
Chloe dan Midnight berlari dengan membawa senjata yang
sudah mereka persiapkan. Pedang Black Aura dan boomerang. Kedua perempuan itu
berlari sambil menghindari laser-laser yang hendak menyerang mereka. Layaknya
petarung, Chloe dan Midnight bahkan bisa menghindari beberapa serangan Black
Aura Reverse dengan baik.
Chloe melirik ke tempat di mana Black Aura tengah
memainkan pedangnya dengan sengit terhadap Black Aura reverse kembaranya.
Seketika, senyum seringai terukir di wajah Chloe seolah dirinya menemukan
kesempatan yang bagus untuk membantu Black Aura mengalahkan kembarannya
tersebut. Oleh karena itu, Chloe meminta Midnight untuk berpencar.
“Oke, berjuanglah!” ucap Midnight berbelok ke kanan,
tepatnya ke tempat di mana Megawave sedang berusaha menyembuhkan Captain yang
terluka parah.
Oh, ya! Benang merah itu sampai sekarang masih berada
digenggaman Chloe. Karena penting, Chloe memutuskan untuk terus memegang benang
tersebut sampai mereka menemukan dalang dibalik semua kekacauan di Carnater
ini. Walaupun tidak instan, dengan usaha mereka pasti bisa menemukan orang
tersebut.
“Black Aura!” panggil Chloe melompat setinggi mungkin
setelah sepatunya menapak di sebuah patahan dinding bangunan dan membiarkan
tubuhnya melayang menghampiri Black Aura Reverse.
“Rasakan ini!” serunya seraya menebas leher Black Aura
Reverse hingga darah merahnya terbuang begitu banyak. Black Aura Reverse itu
tersentak kaget mendapati lehernya yang terluka sangat parah. Parahnya lagi,
rasa sakit yang timbul dari serangan Chloe melebihi miliknya dan Black Aura
yang asli.
“Apa yang…” Black Aura Reverse itu nyaris saja tumbang
karena kehabisan darah. Namun, tekad dan keinginannya terlalu kuat untuk
dikalahkan. Sebab itulah, Black Aura Reverse itu membalas serangan Chloe dengan
menendang pinggang gadis itu. Sayang, usahanya terhalang oleh dirinya yang
asli.
Black Aura menggenggam erat kaki kembarannya dengan
tatapan dingin yang menusuk. “Jangan pernah sentuh Chloe!” katanya disusul
dengan tinjuan keras mengarah tepat ke wajah Black Aura Reverse itu.
Dalam sekejap, tubuh Aura itu terpental sangat jauh
menghantam dinding bangunan terbangkalai hingga roboh.
“Aura!” seru Chloe, melompat dan memeluk pacarnya. “Kau
nggak papa?”
Seperti biasanya, Black Aura tersenyum menanggapi apapun
yang dikatakan mulut pacarnya tersebut. Aura itu membalas pelukan Chloe seraya
menjawab pertanyaan gadis itu. “Jauh lebih baik. Kau sendiri?”
“Sama! Aura, ayo, kita serang kembaranmu sama-sama! Abis
itu, kita cari pelaku yang membuat kekacauan di duniamu!” ajak Chloe
__ADS_1
bersemangat.
Sementara, Black Aura hanya terkekeh menanggapi ajakan
dari Chloe. Selain terlalu senang, Chloe juga percaya diri dalam membuat suatu
keputusan. Yah, semoga saja, selama pertarungan sengit itu berlangsung, Chloe
baik-baik saja.
Merasa cukup dengan kenyamanan yang Chloe berikan melalui
pelukan hangat, Black Aura merenggangkan pelukan tersebut dan untuk beberapa
saat memandang wajah Chloe yang cantik itu. Black Aura akui, wajah itu hampir
setiap saat membuatnya terpesona. Gadis yang berada dihadapannya ini sangat
langka. Karena itulah, Black Aura harus menjaga pacarnya sampai mereka meraih
mimpi yang mereka rancang setiap malam. Tepatnya di bawah langit malam yang
dipenuhi oleh ribuan ras bintang.
“Ayo! Tapi, kau jangan terlalu bersemangat ya!”
“Yoi, beb!” balas Chloe. Entah karena terlalu bersemangat
atau memang sudah pada dasarnya keinginan gadis itu, Chloe mengecup singkat
bibir Aura bermanik violet itu hingga rona emrah mewarnai wajahnya. Setelah
membuat Black Aura memanas karena serangan kejutan tapi manis, Chloe dengan
santainya melanjutkan pertarungan melawan Black Aura Reverse. Seolah aksinya
tadi itu wajar dilakukan oleh pasangan yang saling mencintai satu sama lain.
“Ayo, kita serang Black Aura palsu itu!” teriaknya
bersemangat. Tak lama kemudian, berlari mengejar Black Aura Reverse hingga
dirinya terlibat dalam pertarungan sengit yaitu manusia melawan Aura. Atau
lebih tepatnya, Chloe melawan Black Aura Reverse. Jika dilihat dari ukuran
itu patut diacungi jempol.
