Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Briseker


__ADS_3

Episode 189


di dalam kastil, pemimpin makhluk astral itu yang terlihat sangat tenang duduk di singgasana nya............


"tuan, para penyusup itu sudah sampai di daerah perkotaan, apakah kita hanya akan terus membiarkan nya ?. " tanya penasehatnya yang melihat semuanya dari bola pemancar.


"huh, sepertinya aku harus membuat pergerakan, lepaskan para briseker itu untuk menghentikan mereka. " jawab pemimpin makhluk astral itu dengan tenang.


"apakah anda serius melepaskan nya ?. " tanya penasehatnya yang terlihat ragu-ragu menerima perintah itu.


"aku tidak pernah seserius ini. " jawab pemimpin makhluk astral itu yang mengeluarkan aura menakutkan dari ucapan nya itu.


"baik, sesuai perintah anda. " kata penasehatnya yang langsung menyuruh para briseker itu untuk turun tangan.


"sekarang apa yang akan terjadi selanjutnya ya. " kata pemimpin makhluk astral itu sambil tersenyum kecil.


I-------------------------------------------I


Sementara itu beberapa saat kemudian di kelompok Ardian..............


mereka pun akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar tempat distrik No 3 itu sambil mencari kelompok razord dan Kana.


"disini sangat sepi. " ucap Opel yang terlihat sangat waspada dengan sekitarnya.


"kau benar, tidak ada satupun makhluk astral disekitar sini. " kata Legis.


"apakah kota ini benar-benar sudah mati. " ucap Ardian yang menyimpulkan.


"seharusnya seperti itu. " ucap seseorang misterius yang tiba-tiba saja muncul di atas mereka berdiri di tiang jalanan dengan membawa senjata pedang ganda di kedua tangannya.


"huh, siapa kau ?. " tanya Ardian dengan ekspresi serius dan berwaspada.


"namaku adalah jaken, salah satu dari anggota briseker. " kata jaken memperkenalkan dirinya itu sambil melompat turun dari atas tiang jalanan.


"briseker. " ucap Legis.


"ya, itu adalah nama organisasi kami, tugas kami adalah menjaga kota ini dari penyusup seperti kalian. " kata jaken sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"akhirnya ada musuh yang keluar juga. " kata Opel yang sudah menantikan nya dengan bersemangat.


"boleh juga semangat mu itu. " kata jaken sambil mengatur posisi bertarung nya.


I--------------------------------------------I


Sementara itu kelompok Kana yang sudah mengalahkan beberapa makhluk astral yang berada di distrik No 5............


"huh, untung saja kita bisa menghabisi semua makhluk astral itu sebelum mereka meminta bantuan. " kata Kana yang sudah merasa lega.


"apakah benar seperti itu. " ucap seseorang misterius yang berjalan perlahan-lahan ke arah mereka dari kegelapan malam hari.


"siapa itu ?. " tanya Seina yang melihat seseorang dari balik kegelapan.


lalu setelah orang misterius itu terlihat wajahnya keluar dari balik kegelapan, seketika Seina yang melihatnya pun langsung terkejut.......


"ada apa Seina, apakah kau mengenal nya ?. " tanya Zela.


"Konori. " ucap Seina yang terkejut saat melihatnya.


"sepertinya kau mengenal ku, tapi maaf aku tidak mengenal mu sama sekali. " kata orang yang bernama Konori itu sambil memegang kipas nya.


"tenanglah Seina, sebenarnya siapa dia itu ?. " tanya Kana sambil mencoba menenangkannya.


"dia adalah teman ku Konori, sepertinya setelah mereka menangkapnya, otak Konori sudah dicuci lagi. " jawab Seina yang menjelaskannya dengan singkat.


"lagi, itu berarti sebelumnya dia sudah mengalami hal yang sama, begitu kah. " kata Zela.


"ya, ini sudah ketiga kali nya, ini salahku, karena aku, mereka semua tertangkap. " ucap Seina dengan ekspresi gelisah dan sedih.


"ini bukan waktu nya untuk menyalahkan diri sendiri, dia adalah teman mu kan, seharusnya yang bisa kau lakukan sebagai teman nya adalah membuat nya mengingat kembali kalau dia adalah teman mu, jangan sampai kau membuat nya merasa seperti orang asing. " kata Zela dengan ekspresi serius.


