Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Persiapan perang


__ADS_3

Episode 209


setelah pembicaraan antara Zela dan Zahra selesai........


"aku ada hal yang harus kulakukan sekarang, apa yang akan kau lakukan ?. " tanya Zela yang hendak pergi.


"tenang saja, aku dan teman-teman ku sudah menyewa tempat penginapan di kota ini atas bantuan raja api dan kak razord tadi siang. " jawab Zahra.


"baguslah kalau begitu, maaf sudah melibatkan kalian di perang ini, padahal kalian adalah tamu yang harus disambut di kota zenai. " kata Zela yang masih merasa gelisah.


"kami baik-baik saja kok, kami sudah terbiasa berada dalam situasi seperti ini. " ucap Zahra.


"mungkin kau benar, baiklah kalau begitu, sampai jumpa besok. " kata Zela kemudian pergi.


"ya, sampai jumpa. " ucap Zahra melambaikan tangannya.


setelah Zela pergi, Nijin dan teman-temannya yang dari tadi menunggu mereka berbicara pun kemudian menghampiri Zahra di bangku taman gunung sendirian.


"mereka orang-orang yang baik ya. " kata Nijin saat sudah berada didepan Zahra bersama teman-temannya yang juga menghampirinya.


"ya, kau benar. " ucap Zahra tersenyum saat melihat teman-temannya itu.


2 hari sebelum perang.............


di keesokan harinya, kota zenai tampak ramai dipenuhi dengan pasukan penjaga yang sudah menyebar di penjuru kota, Opel, Peter, bari, Pingo, Mican dan gicha yang berada di sebuah kedai melihat jalanan dipenuhi oleh para penjaga.......


"sepertinya perang akan benar-benar terjadi ya. " kata Opel saat melihat ke jalanan.


"kurasa begitu, ngomong-ngomong bagaimana keadaan raja api kemarin ?. " tanya Peter.


"raja api sekarang masih dalam perawatan akibat pertarungan dengan jubah hitam kemarin. " jawab gicha.


"lalu siapa yang akan memimpin perang nanti ?. " tanya Mican.


"soal itu, sepertinya raja api sendiri yang akan turun tangan memimpin kota. " jawab Opel.


"dengan keadaan nya seperti itu, jangan bercanda. " kata Peter dengan ekspresi serius.


"itu benar, raja api memaksakan dirinya untuk mengambil alih kepemimpinan kota ini, raja api bersikeras mau melakukannya walaupun ketiga penjaga terkuat kota zenai dan beberapa orang penting di kerajaan sudah menasehatinya. " kata Opel yang kemarin mendengar percakapan penting saat berada di dalam kerajaan untuk melapor mengenai kota kegelapan.


"kita harus bisa memenangkan perang ini apapun yang terjadi. " kata Peter dengan ekspresi serius.


Sementara itu Ardian yang duduk sendirian di bangku dekat dengan danau kota, teringat dengan pembicaraan nya dengan raja api disitu lalu memasang ekspresi gelisah sambil melemparkan batu ke danau, tidak lama kemudian, Zahra yang kebetulan melihatnya dari kejauhan pun menghampirinya.

__ADS_1


"hey, apa yang kau lakukan disini ?. " tanya Zahra berdiri didekat Ardian.


"hanya mencari udara segar, oh, kau Zahra kan. " jawab Ardian.


"ya, kemarin, aku belum berterimakasih kepada mu. " kata Zahra kemudian duduk di dekat bangku itu.


"tidak perlu dipikirkan, kita semua sudah berteman kan. " kata Ardian yang hanya tersenyum.


"kemarin Zela juga berkata seperti itu. " kata Zahra dengan ekspresi tenang.


"begitu ya, kalau diperhatikan sifat mu mirip dengan teman ku gacha. " kata Ardian.


"maksudmu gadis kegelapan yang kemarin itu. " kata Zahra yang teringat saat gacha juga ikut bersama mereka.


"ya, sebenarnya aku dari dulu penasaran, kenapa kepribadian seseorang itu berbeda-beda ya. " kata Ardian.


"aku kagum kepada mu bisa berbicara langsung seperti itu. " kata Zahra.


"apakah itu aneh ?. " tanya Ardian.


"tidak, di situasi tertentu itu bisa menjadi hal yang tidak bisa dikatakan oleh orang lain. " jawab Zahra.


