
“Masa kecilku ini… Yah, kurang menyenangkan aja sih. Sejak ibu meninggal dan ayah menikah lagi… Kehidupan kami berubah drastis intinya. Ibuku yang baru ini suka menggoda ayahku. Dia selalu mengajak ayahku kemana-mana tanpa mengajak kami anaknya.
“Ibu baru itu juga cerewet. Setiap hari ngomel terus. Ngomongnya pedas dan selalu aja ngebandingin kami dengan anaknya. Memang anaknya tampan tapi, abangku berbakat kok.
“Intinya, setiap hari Lucas sama ibu baru itu berkelahi-kelahi, bahkan sampai tak terhitung berapa kali mereka saling memukul. Terkadang, Lucas juga harus berhadapan dengan anaknya. Aku sendiri hanya bisa bersembunyi di dalam lemari sambil berdoa. Itu aja,” Chloe terdiam beberapa saat. Kentang goreng yang dia kunyah lenyap dalam perutnya. Dia pun mengambil kentang yang baru dan melahapnya sekali lagi.
“Biasalah… Namanya juga keluarga, pasti ada aja masalahnya. Tapi, ayah yang sekarang malah berpihaknya pada mama yang baru. Setiap ada kesalahan kecil, selalu kami yang kena batunya. Selalu kami yang dituduh. Ayah bahkan…” Chloe melipat ke atas lengan kemejanya, kemudian memperlihatkan pada Black Aura bekas luka goresan yang cukup lebar di lengan kanan bagian atasnya.
Black Aura terbelalak dalam diam mendapati luka lebar dan luas itu. Dia yakin kalau luka itu bekas dari pukul benda besi yang ujungnya runcing.
“Sakit kali…” komen Black Aura meringis pelan.
Chloe terkekeh, “Memang. Saking sakitnya, aku jadi kesulitan menghentikan tangisku dan hasilnya, aku dikurung di kamar sama ayah. Lalu mereka pergi jalan-jalan sampai akhirnya, Lucas datang dan mendobrak pintu kamarku.
“Tentu saja dia kaget melihatku terluka sangat parah. Tapi, aku bilang padanya, jangan ngamuk. So, besoknya. Aku yang mau pergi ke sekolah jadi terhalang gara-gara, anaknya buat ulah. Dia menukar nilai harianku yang bagus dengan nilai hariannya yang jelek. Dia bahkan mencoret namaku dan menuliskan namanya di kertas ulanganku.
“Alhasil, aku yang kebingungan mencari kemana kertasku pergi—langsung diomelin habis-habisan oleh ayah dan ibu baru itu. Sakit tahu. Selain setiap pulang sekolah aku nggak disambut. Dibiarin gitu aja kayak setan lewat, perlakuan ibu dan anaknya juga nggak adil banget sama aku.
“Mereka itu benalu bagiku. Aku menyesal karena udah dilahirkan. Bahkan aku sempat mencoba membunuh diriku tapi ketahuan sama ibu baru. Lagi-lagi, aku dibentak dan kali ini, dia menggunakan kekerasan. Kau tahu kan, tongkat baseball?”
Black Aura mengangguk singkat.
“Dia memukul punggungku, lalu membiarkanku kesakitan di dapur. Aku berpikir, dia sebenarnya punya dendam apa denganku? Karena itulah, Lucas memutuskan untuk pindah ke Amerika selagi ayah dan ibu baru itu nggak tahu. Sampai sekarang!”
Chloe menepuk pahanya pertanda bahwa ceritanya sudah berakhir.
__ADS_1
“Hm… Dari ceritamu itu, kau justru lebih sering disakiti dalam bentuk verbal daripada diabaikan,” komentar Black Aura kemudian.
Sontak, Chloe tersedak oleh colanya sendiri dan tanpa pikir panjang menyerbu Black Aura dengan raut tak terima.
“Kok gitu? Aku kan juga diabaikan ayahku sejak ada ibu baru itu dan anaknya. Kenapa kau lebih menilaiku sebagai korban kekerasan rumah tangga?” protesnya.
“Karena lukamu. Bekas luka di hati dan lenganmu itu memang berbeda. Tapi, traumanya. Aku mengerti tapi ternyata kau dan ibu berbeda.” Tutur Black Aura. “Aish, panas.”
“Hmm… Apa Midnight itu sama kayak aku? Diabaikan teman, guru, dan keluarga?”
“Nggak. Ibu punya sahabat kok. Sahabatnya itu yang sering menarik perhatianmu itu!” sindir Black Aura setelah itu lanjut mengunyah bolu pandannya.
