Pristine Fantasy: Our Bond

Pristine Fantasy: Our Bond
Chapter 207 {Season 3: Apartemen}


__ADS_3

Aku memang nggak ngerti apa yang terjadi dengan dunia ini. Tapi, dengan adanya mereka, aku bisa tahu semuanya dan mungkin… Ikut ter-…


“Btw, namamu siapa?” tanya Black Aura memotong pembicaraan Yira dalam hati.


Saat ini, hanya mereka berdua yang berjalan mencari tempat tinggal untuk Yira tinggalin. Devil Mask yang awalnya ingin membantu ditelpon oleh Ethan untuk membantu pria itu mencari Elena.


“Yira,” jawab Yira dengan jantung yang berdegup kencang. Suaranya dingin…


"Kau sendiri?" tanya Yira balik bertanya.


“Oh, aku… Aura,” balas Black Aura datar. Sebenarnya aku baca isi pikirannya.


“Aura? Cocok untukmu!”


“Oh,”


Mereka berdua kembali diam setelah Yira ataupun Black Aura kehilangan topic yang ingin mereka bicarakan. Tidak. Sebenarnya tidak ada topic yang ingin Black Aura bicarakan dengan Yira. Niat dia disini hanya untuk mencari Yira tempat tinggal lantaran Yira yang mengatakan bahwa dirinya baru saja pindah ke Chicago karena urusan pekerjaan.


Dia bohong. Batin Black Aura.


“Anu… Aura. Kau nggak keberatan kan, nemenin aku cari apartemen? Atau… Kau punya tidak rekomendasi apartemen yang bagus di daerah ini?” tanya Yira malu-malu.


Black Aura tercekat mendengar omongan gadis berkacamata di sampingnya. Astaga, aku bahkan nggak tahu apartemen itu apa!


“Teman-temanku bilang, kalau mereka menginap di apartemen. Mereka bilang enak…”


Di sela Yira membual tentang pengalaman teman-temannya selama di apartemen, Black Aura sibuk dalam pikirannya sendiri. Dia cukup frustasi dan panik. Takut jika identitasnya yang bukan warga Amerika ini terbongkar oleh gadis malang tadi.


Black Aura memejamkan matanya erat sembar mencari sejuta alasan agar dirinya bisa kabur dari Yira. Tak Cuma kabur, Black Aura juga memikirkan keselamatan Yira yang terancam karena gadis itu mencari tempat tinggal di waktu yang tergolong kota sudah sepi dari keramaian.


Aku nggak mau membuat Chloe khawatir. Tapi, aku juga nggak mau dia kenapa-kenapa. Cih, aku harus ngapain nih?  Kalau aku bawa dia ke rumah Chloe, apsti Chloe dan ibu curiga. Aku harus… Serahkan pada Aoi mungkin?


“Tunggu sebentar.”

__ADS_1


Black Aura menahan gerakan Yira yang tadinya hendak mendahului Black Aura. Yira dengan ekspresi polos itu memiringkan pertanyaannya dan bertanya dengan nada santai.


“Ada apa, Au?”


“Buat tempat tinggal, gimana kalau kau sama temanku saja? Aku aslinya bukan orang sini jadi, nggak gitu tahu banyak apartemen bagus di kota ini. Jadi, kau mau nggak sama temanku dulu?” tawar Black Aura.


Seketika, semangat Yira yang ingin pergi bersama Black Aura itu menghilang tak berbekas. Tinggal di rumah temannya gitu? Ogah ah!


Yira menggigit ujung bibirnya lantaran tak ingin berpisah dengan Black Aura. Sungguh, kesempatan bertemu Black Aura yang sering muncul di mimpinya tersebut sama sekali tak bisa dia lewatkan sedetik pun. Ditambah lagi dengan perlakuan Black Aura padanya. Kaku tapi menggoda. Dingin tapi bisa membuat jantung dan dadannya terasa panas.


“Hm, maaf… Bukannya aku jahat. Tapi, aku ini antisocial. Aku juga punya ketakutan setiap kali bertemu dengan orang baru. Kalau aku sudah merasa aman sama orang yang kutemui pertama kali, aku cenderung sama orang itu,” ungkap Yira apapun caranya yang penting Black Aura senantiasa bersamanya.


Black Aura mengernyit heran, Bukannya orang pertama yang bersama dia itu Devil Mask?


