Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
Keputusan raja petir


__ADS_3

Episode 156


"kalau soal pedang itu, kami sangat minta maaf sekali. " ucap Niver sensei sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


"tidak, aku tidak menyuruh kalian untuk bertanggung jawab, hanya saja dengarkan permintaan ku ini. " kata raja petir.


"huh. " ucap Niver sensei dengan ekspresi terkejut saat mendengar perkataan raja petir.


"jagalah kedua anak itu apapun yang terjadi, jangan sampai mereka kehilangan arah, karena mereka berdua adalah anak yang penting bagiku, aku akhirnya bisa mendengar sebuah kata perdamaian lagi berkat anak itu, jadi karena itulah, aku sebagai raja petir pemimpin kota sonase, mulai sekarang akan menyerahkan pedang petir kepada anak itu. " kata raja petir dengan ekspresi serius.


"huh, apakah anda benar-benar serius, kurasa itu merupakan tanggung jawab yang besar untuk seorang anak seumuran nya. " kata Niver sensei.


"aku sudah memutuskan untuk mencari pewaris pedang petir, walaupun hanya seorang anak, aku akan tetap menyerahkan nya, karena pedang petir itu mempunyai insting sendiri untuk memilih orang yang dipilihnya, jadi karena itulah aku meminta kepada kalian untuk mengawasi anak itu dan menjaga nya agar tidak kehilangan arah. " kata raja petir.


"baik, saya akan selalu menjaganya. " ucap Niver sensei dengan tegap.


"saya juga akan membantu Niver sensei sebisa mungkin. " kata Kirana sensei.


"Kirana. " ucap Niver sensei dengan senang saat mendengarnya.


Kirana hanya tersenyum dan memberikan jempol kepada Niver sensei.


"(sepertinya mereka berdua sangat akrab, dasar anak-anak muda sekarang). " kata raja petir didalam hatinya yang melihat mereka berdua sambil tersenyum kecil.


lalu di lain tempat, Ardian dan Nizar yang berada di hotel bersama teman-temannya di ruangan bebas.


"Ardian, tadi itu sangat hebat. " kata Opel.


"Ardian, bagaimana bisa pedang api milik ayahku ada di tangan mu ?. " tanya Legis dengan ekspresi penasaran.


"itu..... " ucap Ardian kemudian menceritakan semuanya kepada mereka.


"jadi begitu rupanya. " ucap Legis setelah mendengarkan cerita Ardian.


"aku minta maaf kepada kalian karena sudah menyembunyikan nya selama ini. " ucap Ardian dengan ekspresi gelisah.


"kau pasti punya alasan tersendiri untuk menyembunyikan nya kan, jangan khawatir, kami semua adalah teman mu, kami akan selalu mengikuti tekad mu itu kemana pun kau pergi dan kita akan menjadi kuat bersama. " kata veysa.


"ya. " ucap Ardian yang membuang kegelisahan nya.


"lalu bagaimana dengan Nizar, dari tadi dia terus mengamati keluar jendela. " kata gacha yang mengalihkan pandangan mereka.

__ADS_1


"aku akan coba bicara dengan nya. " kata Ardian yang perlahan-lahan mendekati Nizar.


lalu saat sudah berada didepannya, disitu Nizar terlihat gelisah dan diam memandangi awan dari jendela.


"Nizar. " panggil Ardian yang hendak mencoba menenangkannya.


"kakak, apa yang harus kulakukan sekarang ?. " tanya Nizar langsung melihat ke arah Ardian dengan ekspresi gelisah.


"tidak perlu khawatir, aku juga sama kok, sejak kecil kita sudah menjadi seorang pengendali naga, itulah takdir kita, aku yakin raja petir pasti mengerti dengan kondisi kita. " jawab Ardian yang mencoba menenangkannya.


lalu di raja petir yang masih berbicara dengan Niver sensei dan Kirana sensei di ruangan pribadi nya......


"raja petir ada hal yang perlu kamu beritahu kepada anda sebelum membuat keputusan itu. " kata Niver sensei dengan ekspresi gelisah.


"katakan saja. " ucap raja petir.


"sebenarnya anak yang kau maksud itu juga merupakan seorang, pengendali naga. " kata Niver sensei dengan ekspresi gelisah.


"pengendali naga. " ucap raja petir.


"ya, sejak kecil dia sudah menjadi seorang pengendali naga, itulah takdir yang harus di jalani nya, dia sekarang belum bisa menjadi seorang pengendali yang sempurna seperti kakaknya itu, kami tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. " kata Niver sensei yang begitu khawatir.


"hmp, aku sudah bilang kepada kalian bukan, pedang petir mempunyai sebuah insting tersendiri, aku yakin pedang petir bisa memandu nya, apapun yang terjadi pedang petir akan selalu melindungi anak itu karena anak itulah yang terpilih. " kata raja petir setelah tersenyum kecil beberapa saat yang lalu.


kemudian setelah pembicaraan itu, raja petir pun berniat untuk menemui Nizar yang masih di hotel bersama teman-temannya......


