
episode 14
pada suatu hari di markas organisasi deka, nyoren terlihat marah sambil menggenggam kaleng minuman lalu meremasnya.
"kenapa, kenapa rencanaku selalu gagal hanya karena, satu orang itu. " kata nyoren.
"sekarang, zela sudah mempercayai Ardian dan kita kekurangan anggota. " kata Rowi.
"aku tahu, bagaimana kalau kita ajak jaylain untuk bergabung di organisasi kita. " kata zeker.
"ya, aku dengar dia itu orang yang sangat pendiam dan jarang sekali bicara, apakah kita bisa membujuknya. " kata laka.
"kali ini aku yang akan membujuknya sendiri, karena dialah satu-satunya orang yang bisa membantu organisasi ini berkembang, Rowi, tolong jaga markas ini selagi aku pergi. " kata nyoren.
"tidak masalah, semoga berhasil. " kata Rowi.
di jam pelajaran, niver sensei mengumumkan akan mengadakan battle 1 vs 1 setelah jam istirahat untuk menguji kemampuan para muridnya di tempat arena yang luas belakang sekolah ninja yang baru saja dibangun,
setelah berbicara panjang sampai waktu istirahat, nyoren pun langsung pergi menemui jaylain di atas gedung sekolah.
"ergh, kau, nyoren, bagaimana kau bisa mengetahui kalau aku ada disini. " kata jaylain kaget melihat nyoren datang dari belakang.
__ADS_1
"aku selalu memperhatikanmu saat kau pergi dari kelas di waktu istirahat, kau selalu saja datang ke tempat ini saat tidak ada orang. " kata nyoren.
"jadi begitu, lalu apa tujuanmu datang kesini menemuiku." kata jaylain dengan tenang.
"aku hanya ingin mengajakmu bergabung di organisasi kami. " kata nyoren.
"aku tidak tertarik dengan organisasi apapun, aku hanya ingin sendirian. " kata jaylain.
"tapi organisasi kami berbeda. " kata nyoren.
setelah mendengar kata kata nyoren, jaylain menjadi penasaran dan pergi ke markas organisasi deka, sesampainya di sana Rowi menyambut kedatangan jaylain.
"selamat datang, kau pasti jaylain kan, aku sudah menunggumu. " kata Rowi tersenyum.
"kau terlalu terburu buru, sebelum kita membuat rusuh sekolah itu, bukankah kita harus membuang si pengganggu terbesar di sekolah ninja itu. " kata nyoren.
"maksudmu Ardian, dia itu seperti penyihir yang menyihir pikiran seseorang untuk menjadi temannya, ya kan. " kata jaylain.
"tepat sekali, aku meminta bantuan yang hanya bisa dilakukan oleh mu, apakah kau bisa melakukannya untukku, maksudku untuk kita semua termasuk dirimu. " kata nyoren.
"apa itu, katakan saja padaku. " ucap jaylain.
__ADS_1
"membunuhnya. " ucap nyoren dengan tersenyum.
"apakah kau gila, bagaimana aku bisa membunuhnya di sekolah ninja ini. " kata jaylain kaget.
"aku punya rencana, kau ingat, niver sensei akan mengadakan duel 1 vs 1 di arena, menangkanlah pertarungan itu dengan cepat sampai kau bisa masuk ke babak final dan bertarung dengan Ardian, saat itulah kau menyerangnya habis habisan. ' kata nyoren.
"aku mengerti. " kata jaylain dengan tenang dan berjalan keluar markas deka.
disaat itu jaylain sedang duduk sendiri dan memikirkan rencana yang dibilang oleh nyoren, tiba-tiba saja ada veysa yang melihat jaylain lalu mendekatinya dan mengajaknya berbicara.
"apa yang sedang kau pikirkan, sepertinya kau sedang kebingungan. " kata veysa.
"itu bukan urusanmu, bolehkah aku bertanya satu hal. " kata jaylain.
"bertanya apa. " kata veysa.
"kenapa alasan mu berteman dengan Ardian, bukan, bukan kau saja tetapi kenapa teman sekelas sangat ingin berteman dengannya. " kata jaylain dengan heran.
"dia itu adalah teman pertamaku, dia tidak peduli dengan perbedaan apapun, seperti ini, dia tidak keberatan menjadi temanku walaupun aku perempuan dan berasal dari suku es, kau juga dari suku es kan, suatu saat kau akan segera mengetahui makna dari pertemanan. " kata veysa.
"begitu, " ucap jaylain yang langsung pergi meninggalkan veysa.
__ADS_1
"aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan makna pertemanan, tapi sepertinya aku tidak membutuhkan itu nanti. " kata terakhir jaylain.
BERSAMBUNG..........