
episode 18
"battle arena ke empat akan segera dimulai, Pingo dengan lawannya zela, kalian berdua silahkan maju ke depan untuk menempati posisi masing masing. " kata niver sensei dengan menggunakan pengeras suara.
"jadi kau ini zela ya, kau sudah banyak berubah berubah belakangan ini. " kata Pingo.
"kau juga sama, " ucap zela dengan tersenyum.
"sejak aku bertemu dengan Ardian, aku belajar banyak tentang cara menghargai seorang teman, lalu bagaimana denganmu. " kata Pingo tersenyum.
"aku ?, dia telah melepaskan kepribadian penyendiri ku sehingga sekarang aku mampu bersabar dalam segala hal dan juga berteman. " kata zela dengan tenang.
"tapi kita masih belum mengetahui satu hal yang sangat penting bagi diri kita sendiri, itu ada didalam diri kita yang paling dalam dan hanya muncul jika kita serius melakukan sesuatu. " kata Pingo.
"apa itu. " ucap zela yang ingin tahu.
"tekad seorang laki-laki. " ucap pingo sambil tersenyum.
"baiklah, pertarungan dimulai !!. " ucap niver sensei dengan keras.
"kalau begitu, ayo kita tunjukkan tekad laki-laki kita, " ucap zela.
__ADS_1
mereka berdua pun akhirnya bertarung, mereka masih menggunakan serangan jarak jauh untuk saat ini dan masih saling menghindar.
"Ardian, mereka berdua telah menunjukkan tekadnya. " kata legis.
"tekad ?, " ucap Ardian kaget.
"ya, kaulah yang membuat mereka berdua bisa berteman dengan orang lain, seperti zela, dulu dia salah satu orang penyendiri dikelas kan, tapi sekarang dia sudah mengetahui pentingnya berteman dan mampu menghilangkan rasa kesepiannya, lalu pingo, dulu dia itu sempat membencimu karena dihasut oleh nyoren sehingga dia sudah tidak lagi memikirkan pentingnya teman, tetapi sekarang dia sudah mampu berteman kembali dan mempunyai tekad yang paling kuat di kelas, dia itu sudah hampir sama sepertimu lho. " kata legis panjang lebar.
"syukurlah kalau begitu, aku senang jika kelas kita semua bisa akrab dan menghargai sesama teman. " kata Ardian dengan tersenyum.
"kau selalu saja begitu, bahasa mu itu terlalu berlebihan Ardian, sepertinya kaulah orang yang bisa merubah tingkah laku dan kepribadian di kelas kita, " kata legis.
"tidak, aku hanya hanya ingin kedamaian di kelas kita, tanpa bantuan kalian, aku tidak akan bisa melakukannya karena badanku bergerak sendiri. " kata Ardian.
"ayo kita akhiri ini pingo, kalau begini terus tenaga kita akan habis, bukankah dari tadi kau juga menyerang ku, dengan sekuat tenaga ?, " kata zela yang ingin segera mengakhirinya.
"itulah tekad seorang laki-laki, kau benar kita telah menghabiskan banyak energi, baiklah, ayo kita akhiri ini zela !!, pusaran air !!. " kata Pingo sambil mengeluarkan jurus andalannya.
"aku sudah menunggumu melakukannya Pingo, ayo kita mulai. aura kegelapan malam !!, " ucap zela sambil mengeluarkan jurus andalannya.
kekuatan mereka berdua pun akhirnya berbenturan pingo hampir kalah karena kekuatan andalannya diserap akan tetapi dia terus memaksakan sehingga mampu menghilangkan kekuatan andalan zela dengan kekuatan pusaran air nya, lalu pingo masih bisa memukul perut zela menggunakan pukulan air nya, sehingga terpental dan terbentur di pagar arena lalu zela jatuh dan tidak bisa bangun, setelah itu itu pingo mendekati zela.
__ADS_1
"bagaimana zela. " ucap pingo sambil mengulurkan tangannya kepada zela.
"hmm, kau sangat memaksa sekali, Pingo. " ucap zela sambil tersenyum.
"itulah tekad seorang laki-laki. " ucap pingo sambil memukul dadanya sendiri.
"kau mempunyai kelebihan tekad ya, jika dengan kekuatan kau sudah kalah tadi tapi jika melawan tekad mu aku tidak akan bisa berbuat apa-apa, aku senang jika kalah dari orang sepertimu, Pingo. " kata zela sambil mengangkat tangan kanannya.
"kau juga lawan yang tangguh zela, aku juga senang bertarung dengan orang yang mempunyai kekuatan di atas ku. " kata Pingo sambil tersenyum.
"pertarungan ke empat telah dimenangkan oleh pingo. " kata niver sensei dengan keras.
"aku tidak menduga jika anak itu bisa menang, padahal kan lawannya itu kekuatan nya Lebih tinggi. " kata Kirana sensei.
"Pingo itu dia mempunyai kemampuan tekad yang sangat luar biasa, dengan tekadnya dia mampu memikirkan cara untuk mengalahkan orang seperti zela, akan tetapi dia itu masih sering memaksa batas kekuatannya. " kata niver sensei.
"begitu ya, jadi berapa anak yang mempunyai tekad seperti itu di sekolah ninja. " kata Kirana sensei.
"hanya ada dua orang, Pingo dan Ardian, jika tidak ada Ardian, Pingo tidak akan mempunyai tekad seperti itu, karena dulu itu Pingo masih polos dan gampang untuk dihasut oleh orang lain. " kata niver sensei.
"jadi Ardian ya, aku penasaran dengan anak itu. " kata Kirana sensei.
__ADS_1
(aku beruntung bisa mempunyai teman seperti Pingo yang mempunyai tekad seorang laki-laki yang tangguh, padahal kekuatannya tidak setara denganku tapi dia mempunyai cara tersendiri dan memaksakan kekuatan nya untuk bisa mengalahkan ku, walaupun ini pertama kali aku memuji seseorang, tapi harus ku akui, kau sangat hebat Pingo.) kata terakhir zela didalam hati sambil berjalan menuju jalan keluar arena.
BERSAMBUNG.........