“Begitu ya? Tapi, aku masih tinggal sama orangtua. Nggak papa?”


“Hm, gimana ya? Aku juga nggak enak sih. Aduh! Maaf jadi repotin kamu banget, Aura. Abisnya kalau bukan karena teman, aku nggak bakal gini jadinya. Mana pesawatku sampainya malam hari. Kan jadi bingung. Ponselku habis baterai,” beber Yira.


“Aura, kamu udah punya pacar?”


Black Aura reflek menoleh ke arah Yira begitu mendengar pertanyaan yang terdengar sensitive baginya. Pacar? Segitu gampang kah dia bertanya?


“Kenapa nanya itu? Kau kan baru kenal aku,” ujar Black Aura perlahan mulai curiga.


“Ah, itu… Aku Cuma penasaran aja. Abisnya kau kan ganteng. Dan lagi, wajahmu nggak seperti laki-laki kebanyakan. Btw, kau suka mengurung diri ya? Soalnya mukamu pucat banget,” Yira mendahului Black Aura dan berhenti tepat di hadapan Aura itu. Sebatas ingin melihat wajahnya saja.


Langkah Black Aura seketika terhenti. Dia semakin tak nyaman dengan tingkah laku Yira yang terkesan penasaran dengan dirinya.


“Kau ini sebenarnya mau mendekatiku, kan?” tebak Black Aura sambil memicingkan matanya curiga.


“Nggak kok. Aku Cuma ingin berteman denganmu saja!”


“Kalau aku menolak, bagaimana?”

__ADS_1


“Eh?”


Yira membeku seketika. Jelas sekali dari perkataannya, Black Aura berusaha menjauh darinya. Yira akui dirinya memang terkesan mengganggu bagi Black Aura. Akan tetapi, demi semua pertanyaan yang terlintas di kepalanya terungkap juga membuktikan bahwa mimpinya tersebut memang benar berkaitan dengan dunia nyata, Yira tidak keberatan jika harus dipandang curiga oleh Aura bermanik violet tersebut. Dan lagi, seandainya Black Aura tidak memiliki pacar, Yira bisa mengambil kesempatan untuk mendekati Aura itu.


“Kau menolak ya?”


Black Aura mengangguk.


“Ya, udah deh… Mungkin aku ini agak mengganggumu. Kalau gitu, langsung antar aku ke apartemen itu gimana?” tunjuk Yira ke arah apartemen yang berada tak jauh dari mereka.


Kali ini, Black Aura menuruti omongan Yira dan mengantarkan gadis itu ke apartemen sekalian membantu gadis itu menyusun beberapa barang bawaannya di kamar barunya.


Tak sampai setengah jam, Black Aura akhirnya keluar dari apartemen tersebut dan segera melangkah menuju rumah Chloe. Dia yakin kalau pacarnya itu pasti akan mengomelinya karena kelamaan belanja. Yah, lebih baik diomelin karena kelamaan belanja ketimbang dicurigai dirinya berjalan dengan cewek lain.


Setelah Black Aura, kini, giliran Yira yang diam-diam mengintip Aura itu dari kejauhan. Di Balik gorden kamar apartemennya., gadis itu memotret sosok Black Aura yang berjalan ke kiri.


“Hoh…. Dia rupanya pandai menggunakan ponsel. Tapi, dia memang beneran Black Aura kan? Dari mukanya itu memang kayak Black Aura itu mirip dengan yang ada di mimpinya.


Yira jadi penasaran bagaimana Black Aura jika bertarung nantinya. Sesadis apakah Aura itu saat bertarung? Yah, semuanya masih penuh tanda tanya.


“Aku pastikan, aku bisa mendekatinya!” gumam Yira penuh keyakinan. “Hoam… Kurasa, udah saatnya aku tidur. Besok deh aku ikutin Black Aura,”


Yira berbalik menuju ranjang tidurnya dan merebahkan dirinya di atas sana. Empuknya…


~


“Black Aura lama,” lirih Chloe yang mulai bosan menunggu kekasihnya yang pergi berbelanja tapi tak kunjung kembali ke rumah.


“Dia kemana ya?” tambahnya.


Midnight yang baru selesai mengaduk kopi itu hanya menghembuskan nafasnya lelah.


~

__ADS_1


__ADS_2