Pristine Fantasy: Our Bond

Pristine Fantasy: Our Bond
Chapter 162 {Season 2: Aura dan Chloe vs Aura}


__ADS_3

Saat Black Aura palsu itu menggunakan kemampuan terkuatnya yaitu Reverse, seluruh Carnater geger menyadari langit di atas kepala mereka berubah menajdi merah.


Midnight otomatis mendongakkan kepalanya keatas mengetahui cahaya di sekitarnya yang semula segelap malam berubah menjadi terang. Langit merah disusul dengan lima belas pilar yang muncul menembus langit.


“I-itu…!” Midnight terbelalak.


“Merah?” Jacqueline terkejut bukan main memandang langit di atasnya berubah merah. Ditambah lagi dengan suara gesekan pedang yang bergema.  Kelihatannya, ada Aura yang sedang terlibat dalam pertarungan. Atau mungkin,,,


“Chloe!” seru Jacqueline.


~


Chloe berlari menghindari laser yang hendak menyerangnya. Bisa bahaya kalau dirinya sampai terkena laser itu. Apa tidak hangus dia layaknya abu. Dan lagi, ini kali pertamanya Chloe melihat kekuatan terkuat Black Aura. Meskipun bukan Black Aura asli yang menggunakannya, setidaknya Chloe tahu. Benar-benar mengerikan kekuatannya. Tidak hanya laser, ada hujan pisau dan pedang menyusul.


Kekuatan Reverse Black Aura kali ini seolah mentargetkan rasa sakit lawannya. Chloe melirik ke Black Aura palsu yang berubah ke bentuk reverse. Senyuman seringai terukir di wajahnya. Aura itu juga kelihatan menikmati jalan bertarungnya saat ini.


“Black Aura! Tangkap!” teriak Chloe seraya melempar pedang Black Aura reverse yang jatuh tepat di sampingnya tapi, Chloe ambil.


Black Aura segera menangkap pedang tersebut. Kemudian, menebas udara hingga menimbulkan bekas tebasan pedangnya tersebut. Dengan bekas tebasan itu, keluarlah setidaknya dua puluh pedang yang ia arahkan ke Black Aura reverse alias yang palsu itu.


“Percuma…” lirih Black Aura reverse itu. Dia mengangkat tangannya, menambahkan jumlah pilar yang ada di daerah itu. Lima belas ditambah lima belas sama dengan tiga puluh pilar. Pilar-pilar itulah yang mengeluarkan laser yang digunakannya untuk menghanguskan sekaligus mempersempit pergerakan lawannya. Seperti saat ini dimana Chloe yang hendak berlari ke samping terpaksa harus putar balik lantaran ujung sepatunya nyaris saja mengenai laser.


Black Aura berteleportasi setelah itu menendang kepala Black Aura reverse di depannya. Tendangannya itu langsung ditangkis oleh Black Aura reverse itu.


“Ketahuan…” bisiknya seraya menancapkan pedang ke kaki Black Aura lalu, memegang pedangnya dan melempar Black Aura itu  ke bawah.


“Cih!” Black Aura berusaha bangun. Punggungnya terasa sakit usai menghantam dinding bagian depan bangunan terbengkalai tersebut. Selain itu, berhadapan dengan dirinya yang lain tapi dalam bentuk reverse bukanlah hal yang mudah. Pertarungannya kali ini berbeda dari pertarungan yang biasanya ia lakukan dengan Aura lain. Rasa sakit akibat serangan Black Aura reverse itu memiliki effect yang kuat. Bahkan untuk berdiri saja, kedua kakinya sampai gemetar hebat.

__ADS_1


“Jadi, ini yang dirasakan mereka saat melawanku?” pikir Black Aura resah.


“Aura! Di belakangmu!” panggil Chloe yang otomatis menarik perhatian Black Aura.


“Eh?” Black Aura terkejut bukan main melihat ada laser yang hendak mengarah padanya. Sementara, entah sejak kapan kedua kakinya tertusuk oleh enam pedang Black Aura reverse itu. Bahaya.


“Aura!” Chloe berlari secepat mungkin ke arah Black Aura bahkan sampai melompat-lompat untuk mempercepat langkahnya. Pergerakan Black Aura saat ini diblokir dengan pedang kembarannya. Sementara laser di belakangnya terus berjalan dan tak lama lagi akan mengenainya. Meski takut, Chloe merasa pedang yang ia bawa ini cukup untuk menangkis laser tersebut.


