Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
kecelakaan yang tak terduga - gadis yang di incar bagian 2


__ADS_3

Episode 121


sesampainya di rumah, nenek zenah pun duduk dengan rasa lelah.


"nenek baik-baik saja, nenek sepertinya sangat kelelahan. " kata gadis itu dengab khawatir.


"nenek hanya sedikit kelelahan, ya mungkin itu karena usia nenek terlalu tua untuk memakai kekuatan tadi. " kata nenek zenah.


"biarkan aku mengambilkan air putih untuk nenek, tunggu sebentar. " kata gadis itu kemudian berlari masuk kedalam rumah.


"tunggu, (apakah dia bisa menemukan dapurnya, padahal aku ingin memberi tahu nya tadi, dia sudah pergi). " kata nenek zenah didalam hatinya sambil menghela nafas.


saat gadis itu berlari kedalam rumah untuk mencari dapur, tiba-tiba saja dia menabrak paman Yazerd saat belok.


"siapa kau ?. " tanya paman Azerd dengan ekspresi menakutkan.


"aku tidak mempunyai waktu untuk itu paman, aku harus segera menolong nenek zenah, apakah paman tahu dimana dapurnya ?. " tanya gadis itu dengan polos nya.


beberapa saat kemudian saat paman Azerd melihat mata gadis itu, paman Azerd pun menunjukkan letak dimana dapurnya berada.


"terimakasih paman. " ucap gadis itu langsung berlari ke arah tempat dapur nya berada setelah paman Azerd memberi tahu tempatnya.


"hmm, gadis itu... " ucap paman Azerd yang masih melihatnya dari kejauhan dengan ekspresi tenang.


tak lama kemudian, gadis itu pun berhasil membawakan segelas air putih untuk nenek zenah.


"terimakasih nak, kalau boleh tahu siapa namamu, gadis cantik ?. " tanya nenek zenah setelah meminum air putih.


"namaku Nina, anggap saja itu balas budi ku karena nenek sudah menyelamatkan ku. " jawab gadis itu memperkenalkan dirinya.


"lalu dimana rumah mu, nak Nina ?. " tanya nenek zenah.


"aku tidak tahu. " jawab Nina sambil menundukkan kepalanya dan terlihat murung saat berada nenek zenah menanyakan rumahnya.


"(sebaiknya aku tidak menanyakan nya lebih lanjut), bagaimana kalau untuk sekarang kau bisa tinggal di sini. " kata nenek zenah menyarankan Nina untuk tinggal.


"aku tidak ingin merepotkan nenek lebih banyak lagi, sebaiknya aku harus segera pergi... " kata Nina yang hendak pergi.

__ADS_1


"tunggu, jika kau menyayangi nyawa mu sebaiknya kau tinggalah disini. " kata nenek zenah dengan ekspresi serius.


"tapi... " ucap Nina yang masih ragu.


"aku tahu kau mempunyai masalah yang berat, tapi kau juga harus tahu posisi mu saat ini. " kata nenek zenah.


"baiklah, aku akan tinggal disini untuk sementara waktu, tapi aku tidak ingin merepotkan nenek lebih banyak, jadi aku akan menjadi pembantu disini. " kata Nina dengan ekspresi serius.


"terserah kau saja, oh, ya, aku juga mempunyai cucu yang hampir setara dengan mu, dia sekarang sedang menjelajahi kota ini, nanti aku akan memperkenalkan mu kepada cucu ku. " kata nenek zenah kemudian berdiri dan masuk ke dalam rumah.


"baiklah. " ucap Nina sambil tersenyum.


lalu saat hari sudah siang dan Nina sedang menyapu di dalam rumah, dia menemukan sebuah ruangan kosong yang didalam nya terdapat guci uang terbuat dari aluminium ukiran, karena penasaran, Nina pun mendekati guci itu, dilain tempat, nenek zenah sedang berbicara dengan paman Azerd di ruang tengah.


"anak itu sepertinya sangat polos, tapi yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa anak itu diincar dan hendak dibunuh. " kata nenek zenah yang mencoba untuk berfikir.


