
Episode 257
"aku mempunyai permintaan untuk mu. " pinta fuka yang tergeletak tak berdaya dan hendak di investigasi oleh para penjaga.
"huh. " Ardian yang terkejut melihatnya saat menoleh ke arah fuka yang berusaha untuk berbicara.
"ambilah ini, Yana sebenarnya tidak berniat untuk melakukan perkejaan ini, dia hanya ingin membahagiakan adiknya, karena itu dia selalu mengikuti perintah dari raja tanah untuk menjadi pembunuh bayaran, kau mempunyai tekad yang kuat untuk hidup, sekarang aku mengerti kenapa Yana ingin menolak misi ini, kurasa sejak awal aku sudah masuk ke jalan yang buntu. " kata fuka memberikan sebuah surat mengenai informasi misi nya sebelum pingsan dan di bawa oleh para penjaga kota zenai.
"begitu ya, terkadang seseorang harus melakukan perkejaan kotor agar bisa membantu seseorang yang dihargainya, aku tidak akan memaafkan mu, raja tanah. " kata Ardian yang menggigit lidahnya dengan ekspresi kesal.
"dalang dari pembunuh bayaran ini adalah raja tanah, semua dilakukan untuk mengacaukan kota zenai dari dalam, sepertinya raja tanah juga sudah mengetahui tentang dirimu, Ardian. " kata Legis dengan ekspresi serius.
"memangnya kenapa, aku akan memberinya pelajaran, untuk mereka berdua juga. " kata Ardian dengan ekspresi serius sambil mengingat fuka dan Yana.
kemudian Ardian pun langsung berlari pergi ke tempat dimana Yana tertusuk, lalu sesampainya di sana, Ardian terkejut melihat Yana yang ternyata masih hidup dalam keadaan sekarat dengan luka tusuk di tubuhnya.
"huh, kau, bertahanlah. " kata Ardian saat menghampirinya.
"jadi dia ya, pembunuh bayaran yang satunya. " kata Opel melihatnya dari kejauhan saat mengikuti Ardian.
"aku tidak tahu lagi apa yang sebenarnya terjadi di sini. " kata Legis yang ikut sedih melihat Ardian dari kejauhan bersama dengan teman-teman lainnya.
"bisakah kau memberitahu nama mu ?. " tanya Yana yang masih bisa tersenyum dalam kondisi nya yang kritis.
"Ardian. " kata Ardian dengan ekspresi sedih.
"kau tidak perlu mengasihi ku, aku ini pembunuh bayaran, sudah sepantasnya aku mati seperti ini. " kata Yana.
"apa yang kau bicarakan, kau ingin membuat adikmu bahagia kan, aku sudah mendengarnya dari fuka. " kata Ardian dengan lantang.
"begitu ya, baru pertama kali nya ada yang bisa menenangkan fuka dalam waktu sesingkat ini, kupikir kalian akan saling membunuh dalam keadaan itu, selain itu, jika kau sudah tahu tujuan ku menjadi pembunuh bayaran apa yang akan kau lakukan ?. " tanya Yana yang masih tersenyum.
"aku akan membalaskan dendam mu dan teman mu, akan ku hajar raja tanah. " jawab Ardian dengan ekspresi serius.
"aku senang mendengarnya, terimakasih, Ardian. " ucap fuka yang kemudian tidak sadarkan diri dan di waktu yang sama para penjaga membawa Yana.
kemudian setelah Yana di bawah oleh para penjaga, Legis dan yang lainnya pun menghampiri Ardian.
"Ardian, kami akan membantumu mengalahkan raja tanah. " kata Legis dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"Legis, teman-teman, terimakasih. " ucap Ardian yang terharu mendengarnya.
setelah itu Ardian pun membuka lipatan surat yang di berikan oleh fuka, saat membuka nya Ardian terkejut melihat sebuah foto Yana bersama dengan adiknya, Ardian pun menaruh foto itu di saku nya kemudian membara surat informasi mengenai misi rahasia itu.
isi surat rahasia :
"*carilah anak yang bernama Ardian, (menjelaskan berbagai ciri-cirinya)
ku beri waktu 3 hari untuk menyelesaikan misi ini, misi rahasia oleh raja tanah* dan seterusnya............ "
"kurasa informasi ini cukup penting, Ardian, bisakah kau memberikannya kepadaku. " pinta Legis saat melihat isi surat itu.
