Pristine Fantasy: Our Bond

Pristine Fantasy: Our Bond
Chapter 81 {Season 1: End}


__ADS_3

“Ah… Bosan!”


Dark Sport menghentikan kegiatan memasak bubur ayam yang


diajarkan buku resep padanya. Aura itu menatap Emma risih karena sudah lebih


dari setengah menit wanita itu mengeluh. Keluhannya tersebut juga tidak begitu penting.


Apalagi kalau bukan soal Yuuki?


“Padahal sudah selarut ini tapi Yuuki belum juga pulang.


Kemana saja dia? Huh, aku nggak menyangka masalahnya bakal setidak masuk akal


begini. Hei, Dark Sport!” panggil Emma sambil memandang peluru tokarev.


“Apa?”


“Dunia Carnater itu sebenarnya sesunyi apa sih? Entah


kenapa, aku pengen ke sana kalau masalah Yuuki ini udah tuntas semuanya.”


Dark Sport memutar malas bola matanya, “Kau kesana maka


hari itu juga kau mati.”


“Jahat sekali mulutmu! Kan, ada kalian yang bakal


ngelindungin aku. Kalian kan hebat-hebat! Pandai kelahi juga pun.” Komen Emma


sebelum akhirnya beralih ke topic lain. “Dark Sport, kau tahu tidak kenapa


belakangan ini wajah Yuuki selalu terlihat kaku? Yah, aku sih udah nanya sama


Huke. Tapi jawaban Aura itu tidak terlalu memuaskan. Dan lagi, siapa Midnight


itu? Memangnya dia punya masalah apa dengan Yuuki? Kenapa masalahnya sampai


sejauh ini? Carmine itu siapa?”


Dark Sport tertegun ketika dirinya diserang oleh


serangkaian pertanyaan Emma. Entah kenapa, dia sulit mengatakan kebenaran di


balik pertanyaan yang Emma ajukan padanya. Tapi, Dark Sport akui, dia tahu


banyak soal Yuuki.


Di tengah kebimbangannya, Dark Sport disadarkan oleh


raut penuh harap dari Emma. Tatapan wanita itu mengarah penuh padanya. Dark


Sport menangkap genangan air mata yang tak lama lagi akan mengalir. Akhirnya,


Aura itu menyerah dan menjelaskan semua yang ia tahu termasuk informasi yang


sama sekali tidak Yuuki dan Emma ketahui bahkan  semua anggota Legend Aura juga tidak ada yang


tahu. Informasi yang tidak sengaja ia peroleh selama dirinya merasuki tubuh


Morgan. Dia tidak menyangka bahwa pria yang ia rasuki itu ternyata menyimpan


sebuah fakta yang benar-benar mengejutkan dan berhubungan sekali dengan masa


lalu Yuuki.


“Aku tahu semuanya termasuk awal mula masalah itu.” kata


Dark Sport setelah itu tersenyum kaku.


Seketika, senyuman lebar terpahat di wajah cantik Emma.


“Apa itu? Katakan semua yang kau tahu!”


“Eh? Tu-tunggu dulu! Ada syaratnya!”


“Syarat?” Emma menelengkan kepalanya melihat reaksi


ketakutan dari Dark Sport. Wanita itu tersenyum licik. “Ada apa dengan wajahmu


itu, Dark Sport? Apa ada rahasia yang Yuuki sembunyikan dariku?”


Pelan-pelan, Emma berdiri seraya mengeluarkan pistols


seraya memasukkan beberapa peluru tokarev itu ke dalamnya kemudian, mengarahkan


ujung pistol itu tepat di depan Dark Sport yang terduduk kaku di kursi makan.


Keringat dingin Aura itu bercucuran seiring dengan rasa takut yang kian

__ADS_1


mengambil alih jalan pikirannya.


Dark Sport panik. Namun, dia tidak mau dianggap tidak


sportif. Dengan tidak rela, Dark Sport pun membeberkan semua yang ia tahu


termasuk fakta-fakta mencengangkan yang tidak Emma ketahui.