“Jangan khawatir, aku akan melindungimu!” teriak Chloe. Tepat saat sepatunya menapak tanah, gadis itu melempar pedangnya ke atas. “Tukar dirimu, Aura!”


Black Aura tersenyum. Tanpa pikir panjang, dia segera menjentikan jarinya. Alhasil, pedang yang terlempar ke atas itu bertukar posisi dengan Black Aura yang tadinya hendak terkena laser.


BUAK!


“Kyaaaaaa!” jerit Chloe usai menerima tinjuan dari Black Aura reverse. Chloe pun berakhir menabrak dinding. Parahnya lagi, dia sampai batuk darah.


“Tubuhku… Aku nggak bisa bergerak!”


Black Aura Reverse itu berdiri di hadapan Chloe dengan seringai lebar serta tatapan membunuh yang kental. Chloe yang melihat tatapan itu merasa rapuh. Wajahnya berubah pucat bersamaan dengan perasaan takut akan kematian menguasai pikirannya.


“Kau nggak bisa bergerak ya?” tanya Black Aura Reverse seraya mencekik Chloe.


Sesak, panas, Chloe tidak menyangka akan sesakit ini rasanya. Untuk melirik wajah Black Aura Reverse itu, pandangannya berubah buram.


“Kelihatannya, pacarmu kali ini nggak bisa menyelamatkanmu,”  ujar Black Aura Reverse itu sambil memperlihatkan pada Chloe, Black Aura yang seluruh pergerakannya diblokir oleh puluhan batang besi panjang yang sengaja ia tancapkan di tangan dan kaki Black Aura.


Chloe tidak merespon. Nafasnya semakin sesak seiring eratnya cekikan Black Aura Reverse itu.

__ADS_1


“Katakan selamat tinggal untuk semuanya!” seru Black Aura Reverse itu seraya meluncurkan tangan runcingnya mengarah ke perut Chloe.


Chloe reflex menutup matanya sampai tangan itu menembus hingga wajahnya terciprat oleh cairan yang ia yakini itu darah.


Aku mati… Aku mati… Darah di pipiku ini nyata…


Benar. Hidung Chloe mencium bau anyir di sekitarnya dan juga suara tetesan darah yang deras.Tak salah lagi, darah itu adalah miliknya. Akan tetapi, satu menit berjalan, Chloe masih tidak merasakan sakit apapun baik di perut, pundak, maupun dada. Lantas…


“Midnight!” Chloe terbelalak mengetahui tangan Black Aura Reverse itu menembus pundak kanan Midnight.


Pantas saja dirinya tidak merasakan sesak setelah satu menit kemudian. Tangan kanan Black Aura Reverse itu melayang usai ditebas Midnight dengan katananya. Namun, wanita berkacamata itu jadinya malah berkorban demi melindunginya.


“Cih!” Black Aura Reverse itu berdecak sebal. Rasa sakit di bagian lengan kanannya membuat dirinya melemas. Sebelum benar-benar lemas karena serangan Midnight tadi, Black Aura menambah luka Midnight dengan mendorong tangannya ke bawah sehingga luka Midnight yang semula hanya di bagian pundak memanjang sampai ke perut.


“Akh!” Midnight yang nyaris saja tumbang itu mengambil kesempatan menyerang. Dengan katananya, dia menebas Black Aura Reverse hingga darah merahnya bercipratan membasahi dirinya.


“Lemah juga kau rupanya,” ejek Midnight sambil menarik paksa katananya dari tubuh Black Aura Reverse itu.


“Cukup!” Chloe yang tidak sanggup melihat Midnight diserang sampai terluka parah, menarik tubuh Midnight dan menjauh dari Black Aura Reverse itu.


“Hai, Chloe!” sapa Midnight berusaha mengabaikan rasa sakitnya. Dia juga menyempatkan dirinya melambaikan tangan disertai senyuman manisnya.


“Cih! Bukan waktunya untuk bercanda, Midnight!” bentak Chloe tapi tidak bisa menutupi sisi cengengnya. Air matanya mengalir sederas-derasnya lantaran merasa khawatir dengan kondisi Midnight saat ini.


“Hahaha… Kalau nggak bercanda, entar makin sakit jadinya,” balas Midnight disertai batuk berdarah.


Chloe menggigit ujung bibirnya sampai akhirnya dia berteriak dengan air mata yang mengalir tanpa kata henti.

__ADS_1


“Kenapa… Kenapa kau melindungiku, Midnight?!” dan Midnight hanya membalas pertanyaan Chloe dengan senyuman tipis di wajahnya.


~


__ADS_2