
Sedangkan yang lagi berduel dengan kamal, sudah banyak keluar darah pada hidungnya itu, nampak sipreman itu sudah lemas dan akhirnya menyerah, harus maengakui keunggulan lawannya itu.
''Ampuuun bang gua menyerah, jangan hajar lagi gua.'' Ucap preman itu sambil merobohkan badanya dan menyandarkan badannya pada pot bunga pinggir trotoar.
''Bilangin tuh sama kawanmu, jangan merasa so berkuasa, kalau teman saya menegur kawanmu ya wajar, itu adalah mengingatkan, bagaiman kalau terjadi kecelakaan, terus siapa yang mau tanggung jawab, paling lo lo semua pada kabur, karena orang seperti kalian cuma pengecut.'' Ucap Kamal.
''Iya bang ma'apkan kawan gua itu.'' Ucap preman itu sambil ngacay karena lemas dan darah dari hidung terus keluar.
''Bagus kalau lo menyadari kekeliruan itu.'' Jawab Kamal.
''Ayo tinggalkan mereka semua.'' Ucap Rendi.
''Ayoo.'' Jawab Nandi singkat.
Nandi, Kamal dan Rendi akhirnya bergegas pergi meninggalkan tempat itu, Dua motor kini sudah melaju meninggalkan tempat itu, Nandi dan kamal menuju ketempat bengkelnya yang di ikuti oleh Rendi.
Sementara para preman itu sudah pada sadarkan diri dari pinsannya, mereka terus beriri dengan langkah sempoyongan menuju pada kendarannya yang terparkir dipinggir trotoar jalanan, yang tidak jauh dari tempat mereka waktu berkelahi.
''Waduuuuh badan gua sakit-sakit begini.'' Ucap preman yang bernama panggilan si vega.
''Gelo anak muda yang bernama Nandi pukulannya, sangat sakit, seperti disengat ratusan tawon.'' Ucap kawannya yang dipanggil pecong.
''Iya benar cong, gua sendiri merasakannya, selain itu juga, anak muda itu hampir semua jago bela diri.'' Ucap codet
''Apes kita hari ini, baru kali ini kita dipecundangin sama anak-anak kemarin sore.'' Ucap si vega.
''Ayo kita cabut.'' Kata si codet.
Kelima preman itu akhir menaiki motornya masing-masing dan langsung tancap gas.
Dan para sopir kendaraan yang lewat baik mobil maupun motor, hanya melirik dan melirik satupun tidak ada yang berani menolong atau bertanya? kenapa.
Dan mereka ada yang mensyukur syukurin sama kelima preman itu yang bernasib na'as, karena mereka sudah dikenal preman tukang palak dipasar dan biangnya rese.
Dan disebuah angkot juga banyak yang membicarakannya, yang waktu kejadian itu mereka sedang lewat, apalagi supir angkot itu merasa lega akhirnya sibiang rese itu kena juga batunya.
''Sukurin, padahal hajar aja terus, biar mereka kapok.'' Ucap supir angkot.
''Iya bang saya juga pernah dipalak waktu belanja dipasar.'' Ucap penumpang.
''Apa lagi saya mas, setiap hari selalu aja dicegat, dengan dalih harus setor, setiap melewati daerah kekuasa'annya.'' Jawab supir angkot itu.
''Siapa ya pemuda-pemuda itu, jago banget ya berkelahinya, apalagi yang orangnya tinggi berwajah tampan itu, sangat jago dan pukulannya itu, bikin nyungseb lawannya.'' Ucap penumpang angkot.
''Kalau yang itu, saya sering lihat mas, yang bawa motor Rk king bukan?.'' Tanya supir angkot pada penumpangnya.
''Iya itu bang, hebat ya.'' Jawab penumpang.
''Kalau gak salah, saya pernah melihat dipasar, dia mengejar seorang copet, dan copet itu pula berhasil dilumpuhkannya.'' Ucap penumpang yang lainnya ikut nimrung.
''Maksud akang pemuda yang tadi itu?.'' Tanya penumpang yang lain.
''Iya kang, yang itu, yang tinggi dan tampan itu.'' Jawabnya penumpang lainnya.
''Kalau saya sering lihat mas, kalau tidak salah keluarnya suka dari gang si'iran sih.'' Kata sopir angkot ikut nimrung.
''Ooh gitu ya bang, pantesan kalau dari gang si'iran mah.'' Ucap penumpang.
''Emang tau tentang gang si'iran?.'' Tanya sopir angkot.
''Kalau tau pasti ya kagak bang, cuma suka denger-denger kabar dari orang ke orang.'' Jawab penumpang.
