
episode 61
di pagi hari, Ardian sedang duduk melamun didepan rumahnya sambil melihat matahari terbit.
"aku akan pergi menemuinya demi teman-teman ku. " ucap Ardian yang sedang duduk melamun.
"kakak, sampai kapan kau akan terus disitu, paman sudah membelikan makanan untuk kita lho. " kata Nizar yang tiba-tiba saja datang dari balik pintu.
"jangan khawatir, aku akan memakannya nanti. " ujar Ardian.
"baiklah kalau begitu. " ucap Nizar setelah itu masuk ke dalam rumah.
lalu beberapa saat kemudian, pamannya datang memberikan nasi bungkus kepada Ardian yang sedang duduk melamun.
"ini makanlah selagi hangat. " ucap pamannya yang tiba-tiba datang menghampiri Ardian.
"paman. " ucap Ardian dengan terkejut.
"aku tidak menyangka kau juga terlibat semalam. " kata pamannya dengan tenang.
"jika ada yang menyangkut teman ku, aku pasti akan melibatkan diri dalam hal apapun itu. " kata Ardian dengan serius.
"hem, akhirnya kau sudah menemukan jalan yang kau pilih, Ardian. " kata pamannya sambil tersenyum kecil.
"sepertinya begitu. " ucap Ardian setelah itu berdiri meninggalkan pamannya lalu pergi ke dalam rumah dan memakan nasi bungkusnya.
setelah beberapa saat kemudian, Ardian pun memutuskan keluar rumah lalu pergi jalan jalan ke kota untuk menenangkan pikirannya, tapi, ditengah perjalanannya, dia terus berjalan dengan gelisah, saat Ardian tidak sengaja melewati laboratorium, tiba-tiba saja ada Professor yang ia kenal memanggilnya.
"tunggu, kau Ardian kan. " teriak Professor tersebut.
"eh, kau.., Professor nemasis. " ucap Ardian yang berbalik melihat Professor yang memanggil namanya.
"lama tidak bertemu, bagaimana kabar mu, nak. " tanya Professor nemasis sambil tersenyum.
"yaa, tidak terlalu baik sih. " jawab Ardian dengan ragu-ragu.
"ada apa, kau terlihat gelisah, bagaimana kalau kita bicarakan di dalam laboratorium ku. " pinta professor nemasis.
"eh, boleh kedalam ?. " tanya Ardian dengan terkejut setelah mendengar perkataan Professor nemasis.
__ADS_1
"tentu saja, laboratorium ini adalah milikku, dan dibuka untuk umum, jadi tidak masalah. " jawab Professor nemasis.
setelah itu Ardian pun menyetujui untuk membicarakan masalahnya di laboratorium milik Professor nemasis, saat berjalan melewati lorong lorong laboratorium Ardian melihat sekelilingnya penuh dengan penelitian penelitian Professor nemasis.
"wah, di dalam laboratorium keren sekali. " kata Ardian sambil melihat sekeliling laboratoriumnya.
"tentu saja, sebenarnya aku sedang meneliti kacamata yang aku berikan itu kepada mu, aku menambahkan beberapa fitur didalam kacamata tersebut, selain penglihatan malam dan penglihatan pergerakan, aku juga menambahkan fitur penglihatan terbaru yang sangat keren. " kata profesor nemasis sambil menjelaskan.
"penglihatan terbaru, apa itu ?. " tanya Ardian.
"penglihatan penembus tembok, penglihatan itu bisa melihat apa yang ada di balik tembok, tapi untuk saat ini penglihatan itu hanya bisa melihat bayangannya saja dan belum bisa melihat seutuhnya. " kata profesor nemasis.
"melihat seutuhnya. " ucap Ardian yang bingung.
"ya, seperti melihat dengan jelas. " kata profesor nemasis.
"oh begitu ya. " kata Ardian yang mulai paham.
"jadi, kenapa kau terlihat gelisah ?. " tanya Professor nemasis.
setelah itu Ardian pun menceritakan apa yang terjadi semalam kepada Professor nemasis.