"huh, aku..... " ucap Seina yang masih ragu-ragu.


"kau tidak ingin kehilangan teman mu kan. " kata Zela dengan lantang.


"tentu saja, jika ini salahku aku akan memperbaiki nya sebagai teman nya, sama seperti waktu itu. " kata Seina yang perlahan-lahan bangkit sambil mengingat kejadian yang menimpa nya dulu.

__ADS_1


"sejak kapan kau menjadi sok keren seperti itu. " ucap gacha sambil tersenyum kecil menyindir Zela dengan tenang.


"berisik, nanti saja membahasnya. " kata Zela sambil fokus melihat Konori yang berada di depan mereka berempat itu.


"kalau kalian bersedia menyerahkan diri, kita tidak perlu bertarung, bagaimana, ini masih belum terlambat, sejujurnya aku tidak menyukai hal merepotkan seperti ini. " kata Konori dengan tenang nya.


"hmp, kau masih saja terlihat seperti Konori yang dulu ya, tentu saja aku tidak akan menyerahkan diri, aku akan menyadarkan mu seperti waktu itu. " kata Seina dengan percaya diri dan teguh dengan pendiriannya.


"ternyata kau juga bisa mengatakan omong kosong seperti itu ya, baiklah, aku tidak akan menahan diri lagi sekarang, bersiaplah untuk merasakan hal yang tidak pernah kalian rasakan sebelumnya. " kata Konori dengan tersenyum kecil sambil menutupi wajahnya dengan kipas nya itu.


"semuanya berhati-hatilah. " kata Kana yang menyuruh mereka semua untuk tetap berwaspada.


I-------------------------------------------I


Sementara itu kelompok razord yang hampir berhasil mengendap-endap keluar dari gedung tiba-tiba saja mereka dihentikan oleh seseorang yang terlihat sudah menunggunya di depan pintu keluar gedung............


"lincah sekali kalian bisa melewati para penjaga gedung yang bodoh itu. " kata seseorang misterius yang menghadang kelompok razord keluar dari gedung itu.


"siapa kau ?. " tanya Razord dengan ekspresi waspada.


"namaku Radin, anggota briseker. " jawab Radin memperkenalkan dirinya itu sambil memegang sebuah senjata senapan shotgun di kedua tangannya.


"sepertinya orang itu terlihat sangat berbahaya, tetaplah waspada. " kata razord.


"ya. aku juga merasakan sebuah aura pembunuh dari dirinya. " kata Alan.


"(siapa sebenarnya dia ini). " ucap razord dengan ekspresi serius.


"hahahaha, sepertinya aku tidak perlu menjelaskan nya panjang lebar, karena kalian akan mati disini. " kata Radin tertawa dengan jahat sambil mereload shotgun nya itu.


di dalam kastil, pemimpin makhluk astral yang melihat mereka semua dari bola pemancar pun tersenyum kecil.


"permainan nya baru saja akan dimulai, sekarang aku akan melihat pertarungan mereka dengan tenang, kira-kira apa yang akan dilakukan gadis yang bersembunyi di balik bayangan itu ketika melihat semua ini ya, aku yakin dia tidak akan tinggal diam saat melihatnya, hmm, ini akan menjadi permainan yang sangat menarik. " kata pemimpin makhluk astral itu sambil duduk dengan santai nya melihat pertarungan mereka dari bola pemancar.


Sementara itu di tempat distrik No 5, seseorang misterius berjubah hitam berlari dengan cepat dan lincah melewati lorong-lorong menerjang beberapa makhluk astral yang hendak menangkapnya dan menyerang nya.


"akhirnya sudah tiba hari yang kutunggu-tunggu, aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama seperti sebelumnya, untuk teman-teman ku yang sudah berkorban, kali ini aku akan menyelamatkan mereka semua dan mengakhiri semua ini. " kata seseorang misterius berjubah hitam itu mengingat kembali kejadian yang menimpa nya dulu dengan memasang ekspresi serius sambil mengepalkan genggaman di tangan kanannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG...............


__ADS_2