
Di tengah perjalan, mereka lewati tanpa adanya topic pembicaraan ringan dari mulut mereka. Hening seolah hanya hantulah yang mengendarai mobil saat itu.
Chloe sibuk menyetir mobilnya. Ia tidak bisa melepas pandangan matanya dari lampu merah yang masih bertahan. Sambil juga menunggu sepatah lontaran kata dari Black Aura yang kini tengah fokus mengaktifkan kemampuan mata pelacaknya.
Mencari keberadaan Aura yang menghuni tubuh manusia serta mencari keberadaan Aoi.
"Selain membunuh para Aura, apa aja yang kau lakukan?" tanya Chloe sekaligus memecahkan suasana hening diantara mereka.
"Anggota keluargaku dan memperbaiki cermin Carnater. Kau sendiri?".
"Hmmm... Pokoknya aku akan tetap ikut denganmu. Sampai misimu selesai. Yah, aku juga mengerjakan novel. Jadi kumanfaatkan waktuku bersamamu saat ini. Gak boleh di sia-siakan." Ungkap Chloe mengakhiri kalimatnya dengan senyuman manis.
Sebelum pada akhirnya, ia kembali menjalankan mobilnya karena lampu hijau telah menunjukkan dirinya.
"Keluargamu ya... Yang paling kuingat Silentwave. Dia kepala keluarga sekaligus pemimpin Mega Vile, bukan?" tebak Chloe yang mendadak teringat akan rentetan tulisan di buku sejarah Mega Vile.
"Sebenarnya kepala keluarga yang asli adalah Megawave. Silentwave hanya memimpin kelompok kami. Dia juga sangat kami butuhkan karena cuma dia satu-satunya yang memiliki kemampuan teleportasi serta dapat membuka portal ke berbagai tempat.
"Sayangnya, kami justru malah terpisah-pisah oleh Legend Aura dan berakhir dengan rusaknya cermin Carnater. Kami pun terdampar di dunia nyata ini tanpa memiliki pengetahuan apapun mengenai dunia kalian.".
"Wah, pasti kau udah melewati masa-masa berat, bukan? Kau bahkan bisa berbicara seperti manusia pada umumnya." Puji Chloe.
Black Aura menghela nafas lelah. "Dari awal, bahasa kita sama. Karena ibuku seorang manusia.".
"Eh? Apa?? Manusia??" Chloe terbelalak kaget mendengarnya. "Pantas...Berarti... Ibumu aslinya berasal dari sini dong?! Ah, sumpah! Jadi buat aku makin tertarik!".
"Jangan main yakin. Ibuku bisa membuat pikiranmu terombang ambing. Dia orang yang manipulative terhadap orang yang ia benci. Dia juga bisa membuat kita seolah percaya dengan apa yang ia katakan meskipun sebenarnya itu hanyalah kebohonhan.
"Tapi, apapun yang kuceritakan anggap aja cuma fiksi. Terutama ibuku. Jangan berani kau publikasikan sosok ibuku di medsos kalian. Jika iya, aku gak akan segan membunuhmu." Ancam Black Aura disertai dengan tatapan yang menusuk tajam pada Chloe.
"Fine... Fine... Aku paham. Tapi aku ingin sekali bertemu dengannya!" pinta Chloe memelas. Tak lupa dengan tatapan imutnya yang ia tunjukkan tanpa rasa malu sedikitpun.
Black Aura menoleh cepat tak percaya pada Chloe. "Ekspresi apaan itu? Menjijikkan!".
"Astaga... APA?! MENJIJIKKAN??!! BERANI SEKALI KAU, ANAK MUDA?!" gertak Chloe gak terima.
"Siapa suruh masang muka aneh seperti itu?" Black Aura tak mau kalah.
Chloe semakin terpancing emosinya. "Lihat saja! Sekali lagi aku dengar kata-kata 'menjijikkan' kau akan kubunuh! Titik!".
Black Aura mendengus licik. Ia merasa perkataan Chloe barusan tidak ada apa-apanya. Tentu saja! Mengingat dirinya memiliki kelebihan.
"Aku minta maaf tapi, untuk ukuranmu... Kau sombong juga. Aku gak yakin apa kau bisa mengalahkanku atau tidak? Yah, kita lihat saja nanti.".
Chloe berdecak sebal. Manusia dan Aura memang tidak ada bedanya. Sama-sama menyebalkan! Tapi, diam-diam ia sadar kalau sisi menyebalkan mereka itu bisa saja membuatnya terhibur dan mencairkan suasana hening diantara mereka.
