
Episode 137
"lenyaplah, vortex kegelapan !!. " ucap muzen menggunakan kekuatan kegelapan nya untuk menenggelamkan Ardian dan naga didalam bola kegelapan.
"ayo naga api, gunakan semburan api mu yang sangat panas. " kata Ardian yang mengendarai naga api itu.
"baiklah, nafas naga api !!. " teriak naga api kemudian menggunakan nafas api nya untuk menangkal serangan vortex kegelapan itu.
saat kedua serangan itu berbenturan, ledakan besar terdengar di seluruh gua sampai di luar gua.
"ledakan lagi. " ucap gerad.
"sepertinya mereka sedang bertarung habis-habisan. " kata nurados yang memprediksi nya.
grane yang melihat bebatuan besar yang menutupi gua itu retak karena ledakan dari dalam, dengan seketika ia pun mempunyai ide.
"begitu ya. " ucap grane kemudian menempelkan tangannya ke bebatuan itu untuk membekukannya dengan perlahan-lahan.
"grane, apa yang kau lakukan ?. " tanya Lina yang melihatnya.
"mencoba membekukan bebatuan ini. " jawab grane yang masih berusaha membekukan bebatuan itu.
"percuma, bebatuan ini sangat keras dan besar, sebelum semuanya membeku, tenaga mu akan habis duluan. " kata mizhura.
"ada suatu kemungkinan, ledakan tadi bisa sampai meretakkan bebatuan ini, perhatikanlah sekeliling batu itu baik-baik. " kata grane.
"kau benar, jadi kau membuatnya membeku supaya bebatuan ini bisa hancur jika ledakan seperti tadi muncul. " kata gerad sambil berfikir.
"seperti itulah. " ucap grane.
"tapi kita tidak tahu apakah ledakan seperti tadi akan muncul atau tidak. " kata mbak ciria.
"karena itu aku membekukannya dari sekarang, walaupun ada kemungkinan ledakan seperti tadi tidak muncul, tapi kita tidak bisa terus menunggu dan berharap saja, kita juga harus berjuang sama seperti yang Ardian lakukan didalam. " kata grane meyakinkan mereka semua.
"sepertinya kau benar, kita juga harus berjuang, kalau begitu aku akan membantu mu membekukannya. " kata nurados yang ikut membantu grane membekukan bebatuan itu.
"kakak. " ucap grane melihat ke arah nurados yang membantunya.
"grane benar, kita harus melakukan sesuatu. " kata Lina.
"Lina. " ucap grane melihat ke arah Lina yang meyakinkan mereka semua.
"kalau begitu aku akan menghancurkannya dengan api ku sedikit demi sedikit, tapi dari arah yang lain, bisa bisa aku melelahkan es mu dan yang kau lakukan semuanya menjadi sia-sia. " kata gerad.
__ADS_1
"hoy, kau akan membantu atau memancing emosi. " ucap grane.
"bercanda, bercanda. " ucap gerad sambil tertawa.
"dasar anak laki-laki. " ucap mizhura yang melihat mereka berdua dari belakang.
"anu, apa yang harus kami lakukan ?. " tanya Alan kepada mbak ciria.
"kalian juga bisa menghancurkan bebatuan ini sedikit demi sedikit dari arah yang berlawanan kan. " jawab mbak ciria.
"baiklah, kami akan melakukannya, ayo Lisa, Pingksy. " ucap Alan.
"baik. " ucap Lisa dan Pingksy.
"lihatlah anak-anak itu, mereka semua sudah berjuang keras, mereka mempunyai tekad yang kuat dan tidak pantang menyerah, aku sangat menyukai anak-anak seperti mereka. " kata ayah Nina yang masih berusaha menenangkan istrinya itu.
"ya, kau benar. " ucap ibunya Nina yang sudah lebih tenang.
sementara itu didalam gua.......
"bola iblis kegelapan !!. " teriak muzen sambil melemparkan bola serangannya ke arah Ardian dan naga secara membabi buta.
"dia melemparkannya dengan membabi buta, jika terus begini kita tidak akan bisa mendekatinya. " kata Ardian dengan ekspresi kesal.
"huh apa itu ?, cepatlah katakan. " tanya Ardian.
"aku akan melemparkan mu ke arah iblis itu, di waktu yang sama aku akan menyerangnya dari titik buta. " jawab naga api memberikan ide nya.
"kau ingin mengorbankan ku. " ucap Ardian yang terkejut saat mendengar ide dari naga api.
"percayalah kepada ku. " kata naga itu dengan ekspresi serius.
