Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Lepas kendali


__ADS_3

Episode 163


di hutan, Ardian dan raja api memperhatikan latihan pengendalian naga yang akan dilakukan oleh Nizar.


"konsentrasi lah setenang mungkin, Nizar. " kata Ardian dengan ekspresi serius memberikan arahan.


Nizar pun menutup kedua matanya dan berusaha untuk berkonsentrasi setenang mungkin.


"Ardian, aku mempunyai firasat buruk soal ini. " kata naga api yang tiba-tiba berbicara lewat alam bawah sadar Ardian.


"apa maksudmu, naga api ?. " tanya Ardian dengan ekspresi terkejut saat mendengar perkataan naga api itu.


"naga petir yang ada didalam tubuh nya itu sepertinya merencanakan sesuatu, aku bisa merasakan aura nya. " kata naga api dengan ekspresi serius.


"merencanakan sesuatu. " ucap Ardian yang menjadi penasaran.


"dia sepertinya berencana untuk mengendalikan tubuh Nizar dengan memanfaatkan ketenangan nya itu. " kata naga api.


"mengendalikan tubuh Nizar, bukan nya itu berarti dia akan lepas kendali. " kata Ardian yang terkejut saat menyadarinya.


"ya, sekarang adikmu itu sudah memasuki alam bawah sadar, walaupun sudah terlambat untuk menghentikan nya, kau masih punya kesempatan untuk berbicara didekat nya, di alam bawah sadar mungkin saja dia mendengarkan suara mu, tapi kau juga harus melakukan sesuatu dengan tubuhnya yang dikendalikan oleh naga petir. " kata naga api.


lalu saat kembali dari alam bawah sadar nya, Ardian terkejut melihat Nizar yang disekitar tubuh nya mengeluarkan aura petir yang dahsyat.


"gawat, aku harus menghentikan nya selagi sempat. " kata Ardian didalam hatinya tanpa berfikir panjang berlari ke arah Nizar.


tapi saat Ardian sudah berada di depan Nizar dan hendak menyentuh nya, tiba-tiba saja kedua mata Nizar terbuka lebar berwarna biru yang menyengat, seketika itu Ardian yang melihatnya langsung terkejut, lalu di waktu yang sama aura yang menyelimuti Nizar bertambah kuat hingga membuat Ardian terhempas kebelakang, beruntung Ardian bisa mendarat di tanah dengan sempurna.

__ADS_1


"cih, menang sudah terlambat ya. " kata Ardian didalam hatinya setelah mendarat di tanah dengan ekspresi kesal.


"Ardian, sepertinya kau mengetahui sesuatu, sebenarnya apa yang terjadi dengan nya ?. " tanya raja api yang sudah siap siaga.


"Nizar, lepas kendali. " jawab Ardian.


"apa maksudmu ?. " tanya raja api dengan ekspresi serius.


"saat ini kesadaran nya berada di alam bawah sadar, lalu di tubuh luar nya saat ini dikendalikan oleh naga petir. " jawab Ardian yang menjelaskan nya secara singkat.


"ini buruk, aku akan. segera menghentikan nya. " kata raja api yang hendak maju menyerang nya.


"tunggu raja api, biar aku saja yang menahannya untuk sementara, anda tolong evakuasi penduduk kota untuk mengungsi ke luar kota. " kata Ardian dengan ekspresi serius.


"apa kau yakin bisa menahan nya sendirian, jangan gegabah, aku merasakan aura yang hebat dari tubuh Nizar, kau bisa mati jika melawan nya sendirian. " kata raja api membalasnya dengan ekspresi serius.


"huh, baiklah, kalau begitu, sebelum aku pergi ingat ini baik-baik Ardian, jagalah nyawamu baik-baik, (aku tidak ingin kejadian yang dulu terulang kembali). " kata raja api yang teringat dengan masa lalunya dengan ekspresi gelisah sebelum pergi mempercayakan Ardian untuk menahannya.


lalu saat raja api sudah pergi, Ardian berbalik melihat ke arah Nizar yang sudah hampir sepenuhnya di kendalikan oleh naga petir.


