Pristine Fantasy: Our Bond

Pristine Fantasy: Our Bond
Chapter 132 {Misi Mencari Bahan Ritual dan Ethan (Part 2)}


__ADS_3

Sudah satu jam lebih mereka berjalan dan akhirnya tiba di sebuah kota yang sepi. Gedung-gedung yang berdiri itu tidak terlihat tinggi. Malah tampak rapuh dipandang. Fondasinya diselimuti oleh tanaman liar yang sama sekali tidak diundang serta beberapa toko yang berjejeran itu jelas sekali kosong. Suasana kelam yang menyelimuti kota itu dengan cepat memburu perasaan mereka. Kecuali Black Aura yang sudah terbiasa dengan suasana tersebut.


Selain berjalan, Chloe masih sulit mengalihkan pandangannya dari Black Aura. Tingkahnya kaku setiap kali diajak berbicara olehnya. Terkadang, Aoi dan Jacqueline yang bawaannya santai ketika diajak berbicara itu menjadi canggung dan topic pembicaraan mereka berakhir dengan cepat.


Sebenarnya, Chloe penasaran dengan apa yang sedang Black Aura pikirkan saat ini. Sungguh tidak beruntung dirinya tidak diberkahi kemampuan membaca isi pikiran orang. Seandainya dia memiliki kemampuan tersebut, maka dia bisa memberikan solusi untuk Black Aura agar Aura itu bisa berpikir dengan jernih sekaligus menjalani kesehariannya seperti biasa. Bertarung pun sesuka hatinya.


Chloe berpikir sejenak. Karena dia manusia, dia memikirkan kesalahan apa yang telah ia perbuat sampai-sampai membuat Black Aura jadi diam dan kaku seperti ini.


“Ada apa, Chloe? Kau kelihatan nggak nyaman dari tadi,” tanya Aoi khawatir. Namun, pertanyaannya itu malah dijawab oleh gelengan singkat dari Chloe yang merasa dirinya baik-baik saja.


“Nggak papa kok. Cuma lagi menikmati pemandangan di kota ini,” bohong Chloe. Gadis itu juga berusaha untuk tidak mengatakan apapun dalam pikirannya karena ragu kalau Black Aura ternyata masih mengaktifkan kemampuan membaca pikiran orang tersebut.


Ragu, Aoi pun memilih menyerah dan memanggil Black Aura dengan menyenggol siku Aura itu dengan sikunya. “Oi, pacarmu kenapa diam?”


Aura itu menoleh dengan raut heran di wajahnya. Black Aura melirik ke arah Chloe yang terlihat biasa saja. Bahkan senyuman manisnya mengambang di wajahnya. Aneh dari mananya? Pikir Black Aura begitu.


Manik violetnya berotasi malas dan menyuruh Aoi untuk memperhatikan wajah Chloe dengan teliti bahwa gadis itu baik-baik saja.


“Lihat, nggak ada yang salah dengannya,” kata Black Aura.


“Bagaimanapun juga, kau harus bertanya langsung padanya. Mana tahu ada yang Chloe inginkan darimu. Kalian kan udah pacaran. Harusnya saling memahami dan jangan terlalu banyak menyembunyikan sesuatu. Hal kecil seperti itu bisa saja merusak hubungan kalian. Ingat itu!” ceramah Aoi sedikit berbisik. Meskipun sebenarnya dia tidak tega melakukannya. Dia tahu kalau Black Aura adalah Aura. Aura sepertinya belum memiliki pengetahuan banyak cara berhubungan dengan manusia. Apalagi yang statusnya pacaran. Aoi yakin, Chloe dan Black Aura sudah saling terhubung satu sama lain. Mereka sangat dekat dan jarang bertengkar. Memang sedikit ada perdebatan di antara mereka dan itu wajar bagi Aoi karena dirinya dan Jacqueline juga begitu. Bahkan lebih lama sampai-sampai saling mengancam diiringi dengan sindiran sarkastik dari Jacqueline.


Black Aura menghela nafas berat. Raut datarnya berubah menjadi khawatir. Sesuatu yang menakutkan menghampiri jalan pikirannya. Dia jadi tidak bisa fokus dengan misinya mencari Ethan dan malah terpaku pada kebahagiaan dan kenyamanan Chloe. Bukannya menyesal, malah Black Aura senang dirinya bisa memiliki seseorang yang bisa mengisi kekosongan dalam dirinya. Namun, tanpa dia sadari, dirinya memiliki tanggung jawab lain. Terlebih lagi dirinya adalah seorang pria.

__ADS_1


Apa karena aku menyembunyikan banyak rahasia dari Chloe, makanya Chloe jadi diam ya? Batin Black Aura resah.


“Kurasa, kalian harus berdua dulu,” usul Aoi. Sementara, Jacqueline mengajak ngobrol Chloe agar perhatian gadis itu tidak tertuju pada Aoi dan Black Aura yang tengah berdiskusi itu.


“Berarti, kita pisah?” tanya Black Aura sekedar memastikan.


Aoi mengangguk. Tak lama kemudian, memperlihatkan senyum tipisnya pada Black Aura. “Jangan khawatir dengan hubungan kalian. Percaya dirilah. Aku paham kau yang bukan manusia itu butuh belajar banyak hal cara membahagiakan orang lain, bukan?”


