Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Terungkapnya si pengkhianat


__ADS_3

Episode 221


pertempuran pasukan dua dengan nyoren yang masih berlanjut walaupun hari sudah mulai siang..........


"aku akan mencoba untuk melawannya. " kata Zahra dengan ekspresi tenang.


"apakah kau serius ?. " tanya garen dengan ekspresi serius.


"tentu saja. " jawab Zahra membuka matanya dengan ekspresi serius.


"baiklah, Ardian, bisakah aku mempercayakan kalian disini menghadapinya ?. " tanya Garen dengan tersenyum kecil.


"huh, kemana paman akan pergi ?. " tanya Ardian yang terkejut saat garen mempercayakan nyoren kepada nya dan teman-temannya.


"ada sedikit urusan yang harus ku tangani, aku percaya kalian pasti bisa menyelesaikan pertarungan disini, lagipula belum pasti jika dia dikalahkan peperangan nya bisa langsung berakhir. " kata garen melihat ke arah nyoren dengan ekspresi tenang.


"baiklah paman, serahkan saja pertarungan disini kepada kami. " kata Ardian dengan percaya diri.


"terimakasih Ardian, semua pasukan ikuti aku !!, ada sesuatu yang harus kita selesaikan. " kata garen yang langsung pergi bersama seluruh pasukannya kecuali Ardian dan teman-temannya.


"cih, kalian terlalu meremehkan ku ya. " kata nyoren yang terlihat kesal melihatnya.


"aku saja sudah cukup untuk menghadapi mu. " kata Zahra dengan posisi yang hendak menyerang.


"jaylain, kau masih sanggup bertarung ?. " tanya Ardian.


"jangan meremehkan ku, aku selalu siap bertarung kapan saja. " kata jaylain dengan ekspresi serius.


"baiklah, jaylain, Zela, kalian berdua lindungilah Vana. " kata Ardian yang juga hendak bertarung menghadapi nyoren.


"baiklah. " ucap Zela


"pasukan, rebut kembali putri Vana. " kata nyoren yang memberikan perintah kepada seluruh pasukannya.


"baik. " ucap seluruh pasukan yang langsung bergegas mengepung Vana.


"aku tidak akan membiarkan kalian merebutnya. " kata Zela yang sudah bersiap untuk bertarung.


"huh, menjengkelkan saja. " gumam jaylain dengan ekspresi tenang.


"serang mereka berdua !!. " kata salah satu pasukan yang memulai penyerangannya mengepung Zela dan jaylain.


"nyoren, tidak akan kubiarkan kau memulai peperangan ini lebih jauh lagi. " kata Ardian dengan ekspresi serius menatap nyoren.


"kau selalu saja menghalangi ku, memangnya semua yang kau lakukan itu bisa menyatukan semuanya, hmp, kau sungguh naif jika hanya memikirkan tentang kedamaian, Ardian, perlu kau ketahui dunia ini sangatlah luas dan ada bermacam-macam orang cara berpikirnya berbeda-beda, disisi lain orang-orang yang terdesak itu akan melakukan apapun untuk bertahan hidup di dunia ini, apakah kau mengerti rasanya !!. " kata nyoren dengan lantang.

__ADS_1


"memang benar, aku mungkin tidak tahu apa yang terjadi kepada mu sehingga kau menjadi seperti ini dan melakukan semua ini, tapi bukankah ada cara yang lebih baik daripada harus memulai peperangan. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"cih, kau tidak mengerti sama sekali, Ardian !!. " teriak nyoren sambil menembakkan laser cahaya ke arah Ardian.


Seketika Zahra yang berada di depan Ardian pun langsung menggunakan kekuatannya untuk menhan serangan nyoren itu.


"perisai kegelapan !!. " ucap Zahra menangkal serangan nyoren.


Sementara itu di belakang, jaylain, Zela dan Vana yang dikepung oleh pasukan kota bintang.......


"tangan bayangan !!. " ucap Zela yang mengalahkan beberapa pasukan kota bintang dengan kekuatan bayangannya.


"jarum es !!. " ucap jaylain yang juga mengalahkan beberapa pasukan dengan kekuatan es nya.


I------------------------------------------I


di perjalanan mencari sesuatu Garen dan pasukannya........


"apa tidak apa-apa meninggalkan anak-anak itu ?. " tanya Benar yang merasa khawatir.


"tenang saja, mereka itu adalah anak-anak yang kuat, mereka tidak akan kalah dengan mudah. " jawab garen yang terlihat percaya diri sekali.


"ketua, sebenarnya kemana tujuan kita saat ini ?. " tanya Ezen yang penasaran


"maksud anda jubah hitam yang dikatakan oleh anak itu tadi. " kata Azen yang terkejut karena garen mempercayai perkataan Ardian.


