
Episode 172
"Ardian, ada yang ingin ku bicarakan dengan mu. " kata paman Yazerd dengan ekspresi serius.
"huh. " ucap Ardian yang melihat ekspresi paman Yazerd itu.
lalu dengan perlahan-lahan, paman Yazerd pun duduk di samping Ardian dan melihat pedang laser yang dibawa Ardian itu.
"ada apa, paman ?. " tanya Ardian yang agak gugup.
"aku dengar kau berusaha menghentikan Nizar yang dikendalikan oleh naga petir sendirian. " kata paman Yazerd.
"ya, begitulah, mungkin itu terdengar gegabah, tapi hanya itu yang bisa kulakukan sebagai seorang kakak. " kata Ardian.
"kau sudah berhasil menjadi seorang kakak, Ardian, keputusan mu itu sangat tepat, tapi tetap saja itu cara yang gegabah. " kata paman Yazerd sambil tersenyum kecil melihat ke arah bulan.
"ya, paman benar. " ucap Ardian yang kembali melihat pedang laser ditangan nya itu.
"darimana kau mendapatkan pedang itu ?. " tanya paman Yazerd melihat ke arah Ardian.
"huh, ini, aku mendapatkan nya dari pemberian kak stalker dan kedua temannya. " jawab Ardian.
"begitu ya. " ucap paman Yazerd yang biasa-biasa saja.
"huh, kukira paman akan melarang ku atau menegurku saat melihat pedang ini. " kata Ardian.
"aku tidak mempunyai alasan untuk melarang mu ataupun menegur mu, mereka mempercayakan pedang itu kepada mu, jadi semuanya tergantung padamu. " kata paman Yazerd.
"paman memang seperti biasa sulit untuk dimengerti. " kata Ardian sambil tersenyum kecil.
"hmp, memang seperti inilah kepribadian ku, aku tidak akan merubah jalan ku, selain itu bagaimana dengan naga api ?. " tanya paman Yazerd sambil tersenyum kecil.
"dia bilang kalau dia tidak bisa keluar dari tubuh ku untuk sepanjang bulan dan tidak bisa saling berkomunikasi karena dia sedang memulihkan tenaga nya setelah bertarung dengan naga petir sebelumnya, tapi dia sudah berjanji kalau akan bangkit lagi saat perang tiba. " jawab Ardian.
"begitu ya, sepertinya kau sudah sangat dekat dengan nya. " kata paman Yazerd.
"ya, begitulah. " ucap Ardian.
setelah pembicaraan yang panjang itu akhirnya mereka berdua pun mengakhirinya dengan menikmati udara dingin di malam hari, sementara itu Nizar yang berada di rumah sakit sudah sadarkan diri.
"huh, huh, dimana aku. " ucap Nizar yang tiba-tiba langsung terbangun setelah pingsan sepanjang hari.
"Yo, Nizar, kau sudah sadar ya. " kata raja api yang dari tadi mengawasi nya.
"raja api, kenapa anda disini ?. " tanya Nizar yang terlihat kebingungan memegang kepalanya yang terasa pusing.
"aku menunggumu sampai kau sadar. " jawab raja api.
__ADS_1
"dimana ini ?. " tanya Nizar yang melihat ke sekitarnya.
"kau berada di rumah sakit, waktu di hutan kakak mu yang menyelamatkan mu, kau pingsan sepanjang hari tadi. " jawab raja api.
"begitu ya, aku mengingat nya sekarang. " kata Nizar yang baru saja mengingat semua kejadian yang terjadi sebelum dia pingsan.
"sepertinya kau pingsan karena menerima terlalu banyak arus listrik di dalam tubuh mu, apakah kau bisa menceritakan kejadian nya ?. " tanya raja api.
"ya, aku tidak yakin, tapi sepertinya semuanya sudah kembali normal. " jawab Nizar.
"apa maksudmu sudah kembali normal ?. " tanya raja api.
"aku sudah mendengar jawaban dari naga petir, sepertinya naga petir sudah kembali kedalam tubuh ku, hanya saja kami tidak bisa saling terhubung untuk sementara waktu. " jawab Nizar.
"begitu ya, baguslah kalau begitu. " ucap raja api yang merasa lega.
"raja api, maafkan aku, aku telah telah ceroboh karena dikendalikan oleh naga petir dan menghancurkan sebagian kota. " ucap Nizar dengan ekspresi gelisah.