Begitulan obrolan didalam mobil sebuah angkutan kota.
Ditempat lain.
Tepatnya di gang si'iran Nandi kamal dan Rendi sudah tiba pula dilokasi.
Setibanya dibengkel lalu Nandi membuka rolling dornya, terus mengeluarkan kunci-kunci dan beberapa alat lainnya, tidak lupa pula Nandi menyiapkan tiga gelas kopi hitam yang sudan dipesenin pada adiknya yaitu Astuti.
Astutipun keluar membawa nampan yang berisikan kopi hitam.
''Kopi datang.'' Ucap Astuti.
''Waah manatap pisan euy.'' Ucap Kamal.
''Ayo ren diminum kopinya, nanti di abisin kamal lo.'' Ucap nandi.
''Idiiiiih apa'an si lo di, emangnya gua Hasan.'' Jawab kamal.
''Hahaha, bisa aja lo di, gua gak masalah di abisin kopi mah, iya gak mal.'' Ucap Rendi.
''Iya, kadang-kadang sih.'' Jawab Kamal.
''Tuh bener kan.'' Kata Nandi.
''Gua bilang kan kadang-kadang.'' Jawab kamal.
Nandi, kamal dan Rendi asiknya minum kopi sambil bercanda tertawa riang sekali.
Di ujung jalan gang si'iran ada dua motor menuju ketempatnya Nandi, kini dua orang itu telah tiba didepan Nandi dan kawan-kawan.
''Assalammualaikum.'' Ucap orang yang baru datang itu.
''Wa alaikum salam, waah mas Bram, kirain tidak jadi, silahkan duduk mas.'' Ucap Nandi.
''Iya makasih Bang.'' Jawab bram.
__ADS_1
''Ren, Mal, ditinggal dulu ya bentar, gua ada projek sama Bram ada yang mesti dibicarain'', ucap Nandi.
Nandi sama Bram lansung pergi kedalam bengkel, untuk membicarakan apa yang sebelumnya pernah dibicarakan.
''Begini bang Nandi, seperti yang pernah kita bicarakan, dan ini gua sudah punya gambarnya, coba dipelajari bang.'' Ucap bram.
''Oke, coba ku pelajari dulu ya.'' Ucap Nandi.
''Ooh, silahkan Bang.'' Jawab bram.
Sesudah nandi mempelajari gambar yang diberikan oleh bram, nandipun menyetujuinya.
''Oke mas, sudah ku pelajari, dan biayanya juga tidak sedikit.'' Ucap Nandi.
''Oke kalau masalah biaya, sudah ku perhitungkan sebelumnya bang.'' Jawab Bram.
''Okee, kalau begitu.'' Ucap Nandi.
''Terus kapan mulai dikerjainnya?.'' Tanya Bram.
''Besok, gua kerjain mas, dan paling saya belanja dulu, untuk keperluannya.'' Jawab Nandi.
''Oke okee, dan ini uang buat keperluan Bang Nandi, nanti selebihnya, apabila barang sudah jadi, bagaimana.'' Ucap Bram.
''Oke, tenang aja mas, semua bisa di atur.'' Ucap Nandi.
''Ya udah kalau begitu, saya pamit dulu ya bang.'' Ucap Bram.
''Baik mas, hati-hati ya dijalan.'' Kata Nandi.
''Okee, Bang saya pamit dulu, mari semuanya, Assalam mu'alaikum.'' Ucap Bram.
''Wa alaikum salam.'' Jawab kamal dan rendi.
Bram dan teman itu lllangsung pergi meninggalkan tempatnya Nandi.
''Perasa'an gua itu orang pernah gua lihat sebelumnya tapi dimana ya.'' Kata Rendi.
''Kalau dilihat dari tampangnya sih, kayanya orang berduit tu orang.'' Ucap Kamal.
''Iya benar sih, dan orangnya juga kalem, gayanya sederhana.'' Jawab Rendi.
''Uluuuh, lagi pada ngobrolin apa'an sih?.'' Tanya Nandi.
''Itu di, orang yang barusan, kaya pernah gua lihat, tapi lupa dimana ya.'' Jawab Rendi.
''Oooh, mas Bram, maksud lo.'' Ucap Nandi.
''Oooh jadi namanya bram.'' Ucap Kamal.
''Iya, nama panjangnya, Bram wijaya.'' Jawab Nandi.
''Itu motornya yang Honda Gl pro, dan ini gambarnya.'' Ucap Nandi.
''jadi motor itu, pingin di modifikasi gitu, kalau dilihat dari gambarnya sih bakal keren tuh jadinya motor.'' Ucap Rendi.