"ya, kalau bukan dia siapa lagi yang bisa melakukan semua ini. " kata garen.


I--------------------------------------------I


"kakak, sudah hentikanlah !!. " teriak Vana.


"tenanglah, aku akan menyelamatkan mu, Vana. " kata nyoren yang masih berusaha keras menghancurkan pelindung bayangan Zahra itu.


"bukan seperti itu. " kata Vana yang terlihat panik sendiri.


"Ardian, aku tidak bisa menahan serangannya lebih lama lagi, tolong pikirkanlah sesuatu. " kata Zahra yang berusaha mempertahankan perisai nya itu.


"aku sudah mempunyai rencana untuk mengalahkannya. " kata Ardian yang memberitahukan rencananya kepada Zahra selagi masih sempat.


"Ardian, menyingkirlah dari hadapan ku, cahaya bintang penghancur !!. " teriak nyoren langsung mengeluarkan tembakan cahayanya yang berukuran besar.


ledakan pun terjadi di tengah hutan itu, sehingga hampir sebagian pasukan mengetahui ledakan itu, pasukan lima yang dipimpin oleh paman Yazerd juga mendengar ledakan itu...........


"huh, ledakan apa itu tadi. " ucap Veysa yang mendengarnya.

__ADS_1


"ayo, kita bergegas mengikuti ledakan itu !!. " kata paman Yazerd yang memberikan perintah.


"lalu bagaimana dengan pasukan satu dan tiga yang berada di sungai perbatasan ?. " tanya isel yang keberatan dengan keputusan paman Yazerd.


"tadi ada perubahan rencana, pasukan empat yang akan ke sana. " kata paman. Yazerd dengan ekspresi serius.


"huh, bagaimana bisa begitu, jadi apa yang kita lakukan dari tadi ?. " tanya isel dengan ekspresi kesal.


"kenapa kau sangat ingin bergegas ke sana ?. " ucap paman Yazerd yang bertanya balik.


"tentu saja untuk membantu kan. " kata isel yang terlihat kesal.


"sudah kuduga, kaulah pengkhianat itu kan. " kata paman Yazerd dengan ekspresi serius.


"cih, sebenarnya aku ingin menyembunyikannya lebih lama lagi, tapi kurasa sampai disini saja ya. " kata isel sambil tersenyum kecil setelah beberapa saat tidak merespon.


"bagitu ya, kau rupanya penghianat. " kata Nizar yang langsung mewaspadainya.


"aku sudah mendengar dari raja api, seorang pengkhianat yang belum di ketahui identitas nya bergabung dalam pasukan perang, walaupun tidak ada bukti-bukti tertentu, aku bisa melihat mata seorang pengkhianat secara langsung, sekarang katakan, apa tujuan mu ?. " tanya paman Yazerd yang mengintrogasi nya secara langsung.


"seperti yang dikatakan oleh jubah hitam, mata mu itu memang tidak bisa diremehkan, kalau bisa aku ingin lebih berhati-hati lagi, tapi apa boleh buat, sekarang identitas ku sudah terbongkar dan target ku juga tidak ada di sini, membuang-buang waktu saja. " kata isel dengan santai nya.


"target, apa maksudmu ?. " tanya paman Yazerd dengan ekspresi serius.


"misi ku adalah untuk membunuh diam-diam, anak yang bernama Ardian, itulah misi yang di berikan jubah hitam kepada ku, tapi sekarang sepertinya aku kurang beruntung ya. " jawab isel.


"jadi selama ini kau mengincar kakak ku ya. " kata Nizar dengan ekspresi kesal.


"begitulah. " ucap isel dengan santai nya.


"semuanya, pergilah ke arah ledakan itu dan periksalah, aku akan menghadapi penghianat ini sendirian. " kata paman Yazerd mengambil dan menegakkan pedangnya.


"tapi, paman...... " kata Nizar yang ragu-ragu meninggalkan pamannya menghadapi isel dan beberapa pasukan yang berkhianat.


"jangan khawatirkan aku, carilah kakak mu, dia pasti ada di suatu tempat di peperangan ini, kalian teman-temannya Nizar juga ikutlah bersama nya dan jangan sampai terpisah. " kata paman Yazerd dengan ekspresi serius.


"ayo Nizar. " kata Opel dengan ekspresi serius.


"paman, kembalilah dengan selamat. " kata Nizar sebelum pergi meninggalkan pamannya.


"baiklah, perlu kau tahu aku tidak akan menahan diri melawan mu, pengkhianat. " kata paman Yazerd dengan ekspresi serius.


"Aku juga. " ucap isel si pengkhianat dengan tersenyum kecil.


BERSAMBUNG...........

__ADS_1


__ADS_2