Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
bayangan jiwa jelan - jejak kakek jelan bagian 9


__ADS_3

episode 117


"Ardian. " ucap mizhura yang sebelumnya juga terkejut.


"yang kutahu, teman itu membuat kita menjadi kuat, hubungan baik sesama, ikatan yang tidak bisa terpuaskan, itulah kekuatan pertemanan, apakah nenek tidak bisa menghargai pertemanan mereka, apakah nenek akan terus menjauhkan mereka satu sama lain, tolong pikirkanlah perasaan mereka. " kata Ardian memaksakan dirinya bicara dengan lantang.


setelah mendengar perkataan Ardian, seketika nenek mireha melihat jelan di masa lalu yang menyatu dengan Ardian.


"alasan aku menjauhkan kalian dari kami adalah kami tidak ingin kalian terlibat dalam masalah yang dimiliki oleh seorang calestical rubah. " kata nenek mireha sambil memejamkan matanya dengan ekspresi tenang.


"apa maksud nenek ?. " tanya Ardian dengan terkejut saat mendengar perkataan nenek mireha.


"roh rubah putih. " ucap gerad dengan gelisah.


"oh, sepertinya kau sudah tahu banyak tentang seorang calestical rubah ya. " kata nenek mireha membuka kedua matanya.


"aku hanya membacanya dari buku kakek ku. " kata gerad.


"itu bukanlah sebuah halangan. " ucap Ardian.


"hmm, apa maksudmu ?. " tanya nenek mireha dengan ekspresi serius.


"aku juga sama mempunyai masalah yang hampir serupa dengan itu, walaupun aku adalah seorang pengendali naga, tapi aku berusaha untuk berinteraksi dan berteman dengan orang lain, ikatan itulah yang bisa mencegah ketakutan itu, karena teman itu selalu datang saat kita membutuhkan, jika dari awal kita hanya terus menyendiri di kandang, maka suatu saat nanti kita bisa saja di benci oleh orang lain karena masalah besar yang tidak bisa dihindari didalam diri kita, orang lain tidak akan membantu kita karena kita tidak membantu mereka, itulah ikatan yang ku percaya di dunia ini. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


gerad dan mizhura yang mendengarnya hanya menundukkan kepalanya ke bawah dengan ekspresi gelisah.


"hmm, darimana kau mendapat spekulasi seperti itu ?. " tanya nenek mizhura sambil tersenyum kecil.


"huh, aku tidak tahu, aku hanya bicara yang aku tahu, dan itulah yang kutahu. " kata Ardian yang rumit.


"ternyata benar, jiwa jelan ada didalam diri cucunya ini. " kata nenek mireha didalam hatinya sambil perlahan-lahan mendekati Ardian.


saat sampai tepat di depan Ardian, tiba-tiba saja nenek mireha menyentuh pundaknya.


"huh. " ucap Ardian yang sempat gemetaran karena dia pikir dirinya akan di tampar.


"ternyata benar, kau bisa menyerap kekuatan api, katakan, apa yang bisa membuatmu melakukannya ?. " tanya nenek mireha saat menyentuh pundak Ardian.


"batu enemble api, raja api yang memberikannya kepada ku. " jawab Ardian.


"begitu ya, jagalah batu itu baik-baik dan jangan sampai jatuh ke tangan orang yang salah. " kata nenek mireha.


"aku mengerti itu. " ucap Ardian.

__ADS_1


"gerad, aku mengakhiri perjanjian kita sampai di sini, sekarang semuanya terserah kalian berdua. " kata nenek mireha kemudian membalikkan badannya dan hendak pergi.


"apakah nenek serius, terimakasih nenek. " ucap gerad dengan terkejut dan merasa senang saat mendengar perkataan nenek mireha.


"tunggu, nenek mireha. " ucap Ardian yang hendak bertanya sesuatu.


"hmm. " ucap nenek mireha yang hanya melirik Ardian di belakangnya.


"apakah nenek punya cara untuk bisa mengendalikan naga yang ada didalam tubuh ku ini ?. " tanya Ardian.


"kuncinya adalah hatimu, caranya sama seperti kau berusaha menyakinkan ku tadi. " kata nenek mireha sambil berjalan meninggalkan mereka.


"hatiku. " ucap Ardian sambil berfikir sejenak. "


"semuanya tergantung kau sendiri, itulah yang dimaksud nenek ku. " kata mizhura.


