Pristine Fantasy: Our Bond

Pristine Fantasy: Our Bond
Chapter 166 [season 2: semangat Chloe]


__ADS_3

Chloe dan Midnight berlari dengan membawa senjata yang


sudah mereka persiapkan. Pedang Black Aura dan boomerang. Kedua perempuan itu


berlari sambil menghindari laser-laser yang hendak menyerang mereka. Layaknya


petarung, Chloe dan Midnight bahkan bisa menghindari beberapa serangan Black


Aura Reverse dengan baik.


Chloe melirik ke tempat di mana Black Aura tengah


memainkan pedangnya dengan sengit terhadap Black Aura reverse kembaranya.


Seketika, senyum seringai terukir di wajah Chloe seolah dirinya menemukan


kesempatan yang bagus untuk membantu Black Aura mengalahkan kembarannya


tersebut. Oleh karena itu, Chloe meminta Midnight untuk berpencar.


“Oke, berjuanglah!” ucap Midnight berbelok ke kanan,


tepatnya ke tempat di mana Megawave sedang berusaha menyembuhkan Captain yang


terluka parah.


Oh, ya! Benang merah itu sampai sekarang masih berada


digenggaman Chloe. Karena penting, Chloe memutuskan untuk terus memegang benang


tersebut sampai mereka menemukan dalang dibalik semua kekacauan di Carnater


ini. Walaupun tidak instan, dengan usaha mereka pasti bisa menemukan orang


tersebut.


“Black Aura!” panggil Chloe melompat setinggi mungkin


setelah sepatunya menapak di sebuah patahan dinding bangunan dan membiarkan


tubuhnya melayang menghampiri Black Aura Reverse.


“Rasakan ini!” serunya seraya menebas leher Black Aura


Reverse hingga darah merahnya terbuang begitu banyak. Black Aura Reverse itu


tersentak kaget mendapati lehernya yang terluka sangat parah. Parahnya lagi,


rasa sakit yang timbul dari serangan Chloe melebihi miliknya dan Black Aura


yang asli.


“Apa yang…” Black Aura Reverse itu nyaris saja tumbang


karena kehabisan darah. Namun, tekad dan keinginannya terlalu kuat untuk


dikalahkan. Sebab itulah, Black Aura Reverse itu membalas serangan Chloe dengan


menendang pinggang gadis itu. Sayang, usahanya terhalang oleh dirinya yang


asli.


Black Aura menggenggam erat kaki kembarannya dengan


tatapan dingin yang menusuk. “Jangan pernah sentuh Chloe!” katanya disusul


dengan tinjuan keras mengarah tepat ke wajah Black Aura Reverse itu.


Dalam sekejap, tubuh Aura itu terpental sangat jauh


menghantam dinding bangunan terbangkalai hingga roboh.


“Aura!” seru Chloe, melompat dan memeluk pacarnya. “Kau


nggak papa?”


Seperti biasanya, Black Aura tersenyum menanggapi apapun


yang dikatakan mulut pacarnya tersebut. Aura itu membalas pelukan Chloe seraya


menjawab pertanyaan gadis itu. “Jauh lebih baik. Kau sendiri?”


“Sama! Aura, ayo, kita serang kembaranmu sama-sama! Abis


itu, kita cari pelaku yang membuat kekacauan di duniamu!” ajak Chloe

__ADS_1


bersemangat.


Sementara, Black Aura hanya terkekeh menanggapi ajakan


dari Chloe. Selain terlalu senang, Chloe juga percaya diri dalam membuat suatu


keputusan. Yah, semoga saja, selama pertarungan sengit itu berlangsung, Chloe


baik-baik saja.


Merasa cukup dengan kenyamanan yang Chloe berikan melalui


pelukan hangat, Black Aura merenggangkan pelukan tersebut dan untuk beberapa


saat memandang wajah Chloe yang cantik itu. Black Aura akui, wajah itu hampir


setiap saat membuatnya terpesona. Gadis yang berada dihadapannya ini sangat


langka. Karena itulah, Black Aura harus menjaga pacarnya sampai mereka meraih


mimpi yang mereka rancang setiap malam. Tepatnya di bawah langit malam yang


dipenuhi oleh ribuan ras bintang.


“Ayo! Tapi, kau jangan terlalu bersemangat ya!”


“Yoi, beb!” balas Chloe. Entah karena terlalu bersemangat


atau memang sudah pada dasarnya keinginan gadis itu, Chloe mengecup singkat


bibir Aura bermanik violet itu hingga rona emrah mewarnai wajahnya. Setelah


membuat Black Aura memanas karena serangan kejutan tapi manis, Chloe dengan


santainya melanjutkan pertarungan melawan Black Aura Reverse. Seolah aksinya


tadi itu wajar dilakukan oleh pasangan yang saling mencintai satu sama lain.


