil. " ucap pamannya dengan tenang.


"aku akan pergi ke rumah Opel untuk menemui gacha sekarang, dialah yang bisa memecahkan masalahku ini, " kata Ardian sambil berlari menuju rumah Opel.


sesampainya di depan rumah Opel, Ardian menarik nafas terlebih dahulu sebelum mengetuk pintu rumah Opel, saat Ardian mengetuk pintu yang membuka pintu adalah gacha.


"apa ada orang. " ucap Ardian sambil mengetuk pintu rumah Opel.


"oh, ternyata sesuai dugaan ku kau pasti akan datang kesini. " kata gacha sambil membuka pintu rumahnya.


"gacha, ada hal yang ingin aku bicarakan kepadamu. " kata Ardian dengan bersemangat.

__ADS_1


"ya, aku mengerti, masuklah dulu. " ucap gacha dengan tatapan tajamnya.


Ardian pun masuk kedalam rumah gacha dan duduk di sofa, sedangkan gacha membawakan kopi dari dapurnya.


"kopi ?, pantas saja disini perasaanku agak aneh dan menyeramkan. " kata Ardian dengan pelan.


"hmm, apa yang baru saja kau katakan ?. " tanya gacha dengan tatapan yang tajam.


"tidak, tidak ada apa-apa kok, aku hanya bilang kopinya terlihat enak. " kata Ardian dengan ragu ragu.


"kalau begitu cobalah. " ucap gacha.


"ini enak, enak kok. " ucap Ardian yang baru saja meminum kopinya.


"bohong, aku tidak memakai gula untuk membuat kopi itu. " kata gacha dengan tenang.


"apakah kau mencoba untuk mengerjai ku. " tanya Ardian dengan kaku.


"kau ingin bertanya sesuatu yang tidak bisa kau tanyakan kepada teman temanmu kan. " kata gacha dengan serius.


"ya, apakah kau tahu tentang jaylain ?. " tanya Ardian.


"aku tidak banyak tahu tentang dia, yang aku tahu dia selalu ada di pojokan menyendiri seperti halnya yang aku lakukan di kelas ataupun didalam keramaian, intinya, seorang penyendiri itu mempunyai beban hidup yang tidak bisa dikatakan olehnya kepada orang lain, oleh karena itu dia tidak mempunyai teman sebab dia tidak bisa mengatakan masalahnya kepada orang lain, kau mengerti sekarang. " kata gacha dengan rinci.


"itu seperti zela dulu yang menyendiri karena mempunyai beban di hidupnya, jadi begitu ya, aku hanya perlu melakukannya lagi maka masalah itu akan selesai. " kata Ardian.


"akhirnya kau bisa paham juga, tetapi jaylain itu orangnya cukup keras kepala. " ucap gacha sambil meminum kopinya.


"tidak masalah untukku, aku akan menyadarkannya di babak final. " kata Ardian dengan bersemangat.


"jangan terlalu banyak berharap, besok kau akan melawan nyoren kan. " kata gacha dengan tenang.


"ya, seperti itulah, terimakasih sudah memberikanku solusi gacha, suatu hari nanti aku juga akan merubah pandanganmu. " kata Ardian sambil berjalan keluar rumah gacha.


"merubah pandanganku ya. " ucap gacha sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


setelah dari rumah gacha, Ardian pun melatih kekuatannya di hutan yang sepi untuk mencari ketenangan dalam berfikir.


BERSAMBUNG..........


__ADS_2