"dari matanya aku melihat nya, dia mungkin trauma dengan sesuatu yang berat, dia mencoba tersenyum untuk menutupi kesedihannya, karena itu dia terlihat polos. " kata paman Azerd yang tadinya menyelidiki Nina dari matanya.


"trauma ya, mungkin itu yang membuatnya tidak enak saat aku menanyakan rumahnya, " kata nenek zenah.


"begitulah ibu. " ucap paman Azerd dengan tenang.


saat membuka pintu ruangan itu, mereka berdua pun terkejut melihat Nina yang tergeletak tidak sadarkan diri didepan guci yang sudah terbuka.


"jangan jangan, dia membukanya. " kata paman Azerd dengan ekspresi serius.


saat melihat Nina tidak sadarkan diri, seketika nenek zenah pun ikut pingsan.


"ibu, sadarlah. " teriak paman Azerd berulang kali yang terlihat khawatir.


 


"begitulah ceritanya. " ucap nenek zenah setelah menceritakannya secara pribadi kepada Ardian.


"jadi setelah Nina membuka guci nya, dia menjadi seorang pengendali naga. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"ya, begitulah, kalau saja aku memberitahu nya dari awal, kecelakaan itu mungkin tidak akan terjadi. " kata nenek zenah dengan gelisah.

__ADS_1


"maaf menunggu lama. " ucap Nina yang datang membawa teh untuk Ardian dan nenek zenah.


"(kenapa, kenapa dia masih bisa tersenyum begitu, padahal kondisi nya sekarang..). " kata Ardian didalam hatinya sambil melihat ke arah Nina yang bisa tersenyum lebar.


selang beberapa lama, akhirnya mereka pun keluar dari ruangan itu dan pergi duduk di depan rumah, dari kejauhan di luar rumah, seseorang yang memakai penutup muka mengawasi mereka dengan serius.


"lapor, target sudah ditemukan. " kata salah satu orang yang memakai penutup muka yang menggunakan alat komunikasi.


"dimengerti, saat tengah malam kita akan menyergap rumah itu, persiapkan anggota pembunuh lainnya untuk bersiap-siap. " kata orang yang berbicara lewat alat komunikasi itu.


dimalam hari, Nina memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudara nenek zenah.


"mbak Nina, apakah aku boleh memanggil mu seperti itu ?. " tanya Sheila.


"tidak apa-apa, aku akan menghargainya. " ucap Nina sambil tersenyum.


"kakak, apakah kau sudah berhasil melakukannya ?. " tanya Nizar ke arah Ardian yang seperti sedang melamun.


"oh, ya, sepertinya saat ini aku belum bisa melakukannya, aku mau mencari udara segar dulu. " kata Ardian kemudian pergi keluar rumah untuk mencari udara segar.


"apa ada yang terjadi dengan kakak mu Nizar, dia tidak seperti biasanya. " kata paman tento.


"aku tidak tahu, dia bilang dia akan menyelesaikan masalahnya sendirian karena itu adalah masalahnya, begitulah katanya. " kata Nizar.


"mungkin karena aku menceritakan yang tadi pagi dia menjadi seperti itu, aku akan mencoba menenangkan nya. " kata nenek zenah yang hendak pergi menghampiri Ardian.


"biar aku saja nek, biar aku saja yang mencoba menenangkan nya. " ujar Nina dengan polos.


"bagaimana kau akan memenangkan nya, aku tahu betul sifatnya, mungkin dia akan membiarkan mu dan pergi ke tempat lain. " kata Tante nusul dengan tenang.


"jika itu terjadi, aku akan terus mengikutinya kemanapun dia pergi. " kata Nina sambil tersenyum.


"biarkan saja dia melakukannya. " ucap paman tento sambil memegang pundak Tante nusul.


"huh, terserah kau saja. " ucap tente nusul menghela nafas.


kemudian Nina pun pergi keluar dan mencari Ardian, saat diluar dia melihat Ardian yang sedang memandangi bintang dimalam hari, Nina perlahan-lahan pun mendekatinya dan duduk disebelahnya tanpa sepengetahuan Ardian.

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2