"begitu ya, sepertinya itulah diriku yang saat ini. " kata Ardian.


"apa ?. " tanya Ardian.


"tidak lupakan saja. " jawab Zahra.


"bisakah kau memanggilku dengan namaku ?. " tanya Ardian.


"itu tidak masalah. " jawab Zahra agak terkejut mendengar pertanyaan Ardian yang tidak bisa.


"kau harus membiasakan diri mu untuk memanggil seseorang dengan menyebut namanya. " kata Ardian.


"mungkin kau benar. " kata Zahra tersenyum kecil.


"sekarang aku merasa lebih baik setelah berbicara dengan mu, terimakasih ya. " ucap Ardian yang sudah melupakan kegelisahannya.


"huh, aku tidak melakukan apapun. " kata Zahra.


"tidak, kurasa tidak seperti itu. " kata Ardian.


"(sekarang aku mengerti kenapa Zela mengikuti nya). " kata Zahra didalam hatinya melihat Ardian sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


I--------------------------------------------I


Sementara itu di gua yang menjadi tempat persembunyian iblis api..........


"iblis api, dimana bocah itu ?. " tanya jubah hitam yang baru saja kembali.


"maksudmu nyoren, dia bilang sedang membawa pasukan dari suku nya untuk mempersiapkan perang. " kata iblis api yang hanya duduk dengan tenang di kursi nya.


"begitu ya, (hmp, ini akan menjadi yang terakhir kau bisa duduk dengan tenang di gua ini, iblis api). " kata jubah hitam didalam hatinya sambil tersenyum kecil seperti sudah merencanakan sesuatu.


lalu di kota bintang, nyoren yang sudah bersiap-siap...........


"ayah, ibu, aku akan membalaskan dendam kalian. " kata nyoren sambil melihat telapak tangannya yang terdapat simbol bintang itu.


"apakah kau serius mau memerangi kota zenai ?. " tanya adik perempuannya yang masih ragu itu.


"ya aku sudah muak menunggu lagi, mereka semua terlalu baik kepada semua orang, keegoisan itulah yang bisa melemahkan mereka, selain itu 8 tahun yang lalu, perang itu membuat kita kehilangan orang yang berharga, aku tidak akan menerima kedamaian semudah itu. " kata nyoren dengan ekspresi serius.


adiknya yang mendengarnya pun tidak bisa mengatakan apapun lagi, kemudian ia teringat dengan pesan seseorang kepadanya sebelum orang itu pada akhirnya menghilang........


"perang 8 tahun yang lalu itu sebenarnya membuat kita sadar bahwa kedamaian itu yang kita butuhkan, tapi raja selalu menolaknya, aku menaruh harapan terakhir kepada mu sebelum pergi, dengarkan baik-baik, raja sekarang sudah tiada, kakakmu mungkin trauma dengan perang itu, aku hanya ingin kau sebagai adiknya ubahlah sudut pandang nya. " kata orang yang diingat oleh adiknya itu.


"(aku tidak akan membiarkan kejadian 8 tahun yang lalu itu terulang kembali). " kata adik perempuan nyoren itu didalam hatinya yang sudah memutuskan tujuannya.


I--------------------------------------------I


Sementara itu di siang hari, jubah hitam yang hendak menemui seseorang di perbatasan gunung kota zenai dengan angin.........


"sepertinya ini rumahnya. " kata jubah hitam sesampainya didepan rumah yang terlihat tua dan sederhana.


lalu saat jubah hitam masuk kedalam, ia pun melihat seorang wanita yang terlihat sudah tua sedang meracik sesuatu.


"apa yang sedang kau buat ?. " tanya jubah hitam dengan ekspresi tenang.


"oh, jubah hitam ya, ini bukan sesuatu yang membuat mu tertarik. " jawab wanita tua itu.


"aku mempunyai sebuah tawaran kepada mu. " kata jubah hitam.


"tawaran. " ucap wanita tua itu.


"ya, tawaran yang pastinya mudah dilakukan oleh seorang penyihir seperti mu. " kata jubah hitam.


"hmp, kalau begitu ceritakan lebih detailnya mengenai tawaran itu, aku sang penyihir kesialan bisa melakukan apapun asal dengan tawaran yang setimpal. " kata wanita itu yang menyebut dirinya seorang penyihir kesialan.

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2