Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Kota sonase (kota kedamaian)


__ADS_3

Episode 151


seiring di perjalanan, Ardian dan teman-temannya terus bertarung untuk mempertahankan kereta yang mereka naiki itu, setelah keluar dari hutan perbatasan itu akhirnya mereka sampai di sebuah desa yang jaraknya dekat dengan kota sonase, lalu mereka semua pun turun terlebih dahulu dan beristirahat di desa itu.


"kalian berasal dari mana ?. " tanya kepala desa yang sudah menyambut mereka.


"kami dari kota zenai, kami mendapat undangan khusus dari raja petir untuk datang ke kota sonase. " jawab Niver sensei yang mewakili.


"boleh aku lihat kertas undangan nya. " pinta kepala desa itu.


"boleh saja, ini. " ucap Niver sensei memperlihatkan kertas undangan nya itu.


"hmm, sepertinya ini asli, baiklah, nikmati waktu kalian disini. " kata kepala desa kemudian membiarkan mereka masuk ke desa.


"anak-anak, aku memberikan waktu 1 jam untuk beristirahat disini, sebentar lagi kita akan sampai di kota sonase. " kata Niver sensei kepada murid-muridnya itu.


"Niver, apakah tidak apa-apa memberikan waktu satu jam kepada anak-anak, sepertinya aku merasa itu terlalu lama. " kata Kirana sensei.


"tidak apa-apa, mereka saat ini pasti sangat lelah sekali karena bertarung dengan monster di sepanjang jalan, biarkan mereka menikmati waktu nya itu, lagipula kita akan sampai sebelum matahari terbenam. " kata Niver sensei.


"sepertinya kau benar, ini masih siang hari. " ucap Kirana sensei melihat ke atas awan.


setelah itu semuanya pun menikmati waktu di desa itu, ada yang beristirahat dan ada yang berjalan-jalan di sekitar desa itu.


"huh, lelah sekali. " kata Pingo yang berbaring di sebuah pondok kecil dengan kelelahan.


"memangnya melelahkan ya. " ucap zela yang juga bersantai-santai di pondok kecil itu.


lalu di tempat lainnya, Rowi yang bersender di bawah pohon yang rindang bersama jaylain yang tiduran di atas pohon dengan tenang.


"tadi itu lumayan menyenangkan ya. " kata Rowi.


"ya, tapi rasanya aku masih ingin melanjutkan lagi. " kata jaylain.


"hahahaha, kau memang tidak mudah lelah ya. " kata Rowi yang tertawa sambil memuji jaylain.

__ADS_1


sementara itu, para gadis sedang mengobrol di sebuah kedai di desa itu sambil makan dan beristirahat.


"tadi itu memang hebat, gicha. " kata veysa yang masih bersemangat.


"ya, rasanya aku tidak ingin berhenti saat melawan monster monster itu. " kata gicha yang juga masih bersemangat.


"kalian ini bersemangat sekali ya. " kata Mican.


"sebaiknya semangat kalian simpan dulu sampai di kota sonase nanti. " kata Mauli.


"ya, kakak benar. " kata Zifi sambil meminum minuman nya itu.


lalu Ardian yang melihat pemandangan kota sonase dari atas pohon......


"wah, ternyata kota sonase tidak kalah indah dari kota zenai, baru pertama kalinya aku ke sini. " kata Ardian yang kagum saat melihat pemandangan kota sonase dari atas pohon.


"ya, aku tidak terkejut sih. " ucap gacha yang berada di puncak pohon yang lumayan tinggi dengan tenang.


"gacha, berhati-hatilah, berbahaya naik ke pohon setinggi itu. " kata Ardian yang menasehati nya.


"gacha, sepertinya saat ini jaylain sudah lebih baik sekarang. " kata Ardian melihat ke arah jaylain yang mengobrol santai dengan Rowi di atas pohon.


"ya, baguslah kalau begitu, berhati-hatilah untuk tidak terkejut. " kata gacha dengan ekspresi tenang.