"kakak, apakah kakak bisa mengajariku cara untuk mengendalikan naga yang ada di dalam tubuh ku ini. " pinta Nizar.


"tentu saja, sepulang dari kota sonase, aku akan mengajari mu. " kata Ardian.


"terimakasih, kakak. " ucap Nizar dengan ekspresi senang saat mendengarnya.


lalu beberapa saat kemudian raja petir pun datang sambil membawa pedang petir di punggungnya.


"maaf mengganggu waktu istirahat kalian. " kata raja petir saat masuk kedalam ruangan bebas.


seketika semuanya pun menoleh ke arah raja petir kecuali Nizar yang melihat ke bawah dengan ekspresi gelisah.


"raja petir. " ucap Ardian yang agak terkejut saat melihatnya.


"Nizar, aku sudah mendengar semuanya dari sensei kalian. " kata raja petir saat mendekati Nizar dengan ekspresi senang.

__ADS_1


Nizar hanya menunduk dengan ekspresi gelisah.


"jangan khawatir, aku tidak marah kok, malahan sekarang aku merasa senang. " kata raja petir sambil tersenyum.


"huh. " ucap Nizar yang terkejut saat mendengarnya kemudian perlahan-lahan mengangkat wajahnya dan melihat ke arah raja petir.


"walaupun terasa berat, aku serahkan pedang petir ini kepada mu. " kata raja petir sambil mengeluarkan pedang petir nya dan hendak memberikan nya kepada Nizar.


"huh, tapi itu...... " ucap Nizar yang terlihat ragu-ragu saat hendak menerima nya.


"kau merasa tanggung jawab mu akan sangat besar kan, tapi tenang saja, pedang petir ini akan menjadi pemandu mu kemana pun kau pergi, lagipula pedang petir sudah memilih mu untuk menjadi pengguna nya, terimalah dengan hormat. " kata raja petir yang berusaha menghilangkan keraguan di hati Nizar itu.


"baik, aku berjanji akan selalu menjaga pedang petir yang anda berikan ini apapun yang terjadi, ini janjiku sebagai seorang ninja. " kata Nizar yang langsung memasang wajah serius dan menerima pedang petir itu dengan tegar.


seketika saat di tangan Nizar, tiba-tiba saja pedang petir terpicu oleh hati Nizar sehingga mengeluarkan suara percikan setrum yang berada di tubuh pedang.


"hmp, sepertinya pedang petir sangat menyukai mu. " kata raja petir yang bisa merasakannya sambil tersenyum kecil.


"bagaimana anda bisa merasakannya ?. " tanya Ardian yang penasaran.


"*s*eiring berjalan nya waktu, pengguna nya pasti akan mengerti dengan sendirinya, begitu juga dengan mu. " jawab raja petir.


"lalu bagaimana caranya untuk menyimpan pedang ini seperti kakak ?. " tanya Nizar yang masih memegang pedang petir itu.


"Nizar, kau hanya perlu berkonsentrasi dengan tenang, rasakanlah pedang petir itu didalam hati mu, aku yakin kau bisa melakukannya. " jawab Ardian.


"(sepertinya anak ini sudah mengetahui sebagian caranya, dia menang hebat). " kata raja petir didalam hatinya yang melihat ke arah Ardian.


"aku akan mencobanya. " ucap Nizar lalu berusaha berkonsentrasi setenang mungkin.


lalu setelah beberapa menit, Nizar merasakan sebuah sengatan listrik didalam hatinya, walaupun pertama kalinya Nizar merasakan sakit tersetrum didalam hatinya tapi dia masih terus melanjutkan nya dan menahan rasa sakit nya itu, lalu perlahan-lahan pedang petir yang berada di tangan nya menghilang dari ujung sampai pegangan pedang menjadi sebuah sengatan listrik yang menyebar di sekitar tubuhnya, lalu setelah berhasil melakukan nya Nizar pun terjatuh lemas tidak berdaya.


"Nizar. " ucap teman-temannya yang khawatir.


"kakak, apakah aku berhasil melakukan nya ?. " tanya Nizar yang terlihat lemas.


"ya, kau sudah berhasil di percobaan pertama mu, Nizar. " kata Ardian dengan ekspresi senang.


lalu mereka semua pun seketika tertawa bersama, raja petir yang melihatnya juga ikut merasa senang.


"(tidak kusangka mereka berdua mempunyai kekuatan ruang didalam tubuhnya, itu benar-benar kekuatan yang langka, aku jadi penasaran dengan mereka berdua ini, mereka selalu membuat ku terkejut dengan hal hal yang tidak terduga). " kata raja petir didalam hatinya dengan ekspresi senang saat melihat ke arah Ardian dan Nizar yang tertawa bersama teman-temannya itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2