Sejujurnya, Chloe akui bahwa remaja yang tengah sibuk melacak keberadaan Aura ini, adalah remaja yang baik. Kalaupun jahat, dia akan mencari titik kelemahan remaja ini dan kembali membuatnya menjadi baik. Tidak semua penjahat itu sepenuhnya jahat.
"Hei... Menurutmu, tersesat di tempat yang gak kau kenal itu bagaimana rasanya?" Chloe kembali memandang Black Aura. Kali ini ia benar-benar serius dengan pertanyaan yang baru saja ia lontarkan.
"Pusing...".
"Singkat sekali?".
__ADS_1
"Mau bagaimana? Jawabanku sudah mencakupi apa yang kurasakan saat itu..." jawabnya datar.
"Soal tadi... Aku minta maaf ya. Aku memang kesal tapi setidaknya, kau ada disini. Jadi, aku gak merasa sendirian amat." Chloe mengungkapkan rasa bersalahnya dengan pipi yang merona merah.
"Iya... Aku juga...".
"Btw... Kau udah nemu belum Aura-aura itu?".
"Selama perjalanan aku menemukan banyak, tapi akan kubereskan nanti selama Legend Aura belum mendatangi mereka.".
"Begitu ya? Hmmm... Kok bisa ya, kejadian ini muncul tiba-tiba? Heran aja...".
Black Aura terkekeh kecil Membuat Chloe yang mendengarnya membelalak matanya sebulat bola pingpong.
"Kau bisa ketawa?".
"Tentu saja..." Black Aura masin terkekeh. Entah apa yang lucu saat itu. "Aku juga heran kenapa?".
"Aiiishhh! Kenapa malah balik bertanya?".
"Lupakan! Ngomong-ngomong... Gedung disana warnanya banyak." Black Aura memperlihatkan telunjuknya yang mengarah pada sebuah gedung. Gedung yang tak lain adalah mall.
"Bukannya kau pernah kesana?".
"Bukan... Yang di dalam gedung itu. Ada gambar burung.".
Chloe terkejut bukan main dan dilanjutkan dengan gelak tawanya. "Astaga, Black Aura... Itu ayam! Kau mau makan ya?".
"Mau coba aja, sih... Gak mungkin juga tinggal disini tapi gak makan apa-apa? Bisa mati akunya!" Protes remaja itu dan kembali pada posisi duduknya.
"Baik... Aku beliin. Tapi, di hemat ya! Soalnya bekal kita gak banyak. Laptop dan HP yang kubawa juga jangan sampai rusak. Mereka berdua sangat berharga." Tutur Chloe seraya memutar setir mobilnya dan beralih menuju tempat dimana gambar ayam itu berada.
"Kuharap kau gak menyesal makan makanan kami." Lanjutnya lagi.
Black Aura tidak merespon dan kembali mengaktifkan kemampuan pelacaknya.
"Jangan lama-lama...".
"Astaga... Udah kek babu aja disini! Oke! fine! Tunggu disini jangan kemana-mana! Kalau ada orang lewat atau mengetuk atau terjatuh segala macam, abaikan saja. Tunggu sampai pemilik mobil ini kembali ke tempatnya!" Perintah Chloe diiringi dengan jari telunjuk yang terus-terusan menunjuk Black Aura.
Kesannya agak mengancam, tapi cukup tahu aja...
"Iya...".
Begitu mendapat respons 'iya' dari Black Aura, Chloe otomatis meninggalkan mobilnya sejenak. Dalam diam ia tertawa akan waktu yang baru saja ia lalui. Lucu saja entah kenapa. Setidaknya, dia bisa membuat Aura itu tidak kaku amat dan belajar sedikit demi sedikit cara berekspresi.
"Kau akan belajar banyak disini dan aku juga akan mendapatkan pengalaman banyak selama kau disini..." batin Chloe yakin.
~
"Aku penasaran... Selain Aura, apa ada musuh lain yang Black Aura hadapi? Moga aja... Manusia kaga...".
"Hi, Chloe!" seorang pria bersuara lantang tiba-tiba menyapanya. Suaranya nyaris membuat gadis itu meloncat dari tempat duduknya disaat sedang menunggu pesanan ayamnya selesai.
__ADS_1
"Kau lagi?!!!".
"Iya! Gak kusangka kita bakal bertemu lagi." Seru pria tersebut antusias.
"Cih! Gak ada yang namanya 'kita'! Hanya ada aku dan kau! Aneh... Kenapa kau selalu mengikutiku, hah?" omel Chloe sambil berkacak pinggang dengan percaya diri di depan pria yang kemarin ia jumpai di mall saat memilih pakaian.
"Aiiishhh... Namaku Morgan, sayang... Aku tidak mengikutimu. Justru, takdirlah yang mempertemukan kita." Balasnya diakhiri dengan kedipan matanya.
