Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)

Ninja Kota 1 (Sang Ninja Api)
mode rubah (prolog: masa lalu kakek jelan bab 5)


__ADS_3

episode 77


makhluk yang terlihat samar-samar dibalik kegelapan itu dengan cepat menuju ke arah jelan dan mireha.


"awas. " teriak mireha sambil mendorong jelan ke samping saat makhluk itu hendak menyerangnya.


setelah berhasil menghindar, jelan langsung membuat obor di sekitar gua itu, akhirnya makhluk itu pun menapakkan wujudnya dari belakang mereka.


"monster. " ucap jelan saat melihat makhluk itu dengan jelas dibelakangnya.


"jelan, kau kedalam lah duluan, aku akan menangani monster ini. " kata mireha.


"bodoh, jangan bertindak gegabah, kau tahu itu monster kan. " kata jelan dengan lantang.


"ya, aku tahu, apakah kau meremehkan ku, selama ini aku berusaha menahan kekuatan ku sendiri, sekaranglah saatnya untuk menggunakan mode rubah. " kata mireha mengeluarkan aura yang dahsyat dari tubuhnya sehingga membuat area disekitarnya ikut bergetar.


"mireha, rambut mu dan gigi mu. " kata jelan dengan terkejut saat melihat mireha yang berubah.


"sekarang kau sudah melihat wujud rubah ku. jangan beritahu siapapun tentang ini, kau mengerti. " kata mireha sambil tersenyum kecil.


"sepertinya aku pernah mendengar ini sebelumnya, tunggu, kau rubah yang menyempurnakan kekuatan jiwa, calestical. " kata jelan yang mengingat dia pernah mendengarnya.


"jadi kau tahu ya, lupakan saja. " kata mireha dengan ekspresi cemberut.


"jika itu benar sepertinya aku bisa mempercayai mu, ada banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan kepada mu, dalam keadaan apapun, jangan sampai mati. " kata terakhir jelan sebelum pergi meninggalkan mireha.


"heh, ternyata ada seseorang yang menghawatirkan ku selain ibuku, sekarang aku tidak akan menahan kekuatan ku sebelum mengalahkan monster busuk ini. " kata mireha sambil tersenyum.


"mireha, berhati-hatilah. " kata jelan didalam hatinya sambil berlari lebih dalam ke gua itu.


lalu monster yang akan dihadapi oleh mireha tiba-tiba saja membelah dirinya menjadi tiga.


"dia bisa membelah diri, tapi ukurannya mengecil, jadi begitu ya. " kata mireha didalam hatinya sambil berfikir.


lalu salah satu monster itu menyerang mireha dengan semburan api, mireha pun menyedot api itu kedalam mulutnya lalu menyemburkan ke salah satu monster itu sehingga hangus tetapi masih bisa membelah diri, karena kekuatan dari monster itu adalah api, mireha tidak selalu menghindari serangannya, akan tetapi memakan api itu lalu membalikkannya ke arah monster itu, setelah begitu lama melawan monster yang terus membelah itu, akhirnya tubuh mireha sudah mencapai batasnya, dia kembali ke wujud normalnya dengan luka bakar karena terlalu banyak memakan api.


"uhuk, uhuk, monster ini tidak ada habisnya. " kata mireha dengan kesal dan batuk-batuk.


saat monster itu sudah mengepung mireha tiba-tiba saja ada seseorang yang datang menyelamatkannya.


"semburan api !!. " teriak seseorang yang datang menyelamatkannya sambil mengeluarkan api yang sangat besar dari mulutnya sehingga jumlah monster itu berkurang banyak.


"hey gadis kecil, apakah kau baik-baik saja ?. " tanya seseorang yang menyelamatkan mireha sambil memberikan air obat penyembuh ke dalam mulutnya.


"uhuk, uhuk, terimakasih, aku tertolong, (luka ku langsung sembuh). " jawab mireha dengan pelan dan masih batuk-batuk.


"nizuan, dia gadis rubah. " ucap teman dari seseorang yang menyelamatkan mireha dengan terkejut.


"kau benar, perkenalkan, namaku nizuan, siapa namamu ?. " tanya seseorang yang menyelamatkan mireha sambil memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


"mireha. " jawab mireha dengan pelan.


"wah imutnya, tidak, tidak, aku harus fokus. " kata nizuan didalam hatinya dengan panik sendiri.


"hey nizuan, sampai kapan kau akan memperkenalkan dirimu, lihatlah, monster monster ini sudah bertambah banyak. " kata temannya nizuan.


"(tidak ada pilihan lagi) sebaiknya kita lari saja. " ujar nizuan sambil menggendong mireha kemudian berlari lebih dalam ke gua itu.


"hey tunggu. " kata temannya nizuan saat hampir ditinggal.


lalu mereka bertiga pun bersembunyi di tempat sempit yang berada di kedalaman gua itu.


