
episode 52
di halaman kerajaan, beberapa teman teman Ardian sedang menyerang para penjaga untuk mengalihkan perhatian supaya Ardian, Alan dan gicha bisa kedalam kerajaan.
"laser cahaya. " teriak legis.
"Sambaran petir. " teriak Nizar dan Opel.
"*S**ambaran kilat*. " teriak Peter.
"gigitan ular. " teriak bari.
"bola es. " teriak veysa.
"gejolak batuan es. " teriak jaylain.
---------------------------------------
di balkon atas kerajaan...
"mereka benar-benar serius untuk melawan kita, raja api, bagaimana ini ?. " tanya salah satu penjaga yang sebelumnya membawa pesan.
"kita tunggu saja sebentar. " jawab raja api mulai serius.
---------------------------------------
di lorong bawah tanah.......
__ADS_1
"sepertinya yang lain sedang membuat keributan besar, sekarang ini. " kata Alan.
"kita juga jangan sia-siakan perjuangan mereka yang sedang melawan para penjaga kerajaan. " kata Ardian.
"tunggu sebentar, aku merasakan hawa aneh datang dari arah yang berlawanan. " kata gicha.
mereka bertiga pun berhenti sejenak, lalu sesaat mereka mendengarkan langkah kaki seseorang dibalik kegelapan lorong dan perlahan sosoknya muncul, seorang samurai yang mendekati mereka bertiga.
"siapa kau. " tanya Ardian.
"ternyata kalian bertiga mempunyai rencana yang licik juga ya, aku tidak menyangka jika kalian berani memberontak, aku tidak akan segan segan menyerang kalian walaupun kalian bertiga hanyalah bocah. " kata seseorang yang muncul di kegelapan lorong.
"cih, dia terlihat seperti samurai, siapa kau sebenarnya ?. " tanya Alan.
"aku bukanlah seorang samurai, aku adalah pengguna pedang kekuatan, angkatan sekolah ninja sebelum kalian, namaku adalah stalker. " jawab seseorang yang menyebut namanya stalker.
"ini bukan waktunya untuk terkesan, kita harus cepat mengalahkan dia dan menemui raja api. " kata Alan.
"memangnya apakah kalian sanggup untuk melawan ku, aku tidak akan membiarkan kalian kabur. " kata stalker menunjukkan pedangnya yang mengeluarkan cahaya api.
"kami tidak akan kabur, ayo, kita kalahkan dia. " kata Ardian.
mereka bertiga pun menyerang stalker dengan bersamaan, tetapi stalker lebih unggul karena dia menggunakan pedang yang memiliki kekuatan api, dengan mudah, stalker menyerap api Ardian, dan mengeluarkannya kembali ke arah Alan yang tidak bisa melindungi dirinya menggunakan kekuatan alamnya, tapi untungnya gicha dengan tepat waktu bisa membuat perisai bayangan untuk melindungi Alan dari api yang dikeluarkan dari pedang milik stalker.
"gawat, sepertinya kita bukan tandingannya. " kata Alan.
"bagaimana ini. " tanya gicha agak panik.
__ADS_1
"kita tidak bisa kedalam kerajaan sebelum mengalahkan orang itu, jadi, mau tidak mau, kita harus berjuang untuk bisa mengalahkannya, ayo semua, kita serang dia secara bersamaan. " kata Ardian.
"jadi kalian masih sanggup untuk melawanku ya, aku suka semangat kalian, majulah. " kata stalker menunggu mereka bertiga menyerang.
tiba-tiba saja ada orang misterius yang memakai jubah hitam datang menghentikan mereka bertarung.
"siapa lagi dia ?. " tanya Alan dengan terkejut.
"bau ini... " ucap gicha yang merasakan sesuatu.
"apakah kau mengetahuinya, gicha. " tanya Ardian.
"aku tidak yakin. " jawab gicha.
"siapa kau, jangan menghalangiku. " kata stalker.
"eh, dia bukan rekannya, kalau begitu siapa orang ini. " tanya Ardian dengan kebingungan sambil melihat orang yang berjubah hitam itu.
"kalian bertiga, pergilah kedalam kerajaan dan temui raja api, kalian mempunyai urusan dengan beliau kan, jadi cepatlah, biar aku saja yang mengurusi orang ini. " kata orang yang berjubah hitam misterius itu.
"ayo kita percayakan kepada dia saja, kita tidak punya banyak waktu. " kata gicha.
"baiklah, ayo Alan. " kata Ardian langsung pergi bersama Alan dan gicha menuju lorong yang mengarah ke dalam kerajaan.
"jangan sok kuat, kau tidak akan bisa mengalahkan ku sendirian. " kata stalker.
"kalau begitu ayo kita buktikan saja. " kata orang yang berjubah hitam itu yang mengeluarkan aura kegelapan.
__ADS_1
BERSAMBUNG...........