Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
kebenaran yang menyedihkan (prolog: masa lalu kakek jelan bab 22)


__ADS_3

episode 94


di puncak bukit kota lesar, jelan dan teman-temannya masih berusaha melawan sezon yang merupakan pemimpin dari anak-anak pembunuh bayaran.


"nizuan, mundurlah, dia terlalu kuat untuk kau hadapi sendirian. " kata mireha yang terbaring di tanah dengan lemas setelah menggunakan mode rubah nya.


"tidak, aku tidak akan mundur sedikitpun, aku memang tidak bisa menang melawannya, tapi setidaknya itu akan mengulur waktu sampai ada yang datang menolong kita. " kata nizuan dengan percaya diri.


"hahahaha, memangnya siapa yang akan datang untuk menolong kalian, rekan-rekan ku itu tidak mudah untuk dikalahkan dengan orang-orang lemah seperti kalian. " kata sezon yang menguping pembicaraan mereka dengan tertawa terbahak-bahak.


"oh, kau percaya diri sekali ya jika rekan-rekan mu itu bisa menghentikan kami semua, begitu ya. " kata nizuan dengan seketika tubuhnya mengeluarkan panas yang luar biasa.


"tingkat kekuatan apa itu, tubuhnya memanas, itu bukan api biasa, api yang berasal dari dalam bumi, warnanya merah pekat, apakah itu lava. " kata mireha didalam hatinya dengan terkejut saat melihat nizuan mengeluarkan aura panas dari dalam tubuhnya.


"api yang bagus, ayo kita adu. " ucap sezon dengan tersenyum sombong.


"kau sudah menyakiti teman-teman ku, aku tidak akan memaafkan mu, mode api iblis !!. " teriak nizuan sambil mengeluarkan aura merahnya yang bertambah pekat dan memanas.


"api iblis. " ucap mireha yang sudah bisa duduk dengan ekspresi terkejut.


"maaf aku sudah merahasiakannya, setelah kita kembali aku berjanji akan menceritakan semuanya kepada mu. " kata nizuan kepada mireha dengan meliriknya ke belakang.


"api iblis, pft, konyol sekali. " ucap sezon dengan tersenyum kecil.


setelah itu nizuan dan sezon saling menatap satu sama lain dengan ekspresi serius, lalu beberapa saat kemudian mereka berdua langsung berlari dan beradu senjata terlebih dahulu, lalu sezon dengan liciknya memutar sabitnya ke atas saat nizuan mendekat.


"dia licik sekali, kalau begini aku tidak akan bisa mendekatinya. " kata nizuan didalam hatinya sambil menjaga jarak dengan sezon.


"kenapa, apakah kau takut dengan sabit ku ini. " ucap sezon dengan tersenyum kecil.


"kau bermain kotor ya. " kata nizuan dengan tersenyum kecil.


"itu sudah menjadi keahlian bagi sang pembunuh bayaran. " kata sezon.


lalu mereka berdua pun meneruskan pertarungan jarak dekat mereka, saat nizuan agak lengah, sezon memutar sabitnya, beruntung nizuan masih bisa menghindarinya hanya saja tangan kanannya tergores sabit itu dan membuatnya berdarah.


"gawat, aku lengah. " ucap nizuan didalam hatinya sambil mengatur nafas.


"ada apa, kau sudah kehabisan tenaga ya. " ucap sezon dengan tersenyum sombong.

__ADS_1


"kekuatan iblis itu pasti menguras banyak tenaga, jelan. " kata mireha didalam hatinya sambil memperhatikan pertarungan nizuan dengan sezon, lalu tiba-tiba saja jelan dengan perlahan-lahan berjalan ke arah mereka dan lewat di depan mireha.


"aku harus bisa, mengalahkannya. " ucap jelan dengan ekspresi kesal dan suram sambil mencoba berjalan ke arah nizuan dan sezon dengan menunduk kebawah.


"sampai kapan kau akan terus bertahan, menyedihkan sekali, sabit phoenix !!. " teriak sezon sambil mengibaskan sabitnya sehingga membentuk burung phoenix dan menuju ke arah nizuan dengan cepat.


"gawat, aku tidak bisa menghindarinya. " ucap nizuan didalam hatinya.


setelah itu nizuan pun terkena serangan burung phoenix itu sehingga ia terpental dan tidak bisa bergerak lagi karena kehabisan tenaga, lalu dengan perlahan-lahan sezon menghampiri nizuan dan hendak memotongnya.


"sepertinya ini adalah akhir bagimu, bocah iblis yang lemah. " kata sezon dengan tersenyum sombong sambil mengangkat sabitnya dan hendak menebasnya.


"maafkan aku semuanya, dan juga mireha, maaf aku tidak bisa menepati janji ku tadi. " kata nizuan sambil memejamkan matanya.


"nizuan, jangan menyerah !!. " teriak jelan dengan cepat menyambar sezon dengan tekanan api dan anginnya hingga terpental lumayan jauh, lalu jelan menghampiri nizuan yang tergeletak itu dan membantunya berdiri.


