Pristine Fantasy: Our Bond

Pristine Fantasy: Our Bond
Chapter 141 {Season 2: Rencana Chloe Dan Black Aura}


__ADS_3

Pisang kedua dengan targetnya adalah Aoi Shizukana alias Si Kucing Es yang merupakan musuh bebuyutan Black Aura. Ralat, justru Aoi-lah yang menganggap Black Aura sebagai musuh bebuyutannya.


“Kau siap Chloe?” tanya Black Aura sekedar mengetes apakah pacarnya itu sudah siap dengan tantangan selanjutnya yang Aura yang akan mereka buat tak sadar diri kali ini adalah Aoi.


Chloe mengangguk mantap ditambah dengan raut yang meyakinkan. Apapun yang terjadi, Chloe sudah bertekad untuk tidak berbalik ke belakang. Masa lalu yang dulu sering membuat air matanya pecah dan mempermainkan perasaannya itu kini hanyalah sebuah legenda baginya. Tak peduli dengan rumor yang bertebar luas di kalangan Aura yang ia temui, Chloe tetap menganggap Black Aura tetaplah Aura sekaligus pacarnya yang telah mengubah hidupnya. Setidaknya, dia bisa menjadi lebih berani dan tidak ragu untuk berterus terang.


Pisang kedua sekarang berada di genggaman Black Aura. kedua remaja itu tampaknya sudah siap dengan tantangan selanjutnya yaitu melawan suhu dibawah nol.


Black Aura pun menjentikkan jarinya. Tangan kanannya yang semula menggenggam pisang menjadi kerudung jaket Aoi. Aoi mematung begitu sadar pemandangan di depannya berubah menjadi hutan. Padahal, sebelumnya ada Chariot dan Megawave yang tengah mengajaknya berdiskusi di tanah lapang sana. Kenapa sekarang malah jadi hutan yang sunyi tapi menyegarkan?


Aoi memalingkan wajahnya ke arah Black Aura. Aura itu terbelalak bukan main mendapati sosok Black Aura yang sedang menggenggam erat kerudung jaketnya. Tatapan dingin Black Aura itu seakan ancaman bagi Aoi yang sudah terbiasa menerima serangan dari Black Aura. Ya, katanya sudah terbiasa. Akan tetapi, digores sedikit dengan pedang Black Aura meronta-ronta tak jelas seperti unta yang baru saja ditembak pantatnya.


“Astaga!” seru Aoi seraya menepis lengan Black Aura dan menjauh. Aoi geleng-geleng kepala. Tidak menyangka kalau keinginannya akan terwujud sekarang dimana dirinya dipertemukan dengan musuh bebuyutannya langsung. Biasanya, Black Aura suka menolak permintaan Aoi. Sekarang, Aura itu justru malah mengundang Aoi untuk masuk ke medan perang.


“Sekarang!”


Chloe maju setelah menerima perintah dari Black Aura. Berbekal pedang Black Aura, gadis itu melayangkan senjata itu tepat di punggung Aoi. Intinya, sama seperti Jean sebelumnya. Mengincar punggung lawannya dan membuat mereka tertidur pulas.


Ekspektasi Chloe mengatakan kalau mereka akan berhasil menangkap Aoi. Tapi kenyataannya yang mereka dapatkan kali ini justru lebih mudah dari yang Chloe bayangkan. Aoi dengan cerobohnya tersandung batu ketika hendak menghindari serangan Chloe. Alhasil, dagunya menghantam tanah di susul dengan Black Aura yang reflex menendang pinggang kanan Aoi hingga membuat kucing es itu terpental menabrak pohon. Di dekat pohon yang tumbang itulah Aoi pingsan.

__ADS_1


Black Aura dan Chloe mematung heran. Keduanya sungguh tidak percaya dengan kejadian yang mereka lihat barusan. Mereka kira, kehadiran Aoi justru menimbulkan kekacauan besar. Mengingat Aura itu memendam dendam pribadi terhadap Black Aura. Beruntunglah, kecerobohan kucing es itu memberikan Black Aura dan Chloe keringanan dalam menjalankan misinya.


Selain itu, Black Aura berharap, seandainya Jacqueline dan Aoi sudah siuman nanti, mereka tetap dalam posisi tidur tapi dengan mata yang terpejamnya. Singkatnya pura-pura tidur.


“Yang ketiga… Kau lihat tidak? Aura bertangan empat dengan kepala api itu?” tunjuk Black Aura pada Chloe yang terlihat penasaran dengan target ketiga mereka.