"aku sudah memakluminya, tapi sebuah keberuntungan kota tidak terlalu banyak hancur menerima dampak nya, hanya beberapa area di hutan yang mengalami kerusakan, jadi tenang saja, lagipula nyawa mu lah yang terpenting dari pada kerusakan itu. " kata raja api sambil tersenyum.
Nizar yang mendengarnya pun serasa lega dan seketika rasa gelisah nya hilang.
lalu di keesokan harinya, seperti biasa Ardian bersekolah, lalu setelah sepulang dari sekolah nya......
"Ardian, apakah kau akan menjemput Nizar pulang dari rumah sakit sekarang ?. " tanya veysa saat berada di depan gerbang sekolah saat hendak pulang.
"bolehkah aku ikut dengan mu ?. " tanya veysa.
"tidak masalah. " jawab Ardian.
"kalau begitu nanti aku akan ke rumah mu. " kata veysa.
kemudian setelah beberapa saat Ardian di rumah dan sudah bersiap-siap untuk pergi menjemput Nizar ke rumah sakit, tiba-tiba saja veysa sudah menunggu nya didepan pintu saat Ardian membuka nya.
"veysa, kau mengagetkan ku. " kata Ardian yang terkejut saat hendak keluar membuka pintu rumah.
"apakah kau sudah siap ?. " tanya veysa yang sudah menunggu nya didepan rumah.
"ya, ayo kita berangkat. " jawab Ardian.
"kakak, kau mau kemana ?. " tanya defa yang melihat Ardian didepan pintu rumah saat hendak menonton TV.
"menjemput kakak mu Nizar dari rumah sakit, defa, jadilah anak baik di rumah. " jawab Ardian yang kemudian pergi.
"ya. " ucap defa yang kemudian menonton TV.
lalu saat perjalanan ke rumah sakit......
__ADS_1
"Ardian, sebenarnya apa yang terjadi di kejadian kemarin ?. " tanya veysa yang masih penasaran.
"singkatnya Nizar berusaha untuk mengendalikan naga petir yang ada didalam tubuhnya, setelah banyak hal yang terjadi, pada akhirnya naga petir sudah kembali tenang dan sepertinya dia sudah lebih baik sekarang. " jawab Ardian.
"lalu dimana naga petir itu ?. " tanya veysa.
"naga petir sudah kembali kepada pengendali nya sekarang. " jawab Ardian.
"maksudmu Nizar ?. " tanya veysa.
"memangnya siapa lagi. " jawab Ardian.
kemudian saat mereka berdua sudah sampai di rumah sakit dan menuju ke ruangan Nizar.
"Nizar, apakah kau sudah baikan ?. " tanya Ardian saat sampai di ruangan Nizar.
"oh, kakak, sepertinya aku sudah bisa di pulangkan sekarang. " kata Nizar yang terlihat sudah sehat kembali.
"syukurlah kalau begitu, ayo kita pulang. " ujar Ardian.
"ya, aku juga tidak ingin menghabiskan waktu ku hanya untuk berbaring disini sepanjang hari. " kata Nizar dengan bersemangat.
lalu setelah mendapatkan izin dari perawat, Nizar pun bisa di pulang bersama dengan Ardian dan veysa, lalu saat perjalanan pulang......
"hmm. " ucap Nizar yang dari tadi menatap Ardian dan veysa dengan ekspresi curiga.
"ada apa ?. " tanya Ardian yang tidak enak melihat tatapan Nizar itu.
"aku curiga, apakah kalian sedang berkencan sebelum menjemput ku. " jawab Nizar.
"tidak. " ucap Ardian dan veysa bersamaan dengan ekspresi belagu.
"huh, benarkah. " ucap Nizar yang menggoda nya.
"sepertinya kau sangat ingin di hajar ya, Nizar. " kata veysa yang mengeluarkan aura menakutkan.
"tidak, tidak, mana mungkin begitu kan, aku hanya bercanda. " kata Nizar yang panik saat melihat ekspresi veysa menakutkan itu.
"tiga bulan lagi, kita akan menghadapi peperangan. " kata Ardian dengan ekspresi serius.
"kau benar, kita harus berlatih keras dari sekarang. " kata veysa.
"ayo kita berjuang bersama. " kata Ardian dengan bersemangat.
"ya. " ucap Nizar dan veysa yang juga bersemangat.
setelah itu Nizar pun kembali ke rumah dengan sehat kembali.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........