"begitu ya, sekarang aku sudah menemukan jawabannya. " kata Ardian dengan bersemangat.


"baguslah kalau begitu. " ucap gerad sambil tersenyum.


setelah beberapa saat, mereka semua pun keluar dari rumah mizhura dan hendak kembali pulang.


"sepertinya ini akhir dari petualangan kita, benarkan. " kata mbak ciria.


"kami semua adalah teman mu, tentu saja kami juga akan ikut terlibat, benarkan grane. " kata gerad.


"uh, sepertinya begitu, (pada akhirnya aku tidak bisa bicara dengan nenek mireha tentang obat itu). " kata grane sambil melamun.


"ada apa kak grane ?. " tanya Lena yang melihat grane melamun.


"tidak ada. " jawab grane dengan tenang.


"tunggu semuanya, masih ada satu orang yang belum kita datangi. " kata Ardian saat melihat peta nya.


"hihh. " ucap semuanya dengan terkejut.


"tujuan terakhir kita akan pergi ke rumah sepupu nenek ku, nenek Nitin. " kata Ardian dengan bersemangat.


"huh, kalau begitu apa boleh buat, aku tahu rumahnya, ayo semuanya kita pergi bersama-sama. " kata mbak ciria dengan bersemangat.


"ya. " ucap semuanya dengan bersemangat kecuali grane dan mizhura.


"apakah aku juga harus ikut ?. " tanya mizhura.

__ADS_1


saat mendengar pertanyaan mizhura, gerad hanya melihatnya dengan ekspresi datar.


"baiklah aku akan ikut. " ucap mizhura yang tidak ingin dipelototi gerad.


"huh, ini akan menjadi perjalanan yang sangat panjang. " kata grane dengan ekspresi tenang.


"jangan mengeluh begitu. " ucap Lena.


"baiklah. " ucap grane.


"semuanya ayo kita berangkat. " ucap Ardian memimpin perjalanan mereka semua.


setelah itu mereka semua pun pergi menuju ke rumah sepupunya nenek zenah yaitu nenek Nitin, sebelum mereka pergi, miluna sempat melihat mereka dari jendela rumahnya.


"bodoh. " ucap miluna sambil memejamkan kedua matanya.


"miluna, aku yakin kau tidak akan menjadi seperti mereka kan. " kata nenek mireha yang melihatnya dari belakang miluna dan perlahan-lahan menghampirinya.


"nenek, apakah benar laki-laki itu yang merawat ku dulu ?. " tanya miluna yang dimaksud adalah gerad.


"hmp, itulah faktanya, sekarang semua terserah kepada mu. " kata nenek mireha hanya tersenyum kecil saat mendengar pertanyaan miluna.


"konyol sekali, mana mungkin aku bergabung dengan mereka. " kata miluna sambil tersenyum.


"ternyata cara berfikir mu itu sangat berbeda dengan mizhura. " kata nenek mireha sambil memejamkan matanya.


"jangan bandingkan aku dengan kakak bodoh ku itu, dia tidak bisa berfikir luas seperti ku, hanya karena dia mempunyai teman masa kecil, dia rela keluar rumah setiap hari untuk bertemu dengan semua teman-teman bodohnya. " kata miluna dengan ekspresi serius kemudian pergi meninggalkan nenek mireha.


"sebenarnya kaulah yang tidak bisa berfikir luas, miluna. " kata nenek mireha didalam hatinya sambil perlahan membuka kedua matanya.


kemudian miluna pun masuk kedalam kamarnya dan berbaring di ranjangnya sambil menutupi wajahnya dengan bantal.


"kakak bodoh, kenapa, kenapa aku tidak bisa berkembang seperti kakak. " kata miluna didalam hatinya sambil menutupi wajahnya menggunakan bantal dan memasang ekspresi kesal.


di lain tempat, Ardian dan teman-temannya masih dalam perjalanan menuju ke rumah nenek Nitin untuk mengunjunginya sekaligus meminta beberapa saran tentang seorang pengendali naga.


"inikah rumah nenek Nitin. " ucap Nizar saat melihat rumah nenek Nitin.


"ya, lumayan besar kan. " ucap mbak ciria.


"sudahlah ayo kita temui nenek Nitin. " kata Ardian yang tidak ingin membuang-buang waktu.


BERSAMBUNG............

__ADS_1


__ADS_2