Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
kebenaran kakek tua (prolog: masa lalu kakek jelan bab 12)


__ADS_3

episode 84


keesokan harinya setelah festival, jelan yang khawatir dengan kakek tua itu yang belum pulang sejak malam langsung mencarinya di segala penjuru rumah, tapi jelan tidak menemukan kakek tua itu di belakang rumah maupun didalam rumah, sesampainya dia mencari di dapur, jelan hanya melihat mireha yang sedang memasak.


"mireha, apakah sensei belum pulang juga ?. " tanya jelan dengan khawatir.


"sepertinya begitu. aku tidak melihatnya pagi ini. " jawab mireha yang sedang memasak.


"begitu ya, sebenarnya ada apa dengan sensei, dia meninggalkan kita kemarin sepulang sekolah dan menanyakan beberapa hal yang terdengar seperti kata-kata terakhir. " kata jelan.


mireha yang mendengarkan perkataan jelan hanya memasang ekspresi serius sambil memasak.


"bagaimana kalau sepulang sekolah kita mencarinya. " ujar zenah dengan ekspresi resah yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka di dapur.


"sepertinya itu bagus. " ucap jelan.


setelah itu mireha pun selesai membuat makanan untuk mereka, beberapa saat kemudian setelah sarapan pagi mereka bertiga pun berangkat ke sekolah bersama.


sesampainya di kelas.......


"kalian bertiga, tadi malam itu sangat menyenangkan bukan. " kata nizuan saat melihat mereka bertiga masuk kedalam kelas.


"ya, menyenangkan. " ucap jelan setelah memasang ekspresi resah dan mencoba untuk tersenyum.


"kalian tidak enak badan ya ?. " tanya dyrados yang melihat mireha dan zenah memasang ekspresi resah.


"tidak, kami baik-baik saja kok, hanya sedikit kelelahan tadi malam. " jawab zenah mencoba tersenyum.


"begitu ya. " ucap dyrados.


"mereka bertiga kelihatan aneh hari ini. " kata nizuan yang curiga membisiki dyrados.


"benar, aku juga merasa begitu. " kata dyrados.


lalu setelah jam istirahat nizuan mendatangi jelan yang sedang duduk sendirian melamun di tempat duduk lorong sekolah.


"ada apa jelan, kau tidak seperti biasanya. " ucap nizuan saat mendatangi jelan dengan ekspresi serius.


"nizuan, aku baik-baik saja kok. " kata jelan dengan terkejut saat melihat nizuan mendatanginya.


"bohong, katakanlah dengan jujur, kita teman kan. " kata nizuan dengan ekspresi serius sambil menarik baju jelan.


"sebenarnya sensei kami menghilang sejak kemarin. " kata jelan dengan gelisah.


"begitu ya, sensei kami juga tidak datang sore kemarin. " kata nizuan dengan ekspresi resah sambil melepaskan baju jelan yang ditariknya.


"sebenarnya siapa sensei kalian ?. " tanya jelan.


"dia tidak menyebutkan namanya, yang ku ketahui hanyalah dia itu seorang bangsawan terakhir di kota ini. " jawab nizuan.


"tunggu, kau bilang seorang bangsawan, apakah dia seorang kakek tua ?. " tanya jelan dengan terkejut setelah mendengar jawaban nizuan.

__ADS_1


"apakah kau mengenalinya, kau tahu dimana dia berada ?. " tanya nizuan dengan terburu-buru.


"sebentar, gurumu seorang kakek tua ?. " tanya jelan.


"ya dan dia seorang bangsawan. " jawab nizuan.


"ini aneh, kebetulan macam apa ini. " kata jelan sambil berfikir.


"hey kalian, lihat ini, foto kepala sekolah kita. " kata dyrados yang berlari menghampiri mereka berdua dan menunjukkan foto kepala sekolah kepada mereka berdua.


setelah melihatnya mereka berdua langsung terkejut.


"sensei. " ucap jelan dengan terkejut.


"aku tidak percaya ini. " kata nizuan yang juga terkejut.


"aku juga tidak menyangka jika selama ini kita mempunyai guru yang sama. " kata mireha yang datang bersama zenah menghampiri mereka.


"mireha, zenah, apakah kalian mengetahui sesuatu ?. " tanya jelan kepada mereka berdua.


"kita akan mengetahui semua kebenarannya jika pergi ke tempat kepala sekolah itu sendiri. " kata zenah.


"jadi kalian ini adalah murid generasi setelah kami yang dibicarakan oleh sensei ya. " kata seseorang yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka.


"Anda siapa ?. " tanya jelan.


"aku adalah salah satu guru di sekolah ini, panggil saja aku sima sensei. " jawab Sima sensei memperkenalkan dirinya.


"Sima sensei, apakah anda tahu tentang sensei kami ?. " tanya nizuan.