"(apakah jelan baik-baik saja). " kata mireha didalam hatinya dengan khawatir.


"hey nizuan, seharusnya kau tidak meninggalkan ku tadi. " kata temannya nizuan.


"maaf, maaf, aku tidak sengaja. " ucap nizuan.


"huh, begitu lagi. " kata temannya nizuan sambil memejamkan matanya.


"ngomong-ngomong kenapa kau ada di gua ini ?. " tanya nizuan kepada mireha.


"aku bersama dengan teman ku ingin mengambil serbuk obat dari tumbuhan pemakan yang ada di gua ini. " jawab mireha dengan resah.


"begitu ya, sebenarnya kami juga ingin mengambil serbuk obat itu, lalu dimana teman mu ?. " tanya nizuan.


"aku menyuruhnya untuk kedalam duluan. " jawab mireha.


"kau siapa ?. " tanya mireha.


"oh, aku lupa memperkenalkan diri ku, namaku adalah dyrados temannya nizuan. " jawab temannya nizuan mempernalkan dirinya dengan bersemangat.


"teman. " ucap mireha.


"ya, kami sudah berteman selama 1 tahun, bisa dibilang kami teman dekat. " kata nizuan.


"terserah kau saja. " kata dyrados menahan rasa malunya.


"heh, kau malu-malu ya. " kata nizuan menggodanya.


"berisik. " ucap dyrados dengan kesal.


mireha yang melihat mereka hanya tersenyum.


"namamu mireha kan. " kata dyrados.


"ya. " ucap mireha.


"sepertinya sudah aman, ayo kita keluar. " kata nizuan yang hampir keluar.

__ADS_1


"tunggu, kita tidak tahu posisi monster itu berada. " kata mireha dengan ekspresi serius sambil mengentikan langkah kaki nizuan.


"ekspresinya berubah. " kata dyrados dengan pelan.


"kau benar. " kata nizuan sambil memperhatikan mireha.


"aku mendengarnya lho. " kata mireha sambil menunjukkan senyuman mengerikannya.


"maaf. " ucap nizuan setelah itu terdiam bersama dyrados yang ikut ketakutan.


mereka bertiga pun keluar dari tempat persembunyiannya dengan berjalan perlahan-lahan menuju lebih kedalam gua itu, saat di tengah perjalanan, mireha yang merasakan suara kepakan sayap monster itu dengan telinganya langsung bergegas menarik mereka berdua bersembunyi.


"dia datang. " ucap mireha yang mendengar suara kepakan sayap monster itu.


"tunggu, kita sembunyi dimana ?. " tanya nizuan melihat disekitarnya tidak ada tempat untuk bersembunyi.


"berpura-pura lah menjadi patung. " ucap mireha sambil mendorong dyrados ke pojokan dan menarik nizuan untuk bersembunyi di bawah mireha.


lalu saat monster capung itu lewat, ia mengira jika mereka bertiga adalah patung setelah itu pergi, saat sudah merasa aman, mireha pun bergegas untuk berdiri karena sudah menyembunyikan kepala nizuan di bawah kakinya.


"aku melihat surga. " ucap nizuan pusing karena kehabisan nafas di bawah kakinya mireha.


"hey kau sangat kasar sekali. " kata dyrados yang benjol kepalanya karena terbentur tembok saat mireha mendorongnya.


"mau bagaimana lagi kan. " kata mireha menyembunyikan rasa bersalahnya.


"ya sudahlah, itu setimpal dengan aku melihat dalamnya. " kata nizuan yang sudah tidak pusing setelah itu berdiri.


"beruntung sekali kau. " ucap dyrados yang iri setelah itu berdiri.


"lupakan saja. " kata mireha kepada nizuan dengan lantang sambil menahan rasa malunya dan pipinya juga memerah.


"aku bisa melupakan baunya tapi tidak dengan dalamannya. " kata nizuan.


setelah itu mireha pun menarik telinga nizuan sambil berjalan melanjutkan perjalanan mereka kedalam gua.


"hey, ini sakit, lakukan sesuatu dyrados. " kata nizuan yang telinganya masih ditarik oleh mireha.


"itu bukan urusan ku, lagipula kau sudah menikmatinya. " kata dyrados dengan tenang.


"mireha, ku mohon lepaskan telinga ku. " ucap nizuan sambil menahan rasa sakitnya.


"aku tidak akan melepaskannya sampai kau benar-benar lupa. " kata mireha dengan ekspresi kesal.


"aku sudah lupa, aku sudah lupa !!. " teriak nizuan dengan kesakitan.


"diam lah. " ucap dyrados.


"kejam. " ucap nizuan.

__ADS_1


BERSAMBUNG.........


__ADS_2