
episode 16
setelah pertarungan antara Opel dengan Peter, niver sensei melanjutkan pertarungan kedua antara veysa dengan gicha.
"pertarungan kedua, veysa dengan gicha, silahkan maju ke posisi kalian masing masing. " kata niver sensei dengan menggunakan alat pengeras suara.
"aku tidak akan kalah darimu, veysa, " kata gicha dengan percaya diri.
"kita buktikan saja " kata veysa dengan santai.
"baiklah, pertarungan akan segera dimulai, bersiap...., mulai !!. " teriak niver sensei dengan keras.
mereka berdua pun mulai bertarung, sebelum mulai veysa meninggalkan teratai es di bawahnya, pertarungan pun terus berlanjut tetapi saat ini mereka masih saling hindar menghindar, gicha menghindari butiran es veysa dengan santai dan tidak berlari lari seperti veysa sedangkan veysa menghindari serangan bayangan yang begitu besar.
"gawat, jika aku terus begini aku akan kehabisan tenaga dengan cepat. " kata veysa.
"sebenarnya, apa yang dipikirkan veysa, dia akan kehabisan tenaga lebih cepat. " kata Ardian melihat dari atas tempat duduk arena.
"tidak juga, " ucap Opel yang ada di samping Ardian.
"apa maksudmu. " kata Ardian heran.
"kekuatan yang dikeluarkan gicha itu memanglah kekuatan biasa, kelebihan kekuatanya adalah semakin dia terus melakukannya, dia akan mendapatkan sebuah stack kekuatan yang akan membuat lawannya sekali serang, akan tetapi jika dia terus memaksakan diri, dia akan kehabisan tenaga lebih cepat, setahuku gicha itu hanya mampu sampai 80 stack, dia itu masih harus banyak belajar. " kata Opel dengan tersenyum.
"kau suka mengintip adikmu latihan, ya. " kata Ardian dengan tertawa.
"yaa, begitulah, gicha itu dia mewarisi kekuatan monster bayang dari ibuku, dulu dia pernah lepas kendali dengan kekuatannya tetapi yang bisa menghentikan gicha hanyalah gacha yang juga mewarisi kekuatan bayang, sebagai kakak tertua aku merasa tidak bisa melakukan apa-apa untuk mereka berdua, karena aku mewarisi kekuatan petir dari ayahku. " kata Opel sambil menggenggam tangannya karena kesal.
__ADS_1
"bersabarlah Opel, apapun kekuatan yang kita miliki kita harus bisa menerimanya kan dan mengasah kemampuan kita. " kata Ardian menenangkan hati Opel yang sedang kesal.
veysa yang akhirnya terkena serangan pertama dari gicha langsung terpental tetapi masih bisa berdiri.
"gawat, semakin lama dia melakukannya, semakin besar kekuatannya, apa yang harus aku lakukan. " kata veysa dalam hati.
"sekaranglah, saatnya, bola bayang !! . " ucap gicha mengeluarkan kekuatan andalannya.
"akhirnya dia melakukannya, " kata Opel.
"aku belum pernah melihat kekuatan itu sebelumnya, " kata Ardian terkejut.
"itu adalah bola bayang, jika lawan terkena satu bola bayang itu, maka tenaganya akan terhisap 10%, tetapi untuk saat ini gicha hanya mampu mengeluarkan 3 bola bayang saja." kata Opel mengamati gicha.
veysa pun berhasil menghindari kedua bola bayang itu tetapi tidak bisa menghindari bola bayang yang ketiga, sehingga ia terjatuh karena kehabisan tenaga.
tetapi saat gicha menyerang dengan bayangannya, veysa tiba-tiba hancur dan menjadi butiran es, semua penonton terkejut termasuk gicha dan teratai es yang ditinggalkan veysa menjadi mekar.
"apa ini, jurus pengganti diri. " kata gicha.
"tepat sekali, apakah kau terkecoh. " kata veysa yang muncul dari teratai es yang mekar
"itulah kekuatan tipuan veysa, " kata Ardian.
"apa, bagaimana bisa, sejak kapan. " kata Opel kebingungan melihatnya.
"gicha, sekarang aku sudah tahu kekuatanmu dan juga kelemahan mu saat aku meninggalkan teratai es untuk bersembunyi dan memantau mu, sekarang ini kau tidak punya banyak tenaga kan ?, karena sudah menyerang umpanku habis habisan, sekarang aku akan menunjukkan teknik sekali serang padamu, bersiaplah, cakram es !! ." kata veysa dengan tersenyum.
__ADS_1
"apa, dengan kondisi begini aku tidak bisa menghindar. " kata gicha dengan kesal.
gicha yang terkena cakram es dari veysa langsung membeku, gicha dapat menghancurkan es itu akan tetapi tidak bisa bertahan dari serangan es veysa dan akhirnya dia terjatuh karena kehabisan tenaga, veysa pun mendekati gicha.
"kukira kau masih bisa berdiri tadi. " kata veysa sambil membantu gicha berdiri.
"itu tidak mungkin kan ?, karena aku sudah menghabiskan banyak tenaga tadi, aku terima kekalahan ini. " kata gicha sambil mengangkat tangannya yang berarti kalah.
"pertandingan kedua ini dimenangkan oleh veysa, silahkan kalian berdua kembali ke atas arena untuk beristirahat. " kata niver sensei.
"itu pertarungan yang sangat luar biasa, apakah kita masih berteman. " kata veysa.
"apa maksudmu, tentu saja kita masih berteman, tadinya aku bisa menghancurkan bekuan es mu itu dengan mudah karena es mu itu masih rapuh. " kata gicha tersenyum.
"kau juga, ternyata kekuatanmu itu besar tetapi menghabiskan banyak energi. " kata veysa.
"kau benar, ternyata kita masih harus banyak belajar ya. " kata gicha melihat langit.
"kau sudah berjuang dengan baik gicha. " kata Opel sebagai senang dan menyentuh pundak adiknya itu.
"tetapi aku belum bisa mencapainya kakak. " kata gicha dengan resah.
"tidak apa-apa, untuk sekarang kau belum bisa mencapainya gicha, tetapi suatu saat aku percaya padamu kalau kau bisa mencapainya. " kata Opel dengan tersenyum.
"ya, terimakasih kakak. " kata gicha senang.
(ternyata aku hanya bisa mencapai 53 stack saat aku bertarung dengan veysa tadi, aku masih belum bisa mencapainya ibu.) kata terakhir gicha dalam hati sambil melihat ke atas langit.
__ADS_1
BERSAMBUNG.........