''Iya benar, keren banget, terus lo mau handle sendiri pengerja'annya?.'' Tanya kamal.
''Ya nggak lah, tadinya gua mau libatkan lo ren dan lo mal, tapi berhubung Rendi punya kerja, ya gimana lagi.'' Ucap Nandi.
''Wah, kalau gua kagak bisa di, lagian kerja'an gua juga lagi padat, apalagi minggu depan, mau tidak mau harus lembur, buat exspor ke taiwan sih.'' Ucap Rendi.
''Iya, kan gua tadi sudah bilang, paling gua minta bantuan kamal dan hasan, hasan kan jago dalam las.'' Ucap Nandi.
Kini hari sudah mulai senja, langit cerah dengan awan awan tipis yang berwarna kekuning-kuningan pertanda matahari akan segera tenggelam.
Rendi dan kamalpun undur diri dari bengkelnya nandi, tinggalah Nandi seorang diri, yang lagi sibuk membereskan alat-alatnya, karena waktu yang sebentar lagi berubah jadi gelap, dan Suara rolling dor pun sudah berbunyi ditutup.
Panggilan-panggilan untuk kaum muslimin dan muslimat sudah terdengar berkumandang di mana-mana, pertanda waktu solat maghrib sudah tiba, nandi pun segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan solat berjama'ah di musola yang tidak jauh dari rumahnya.
Tidak lama kemudian nandi dan pak dirman sudah pulang dari musola.
Anak dan bapk, kini duduk diruang tengah dengan ditemani secangkir kopi dan teh panas.
''Bapak lihatin kamu, sepertinya belum makan nandi?.'' Tanya pak dirman.
''Iya pak, ku belum makan, saking sibuknya ngurusin pekerja'an, sampai lupa makan.'' Jawab Nandi.
''Bu bu.'' Panggil pak dirman pada istrinya.
''Iya pak ada apa?.'' Tanya bu sari sambil nyamperin suaminya.
''Ini lo, nandi belum makan, nasinya sudah matang belum.'' Ucap pak dirman.
''Sudah dari tadi pak, ini ibu lagi bikin sayur asem, tut tuti, sayurnya kalau sudah matang langsung bawa sini ya.'' Ucap bu sari pada astuti.
''Iya Bu, sebentar lagi, tunggu aja dulu.'' Jawab Astuti.
''Sebentar lagi pak, Sabar atuh papahku sayaang.'' Ucap bu sari.
''Iiiih ibuuu.'' Ucap pak dirman.
Sementara Nandi melihat orang tuanya rukun dan romantis, hanya tersenyum sedikit, hati Nandi merasa bahagia dan bersyukur.
''Ya allah berilah selalu kesehatan pada kedua orang tuaku dan adiku, berilah umur yang panjang, ku bersyukur ya allah, biarpun kehidupan keluargaku sangat sederhana dan pas pasan, tapi hamba merasa bahagia bila berada ditengah tengah keluargaku, yang harmonis.'' Kata Nandi di dalam hatinya.
''Ini sayurnya sudah matang bu.'' Ucap Astuti
__ADS_1
Bu sari pun membawa bakul nasi dan dan sayur asam ditambah sambel dan ikan asin beserta lalapan yang tidak pernah ketinggalan dalam menu makanan di keluarga pak Dirman.
Pak dirman sekeluarga, kini sudah mulai menyantap idangan, menu makan malam bareng anak-anaknya.
Terlihat sangat bahagia pak dirman, bu sari beserta kedua anaknya, biarpun makan cuma alakadarnya, tapi nampak nikmat sekali.
''Alhamdulilah, terima kasih ya Allah, malam ini keluargaku masih diberi kenikmatan.'' Ucap pak dirman.
''Aamiiin, ya Allah.'' Ucap mereka bertiga.
''E'eeh di kamu masih punya roko gak.'' Kata pak dirman.
''Ooh, masih pak, nih.'' Jawab Nandi sambil mengambil roko disaku bajunya.
Selepas makan.
Pak dirman lalu mengisap sebatang roko Djarum super.
Sementara Nandi pergi kedapur bikinin kopi buat dirinya dan bapaknya pak Dirman.
Setelah kopi dibuatkan, Nandi langsung keluar duduk dikursi diteras depan rumah, bersama secangkir kopi menemani kesendiriannya Nandi.
Asap kental yang keluar dari mulutnya Nandi, dengan dibarengi seripitan kopi, nampak diwajah Nandi mencerminkan orang yang selalu heapy dalam segala hal.
