
Episode 259
di depan gerbang benteng kota, beberapa jam berlalu sejak perang berlangsung............
"komandan, pasukan penerobos telah siap, perintah selanjutnya. " kata salah satu pasukan kota pasir yang melapor kepada Sazar.
"bagus, perintah mereka untuk segera menerobos masuk ke kota zenai. " kata Sazar yang memberikan perintah sebagai komandan.
"baik. " ucap salah satu pasukan itu kemudian menyampaikan perintahnya.
"hey Sazar, apa rencana mu selanjutnya ?. " tanya salah satu rekannya yang merupakan ninja elite dari kota pasir.
"hmp, segera bersiaplah, kita akan masuk kedalam, setelah berada di dalam kota, kita akan menyerang langsung menuju ke kerajaan lalu memenggal kepala raja api. " kata Sazar sambil tersenyum kecil.
"pertahanan didalam pasti lebih rapuh, akan ku bunuh siapapun yang menghalangi jalan kita. " kata salah satu rekannya yang juga merupakan ninja elite.
saat perintah dari Sazar itu telah sampai di pasukan penerobos, seketika formasi mereka pun berubah.
"huh, mereka merubah haluan, apa yang direncanakan oleh nya. " kata Stalker melihat Sazar yang tersenyum kecil ke arahnya.
"Stalker, pasukan yang masih bisa bertarung saat ini sudah minim, kita harus mundur. " kata Saula yang mengusulkannya.
"tidak, kita tidak bisa mundur, hanya beberapa ninja saja yang bertugas menjaga pertahanan didalam kota, jika kita mundur mereka akan lebih mudah menyergap langsung. " kata Stalker yang menolak usulannya.
"tapi....... " Saula yang terlihat bingung dengan keputusannya.
"setidaknya kita harus menahan beberapa pasukannya. " kata Stalker dengan ekspresi serius.
"jumlah pasukan mereka kurang lebih ada 200 sedangkan pasukan kita kurang dari 100 yang masih bisa bertarung saat ini. " kata bendow.
"jika diteruskan ini seperti pembantaian. " kata Saula.
"lapor, pasukan lain dari kota pasir sudah hampir menghancurkan gerbang benteng nya. " kata salah satu pasukan dari kota zenai yang melapor.
"huh. " ketiganya yang langsung terkejut mendengarnya.
"ini buruk, mereka terus bertambah. " gumam Venar di tengah Medan perang.
lalu saat mendengar gerbang benteng hampir hancur, ketiga penjaga terkuat kota zenai pun langsung bergegas menuju ke sana.
"ini terlalu lama, minggir kalian. " kata Sazar yang hendak menghancurkan gerbang benteng itu.
"huh, tunggu. " Stalker yang bergegas hendak menghentikan mereka.
"cih, mengganggu saja, pasukan penerobos, aku ganti tugas kalian, hentikanlah ketiga ninja itu yang menghalangi. " kata Sazar memberikan perintah kepada pasukan penerobos.
"Sazar, lalu bagaimana dengan pertahanan di dalam ?. " tanya rekannya.
"tidak perlu khawatir, tanpa pasukan kita bertiga sudah cukup untuk mengacaukan kota ini dari dalam. " jawab Sazar yang merasa percaya diri.
sementara ketiga penjaga terkuat kota zenai itu dihadang oleh pasukan penerobos dari kota pasir, Sazar pun menghancurkan gerbang benteng itu.
"Pukulan penghancur !!. " Sazar yang langsung berhasil menghancurkan gerbang benteng itu dengan sekali pukulannya yang sudah diperkuat.
__ADS_1
"itu mudah bagimu kan. " kata rekannya.
"ya, tentu saja, ini tidak apa-apanya, kalian dengarkan aku, setelah kita masuk kedalam, berpencar lah menuju ke kerajaan kota zenai. " kata Sazar.
"baiklah. " kedua rekannya yang bersemangat.
setelah itu Sazar dan kedua rekannya pun langsung masuk kedalam kota dan berpencar menuju kerajaan.
"sial, mereka berhasil masuk. " Stalker yang kesal melihatnya.
"bagaimana sekarang ?. " tanya bendow.
"kita tidak mempunyai pilihan lain selain menghadapai pasukan ini. " kata Saula dengan ekspresi serius.
"apakah mereka bisa menghentikannya ya. " Stalker yang khawatir dengan Ardian dan teman-temannya yang bertugas melindungi bagian dalam kota.
"kita hanya bisa percaya dan berharap kepada mereka. " kata Saula.
Sementara ketiga penjaga terkuat kota zenai berhadapan dengan pasukan penerobos kota pasir, raja tanah yang diam-diam mengikuti Sazar dan rekannya pun ikut masuk kedalam kota.
"aku pasti akan membunuhmu, zeyra, tunggulah. " kata raja tanah sambil tersenyum kecil setelah masuk kedalam kerajaan.
di lain tempat, pasukan elite kota zenai yang masih berusaha menghadapi pasukan kota pasir yang terus bertambah itu............
"ini tidak ada habis-habisnya. " Azen yang kesal.
"jangan lengah, kita tidak boleh membiarkan salah satu dari mereka lewat. " kata Venar yang masih mempunyai semangat juang mengahadapi pasukan kota pasir.