Menyadari dirinya disindir, Chloe langsung memasang raut tak senang. “Nggak usah pakai nyindir juga dong. Aku tahu kau masih marah. Terus, bagaimana bisa Midnight sampai bertemu dunia Carnater ini? Apa ada suatu insiden di Carnater yang bikin dia nggak sengaja masuk ke dunia itu?”
“Nggak. Dia bertemu dengan dunia ini bukan karena insiden melainkan, Meg… Ayahku yang memergokinya yang hendak bunuh diri. Bisa dibilang, ibu itu anak yang nggak dianggap…”
“Lalu? Alasan kenapa dia bunuh diri itu apa?” tanya Chloe penasaran.
“Kalau kau mau tahu, kau tanya saja ibu. Dia lebih tahu cerita hidupnya daripada aku.”
Chloe cemberut. Lagi-lagi, sudah terlanjur dibuat penasaran itu tidak enak. Apalagi jika orang yang dia kira akan menceritakan suatu cerita mendadak memilih untuk mengakhiri cerita tersebut dan menyerahkan orang yang lebih tahu soal cerita itu.
“Huft… Kalau kau nggak niat bercerita, jangan buat aku penasaran! Penasaran itu nggak selamanya en…”
“Ibu berniat bunuh diri karena dia menyerah dengan hidupnya sebagai hantu,” potong Black Aura tiba-tiba tepat ketika dirinya baru selesai menelan bolu pandan.
__ADS_1
Gadis di hadapannya membelalak tak percaya begitu mendengar cerita yang Black Aura lanjutkan tersebut.
“Yang kuingat, ibu berniat melompat dari jembatan dan kebetulan musim salju sedang melanda Kota Tokyo. Air sungai di bawah udah pasti membeku, kan?” saat bercerita, Black Aura melirik kearah Chloe sejenak sambil tersenyum. Aura itu kembali melanjutkan ceritanya seraya mengelap saus yang menodai pipi Chloe dengan tisu.
“Aku bisa merasakan bagaimana menderitanya ibu. Karena waktu itu, ibu sama sekali nggak dianggap keluarganya dan diperlakukan layaknya hantu. Aku nggak tahu kenapa keluarga ibu memperlakukan ibu seperti itu. Yang jelas, perlakuan keluarganya dengan ibu dan adiknya sangat berbeda. Adiknya mendapatkan banyak kali kasih sayang sedangkan ibu…”
“Aku paham. Tapi, kenapa sampai segitunya? Kukira, Midnight itu orang yang kuat. Kau bilang, dia juga punya sahabat, kan? Kalau dia punya, kenapa nggak langsung lari aja ke rumah sahabatnya?” komen Chloe.
“Karena ibu udah putus asa sekali dengan hidupnya. Dia berpikir kalau hidupnya ini sama sekali nggak berharga sejak awal dia dilahirkan. Ibu pikir, kalau keluarga ideal itu Cuma ada tiga. Karena itulah, dia yakin kalau keluarganya nggak akan mencarinya,” jelas Black Aura mengakhiri cerita tersebut. Manik violetnya kali ini memandang ke sepasang sepatunya.
“Begitu ya? Menurutku sih, kau itu Cuma menyimpulkan cerita Midnight. Itupun juga nggak lengkap ceritanya,” komen Chloe tersenyum jahil.
Black Aura terkekeh, “Kan, udah kubilang. Kalau mau tahu ceritanya lebih banyak, tanya orangnya langsung. Sekarang, kita jalan-jalan yuk!” ajaknya berdiri, tak lupa membantu Chloe untuk bangkit bersamanya juga.
“Kita mau kemana?”
“Ke duniamu. Disini terlalu sepi, Aku juga, entah kenapa rindu dengan keramaian di duniamu," ujar Black Aura diakhiri dengan senyuman yang kemudian dibalas dengan senyuman Chloe itu sendiri.
Kedua remaja itu terkekeh bersama, sebelum akhirnya bersulang dan kembali bercerita.
Malam ini, benar-benar menenangkan bagi mereka berdua yang sangat mendambakan waktu berharga tersebut.
"Kalau di bumi nanti, aku akan mengajakmu ke tempat istimewa yang jarang di datangi Aoi sama Jacqueline," kata Chloe sedikit mengangkat kepalanya sombong.
Black Aura tertawa kecil menanggapinya, "Baik-baik. Jangan sampai lupa ya!"
__ADS_1
~