Black Aura mengangguk. Omongan Aoi tepat sasaran dengan yang dia rasakan saat ini. Mungkin, sudah saatnya dia mendengar ceramah dari Aoi.


“Eh, Chloe. Temani aku ke toko itu yuk! Kayaknya toko baju sih,” Jacqueline menggandeng tangan Chloe lalu menarik gadis itu menjauh dari Aoi dan Black Aura.


“Tapi kan, toko itu udah lama sepi.”


Aoi mengangguk cepat. Dalam hatinya dia berterima kasih atas kerja keras Jacqueline. Sekarang, tinggal Aoi dan Black Aura berdiskusi berdua mengenai perasaan Chloe dan tingkahnya.


Aoi menarik Black Aura ke tempat yang sepi jauh dari jangkauan mata Chloe. Setelah memastikan posisi mereka aman, barulah Aoi mengatakan sesuatu yang ada di kepalanya.


Pertama-tama, pria jepang itu menarik nafas sedalam-dalamnya dan membuangnya perlahan. Tatapannya berubah serius meskipun Black Aura bisa menangkap sisi lembut dari tatapan tersebut.


“Aku akan mengajarimu cara membahagiakan Chloe! Aku akan menjadi guru cinta untukmu!”katanya yang langsung membuat Black Aura terkejut setengah mati.


~

__ADS_1


“Apa? Kau akan mengajariku? Tapi bagaimana?” Black Aura terkejut mendengar tawaran Aoi yang dengan mantap mengajukan dirinya sebagai guru cinta untuk Black Aura. Yang artinya, pria jepang itu akan memberikan beberapa tips agar Black Aura bisa membuat Chloe nyaman berada di dekapannya. Dan lagi, tidak dipungut biaya apapun karena memang dasar keinginan Aoi melihat Chloe dan Black Aura bahagia.


“Kalau itu biar aku aja yang urus. Aku Cuma merasa, hanya kau-lah yang bisa membahagiakan Chloe. Bagiku, kau nggak jauh beda dengan Lucas abangnya. Mungkin, Chloe pernah suka padaku. Yah, itu memang firasatku saja. Tapi, memang fakta dia suka aku. Sayangnya, aku sudah punya Jacqueline yang bisa mengisi hatiku. Karena itulah, aku meminta padamu yang menyukai dan disukai Chloe, agar kalian berdua terus akur sampai kalian berkeluarga. Aku nggak keberatan membantumu bahkan gratis. Aku ingin membantu dengan hati yang tulus. Itu saja, Aura,” beber Aoi mantap.


Tatapan penuh keyakinan itu membuat Black Aura jadi bimbang, Namun, setelah dipikir-pikir lagi, tidak ada salahnya mengiyakan tawaran Aoi tersebut. Dan fakta bahwa Aoi adalah sahabat Chloe membuat Black Aura semakin yakin akan kebaikan dari pria jepang tersebut.


“Kau juga sudah berusaha mencariku demi Chloe, bukan?” tambah Aoi.


“Iya,” jawab Black Aura meskipun dasarnya dia tidak begitu memikirkannya. “Oh, ya, Ao… Kayaknya aku tahu alasan kenapa Chloe tiba-tiba menangis tadi.”


Mata Aoi melebar. Dengan antusias, pria itu bertanya, “Kenapa? Kalau kau tahu, kau pasti punya cara bukan untuk menghiburnya?”


“Iya. Aku melakukannya dengan memberinya kentang goreng. Aku nggak tahu apa itu cukup untuknya atau tidak. Yang jelas, pria yang tewas itu adalah abangnya.”


“Eeh?!” intonasi suara Aoi menaik karena kaget sekaligus tidak percaya. “Sejak kapan kau kenal lucas? Kalau kau tahu, kenapa nggak kau tolong aba…”


Buk!


Black Aura melayangkan pukulannya ke tembok di samping kiri Aoi. Pria jepang itu terdiam seketika melihat reaksi Black Aura yang tampaknya merasa tidak nyaman dengan respon dirinya barusan.


“Sejak awal, aku memang nggak tahu kalau yang tewas itu Lucas, abangnya Chloe. Aku baru tahu dari ibu. Dan ibu juga baru tahu cerita itu dari Ethan. Orang yang kita cari itu. Akan tetapi, aku minta kau untuk tutup mulut soal ini. Aku nggak mau Chloe jadi sedih dan menjadi pendendam setelah mengetahui fakta ini,” ungkap Black Aura.


“Begitu ya… Jadi, pelakunya ada Emma dan Huke. Aku masih nggak tahu hubungan Lucas dengan Emma dulunya sebagai apa. Tapi yang jelas, aku akan jaga rahasia ini. Aku Cuma takut kalau rahasia ini bisa dengan cepat terbongkar. Kau tahu, ada kalanya kita jujur akan suatu hal. Karena, terlalu banyak rahasia juga bisa mengganggu hubungan kalian,” jelas Aoi khawatir. Di lain sisi juga, dia tidak ingin membuat Chloe sedih. Yah, menurutnya, sebaiknya biar Black Aura yang mengurusnya. Sedangkan tugasnya menjadi guru cinta untuk Black Aura tetap ia jalankan demi kebahagiaan Chloe.

__ADS_1


~


__ADS_2