"Nizar, jika kau mendengar ku ingat ini baik-baik, carilah jalan sendiri untuk bisa meyakinkan naga petir sebisa mungkin, inilah pertarungan mu yang sebenarnya !!!. " teriak Ardian dengan lantang ke arah Nizar.


lalu di alam bawah sadar Nizar.......


"itu suara kakak, aku mendengar nya. " kata Nizar yang berada di alam bawah sadar nya yang gelap gulita.


kemudian di tubuh Nizar yang sudah hampir sepenuhnya di kendalikan oleh naga petir, seketika maju dengan cepat ke arah Ardian dan menyerang nya, beruntung Ardian bisa menahannya dengan mengeluarkan pedang api nya yang reflek keluar.

__ADS_1


"hampir saja, jika tadi aku tidak reflek mengeluarkan pedang api mungkin aku sudah terlempar jauh ke belakang, selain itu gerakannya sangat cepat dan tidak normal, walaupun aku bisa melihat gerakan nya samar-samar, tetap saja peluang untuk mengindari nya sangat kecil. " kata Ardian yang berusaha menahan serangan Nizar dengan refleks pedang api nya.


lalu setelah menahan serangan Ardian, Nizar yang dikendalikan itu langsung melompat mundur dengan gerakan nya yang secepat kilat itu, lalu di serangan keduanya, Nizar langsung maju ke arah Ardian dengan secepat kilat sehingga Ardian terkena serangan langsung itu dan membuat nya terhempas kebelakang membentur sebuah pohon dengan keras sampai membuatnya muntah darah.


"gawat, aku tidak bisa menghindari serangan nya untuk kedua kalinya, serangan pertama hanya sebuah keberuntungan bisa reflek menahan nya, kecepatannya sangat tidak normal, serangan nya juga sangat fatal walaupun tidak mengenai titik lemah bagian tubuh, aku bisa langsung tumbang jika terkena serangan nya lagi, aku harus lebih berhati-hati. " kata Ardian dengan perlahan-lahan berdiri walaupun agak sempoyongan.


"kenapa kau tidak menggunakan ku di saat seperti ini. " ucap Otobot kacamatanya yang tiba-tiba saja berbicara dengan Ardian.


"Otobot, akhirnya kau berbicara juga. " kata Ardian yang senang saat mendengarnya berbicara kepadanya.


"kau menunggu ku untuk berbicara, kukira kau sudah melupakan ku sebagai kacamata biasa. " kata Otobot yang terlihat kecewa dari suaranya.


"tentu saja aku tidak melupakan mu, kau selalu memberiku panduan saat aku akan melakukan sesuatu seperti bertarung ataupun mewaspadai seseorang, kurasa jika sudah seperti itu aku tidak perlu memerintah mu kan, akan aneh jika seseorang melihat ku berbicara sendiri dengan sebuah kacamata yang dikira hanya benda mati. " kata Ardian.


"kurasa aku bisa menerima alasan mu itu, aku akan memaklumi nya, tapi lain kali berbicara kah kepada ku sesekali, sebagai robot aku juga bisa kesepian. " kata Otobot.


"kau jujur sekali ya, (benar, selama ini aku tidak sendirian, aku punya partner yang selalu membantuku, mulai dari melihat sampai bertarung). " kata Ardian yang sudah kembali bersemangat.


di waktu yang sama, Nizar yang sedang dikendalikan itu perlahan-lahan berjalan ke arah Ardian dengan mengangkat jari telunjuknya yang mengeluarkan sengatan listrik.


"sepertinya aku akan serius melawan adik ku sendiri, Otobot, tolong bantu aku menyamakan pengelihatan ku dengan gerakan Nizar, apakah kau bisa melakukan nya ?. " tanya Ardian.


"jika tidak melebihi penggunaan, aku bisa melakukannya, tapi resiko nya ada di matamu sendiri, kau mengerti maksud ku kan. " kata Otobot.


"ya, aku sudah siap dengan resiko itu asal bisa menahannya itu sudah cukup sebagai bayaran nya. " kata Ardian yang terlihat bersemangat dan bersungguh-sungguh saat mengambil keputusannya itu.


BERSAMBUNG..........

__ADS_1


__ADS_2