Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Perjalanan kembali


__ADS_3

Episode 143


sore hari pun tiba......


semuanya mengucapkan salam perpisahan kepada Nina dengan ekspresi sedih.


"walaupun Nina tidak lama disini, tapi kenangan disini yang mereka lakukan benar-benar berharga setiap detiknya. " kata nenek zenah didalam hatinya sambil menahan sedihnya.


"Nina, jangan lupakan kami. " kata mbak ciria yang mencoba untuk tetap tegar.


"tentu saja, aku tidak akan pernah melupakan teman-teman ku yang berharga disini. " kata Nina sambil tersenyum.


"Nina, kami akan merindukan mu. " ucap Lina dengan ekspresi sedih.


"aku juga. " ucap Nina dengan nada datar.


kemudian Nina pun masuk kedalam gerobak besar yang ditarik oleh kuda, lalu saat hendak berangkat Nina melihat ke arah Ardian dan mengangkat jari kelingkingnya sambil tersenyum, Ardian yang melihatnya pun mengangkat jari kelingkingnya ke atas dengan tegar, lalu setelah beberapa saat Nina sudah tidak terlihat Ardian perlahan-lahan meneteskan air matanya, lalu Nina saat di perjalanan...........


"kau pasti sangat senang bersama mereka semua ya. " ucap ayahnya Nina yang mencoba untuk menghibur Nina sambil mengendalikan kuda nya itu.


"mereka semua adalah teman pertamaku di kota ini, aku mungkin tidak akan menemukan teman seperti mereka lagi. " kata Nina mencoba menenangkan dirinya yang masih murung.


"aku mengerti perasaan mu, mulai sekarang kau berlatihlah dengan bersungguh-sungguh agar suatu saat kau bisa bertemu dengan mereka lagi. " kata ayahnya Nina.


"ya, aku akan menjadi kuat supaya aku bisa bertemu dengan kakak dan yang lainnya. " kata Nina yang membulatkan tekadnya itu dengan bersemangat.


kedua orang tua Nina yang mendengarnya pun ikut senang dan lega dengan tekad Nina itu.


lalu di hari yang sama Ardian dan Nizar hendak kembali ke kota zenai.....


"Ardian, kau juga akan kembali ke kota zenai ya ?. " tanya gerad.


"ya begitulah. " jawab Ardian yang sedang membereskan barang-barang nya itu.


"sepertinya semuanya akan kembali seperti dulu. " kata gerad yang murung.


"bukankah kau dan yang lainnya sudah biasa belajar dan berlatih di rumah mbak ciria ?. " tanya Ardian.


"ya, hanya saja rasanya sedikit sepi jika tidak ada kalian. " jawab gerad.


"jangan khawatir, suatu saat nanti aku pasti akan datang kesini, begitu juga dengan Nina. " kata Ardian dengan bersemangat untuk menghibur gerad.

__ADS_1


"Nina, dia tidak mungkin kesini lagi, lagipula kau sudah tahu kan jika Nina itu seorang putri di kerajaan kota cahaya. " kata gerad.


"aku tahu itu tapi sebelum dia pergi, dia sudah berjanji suatu saat nanti dia akan kembali jika sudah menjadi seseorang yang kuat, aku juga begitu, aku akan kembali kesini jika aku sudah berkembang. " kata Ardian dengan percaya diri.


"pantas saja kau tidak terlihat sedih saat Nina pergi, jadi itulah kenapa kalian mengangkat jari kelingking ke atas. " kata gerad.


"ya begitulah. " ucap Ardian.


"aku juga akan terus berkembang, aku tidak akan kalah dari mu, Ardian. " kata gerad yang bersemangat kembali.


"ya, aku juga tidak akan kalah dari mu, gerad. " kata Ardian dengan bersemangat.


kemudian Nizar yang berada di kamar nya......


"ternyata tidak banyak juga aku membawa barang. " kata Nizar yang sedang mengemasi barang-barang nya.


"kakak, boleh aku masuk ? " tanya Sheila yang berada didepan pintu kamar Nizar.


"Sheila, ada apa, masuklah. " jawab Nizar.


kemudian Sheila pun masuk kedalam kamar Nizar dengan ekspresi murung dan sedih.