Gadis itu berbeda dari dirinya yang dulunya sering
bersembunyi dan merengek layaknya anak kecil. Chloe yang sekarang Black Aura
kenal jauh lebih bersemangat dan pantang menyerah. Apalagi saat gadis itu
memainkan pedang Black Aura seakan pedang itu memang miliknya sejak awal.
Black Aura tersenyum tipis. Hatinya mengakui bahwa
dirinya bahagia. Bisa bertemu dengan seseorang yang bisa memahaminya,
membuatnya tertawa serta merasakan semua emosi, dan juga membuatnya belajar
mengerti akan ikatan yang dia jalin saat ini. Saat manik violetnya memandang
Chloe yang tengah sibuk menghajar Black Aura Reverse tanpa mengalami luka
sedikitpun, dada Aura itu merasa panas.
Ketika helai rambut pirangnya menari-nari mengikuti
gerakan tubuh Chloe, Black Aura bisa menyimpulkan dari lubuk hatinya terdalam
bahwa dirinya sangat mencintai Chloe dan tidak ingin kehilangan gadis itu.
Bagaimanapun caranya, Black Aura akan mengerahkan segalanya demi melindungi
gadis langka tersebut.
Perasaannya ini, tak peduli berapa decade waktu berputar,
perasaannya terhadap Chloe tidak akan berubah kecuali berkembang menjadi cinta.
“Ai…” itulah yang dikatakan Midnight padanya.
Midnight sering bilang pada Black Aura kalau cinta itu
__ADS_1
rumit. Namun, dibalik kerumitan tersebut, akan ada hal manis yang akan menjadi
akhir dari semua konflik yang ia lewati bersama pasangan yang ia cintai itu.
“Chloe… Dia…” Black Aura menelan salivanya, kemudian
tersenyum lebar. Tanpa ia sadari, air matanya mengalir saking bahagiannya bisa
bertemu dengan Chloe lagi. Bahagia mengetahui pacarnya baik-baik saja.
Tunggu apalagi?
Black Aura menyeringai, kemudian berteleportasi ke tempat Chloe dan Black Aura Reverse itu
bertarung.
Suara pedang yang beradu dengan sengit dihadapan mata dan
kepala mereka, mendadak terhenti lantaran kehadiran sabit milik Black Aura yang
menembus pundak Black Aura Reverse tanpa diketahui Aura itu sendiri.
“Bagus Aura!” puji Chloe.
“Thanks…” balas Black Aura.
Tak hanya sabit, Black Aura kemudian membuka portal, dan
menembakkan beberapa pisau yang asalnya dari portal yang ia buka tersebut.
Black Aura Reverse itu berdecak sebal. Pertama diserang
manusia. Kedua, diserang kembarannya yang mendadak menjadi kuat begini.
“Kau akan mati, diriku!” tegas Black Aura seraya menusuk
kembarannya sampai tembus.
“Kau akan mati, dasar tiruan murahan!” ejek Chloe dengan
nada tinggi yang sebenanrya sanggup memekakkan telinga Black Aura.
“Astaga, suaramu…” lirih Black Aura sambil memisahkan dan menjauhkan
kedua telapak tangannya dari telinganya.
Tawa Chloe seketika meledak. Untunglah masih dalam
batasan normal sehingga tidak mengganggu jalan pertarungan sengit saat itu.
“Maaf-maaf… Memang dari dulu kebiasaan jelek itu agak sulit kuubah,” ungkap
Chloe malu.
“Nggak jelek kok. Tapi imut,” bisik Black Aura. Dalam
diam, dia menundukkan kepalanya bermaksud menyetarai pandangannya dengan Chloe.
Setelah itu, barulah dia mengecup bibir merah Chloe.
“Aaa…. AAAAAA! APA-APAAN INI?!” protes Chloe ditambah dengan
wajahnya yang berubah menjadi semerah tomat disertai kedua tangannya yang
bergarak-gerak tak jelas. Chloe mendadak tak waras setelah mendapatkan kecupan
singkat itu dari pacar Auranya.
Black Aura terkekeh geli, sambil mendaratkan sebuah
sentilan kecil di kening gadis itu. “Balasan karena udah menyerangku duluan.”
“Oh, gitu ya? Sa ae lo…” ujar Chloe, menyilangkan kedua
lengannya. Gadis itu berusaha menstabilkan Irama nafasna serta menghapus warna
merah tomat di wajahnya. “Pertarungan masih berlanjut, kan?”
“Masih,” Black Aura menjawab pertanyaan Chloe santai sambil
kemudian berpindah tempat ke belakang gadis itu untuk menebas kembarannya
dengan sabit.
“Intinya, kita satu unit terus ya, sampai kembaranmu ini kalah.”
__ADS_1
“Iya.”
~