"jelan. " ucap nizuan dengan terkejut saat melihat jelan yang menolongnya lalu meraih tangannya untuk berdiri.


"ayo kita kalahkan si pembunuh itu. " ucap jelan dengan ekspresi kesal.


"jelan, ada apa dengan mu, kau terlihat kesal. " ucap nizuan dengan terkejut saat melihat ekspresi jelan yang sangat kesal.


"apa, tidak mungkin, bagaimana bisa. " kata nizuan dengan terkejut saat mendengar perkataan jelan.


"hmp, kau sudah mengetahuinya ya, yah, lagipula itu tidak penting bagiku, sekarang aku akan membunuh kalian semua dan misi ku akan selesai. " kata sezon yang lagi-lagi menguping pembicaraan dengan tersenyum sombong.


"dia cepat sekali bangkit. " ucap nizuan didalam hatinya saat melihat sezon dengan cepat bisa berdiri.


"kau sudah membunuh sensei, dasar licik, aku tidak akan memaafkan mu. " kata jelan dengan kesal sambil mengeluarkan aura api yang memancar ke atas awan.


"dari mana kau mengetahui jika sensei sudah dibunuh oleh nya ?. " tanya nizuan dengan ekspresi serius.


"setelah mireha menggunakan wujud rubah nya tadi, aku sempat pingsan sebentar, lalu kemudian...... "


saat jelan pingsan, dirinya sampai di alam bawah sadar dan bertemu dengan naga yang dirantai ketat didalam tubuhnya.


"dimana aku..., naga !!. " ucap jelan dengan terkejut saat melihat naga tepat didepannya.


"aku terkejut kau bisa sampai kesini. " ucap naga itu.

__ADS_1


"jadi kau naga yang ada didalam tubuh ku ya, dimana ini ?. " tanya jelan dengan kebingungan.


"kau tadi pingsan kan, sekarang ini kau berada di alam bawah sadar mu. " jawab naga itu.


"aku harus kembali sekarang dan bertemu dengan sensei. " kata jelan dengan panik dan khawatir.


"maksudmu kakek tua itu. " ucap naga itu sambil memejamkan matanya.


"darimana kau mengetahuinya ?. " tanya jelan dengan ekspresi terkejut.


"sudahlah, dia sudah mati didalam gua itu. " jawab naga yang masih memejamkan matanya.


"huh, apa maksudmu ?. " tanya jelan dengan terkejut saat mendengar jawaban dari naga itu.


"saat dia berusaha menggunakan kekuatannya untuk berbicara kepada ku melewati alam bawah sadar, tiba-tiba saja dia muntah darah saat akan mengatakan hal terakhir, lalu setelah itu dia tergeletak dan akhirnya menghilang. " jawab naga itu sambil membuka mata kanannya.


"bagaimana kau tahu jika dia dibunuh saat berbicara dengan mu di alam bawah sadar ?. " tanya jelan.


"tentu saja aku tahu, setelah dia tergeletak beberapa saat aku tidak merasa kekuatannya lagi, aku juga sudah memanggilnya beberapa kali tapi tunggu ada jawaban darinya, itu terjadi sekitar 1 jam yang lalu, jika kau tidak percaya, cek saja kakek tua itu didalam gua. " jawab naga itu.


"sekitar 1 jam yang lalu, bukankah itu saat dimana kami bertemu dengan sezon dan dia juga mengatakan jika dia sudah menunggu lama, jadi saat itu dia sudah membunuh sensei, tidak bisa dimaafkan. " kata jelan dengan kesal sambil menggenggam tangannya dengan erat.


"lalu apa yang akan kau lakukan sekarang ?. bocah. " tanya naga itu dengan tenang.


"aku akan mengalahkan sezon itu dan menghajarnya habis-habisan sampai dia babak belur. " jawab jelan dengan kesal.


"kenapa kau tidak membunuhnya saja sekalian ?. " tanya naga itu.


"tidak bisa, aku tidak bisa membunuh seseorang. " jawab jelan dengan pelan sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


"terserah kau saja, aku tidak akan membantu mu lho. " ucap naga itu dengan acuh.


"aku tidak memerlukan bantuan mu, aku akan mengatasinya sendiri, mungkin dengan sedikit bantuan dari teman-teman ku. " kata jelan sebelum menghilang dari Alan bawah sadarnya.


"hmp, teman ya. " ucap naga itu sambil tersenyum kecil setelah jelan pergi dari alam bawah sadar.


setelah itu jelan pun terbangun setelah beberapa saat pingsan dan melihat nizuan dan sezon sedang bertarung habis-habisan, lalu jelan berdiri dan berjalan ke arah mereka sambil merunduk kebawah mengingat perkataan naga itu saat berada di alam bawah sadarnya dengan menggenggam tangannya dengan erat dan merasa kesal.


"jadi begitu ya. " ucap nizuan dengan ekspresi sedih setelah mendengar cerita jelan saat pingsan dan berada di alam bawah sadarnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG............


__ADS_2