"ya, berikanlah kepada raja api. " kata Ardian.
kemudian setelah teror pembunuh bayaran itu terselesaikan dan itu menjadi malam terakhir sebelum perang, Ardian pun kembali ke rumah lalu membersihkan dirinya di kamar mandi sambil memikirkan sesuatu saat berendam.
"apa yang sedang kau pikirkan, Ardian ?. " tanya naga api yang bangun setelah memulihkan kekuatannya sebagaian besar sejak kembali dari peristiwa perang kota bintang.
"naga api, kenapa tadi kau tidak membantu ku ?, kau mempertahankan semuanya kan. " kata Ardian yang bertanya balik dengan ekspresi serius.
"ya, aku memperhatikan semuanya, aku tidak membantu mu karena aku ingin melihat pilihan mu dalam menyelesaikan masalah, kau sudah seperti mengubah takdir ya. " kata naga api.
"huh, darimana kau tahu ?. " tanya Ardian yang terkejut mendengarnya.
"begitu ya. " kata Ardian yang terlihat biasa-biasa saja lalu memejamkan matanya.
sementara itu, Legis yang telah kembali ke kerajaan dengan membawa surat yang berisi informasi rahasia pun langsung bergegas menuju ke tempat ayahnya.
"ayah. " Legis saat membuka pintu dan masuk ke ruangan ayahnya setelah mengetuk beberapa kali.
"Legis, bagaimana misi penyelamatannya ?. " tanya raja api yang sudah menunggu laporan darinya.
"semua berjalan lancar, sebenarnya Ardian sudah menyelesaikan sebagian besar di sana. " jawab Legis.
"hmp, tadinya aku sempat khawatir, tapi kurasa itu baik-baik saja jika itu Ardian. " kata raja api yang lega mendengarnya.
"ayah ada sesuatu yang ingin kuberikan, ini adalah informasi rahasia yang diberikan oleh salah satu pembunuh bayaran itu. " kata Legis memberikan surat yang berisi informasi rahasia itu.
lalu saat raja api membacanya, seketika ia pun langsung terkejut dan langsung memasang ekspresi serius.
__ADS_1
"begitu ya. " raja api yang menjadi serius setelah membaca nya.
di lain tempat, Zela yang hendak kembali ke rumahnya..........
"hey. " panggil seseorang yang membuat Zela kaget di kegelapan malam itu.
"ah, ternyata kau ya. " kata Zela yang terkejut saat melihat gadis menyeramkan di atas pohon dari sudut pandangnya.
"kenapa terkejut begitu, aku hanya memanggil mu kan. " kata Zahra yang duduk tenang di atas pohon.
"tolong jangan memanggil orang dengan cara seperti itu, selain itu, apa yang kau lakukan malam-malam disini ?. " tanya Zela.
"melihat terangnya bulan. " jawab Zahra sambil melihat ke arah bulan.
"kau bisa melihatnya dari tempat penginapan mu kan. " kata Zela sambil menghela nafas.
"malam ini akan menjadi malam yang lebih dingin daripada malam-malam sebelumnya. " kata Zahra yang kemudian berdiri.
"apa maksudmu ?. " tanya Zela yang tidak mengerti maksud perkataan Zahra.
"kudengar besok akan ada sebuah peperangan. " kata Zahra yang mendengarnya dari salah satu penjaga yang membicarakannya.
"kau tidak perlu melibatkan diri dalam konflik itu. " kata Zela yang mencoba untuk tidak mengatakannya terang-terangan.
"kau ikut kan ?. " tanya Zahra.
mendengar itu Zela hanya menganggukkan kepalanya.
"kalau begitu aku juga akan ikut. " kata Zahra yang langsung memutuskannya.
"huh, kenapa ?. " tanya Zela yang tidak paham dengan maksud Zahra.
"ini keputusan ku sendiri, aku akan melakukannya sesuka ku, kau paham kan. " kata Zahra yang tiba-tiba saja melihatnya dari dekat.
"tapi....... " Zela yang hendak mengatakan sesuatu tapi langsung dipotong oleh Zahra.
"tenang saja, aku tidak akan menyusahkan kalian, selamat malam. " kata Zahra yang langsung pergi.
"huh, aku benar-benar tidak paham dengan apa yang dipikirkannya. " kata Zela sambil menghela nafas lalu tersenyum kecil.
__ADS_1
setelah malam berlalu, hari pun berganti, di kota pasir terlihat pasukan raja tanah sudah siap untuk menyerang kota zenai di pagi harinya.
BERSAMBUNG................