"bagaimana aku baik-baik saja, kakak sudah mau pergi kan. " jawab Sheilla yang masih murung.


"begitu ya, kau pasti kesepian karena defa sepertinya juga akan ikut dengan kami. " kata Nizar


"tentu saja, selama ini aku hanya bermain dengan defa saja di rumah. " kata Sheila.


"kau bisa mendatangi rumah mbak ciria kan, bukankah di sana ada banyak orang. " kata Nizar.


"memang bisa, tapi aku jarang sekali pergi ke sana karena dia biasanya sibuk dan tidak punyai waktu untuk bermain. " kata Sheila.


"benar juga ya. " ucap Nizar yang baru saja menyadarinya.


"kakak, apa yang harus aku lakukan sekarang ?. " tanya Sheila yang semakin murung.


"kau ingin menjadi seorang Ninja seperti ayahmu kan ?. " tanya Nizar.


"ya, itu impianku sejak dulu saat bersama defa, dia juga mempunyai impian yang sama untuk menjadi seorang ninja. " jawab Sheila.


"intinya kalian berdua mempunyai impian untuk menjadi seorang ninja kan ?. " tanya Nizar.

__ADS_1


"ya. " jawab Sheila.


"kalau begitu mulai sekarang berlatihlah dengan serius agar kau tidak tertinggal oleh defa untuk menjadi seorang Ninja, ketika sampai di kota zenai, defa akan masuk ke sekolah Ninja kelas bawah lho. " kata Nizar.


"benarkah, aku juga ingin ke sana. " ucap Sheila.


"kau masih harus menunggu tahun depan untuk bisa mendaftar di sana, jadi mulai sekarang berlatihlah bersungguh-sungguh jika kau tidak ingin tertinggal. " kata Nizar.


"baiklah, aku akan berlatih bersungguh-sungguh mulai sekarang, terimakasih sarannya, kak Nizar, aku menyukaimu. " kata Sheila yang langsung bersemangat lalu berlari keluar dari kamar Nizar.


"j**angan menggodaku, dasar. " teriak Nizar.


lalu setelah mereka berdua berkemas di malam hari, mereka pun menghabiskan waktu semalam sebelum kembali dan keesokan harinya.......


"Sheila, aku akan menunggu mu di sana. " kata defa sebelum pergi sambil melambaikan tangannya.


"ya, aku akan terus berlatih sungguh-sungguh agar bisa ke sana. " kata Sheila yang membalasnya dengan melambaikan tangannya.


kemudian paman Yazerd, Ardian, Nizar dan defa pun mendatangi sumur yang sebelumnya digunakan untuk membuka portal itu.


"kalian semua mundur lah. " kata paman Yazerd yang hendak membuka kekuatan portal dimensi nya.


lalu perlahan-lahan sumur itu pun membuka celah ruang dimensi yang semakin membesar.


"gerbang dimensi kota zenai, terbukalah !!. " teriak paman Yazerd yang menyelesaikan pembuatan gerbang dimensi yang menuju kota zenai itu.


"wah keren. " ucap defa yang terkagum kagum saat melihatnya.


"ayo kita berangkat. " ucap paman Yazerd yang menyuruh mereka untuk melompat terlebih dahulu.


kemudian mereka berempat pun masuk kedalam celah gerbang dimensi yang menuju ke tempat kota zenai itu, saat di kendaraan ruang dimensi, mereka berempat pun duduk dengan tenang.


"Ardian, akhirnya kau sudah berhasil, aku bangga dengan pencapaian mu saat ini, lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya ?. " tanya paman Yazerd dengan ekspresi serius setelah tersenyum kecil beberapa saat.


"setelah ini aku akan berlatih dan terus berlatih, sekarang tidak ada hal yang menghalangi impian ku lagi kan, aku sudah bisa mengendalikan naga yang ada di dalam tubuh ku sekarang. aku hanya perlu meluruskan nya saja, aku sudah bebas menentukan pilihan ku sendiri. " kata Ardian dengan bersungguh-sungguh dan penuh percaya diri.


"begitu ya. " ucap paman Yazerd yang senang saat mendengarnya.


setelah beberapa lama akhirnya mereka berempat pun sampai di kota zenai...


BERSAMBUNG............

__ADS_1


__ADS_2