''Sindi lagi ngapain ya.'' Ucap Nandi berkata sendiri.
Lalu Nandi merogoh saku celananya, dan di ambilnya sebuah handpon merek realmi 5 pro.
''Gua telpon sindi dulu, gimaana ya kabarnya.'' Kata Nandi dalam hati.
Lalu Nandi melakukan sebuah panggilan keluar dengan tujuan no Sindi.
Nuuutt nuuuttt nuuutt
No yang anda tuju saat ini tidak bisa menerima panggilan anda.
''Ko gak di angkat siih, emang jam segini sindi sudah tidur, masa iya, ini baru jam tujuh lewat lima belas menit, apa mungkin sindi lagi keluar dan hp nya lagi dicas gitu, ko aku jadi khawatir gini sih sama sindi.'' Nandi berkata-kata sendiri.
Nandi mulai kepikiran sama sindi. dan terus berpikir tentang sindi yang tidak mengangkat teleponnya saat di hubungi.
''Coba gua hubungi lagi.'' Celoteh nandi, sambil melakukan panggilan lagi pada no Sindi.
Sampai beberapa kali Nandi menghubungi no sindi, tapi hasilnya tetap sama, malahan yang terakhirnya no sindi jadi tidak aktip.
''Waah waaah, rupanya Sindi sudah benci sama gua, dan gua merasa khawatir banget nih, apa mungkin gua mulai suka atau jatuh cinta sama sindi gitu.'' Gerutu nandi jadi serba salah.
Kini Nandi mulai kepikiran terus sama Sindi, Disaat Nadi lagi gelisah dan tidak karuan dalam sikapnya.
Tiba-tiba handponnya berdering, tanpa dilihat lagi siapa yang menghubungi, karena dipikiran Nandi sekarang ada satu nama yaitu Sindi, dan Nandipun langsung mengangkatnya.
''Iya halooo sin gimana kabarnya.'' Ucap Nandi
''Haiii di, ini gua Rendi.'' Begitu suara ditelpon.
''Oooh elo Ren, sori sori.'' Jawab Nandi.
''Hmmm, cieeee, sejak kapan lo kepikiran adik gua di.'' Ucap rendi ditelpon.
''Aaah gak ko, mungkin gua cuma keceplosan aja kali.'' Jawab Nandi.
''Heuheeuuyyy deuuh, lo harus pokus besok kan lo mulai mengerjakan projekmu di, dan gau juga mau ngabarin sama lo di.'' Ucap Rendi.
''Ngabarin apa emang Ren.'' Tanya Nandi.
''Tadi Sindi, saat belanja dipasar kena Jamret.'' Kata Rendi.
''Masa Allah, terus belanjanya gimana?.'' Nandi bertanya.
''Ya untung saja belanjanya udah, tapi ditasnya kan ada hp dan STNK dan SIM juga, jadi besok gua mau ngurusin dulu surat kehilangan sama polisi, dan gua juga dikasih tau sindi, katanya lo kenal sama pak kapolsek.'' Kata Rendi.
''Iya siih kenal banget, maksud lo Ren, hubungannya dengan gua gimana.'' Kata Nandi.
''Maksud gua, namanya siapa kapolsek itu, dan Nanti gua akan bilang sodara lo, agar bisa memperingan masalahnya.'' Ucap Rendi.
''Namanya, Pak Supardi, bilangin aja saudara gua gitu, ku yakin semuanya akan dipercepat, dan dibagian kriminal ada pak gunawan, salam gitu dari Nandi suryaman.'' Ucap Nandi.
''Okeee, tanks ya atas imponya, ya sudah dulu, sampai ketemu besok.'' Ucap Rendi.
''Iya, sama-sama.'' Jawab Nandi
Begitulan obrolan mereka ditelpon, dan Nandipun langsung mematikan panggilan masuknya.
''Pantesan gua hubungi tidak diangkat, ternyata hp sindi kena jamret, tadi gua mau bilang sama rendi, waktu dibel hp sindi masih bisa, untung gua tidak keceplosan, nanti malah berpikir aku dan sindi ada apa-apanya lagi, kalau ku tidak punya PR sudah kucari jamret itu'', kata Nandi berkata dalam hati.
Tak terasa malampun telah larut, jarum jam yang menempel ditembok menujukan pukul 01:30 menit, Nandi terlihat sudah tertidur dengan pulasnya.
****************
Lanjut eps 11
minta dukungannya dengan
. 👍 like
. Comentar
. ⭐⭐⭐⭐⭐ Ranting
__ADS_1
. ❤ facorit dan 💓 vote nya
Selamat membaca semoga bisa terhibur.