"ya, sekarang aku tidak tahu harus bagaimana. " kata Ardian dengan gelisah.
"jika itu demi teman-teman mu, seharusnya tidak masalahkan, aku tidak menyangka jika kau sangat suka berteman dengan orang banyak. " kata profesor nemasis sambil tersenyum.
"tentu saja, itu ku lakukan untuk meraih mimpi ku, kedamaian dunia, jadi karena itu lah aku akan memulainya dari pertemanan. " kata Ardian dengan percaya diri.
"ternyata kau mempunyai impian sebesar itu, jika begitu, aku akan mendukung mu. " kata profesor nemasis sambil mengacungkan jempolnya.
"terimakasih, Professor. " ucap Ardian sambil tersenyum.
lalu saat akan pergi, tiba-tiba saja Professor nemasis mengejarnya dan memberikan Ardian sesuatu.
"Ardian, nak, tunggu. " teriak Professor nemasis sambil mengejar Ardian.
"professor nemasis. " ucap Ardian terkejut melihat Professor nemasis mengejarnya.
"aku ingin memberimu ini. " kata profesor nemasis sambil memberikan sebuah kacamata yang dikembangkan oleh profesor nemasis.
__ADS_1
"ini kacamata otobot, sejak kapan anda... " kata Ardian dengan terkejut saat melihat kacamata yang ditawarkan oleh profesor nemasis itu.
"maaf, saat kau ketiduran tadi, aku mengambil otobot dan memodifikasinya dengan penglihatan yang ku jelaskan tadi pagi, ini, tolong terimalah. " kata profesor nemasis.
"tapi kenapa anda repot repot melakukannya untukku ?. " tanya Ardian dengan heran.
"karena aku sudah menganggap mu sebagai rekan peneliti, anggap saja aku temanmu. " kata profesor nemasis sambil tersenyum.
"teman,(aku berteman dengan seorang profesor). " kata Ardian di dalam hatinya dengan terkejut setelah mendengar perkataan Professor nemasis.
"suatu saat, kacamata ini pasti berguna, bukan untuk mu saja, tapi untuk semua orang. " kata profesor nemasis.
"terimakasih banyak, Professor. " ucap Ardian sambil menerima kacamata otobot yang diberikan oleh profesor nemasis
"jangan lupa untuk mengecas nya setelah digunakan, lalu jangan lupa untuk berinteraksi dengannya. " kata profesor nemasis setelah itu pergi meninggalkan Ardian.
"berinteraksi, tunggu, kacamata ini bisa berbicara. " kata Ardian yang baru saja ingat.
"tentu saja, bodoh. " kata otobot yang tiba-tiba saja berbicara.
"eeehhh, aku sungguh minta maaf, aku lupa jika kacamata yang ku gunakan adalah robot, tapi kenapa kau baru berbicara sekarang ?. " tanya Ardian sambil duduk di taman yang baru saja dilewatinya.
"itu karena kau tidak mengaktifkan ku, kupikir aku akan tidur untuk selamanya, untung saja tuan profesor nemasis menyadarinya. " kata otobot dengan agak kesal.
"sungguh, aku benar-benar minta maaf untuk itu. " ucap Ardian sambil mencoba menenangkannya.
"ya sudahlah, jadi, apakah kau sudah siap untuk mendatangi raja api di danau. " kata otobot.
"eh, bagaimana kau bisa tahu, aku tidak mengaktifkan mu kan. " tanya Ardian dengan heran.
"tentu saja tahu, pendengaran robot itulah kelebihan ku, profesor nemasis membuat alat seperti itu dan memasukkannya kedalam bagian mesin ku untuk berjaga jaga jika pemiliknya lupa mengaktifkan ku. " kata otobot.
"begitu ya, tapi sepertinya aku tidak perlu ragu lagi dan merasa gelisah, karena ini untuk teman-temanku. " kata Ardian dengan percaya diri.
"hmm, itu baru tuanku. " ucap otobot.
"panggil aku layaknya teman. " teriak Ardian.
BERSAMBUNG..........
__ADS_1