Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Selamat datang di kota Ombak


__ADS_3

Episode 236


setelah Ardian dan Nizar sampai di tempat berkumpul.


"hey, semuanya. " panggil Ardian dari kejauhan sambil berlari dan melambaikan tangannya.


"itu mereka. " kata Opel yang pertama melihatnya.


"akhirnya sampai juga. " kata Legis yang sudah menunggunya.


beberapa saat kemudian setelah semuanya berkumpul, raja api pun datang dengan dikawal oleh para ninja elite yang juga membawa kereta kuda yang menarik gerbong sama seperti waktu ke kota Sonase dulu.


"wah, ini sama seperti waktu ke kota Sonase dulu. " kata Risa yang teringat kembali.


"kau benar, kurasa aku harus membiasakan diri ku untuk menaikinya. " kata Rega yang teringat dirinya mabuk kendaraan.


"tenanglah, aku akan menggunakan kekuatan penyembuh ku untuk mengatasinya. " kata Risa sambil tersenyum.


"(Risa, kau baik sekali). " kata Rega didalam hatinya yang terharu saat mendengarnya.


"huh, dasar Rega. " kata Pingo yang agak iri melihatnya.


"semuanya, dengarkan, kalian akan menaiki kereta kuda ini untuk menuju ke kota Ombak, yang akan mengawasi kalian di perjalanan ini adalah ketiga penjaga terkuat kota zenai, Stalker, Saula dan bendow. " kata raja api yang disampingnya sudah ada ketiga penjaga terkuat kota zenai berdiri.


"di perjalanan ini kami yang akan menjadi pengawas kalian, semuanya, mohon kerjasamanya. " kata Stalker.


"huh. " Ardian yang terkejut saat melihatnya.


kemudian mereka semua pun menaiki gerbong kereta kuda itu, semuanya terlihat senang dan bersemangat seperti sudah melupakan kejadian di perang sebelumnya.


"kalau begitu kami berangkat dulu, raja api. " kata Stalker yang memberikan salam sebelum pergi.


"ya, selamat jalan. " ucap raja api sebelum mereka berangkat.


"raja api mengenai Misi rahasia itu..... " kata Saula yang sedikit membicarakan sesuatu yang serius dengan raja api sebelum pergi.


"ya, hanya kalianlah yang bisa ku andalkan untuk saat ini. " kata raja api dengan ekspresi serius.


"baiklah, kalau begitu kami berangkat. " kata Saula sebelum masuk kedalam gerbong.

__ADS_1


beberapa saat kemudian setelah semuanya siap kereta kuda pun berjalan menuju ke arah kota Ombak.


"semoga anak-anak tidak terlibat dalam misi rahasia itu. " kata raja api sambil menghela nafas.


di perjalanan, mereka pun menikmati suasana di dalam gerbong kereta.


"tidak ku sangka kalian juga bisa ikut. " kata Ardian kepada Zahra dan teman-temannya.


"sejujurnya kami juga terkejut saat Zahra tiba-tiba memberitahukannya. " kata Nijin yang duduk bersama teman-temannya dari kota kegelapan.


"aku lebih terkejut saat Zela datang dan memberitahu ku. " kata Zahra dengan ekspresi datar.


"tolong jangan dibahas. " kata Zela yang malu saat mengingatnya.


"memangnya ada apa ?. " tanya Nizar yang penasaran.


"tidak, tidak ada apa-apa, lupakan saja. " jawab Zela yang bersikeras mengindari pembicaraan itu.


"mencurigakan. " kata zifi dan mauli yang menguping di belakang bangku duduknya.


sementara Zela mencoba menjelaskan kesalahpahaman nya, veysa menawarkan cemilan dari Stalker untuk anak laki-laki.


"huh, kelihatannya enak. " kata Opel.


"terimakasih. " ucap jaylain dengan ekspresi tenang menerimanya karena paling dekat tempat duduknya


"jaylain, kau sudah berubah ya. " kata veysa saat memberikan kantong plastik yang berisi cemilannya.


"berisik, memangnya kenapa ?. " tanya jaylain yang sedikit kesal mendengarnya.


"tidak, tidak ada, hanya saja aku merasa kau lebih baik sekarang. " jawab veysa sebelum kembali ke tempat duduknya.