"huh, peperangan ini konyol sekali, kita seperti umpan saja disini. " kata seorang pemuda yang merupakan salah satu dari pasukan itu memisahkan diri menjauh dari Medan perang.
"Saki, tidak ada gunanya kita berada di sana, kita hanya menjadi umpan supaya komandan bisa menyerang dari arah lain, aku sudah menduga nya. " kata pemuda itu yang terus berjalan menyusuri hutan tanpa tujuan.
"jika itu benar apa yang akan kau lakukan ?. " tanya sahabatnya itu.
"entahlah, yang terpenting adalah untuk bertahan hidup, aku tidak ingin mengorbankan nyawaku hanya untuk menjadi umpan dalam peperangan konyol seperti itu. " kata pemuda itu yang terus berjalan.
di arah yang berlawanan, terlihat Zahra bersama dengan teman-temannya dari kota kegelapan juga sedang menyusuri hutan.
"Zahra, apakah ini akan baik-baik saja ?. " tanya Radin yang meragukan rencana Zahra.
"tenanglah, kita akan baik-baik saja selama kalian mengikuti rencana ku. " kata Zahra dengan ekspresi tenang.
"jika pasukan kota pasir itu menemukan kita, mereka tidak akan segan-segan membunuh kita. " kata Radin yang ketakutan.
"walaupun rencana mu adalah untuk membantu mengumpulkan informasi di luar, ku rasa ini cara yang cukup beresiko. " kata Nijin.
"lalu kenapa, apakah kau takut ?. " tanya Zahra yang menatapnya dengan tatapan sinis.
"tidak, sama sekali tidak, (aku lebih takut jika dia menatapku seperti itu). " kata Nijin.
"hah, ini benar-benar membosankan, rasanya aku ingin menggunduli hutan ini. " kata Jaken yang beberapa kali menghela nafas.
"itu akan menarik perhatian, tolong jangan lakukan itu. " kata Seina.
__ADS_1
saat terus berjalan menyusuri hutan, tanpa disadari, secara kebetulan, Zahra dan teman-temannya bertemu dengan pemuda yang bersama dengan sahabatnya itu dari arah berlawanan, ketika mereka saling melihat, mereka pun langsung terkejut dan menjadi waspada satu sama lain.
"huh, siapa kalian ?. " tanya pemuda itu sambil menghunuskan pedangnya.
"kalian berdua sendiri siapa ?. " Zahra yang bertanya balik.
"tidak salah lagi mereka adalah ninja kota zenai. " kata sahabat pemuda itu.
"Saki, tetaplah berada dibelakang ku. " kata pemuda itu yang berniat melindungi sahabatnya.
"kalian berdua sepertinya pasukan dari kota pasir. " kata Zahra dengan ekspresi tenang.
"mereka hanya berdua, kita bisa menang melawannya. " kata Konori yang bersiaga untuk menyerang.
"tunggu. " ucap Zahra.
"ada apa Zahra, mereka itu musuh kita. " kata Konori.
"aku tahu itu, dari sudut pandang kita, mereka memang musuh, tapi secara pribadi aku tidak melihat mereka itu musuh. " kata Zahra.
"apa maksudmu ?. " tanya Konori.
"tujuan kami adalah mengumpulkan informasi perang diluar, kami tidak berniat untuk terlibat didalamnya. " kata Zahra yang membocorkan tujuannya.
"kakak, kenapa kau membocorkannya. " Seina yang terkejut mendengarnya.
"tenanglah Seina, kita percayakan semuanya kepada Zahra. " kata Nijin sambil tersenyum kecil.
"tujuan kami adalah untuk bertahan hidup, kami tidak ingin terlibat dalam peperangan konyol ini. " kata pemuda itu.
"kalau begitu apakah kau mau berkerja sama dengan kami, kami akan menjamin keselamatan mu. " kata Zahra yang mencoba untuk bernegosiasi.
"Suna, ini pasti perangkap. " kata sahabatnya itu.
"apakah aku benar-benar bisa mempercayai kalian ?. " tanya pemuda itu dengan ekspresi serius.
"apakah aku terlihat seperti sedang berbohong. " kata Zahra yang bertanya balik dengan ekspresi datar.
setelah melihat Zahra beberapa saat, pemuda itu pun telah memutuskannya.
"baiklah, aku akan berkerja sama dengan kalian, asal kau menjamin keselamatan kami berdua. " kata pemuda itu.
"Suna, apa yang kau katakan. " sahabatnya yang terkejut mendengarnya.
"dia tidak berbohong. " kata pemuda itu.
"aku berjanji akan menjamin keselamatan kalian berdua, untuk sekarang kita akan bekerja sama. " kata Zahra mengulurkan tangannya.
"ya. " ucap pemuda itu yang kemudian menjabat tangan Zahra.
Kemudian mereka pun berbagi informasi mengenai perang itu, di sisi lain, Legis yang melihat ada ketiga penyusup yang masuk ke dalam kota.............
"ada yang sudah masuk ke dalam kota, mican, segera sampaikan informasi ini kepada yang lain. " kata Legis yang memberikan perintah.
__ADS_1
"baiklah, segera ku laksanakan. " ucap mican yang langsung bergegas menaiki kendaraan terbang nya.
BERSAMBUNG.................