Chloe terperanjat melihat kedipan mata tersebut. Menjijikkan!
"Kau ini anak siapa sih? Seenak jidatmu aja memanggilku 'sayang'!".
"Selama statusmu masih single, aku akan terus mengejarmu. Toh, Aoi kan cuma sahabatmu. Bukan pacarmu.".
Chloe perlahan-lahan geram dengan tingkah laku pria ini. Tak tau diri sekali. Padahal belum lama kenal. Bahkan! Belum lama dekat, bisa-bisanya menyapanya dengan ungkapan 'sayang'? Mau muntah cuma takut kabur aja Pelanggan di restoran ini.
"Kau jangan seenaknya menyebut nama Aoi! Hilangnya Aoi bukan berarti kau mendapat kesempatan emas untuk memdekatiku! Aku bukan tipe orang yang suka berpacaran! Ingat! Masih banyak yang harus kulakukan di masa mudaku! Kau yang bukan siapa-siapaku jangan berani-berani menyentuhku atau kau akan kulaporkan ke polisi!" ancam Chloe lagi-lagi ia mengandalkan jari telunjuknya.
"Bacot aja~ Aku tahu sebenarnya kau suka sama cowo cosplayer yang sering kau ajak jalan-jalan itu~ Aku tau kau suka dia. Kutebak, saat Aoi balik, kau bakal meninggalkan cosplayer itu."
Lagi-lagi! Morgan bukannya takut justru semakin ngelantur yang aneh-aneh. Membuat gadis di depannya semakin terpancing emosinya.
"Eh? APA?! SEJAK KAPAN AKU SUKA DIA?!" Bentak Chloe tak terima.
Seluruh perhatian pengunjung yang berada di restoran auto tertuju pada Chloe dan membuat gadis itu harus menanggung rasa malunya. Untunglah tidak berlangsung lama karena, mereka kembali difokuskan dengan hidangan ayam yang lezat tersebut.
Kejadian barusan benar-benar mengacaukan pikiran gadis itu. Chloe menghela nafas berat dan kembali memasang tatapan geramnya pada Morgan.
"Jujur saja... Aku heran dengan tingkahmu! Kau agak kekanak-kanakkan dan.. Aneh pokoknya! Hadehh... Bagaimana caraku mengatasi pria setengah waras ini? Jangan-jangan Kau korban yandere simulator ya? Jangan bilang, kau terobsesisi dengan Ryoba?".
"Eh? Kau tau game itu?".
Awalnya Chloe agak kaget mendapatkan reaksi tak percaya dari Morgan. Namun, kepalanya memilih untuk mengangguk pelan.
"Dulu, aku dan abangku selalu memainkannya. Yah, entah kenapa menjadi sosok Ryoba Aishi itu menyenangkan. Dia benar-benar gigih demi mendapatkan doi-nya. Maksudku, senpai-nya. Sama seperti anaknya. Bahkan ia sampai membunuh satu sekolah." Tutur Chloe pelan-pelan mulai menyatu dengan topik yang sedang mereka bicarakan saat ini.
"Iya... Iya! Saat memainkan game itu, aku benar-benar dapat feel membunuhnya, hehe... Kau pernah main mod lain? Seperti mod-nya Amai Odayaka?".
"Amai! Mod-nya bikin laper sumpah!".
Morgan terbahak dahsyat. "Yes! So do i! Bikin laper tapi imutnya dapat!".
"Mod Oka Ruto? Aku juga suka! Ah! Aoi Ryugoku! Badasss! Anehnya, di mod itu bakal nemu kembaran kita lagi. Belum lagi bunuh beberapa anak osisnya.".
Entah ini jebakan atau tidak, Chloe tidak bisa mengelak dari topik yang sedang mereka bicarakan itu. Ia perlahan-lahan mulai larut dan tanpa sadar nyaman dengan apapun yang Morgan lontarkan.
Saking nikmatnya, Chloe diam-diam melupakan seorang remaja bermanik violet yang kini sibuk beradu kekuatan dengan musuhnya.
~
(Maaf atas kecerobohan saia'-' karena terjadi kesalahan penulisan episodenya'-'niatnya mau tulis Chapter 15, tapi yah karena Udah ke upload duluan jadi gak bisa diubah lagi'-' Udah dicoba dan diubah jadi chapter 15 tetap aja masih tertulis chapter 5... gomen nasaii 🙏🙏)
anggap aja chapter 15 ya...
__ADS_1
tapi Klo Udah kubah jadi 'Chapter 15' bukan 'chapter 5' ya... baguslah 😅