“Ayo, kita serang Black Aura palsu itu!” teriaknya


bersemangat. Tak lama kemudian, berlari mengejar Black Aura Reverse hingga


dirinya terlibat dalam pertarungan sengit yaitu manusia melawan Aura. Atau


lebih tepatnya, Chloe melawan Black Aura Reverse. Jika dilihat dari ukuran


itu patut diacungi jempol.


Gadis itu berbeda dari dirinya yang dulunya sering


bersembunyi dan merengek layaknya anak kecil. Chloe yang sekarang Black Aura


kenal jauh lebih bersemangat dan pantang menyerah. Apalagi saat gadis itu


memainkan pedang Black Aura seakan pedang itu memang miliknya sejak awal.


Black Aura tersenyum tipis. Hatinya mengakui bahwa


dirinya bahagia. Bisa bertemu dengan seseorang yang bisa memahaminya,


membuatnya tertawa serta merasakan semua emosi, dan juga membuatnya belajar


mengerti akan ikatan yang dia jalin saat ini. Saat manik violetnya memandang


Chloe yang tengah sibuk menghajar Black Aura Reverse tanpa mengalami luka


sedikitpun, dada Aura itu merasa panas.


Ketika helai rambut pirangnya menari-nari mengikuti


gerakan tubuh Chloe, Black Aura bisa menyimpulkan dari lubuk hatinya terdalam


bahwa dirinya sangat mencintai Chloe dan tidak ingin kehilangan gadis itu.


Bagaimanapun caranya, Black Aura akan mengerahkan segalanya demi melindungi


gadis langka tersebut.


Perasaannya ini, tak peduli berapa decade waktu berputar,


perasaannya terhadap Chloe tidak akan berubah kecuali berkembang menjadi cinta.


“Ai…” itulah yang dikatakan Midnight padanya.


Midnight sering bilang pada Black Aura kalau cinta itu

__ADS_1


rumit. Namun, dibalik kerumitan tersebut, akan ada hal manis yang akan menjadi


akhir dari semua konflik yang ia lewati bersama pasangan yang ia cintai itu.


“Chloe… Dia…” Black Aura menelan salivanya, kemudian


tersenyum lebar. Tanpa ia sadari, air matanya mengalir saking bahagiannya bisa


bertemu dengan Chloe lagi. Bahagia mengetahui pacarnya baik-baik saja.


Tunggu apalagi?


Black Aura menyeringai, kemudian berteleportasi  ke tempat Chloe dan Black Aura Reverse itu


bertarung.


Suara pedang yang beradu dengan sengit dihadapan mata dan


kepala mereka, mendadak terhenti lantaran kehadiran sabit milik Black Aura yang


menembus pundak Black Aura Reverse tanpa diketahui Aura itu sendiri.


“Bagus Aura!” puji Chloe.


“Thanks…” balas Black Aura.


Tak hanya sabit, Black Aura kemudian membuka portal, dan


menembakkan beberapa pisau yang asalnya dari portal yang ia buka tersebut.


Black Aura Reverse itu berdecak sebal. Pertama diserang


manusia. Kedua, diserang kembarannya yang mendadak menjadi kuat begini.


“Kau akan mati, diriku!” tegas Black Aura seraya menusuk


kembarannya sampai tembus.


“Kau akan mati, dasar tiruan murahan!” ejek Chloe dengan


nada tinggi yang sebenanrya sanggup memekakkan telinga Black Aura.


“Astaga, suaramu…” lirih Black Aura sambil memisahkan dan menjauhkan


kedua telapak tangannya dari telinganya.


Tawa Chloe seketika meledak. Untunglah masih dalam


batasan normal sehingga tidak mengganggu jalan pertarungan sengit saat itu.


“Maaf-maaf… Memang dari dulu kebiasaan jelek itu agak sulit kuubah,” ungkap


Chloe malu.


“Nggak jelek kok. Tapi imut,” bisik Black Aura. Dalam


diam, dia menundukkan kepalanya bermaksud menyetarai pandangannya dengan Chloe.


Setelah itu, barulah dia mengecup bibir merah Chloe.


“Aaa…. AAAAAA! APA-APAAN INI?!” protes Chloe ditambah dengan


wajahnya yang berubah menjadi semerah tomat disertai kedua tangannya yang


bergarak-gerak tak jelas. Chloe mendadak tak waras setelah mendapatkan kecupan


singkat itu dari pacar Auranya.


Black Aura terkekeh geli, sambil mendaratkan sebuah


sentilan kecil di kening gadis itu. “Balasan karena udah menyerangku duluan.”


“Oh, gitu ya? Sa ae lo…” ujar Chloe, menyilangkan kedua


lengannya. Gadis itu berusaha menstabilkan Irama nafasna serta menghapus warna


merah tomat di wajahnya. “Pertarungan masih berlanjut, kan?”


“Masih,” Black Aura menjawab pertanyaan Chloe santai sambil


kemudian berpindah tempat ke belakang gadis itu untuk menebas kembarannya


dengan sabit.


“Intinya, kita satu unit terus ya, sampai kembaranmu ini kalah.”

__ADS_1


“Iya.”


~


__ADS_2