"huh, apa maksud mu ?. " tanya Ardian yang bingung dengan perkataan gacha.


lalu tiba-tiba saja beberapa saat kemudian, jaylain berada di dekat Ardian dan mengejutkan nya.


"kau membicarakan ku ?. " tanya jaylain yang tiba-tiba saja muncul di belakang Ardian dan mengejutkan nya dengan tenang.


"woah, jaylain, sejak kapan kau disini ?. " tanya Ardian yang terkejut saat melihat jaylain yang tiba-tiba muncul dibelakangnya.


"sejak kau mulai membicarakan ku. " jawab jaylain dengan ekspresi tenang.


"sudah kubilang kan untuk berhati-hati agar tidak terkejut. " kata gacha dengan tenang.

__ADS_1


"kalian ini !!, aku benar-benar tidak paham dengan insting yang kalian miliki. " kata Ardian yang kesal karena tidak mengerti insting mereka.


"tenanglah Ardian, sejak awal kami tidak bermaksud untuk mengejutkan mu. " kata Rowi yang juga tiba-tiba datang naik ke atas pohon.


"sejak awal kami sudah berniat untuk kesini. " kata jaylain sambil tersenyum kecil.


"cih, terserah kalian saja lah. " kata Ardian yang masih kesal.


lalu beberapa saat kemudian sudah satu jam tidak terasa, setelah itu mereka semua pun masuk kembali ke dalam kereta dan melanjutkan perjalanan menuju kota sonase, tidak lama kemudian mereka pun masuk ke kota sonase itu, mereka semua melihat hal-hal baru yang tidak ada di kota zenai, lalu kereta itu pun berhenti setelah sampai di depan kerajaan kota sonase, mereka semua pun kemudian berjalan menuju ke gerbang kota sonase.


"akhirnya mereka datang. " kata raja petir yang senang saat melihat kedatangan mereka.


"berhenti, ada keperluan apa datang ke kerajaan kota sonase ?. " tanya penjaga gerbang.


"kami adalah tamu undangan raja petir, kami berasal dari kota zenai. " jawab Niver sensei yang mewakili nya.


kemudian setelah Niver sensei menunjukkan surat undangan nya, para penjaga itu pun membiarkan mereka semua masuk kedalam kerajaan kota sonase dan mengantarkan mereka ke dalam ruangan singgasana kota sonase.


"aku ucapkan selamat datang di kota sonase, terimakasih sudah mau repot-repot datang ke sini memenuhi undangan dari ku. " kata raja petir yang senang melihat mereka semua.


"raja petir, kami ke sini untuk memandu menambah pengalaman dan wawasan murid-murid kami di kota ini agar mereka menjadi seorang ninja yang hebat. " kata Niver sensei.


"ya, aku dengan senang hati akan memandu kalian secara langsung untuk berkeliling di kota sonase ini. " kata raja petir.


"mohon kerja sama nya dan terimakasih banyak, maaf merepotkan Anda. " kata Niver sensei.


"tidak apa-apa, raja api adalah teman sekaligus sahabat ku, sebagai sahabat nya sudah wajar kami saling tolong menolong. " kata raja petir.


"(ternyata pertemanan raja api dan raja petir sedalam ini, mendengarnya membuat ku terharu). " kata Ardian didalam hatinya yang terharu.


"untuk malam ini aku memberikan kartu VIP hotel kepada rombongan dari kota zenai yang sudah datang jauh-jauh ke sini, dengan kartu ini kalian semua bisa menyewa hotel di kota sonase ini dengan gratis, silahkan nikmati waktu kalian malam ini, besok aku yang akan memandu perjalanan kalian. " kata raja petir memberikan sebuah kartu VIP hotel kepada Niver sensei.


"terimakasih banyak atas bantuan anda. " kata Niver sensei menundukkan kepalanya.


"jangan terlalu formal begitu, silahkan nikmati waktu kalian di sini. " kata raja petir yang senang melihat rombongan mereka.

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2