Chloe manggut-manggut, tak lama kemudian malah terpesona oleh penampilan Aura api bertangan empat itu. Dengan kedua mata yang berbinar itu, Chloe melampiaskan seluruh kalimat kagumnya di hadapan Black Aura yang tampaknya tak senang. Aura itu memasang raut datar selaa Chloe mengoceh-ngoceh tak jelas sampai akhirnya gadis itu menyadari ada yang salah dengan suasana di sekitarnya.


“Oh my god! Tangannya empat! Pasti dia  pakai keempat tangannya kan, kalau keluarin bola api? Gila, keren banget sumpah! Anw, siapa namanya…?” Chloe menutup mulutnya ternganga rapat-rapat.


“Sorry… Aku serius kali ini,” karena tidak ingin suasana canggung itu berlanjut, Chloe memutuskan untuk mengalihkan perhatian Black Aura ke arah lain dan, di waktu bersamaan, Black Aura mendengus geli. Tingkahnya membuat Chloe terheran dengan situasinya saat ini. Benar-benar nggak jelas. Chloe seperti orang bodoh dibuat Aura itu.


sambil tersenyum, Black Aura mengangguk pelan. “Aku bercanda aja. Kalau kau mau tahu, namanya Chariot. Aku dan dia nggak punya hubungan apa-apa. Dia juga kalem meskipun elemen yang ia gunakan adalah api. Kau mau berkenalan dengannya?” tawar Black Aura yang otomatis mendapatkan anggukan penuh semangat dari pacarnya yang memiliki obsesi berlebihan terhadap fantasi.


Chloe bahkan sampai tergesa-gesa hanya untuk mengeluarkan ponsel kesayangannya. Gadis itu memperlihatkan kamera ponselnya dihadapan Black Aura. “Pas bertarung melawan dia, aku ingin kau mengambil beberapa fotoku,” sekian permintaan Chloe. Hanya satu tapi butuh proses yang panjang bagi Black Aura yang tidak begitu mahir menggunakan ponsel.


Di tengah kebimbangannya, Black Aura pada akhirnya mengiyakan perkataan Chloe.


“Yes! Kalau gitu, ayo, mulai!”

__ADS_1


Dengan sigap, Chloe menyiapkan pisang yang akan Black Aura tukar menjadi Chariot. Pisang itu kemudian, dilemparkan Chloe setinggi mungkin disusul dengan suara jentikan jari Black Aura. Voila! Chariot muncul tepat di atas kepala mereka.


Mereka bertiga terkejut dengan posisi masing-masing.


“Tunggu! Kau… Aura!” Chariot yang panik itu segera mengeluarkan tombak api yang ia ayunkan langsung ke arah Black Aura. Untunglah, Black Aura bisa menghindari senjata tersebut begitu menyadari sinyal bahaya di sekitarnya.


Chariot mendarat di tanah dengan selamat, lalu melanjutkan pertarungannya. Kali ini, Black Aura mesti memasang sikap waspada karena, api Chariot dengan api Dark Fire berbeda. Saat mengamuk, Apinya bisa saja berubah menjadi tornado besar setinggi langit. Tornado itu bisa saja memancing kehadiran Megawave nantinya. Parahnya, sebagian wilayah di Carnater bisa saja hangus dibuatnya. Yah, bagaimanapun juga, Black Aura akui kekuatan Chariot tak sebanding dengannya. Dengan mengincar rasa sakit, masalah pun terselesaikan.


“Hya!” Chloe berputar-putar dengan tangan menggenggam pedang Black Aura. Gadis itu mengambil taktik Jean sebelumnya, yang mana Aura serigala itu membuat tornado dengan dirinya yang berada di tengah pusaran tersebut. Memang, bukan angin yang Chloe hasilkan. Akan tetapi, luka gores yang bertebaran dimana-mana di tubuh lawannya.


Ujung pedang Black Aura berhasil menggores lengan Chariot. Aura itu reflek menoleh ke belakang. Saat itulah, pandangan Chloe dan Chariot bertemu. Keduanya membeku. Di waktu bersamaan juga, Chloe bisa melihat wajah Chariot dari jarak dekat.


Ke-keren…


Sementara Chloe memuji, Chariot malah heran melihat wajah Chloe yang sangat familiar di matanya. Rambut pirangnya mirip sekali dengan gadis elf yang telah tewas itu.


“Chloe? Jadi, kau reinkarnasinya Chloe?”


~

__ADS_1


__ADS_2