Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
api yang membara


__ADS_3

episode 46


"sekarang, aku harus membuktikan jika aku tidak bicara omong kosong. " kata Ardian didalam hatinya.


"jangan senang dulu karena bisa membuatku bergerak, ini baru saja dimulai, badai topan !!. " kata Rowi sambil mengeluarkan badai topan dan mengarahkannya menuju Ardian.


"semburan api !!. " teriak Ardian sambil mengeluarkan api dari mulutnya dan mengarahkannya menuju badai topan milik Rowi.


seketika itu badai topan yang mengarah menuju Ardian membelah dan api tersebut menuju kearah Rowi, ia pun berhasil menghindari semburan api itu dengan kecepatan anginnya.


"sepertinya kau lebih kuat dari dugaan ku sebelumnya. " kata Rowi sambil tersenyum kecil.


-------------------------------------------


di atas arena.......


"hebat, dia bisa membelah badai topan milik Rowi. " ucap Rega dengan terkejut.


"kakak sudah berlatih dengan keras untuk ini. " kata Nizar di dalam hatinya.


"apa yang membuatnya kuat. " ucap niver sensei didalam hatinya sambil memperhatikan pertarungannya.


--------------------------------------------

__ADS_1


di area battle........


"kau tidak akan bisa mengalahkan ku, tombak angin !!. " ucap Rowi sambil mengarahkan tombak panjangnya kearah Ardian.


tombak milik Rowi pun mengeluarkan bola angin untuk menyerang Ardian, seketika itu Ardian pun dapat menghindarinya tetapi salah satu bola angin milik Rowi mengenai dada Ardian sehingga membuat gerakan menghindarnya melambat.


"serangan bola anginnya membuat gerakan ku melambat, aku harus lebih berhati-hati. " kata Ardian didalam hatinya sambil memegang dadanya.


"dengan begini kau tidak akan bisa terus menghindari serangan ku. " kata Rowi dengan tersenyum sombong.


Rowi pun melanjutkan serangannya dengan bertubi tubi kepada Ardian, seketika itu Ardian pun terjatuh tetapi masih bisa bangun.


"kau masih sanggup berdiri ya. " ucap Rowi sambil tersenyum sombong.


"dasar keras kepala, ledakan topan !!. " ucap Rowi sambil mengarahkan tangan kanannya kearah Ardian.


tiba-tiba saja dari bawah tanah yang dipijaki Ardian terdapat tekanan angin yang menghembuskannya dengan kencang ke atas, Ardian hanya bisa bertahan, saat Rowi meledakkan topannya Ardian berhasil keluar dari area topannya dan langsung berlari ke arah Rowi sambil menggenggam tangan kanannya dengan berapi api.


"ini tidak mungkin, bagaimana kau bisa lolos dari ledakan topan ku. " tanya Rowi sambil menahan pukulan Ardian dengan tombaknya.


"ledakan itu sangatlah berbahaya jika aku tidak bisa keluar dari situ, tetapi sebenarnya area ledakan mu itu tidak begitu luas, kau hanya memusatkan kekuatan mu pada tekanan anginnya, benarkan, Rowi. " kata Ardian setelah itu memukul Rowi dengan keras sehingga terpental Ke dinding arena.


"cih, aku tidak mungkin kalah darinya.... " ucap Rowi setelah itu terjatuh dan tidak bisa berkata lagi karena Ardian memukulnya tepat di perutnya tapi Rowi masih sadar.

__ADS_1


masyarakat kota zenai yang menonton battle tersebut pun langsung bersorak kegirangan.


------------------------------------------


di atas arena......


"dia bisa mengalahkan Rowi. " ucap Rega dengan terkejut.


"sepertinya ada perkembangan pesat darinya. " kata niver sensei dengan senang.


"murid mu itu selalu memberikan kejutan ya. " kata Kirana sensei ikut senang.


"benar, (apakah Ardian masih sanggup untuk bertarung melawan jaylain dengan kondisinya itu). " kata niver sensei didalam hatinya dengan gelisah.


--------------------------------------------


di area battle......


"aku terkejut kau bisa mengalahkan Rowi, Ardian. " kata jaylain sambil berdiri setelah duduk tenang.


"sudah kubilang kan, aku tidak akan kalah sebelum bertarung dengan mu. " kata Ardian dengan percaya diri.


"aku ragu jika kau bisa mengalahkan ku, tapi aku tidak selemah Rowi, dengan kondisi mu yang seperti itu aku bisa mengalahkan mu dengan mudah. " kata jaylain dengan tenang.

__ADS_1


"coba saja, aku akan merubah sudut pandang mu itu, jaylain. " kata Ardian sambil berlari menuju ke arah jaylain dengan menggenggam tangan kanannya yang penuh dengan api membara disekitarnya.


__ADS_2