"baiklah. " ucap Ardian membalasnya dengan ekspresi serius.
kemudian naga api pun melemparkan Ardian dengan dorongan nafas semburannya itu, diwaktu yang sama Nina keluar dari tempat persembunyian dan melihat Ardian dari kejauhan dengan ekspresi terkejut serta khawatir.
"jangan sampai kau menipuku lho, naga api. " kata Ardian saat melayang di udara dan mengarah ke depan iblis muzen itu.
"Kakak. " teriak Nina yang khawatir saat melihatnya.
"huh, sepertinya kau ingin mencari mati ya. " ucap muzen sambil tersenyum sombong.
"aku tidak akan mati semudah itu tahu. " kata Ardian sambil fokus melihat ke arah iblis muzen yang hendak mengeluarkan kekuatannya saat masih dalam keadaan melayang di udara.
__ADS_1
naga api pun terbang sambil mencari titik buta iblis muzen itu dengan seksama.
"lenyaplah, bola 7 elemen !!. " teriak muzen sambil mengeluarkan serangan bola elemennya ke arah Ardian yang melayang ke arahnya itu.
"tidak. " ucap Nina yang melihatnya dengan khawatir dan ketakutan.
"aku harus fokus, pertama bola kegelapan, datanglah. " kata Ardian didalam hatinya sambil memfokuskan pedangnya ke arah bola kegelapan itu.
seketika itu Ardian pun berhasil membelah bola kegelapan itu, lalu kemudian bola cahaya, ia menebasnya dengan kedua tangannya saat melayang di udara, lalu bola angin ia menetralkan nya dengan semburan api nya, tapi saat di depan bola petir Ardian tidak bisa menghindarinya atau pun melawannya, Ardian pun sontak terkena serangan listrik yang membuat gerakan nya kaku saat melayang di udara.
"hahahaha, kau akan hancur sebelum sampai di depan ku, bocah. " kata muzen sambil tertawa jahat.
"masih belum, aku tidak akan menyerah. " ucap Ardian menerobos ke arah bola tanah itu.
"kak Ardian !!. " teriak Nina.
setelah berhasil menerobos ke dalam serangan bola tanah yang keras itu, Ardian masih melayang di udara walaupun ia mengalami pendarahan di dahinya dan tubuhnya juga kaku.
"huh, tangguh juga kau, bocah. " ucap muzen.
kemudian naga yang berhasil mencari titik buta nya langsung menyambar iblis muzen itu menggunakan kuku nya sontak iblis muzen pun menahan serangan nya dengan kedua tangan iblis nya yang besar.
"hmp, usaha yang bagus naga, tapi kau tidak akan lengah sedikit pun. " kata muzen sambil tersenyum sombong.
"jangan sombong dulu iblis, dengan posisi ini kau hanya bisa menahan serangan ku kan, Ardian, kau pasti bisa !!. " kata naga itu yang berusaha menahan iblis muzen itu.
"cih. " ucap iblis muzen yang menahan serangan naga api itu.
Ardian dengan instingnya dapat menghindari bola air itu dengan memutarkan tubuhnya tapi selanjutnya yang terakhir dia tidak bisa menghindari bola api yang mengarah ke arahnya.
"hanguslah kau, bocah !!. " teriak muzen dengan ekspresi senang.
Nina yang melihatnya langsung menutup kedua matanya karena takut.
"hmp, api tidak akan mempan kepada ku. " kata Ardian sambil tersenyum kecil lalu menerobos bola api itu tanpa terluka sedikitpun.
"apa, bagaimana bisa. " ucap muzen yang terkejut saat melihatnya tidak hangus terbakar.
"dengan ini berakhir sudah, tusukan pedang api tingkat tinggi !!. " ucap Ardian menggunakan kekuatan api tingkat tingginya untuk menusuk jantung iblis muzen itu.
"tidak !!. " teriak muzen saat jantung nya tertusuk.
sebelumnya kakek jelan juga berpesan kepada Ardian, iblis bisa dikalahkan jika jantungnya hancur, dengan tepat Ardian pun berhasil menusuk jantung nya itu dengan pedang api nya yang berkobaran, lalu cahaya pun keluar dari jantung muzen yang ditusuk Ardian itu dan membuat ledakan yang besar untuk kedua kalinya akan tetapi kali ini jauh lebih besar sehingga bebatuan di mulut gua yang sudah di rapuh kan oleh mbak ciria dan yang lainnya akhirnya bisa hancur berkeping keping sampai-sampai debu juga keluar dari mulut gua itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG...........