“Semua masalah ini muncul ketika kau dan Yuuki berpisah


selama dua tahun. Saat itu, kalian kuliah di tempat yang berbeda. Lalu, Yuuki


tidak sengaja bertemu dengan Midnight yang sedang kerja sambilan menjadi


pelayan café. Sejak pertemuan itu, Yuuki menaruh hatinya pada Midnight sampai


saat ini. Dia tidak memberitahu kenyataan ini padamu.”


“Ooh… Rupanya ada wanita lain yang mau nikung kami


berdua?”


“Eh? Bukan! Midnight justru membenci Yuuki. Alasan


kenapa Midnight membenci Yuuki masih belum kuketahui. Lalu, masalahnya dengan


Carmine itu aku juga nggak begitu ngerti dan aku bingungnya… Kenapa Carmine


menaruh dendam pada Yuuki.”


“Ada lagi yang lain? Katakan saja semuanya! Biar


kuselesaikan semua masalahnya dengan begitu, waktuku dengan Yuuki nggak akan


terbuang sia-sia!” tegas Emma tak mau tahu.


“Baiklah… Informasi satu ini sebenarnya kudapat dari


seorang pria yang waktu itu sedang kurasuki. Morgan. Selama aku di dalam


tubuhnya, aku melihat semua yang Morgan lakukan. Dia selalu menghubungi adik


perempuannya dan membicarakn banyak hal yang berkaitan dengan Yuuki. Tapi, yang


satu ini benar-benar membuatku kaget.”


“Apa itu?”


perempuannya. Mereka juga sedang menyelidiki sesuatu tentang sahabat mereka


yang katanya sih, mati terbunuh di usia 15 tahun. Aku juga mendengar beberapa


percakapan mereka tentang tempat-tempat yang biasanya di datangi Yuuki. Aku


nggak tahu kenapa mereka kerap kali membahas itu. Kadang, aku mendengar suara


adiknya yang terdengar mau menangis lewat telepon. Adiknya selalu bilang kalau


anak yang terbunuh itu sebenarnya masih hidup. Akan tetapi, Morgan selalu menegaskan


padanya untuk menyelidiki lebih dalam Aura-aura yang merasuki tubuh manusia


belakangan ini. Sejujurnya, aku cukup kagum dengan rencana yang mereka rancang.


Mereka seperti agen rahasia saja. Ah! Aku ingat! Morgan itu sebenarnya bukan


nama aslinya. Nama aslinya adalah Ethan.”


Begitu nama itu tersebut, Emma terbelalak bukan main.


Seketika tubuhnya menengang akan informasi yang tidak sengaja Dark Sport


peroleh. Sebenarnya, Emma ingin memuji kehebatan Dark Sport dalam memperoleh


semua informasi itu meski tanpa rencana. Tapi, perhatiannya telah terpaku pada


identitas Morgan.


Ethan. Nama itu sangat familiar baginya. Begitu juga


dengan adiknya. Yah, banyak yang menggunakan nama Ethan, Emma tetap bersikeras


dan percaya bahwa pria bernama asli Ethan itu adalah sosok yang ia kenal semasa


dirinya menduduki bangku kelas 1 SMP sampai lulus SMP. Dan kasus gadis berusia


lima belas tahun yang terbunuh itu, Emma pernah mendengarnya.


“Hei, Dark Sport… Kalau pria itu bernama Ethan, lalu

__ADS_1


siapa nama adiknya? Apakah mereka itu kembaran?”


Dark Sport mengangguk, “Mereka kembaran. Nama adiknya


adalah Elena.”


“SUDAH KUDUGA! SEKARANG AKU PAHAM MAKSUD SEMUA MASALAH


INI! Hoho… Ternyata ada juga yang mau mengganggu rencana kami ya? Mereka tidak


tahu kalau aku masih punya satu lagi yang bisa membuat mereka bimbang. Eh?


TUNGGU DULU! KAU BILANG, YUUKI MENARUH HATI PADA MIDNIGHT?!”


“I-iya…”


“Begitu ya? Jangan khawatir… Aku nggak bakal berbuat


yang aneh-aneh pada Yuuki. Sekarang, aku paham dengan alur masalah ini.