"apa-apaan dia itu. " kata jaylain yang terlihat kebingungan setelah mendengar jawaban veysa.


"veysa, mana cemilan untuk anak perempuan ?. " tanya gicha.


"masih ada banyak kok. " kata veysa yang juga membawa cemilan untuk semua anak perempuan.


"aku sudah tidak kuat lagi. " kata Rega yang sudah seperti zombie karena menahan mabuk.

__ADS_1


"bertahanlah Rega. " kata Risa yang langsung menuju tempat duduknya lalu menidurkannya di pangkuannya sambil menggunakan kekuatan penyembuhnya untuk menahan mabuknya.


"beruntung sekali dia itu. " kata Pingo yang terus melihat mereka berdua dengan tatapan iri.


satu jam berlalu, akhirnya mereka pun sampai di perbatasan kota zenai dengan kota Ombak, disitu sudah terlihat lautan biru yang sangat luas disertai ombak dan angin sepoi-sepoi, seketika semuanya pun langsung melihat ke arah jendela takjub dengan keindahan kota nya itu, terlihat di sana banyak nelayan dan perdagangan ikan seperti sudah menjadi mayoritas dari kota itu, setelah kereta kuda menuruni bukit dan memasuki kota Ombak mereka semua pun langsung keluar dari gerbong kereta sesampainya di tempat parkir kuda yang sudah disiapkan, di situ terlihat seorang tangan kanan raja ombak sudah menyambut mereka bersama para penjaga kota.


"selamat datang di kota Ombak, para ninja kota zenai, kami menyambut kalian. " kata seorang perempuan yang merupakan tangan kanan raja ombak itu dengan memakai kacamata dan juga pedang di punggungnya, juga telinga nya yang terlihat panjang.


"Yo, Helen, masih menyembunyikan penampilan mu ya. " kata Stalker yang langsung menyapa nya setelah keluar dari gerbong.


"sudah kubilang kepada mu untuk tidak mengatakan itu kan, seperti biasa kau benar-benar menyebalkan ya. " kata Helen yang terlihat kesal mendengarnya.


"menyebalkan, aku kah. " kata Stalker yang tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataan Helen.


"karena inilah aku malas untuk bertemu dengan mu. " kata Helen dengan perasaan bercampur aduk saat melihat stalker tertawa terbahak-bahak.


"benarkah, kulihat kau sangat bersemangat dan menantikannya. " kata seseorang laki-laki yang tiba-tiba datang di belakang Helen dengan beberapa penjaga.


"hah, itu tidak seperti itu, hanya saja menyambut tamu dari kota lain itu harus tetap semangat kan. " kata Helen dengan malu-malu dan pipi memerah.


"seperti biasa kau mudah sekali ditebak ya. " kata Saula.


"kau juga ikut-ikutan. " kata Helen yang semakin merasa malu.


"kak bendow, apakah kalian saling kenal ?. " tanya Ardian kepada bendow yang hanya melihat mereka dengan tersenyum.


"ya, biasanya kami setiap bulan melakukan misi ke kota Ombak untuk membantu perekonomian dan penyelidikan yang menjadi perintah langsung dari raja ombak, dalam arti kami disini sebagai ninja bayaran dan raja ombak yang menyewa kami, maka dari itu tidak heran jika kami mengenal para ninja elite disini, seperti Helen dan zuros. " kata bendow.


"bisakah kita mulai saja perkenalannya kepada anak-anak ninja dari kota zenai. " kata Helen.


"kau benar. " ucap zuros yang teringat.


"anak-anak, perkenalkan, saya adalah Helen, tangan kanan raja ombak. " kata Helen memperkenalkan dirinya.


"saya zuros, kepala penjaga kota Ombak. " kata zuros laki-laki tadi yang menggoda Helen memperkenalkan dirinya.


kemudian semua anak-anak ninja dari kota zenai pun memperkenalkan dirinya dengan nama masing-masing secara berurutan, setelah selesai memperkenalkan nama, mereka semua pun diajak traveling di sekitar kota Ombak yang terlihat tenang kotanya itu.


BERSAMBUNG............

__ADS_1


__ADS_2