"apakah kami boleh menemui kepala sekolah ?. " tanya zenah.


"sayangnya kepala sekolah sedang tidak ada saat ini, kami juga tidak tahu kemana perginya. " jawab Sima sensei.


"apa. " ucap nizuan dengan terkejut saat mendengar jawaban Sima sensei.


"apakah anda mengetahui sesuatu ?. " tanya jelan.


"satu-satunya orang yang mengetahui semuanya dan dipercayai oleh kepala sekolah adalah deros sensei tapi dia itu tidaklah ramah, saat ini dia menggantikan kepala sekolah di ruangannya. " jawab Sima sensei.


"tolong antar kan kami ketempat kepala sekolah, kami harus mencari informasi untuk menemukan keberadaan sensei kami. " pinta jelan sambil memohon.


"baiklah, aku akan mengantarkan kalian, tapi aku tidak ingin bertanggung jawab jika ada apa-apa saat bertemu dengan deros sensei, perlu kalian ingat, dia itu tidaklah ramah. " kata Sima sensei sambil tersenyum kecil.


"kami akan tetap menemuinya. " kata jelan dengan bersungguh-sungguh.


"tunggu, jelan, kita tidak tahu seperti apa deros sensei itu kan. " kata dyrados yang mencoba menghentikannya.


"tidak ada cara lain lagi, kita harus berani untuk mendatanginya sendiri, aku tidak akan kembali sebelum menemukan informasi keberadaan sensei kita. " kata jelan yang percaya diri.


"jelan. " ucap zenah dengan khawatir.

__ADS_1


"apakah kau bersungguh-sungguh untuk menemui nya ?. " tanya nizuan dengan ekspresi khawatir.


"tentu saja. " jawab jelan.


"aku tidak akan membiarkan mu pergi sendirian, aku akan ikut dengan mu. " kata mireha dengan ekspresi serius.


"aku juga akan ikut. " kata zenah.


"kami semua akan ikut bersamamu, karena kita juga mencari keberadaan sensei yang sama kan. " kata nizuan dengan bersungguh-sungguh.


"kalian benar-benar bersungguh-sungguh, baiklah, sudah diputuskan, kita akan menemui deros sensei itu bersama-bersama, ayo semuanya. " kata jelan dengan bersemangat.


"yaa. " ucap mereka semua yang juga bersemangat.


sima sensei yang melihat mereka hanya tersenyum setelah itu mengantarkan mereka ke tempat kepala sekolah itu di kantor.


"deyzon sensei, murid generasi mu ini mempunyai semangat yang luar biasa, aku sangat kagum melihat mereka sangat kompak seperti itu. " kata Sima sensei didalam hatinya sambil berjalan mengantarkan mereka ke kantor.


sesampainya di kantor.......


"sima sensei, kenapa anda membawa banyak murid ke kantor, apakah mereka melakukan kesalahan ? tanya sensei yang ada di kantor.


"tidak, mereka hanya ingin menemui deros di ruang kepala sekolah. " jawab Sima sensei.


"oh, kalian, apakah kalian ingin mencari mati ?. " tanya guzon sensei yang membaca koran saat melihat mereka.


"guzon sensei. " ucap jelan dengan terkejut.


"guzon, jangan menakut-nakuti mereka. " kata Sima sensei.


"hahaha, bercanda kok. " ucap guzon sensei sambil tertawa terbahak-bahak.


"kalian sudah mengenal guzon sensei ya. " kata Sima sensei.


"ya, kami mengenalnya saat pertama kali masuk ke sekolah. " kata jelan.


"begitu ya. " ucap Sima sensei.


"kenapa kalian ingin menemui deros sensei ?. " tanya guzon sensei dengan ekspresi serius.


"ada hal yang ingin kami tanyakan. " kata jelan.


"mereka adalah murid generasi setelah kita. " kata Sima sensei membisiki kedua sensei itu.


"begitu ya. " ucap guzon sensei.


"kalian semua berhati-hati lah saat berbicara dengannya, itu adalah pintu ruang kepala sekolahnya. " kata Sima sensei menunjuk ke arah pintu ruangan kepala sekolah itu.


sebelum jelan membuka pintunya, jelan menarik nafas terlebih dahulu setelah itu membuka pintu dengan perlahan-lahan, lalu saat masuk kedalam ruangan itu deros sensei menatap mereka dengan ekspresi serius.


"ada keperluan apa kalian berani datang kesini ?. " tanya deros sensei dengan ekspresi serius sambil menatap mereka dengan tatapan mengerikan.

__ADS_1


"kami ingin menanyakan sesuatu mengenai keberadaan kepala sekolah saat ini. " jawab jelan dengan ekspresi serius.


BERSAMBUNG..........


__ADS_2