Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Penyusup museum


__ADS_3

Episode 153


keesokan harinya, rombongan anak-anak dari kota zenai sudah berkumpul di tempat yang tunjukkan oleh raja petir, tidak lama kemudian, raja petir pun datang bersama kedua pengawal nya yang umurnya tidak jauh berbeda dengan anak-anak kota zenai itu.


"raja petir, kami sudah menunggu anda di tempat seperti yang anda minta kemarin. " kata Niver sensei yang menyambutnya.


"sebelum itu perkenalkan dulu, mereka berdua ini adalah seorang ninja yang sudah berbakat dalam hal pedang, saat ini mereka akan mengawal ku untuk latihan mereka, bisa dibilang mereka berdua ini adalah murid ku. " kata raja petir memperkenalkan nya


"namaku, Sonsu, salam kenal. " kata Sonsu memperkenalkan dirinya dengan ekspresi tenang.


"namaku sonik. salam kenal. " kata sonik memperkenalkan dirinya dengan bersemangat.


"ya, salam kenal. " ucap salah satu anak dari kota zenai itu.


setelah beberapa saat berkenalan satu persatu dengan anak-anak rombongan dari kota zenai, mereka semua pun berangkat menuju ke sebuah museum kota sonase yang berada tidak jauh, saat di perjalanan jalan kaki, mereka semua terlihat bersemangat, saling tertawa dan berbicara satu sama lain bersama Sonsu dan Sonik, lalu pada akhirnya mereka semua pun sampai di depan museum itu yang terlihat megah, agak besar dan panjang.


"wah, museum nya benar-benar berbeda dengan yang ada di kota zenai. " kata gicha yang terkagum kagum saat melihatnya didepan matanya itu.


"ayo kita masuk. " kata raja petir yang memimpin di barisan depan dan menandu mereka.


saat berada di didalam museum itu, anak-anak rombongan dari kota zenai melihat hal-hal baru yang belum mereka lihat di kota zenai, mereka terlihat menikmati nya saat berjalan-jalan di dalam museum itu, beberapa saat kemudian mereka semua pun beristirahat di dalam museum itu yang sudah disediakan.


"Ardian, bisa ikut aku sebentar. " pinta jaylain dengan ekspresi serius.


"ya. " ucap Ardian yang kemudian ikut dengan jaylain.


semua temannya yang melihatnya pun merasa penasaran dengan apa yang Ardian dan jaylain hendak bicarakan itu, jaylain pun mengajak Ardian ketempat yang sepi untuk berbicara.


"ada apa jaylain, apakah iblis api dan nyoren sudah ada di sini ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius.

__ADS_1


"mereka sudah hampir sampai kesini, Ardian, sementara ini aku akan bersembunyi dulu, bilang kepada Niver sensei kalau aku harus kembali ke hotel karena ada sesuatu yang harus kuambil. " jawab jaylain yang mempercayakan kepada Ardian.


"baiklah, aku akan melakukannya sebisa mungkin agar mereka percaya. " kata Ardian.


"aku mempercayakan kepada mu Ardian, dan juga kalau bisa hentikan lah iblis api itu, jangan sampai dia mendapatkan pedang petir itu. " kata jaylain memegang pundak Ardian.


"ya, aku akan berusaha menghentikan nya. " ucap Ardian.


"berhati-hatilah, Ardian, iblis api bukanlah orang yang suka bermain-main, dia tidak akan segan-segan menbunuh orang yang berusaha menghalangi rencananya itu. " kata jaylain yang memberikan Ardian peringatan sebelum berlari pergi.


"(jaylain, aku akan berusaha sebisa mungkin). " kata Ardian didalam hatinya yang membulat kan tekad nya itu.


setelah itu Ardian pun kembali ke tempat teman-temannya beristirahat.


"Ardian, sebenarnya apa yang aku bicarakan dengan jaylain tadi ?. " tanya veysa yang penasaran.


"hanya masalah kecil kok. " jawab Ardian.


"dia bilang kalau ada sesuatu yang tertinggal di hotel, dia hendak mengambil nya, tenang saja, dia bilang kalau dia tidak akan lama kok, dia pasti akan kembali. " jawab Ardian yang berusaha menutupi nya menggunakan alasan yang disuruh oleh jaylain itu.