Ngomong-ngomong, kau ada informasi lain tentang Midnight, tidak? Atau, ada


tidak informasi lain tentang Ethan dan Elena?”


“Ada. Ethan dan Elena. Kalau Ethan selama ini memiliki


nama lain Morgan, adiknya menggunakan nama Korea. Elena juga menyamar menjadi


mahasiswa dan sempat menjalin hubungan dengan Yo-han, diri Yuuki yang lain. Soal


Midnight, Ethan dan Elena masih meragukan identitasnya dan berencana ingin


bertemu dengannya. Tapi, Ethan bilang, dia punya satu masalah yang masih belum


terselesaikan. Dan masalah itu juga ada hubungannya denganmu.”


Dark Sport terdiam untuk sesaat. Dia rasa, sudah cukup


baginya membeberkan semua informasi tersebut sampai-sampai dirinya sukses


membuat Emma merasa puas.


Satu masalah yang tidak Yuuki ketahui dan masalah itu


hanya diketahui oleh Emma dan Dark Sport seorang. Seingat Dark Sport, saat itu


orang bernama Morgan alias Ethan itu juga terlibat bersama sahabatnya yang


sebenarnya memiliki hubungan erat dengan gadis yang belakangan ini terlihat


bersama Black Aura.


Sahabatnya meninggal ketika hendak menyelamatkan Morgan


yang akan Dark Sport rasuki. Kemudian, mereka berpapasan dengan pasutri. Pasangan


itu berniat menghubungi polisi namun, sepasang tangan menarik mereka ke portal


dunia Carnater dan membuat ,mereka terjebak di dunia itu. Sampai saat ini, Dark


Sport belum mendapatkan kabar apapun mengenai pasutri itu. Yang dia ingat,


dirinya yang sempat kewalahan itu dibantu oleh Emma.


Saat itulah, Emma melancarkan seluruh rencana yang sudah


ia susun sedemikian rupa di kepalanya demi menutupi kematian sahabatnya Morgan


yang disaat bersamaan merupakan mantan pacarnya. Datang ditemani seorang gadis  yang terlihat mabuk berat. Kemudian memberikan


kunci mobilnya serta menyuruh Dark Sport yang sudah sepenuhnya menguasai tubuh


Morgan untuk mengangkat tubuh pria yang sudah tidak bernyawa itu ke dalam kursi


belakang mobil.


"Ingatan itu... Dark Sport."


"Ya?" Dark Sport merespon ketakutan. Seluruh pandangannya mengarah ke ujung pistol di depannya.


"Aku ada rencana untuk mengakhiri semua masalah ini. Aku yakin, baik Yuuki maupun Midnight, mereka pasti akan bungkam kubuat." Emma menyeringai.


Seolah, peran antagonist itu sudah diambil alih sepenuhnya oleh Emma dimana Yuuki yang sekarang ini terlihat lengah sebab terus menerus memikirkan Midnight.


Emma sadar bahwa dirinya adalah perempuan dan dia sepatutnya marah pada Yuuki yang telah menyembunyikan beragam rahasia besar darinya.


Emma merasa, hubungannya dengan Yuuki saat ini berada di atas tali yang tipis. Ada Banyak sekali faktor yang menjadi penyebab tipisnya hubungan mereka itu. Pertama, kehadiran Midnight. Kedua, Aura-aura itu. Dan terakhir, masalah yang kerap kali menghampiri mereka tanpa di undang sekalipun. Tiga hal itu membuat benak Emma penuh dan semangat ingin mengakhiri semua itu membara di dalam dirinya. Begitu pula dengan rasa cemburunya. Tak kalah kuat dengan semangatnya itu.


Iris biru lautnya menatap pistol yang ia todongkan ke arah Dark Sport.

__ADS_1


Dalam keheningan ruangan itu, Emma melambungkan imajinasinya sekaligus bertanya-tanya. Bagaimana jadinya kalau pistol itu dia arah langsung pada Midnight?


~


__ADS_2