"begitu ya, sayang sekali dia melewatkan sebagian pengalaman disini. " kata Legis.


"ya, mungkin kau benar. " ucap Ardian yang terlihat kaku.


raja petir yang melihatnya pun menjadi curiga dengan sikap Ardian itu, tapi beliau tidak bertanya atau pun mempermasalahkan nya, tidak lama kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan mereka berkeliling museum setelah beristirahat, lalu pada saat mereka hendak menuju ke tempat pedang petir itu, raja petir sontak merasakan kehadiran yang asing di sekitarnya.


"semuanya tunggu sebentar. " ucap raja petir yang sontak menyuruh mereka semua berhenti.


lalu sosok dua orang berjubah hitam tiba-tiba menerjang melewati mereka semua dengan kencang dan menuju ke arah tempat pedang petir itu berada, Ardian yang melihatnya pun langsung berlari mengejar nya.

__ADS_1


"Ardian, tunggu !!. " teriak Niver sensei yang berusaha menghentikannya tapi Ardian tidak mempedulikan nya.


lalu saat sudah berada di tempat pedang petir itu berada, Ardian yang baru saja sampai itu pun langsung terkejut melihat para penjaga yang sudah mereka berdua kalahkan dengan mudah.


"hentikanlah !!. " teriak Ardian dengan lantang setelah terkejut melihat para penjaga yang sudah tidak sadarkan diri itu.


"oh, sepertinya kau sudah siap untuk mati sekarang ya, Ardian. " kata nyoren yang membuka kerudung jubah hitamnya itu.


"jika kau menginginkan pedang petir itu, lawanlah aku. " kata Ardian dengan ekspresi serius mengingat perkataan jaylain untuk menghentikan mereka berdua.


"hmp, kau tahu, aku tidak selemah waktu itu, Ardian. " kata nyoren kemudian menembaki Ardian laser bintang yang ada di telapak tangan kirinya itu.


Ardian pun sontak langsung menghindari serangan beruntun jaylain itu, tapi tidak lama kemudian Ardian pun gagal menghindari serangan itu sehingga mengenai perutnya dan membuat nya terhempas kebelakang lalu membentur sebuah tembok museum di belakangnya.


"arrghh, serangan nya benar-benar kuat, sekali aku terkena dampaknya bisa seperti ini, nyoren tidak ragu-ragu untuk membunuh ku. " kata Ardian di dalam hatinya sambil menahan rasa sakit di perutnya itu.


"sebenarnya aku juga sudah berusaha memblokir serangan nya itu, kalau tidak perutmu sudah berlubang tadi. " kata naga api yang ada di dalam tubuh Ardian itu.


"naga api. " ucap Ardian yang terkejut saat mendengarnya.


"terimakasih nya nanti saja, sekarang kau fokuslah untuk mengahadapi mereka berdua. " kata naga api yang sudah siap untuk membantu Ardian kapan saja.


"ya. " ucap Ardian didalam hatinya.


"dan juga berhati-hatilah, kemungkinan aku tidak bisa langsung memblokir lagi serangan nya yang tadi kalau terkena tubuh mu, kau akan langsung mati kalau terkena serangan nya langsung, ingat itu baik-baik, Ardian, ku harap kau tidak sampai berakhir disini. " kata naga api yang memberinya peringatan dan menyuruh nya untuk berhati-hati saat melawan nyoren dan iblis api itu.


"hmp, sepertinya anak itu masih belum menyerah, dia keras kepala sekali. " kata iblis api sambil tersenyum kecil.


"memang begitulah Ardian, dia sangat keras kepala kalau sudah begini, jangan bertingkat sok menjadi pahlawan, Ardian !!. " teriak nyoren yang mulai menembaki Ardian dengan laser bintang nya dengan beruntun.

__ADS_1


"aku tidak akan membiarkan kalian mengambil pedang petir itu !!. " teriak Ardian dengan lantang dan terlihat sangat serius dari ekspresi nya itu.


BERSAMBUNG............


__ADS_2