SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 105


__ADS_3

Hari itu nandi mau siap-siap untuk on the way ketempat abah haji mansur gurunya, dan mobilpun sudah mulai dipanasin, sindi dan nandi keluar dari kamarnya dengan mendorong tas cover ke arah belakang mobil, lalu nandi membuka pintu belakang untuk memasukan tas tersebut, pak dirman dan buk sari pun ikut serta karena sudah lama tidak berkunjung lagi ke tempatnya haji mansur, sekalian silaturahmi.


Nina dan astutipun diajak untuk silaturahmi ketempat gurunya nandi, dan pandi yang menyetir mobilnya nina.


Sementara toglo dan kamal untuk sementara ditugaskan menjaga rumah dan distributor, karena pengangkatan karyawan untuk security belum mulai kerja, karena distributornya pun belum dibuka.


Terus nandi beserta keluarga pamit dulu pada, kamal, hasan, doni dan toglo.


''Ma'ap sahbatku semua, gua pamit dulu ya, gua minta tolong sama kalian untuk menjaga rumah, dan lo' mal nanti gito suruh disini saja nemenin kalian, kalau hasan kan sudah punya keluarga, gua juga lebih mengerti, semua makanan sudah gua sediain, dan ini uang jaga untuk kalian ber'empat.'' Ucap nandi sambil memberikan uang pada kamal.


''Oke bos, insa allah kami akan bekerja dengan baik.'' Saut kamal.


''Ooh iya toglo, kalau bisa nenekmu ajak kesini aja suruh nginep, gimana.'' Ucap nandi.


''Gak tau juga bang, kalau nenek gak betahan tinggal dirumah orang, apalagi rumah mewah begini, tapi ku sudah bilang sih sama nenek, dan nenek sudah memberi ijin.'' Saut toglo


''Ooh gitu, iya juga sih, biasanya orang tua dulu emang begitu, ya sudah gak apa-apa.'' Ujar nandi.


Setelah itu nandi beserta keluarga pun sudah mulai memasuki mobilnya, pak dirman dan bu sari duduk dibelakang beserta buk suminar mertuanya nandi yang kebetulan ia pun ingin ikut


Sementara nina, astuti dan pandi, setelah pamitan pada para sahabatnya, merekapun segera masuk kedalam mobilnya, sedangkan pandi duduk didepan sebagai sopir, nina dan astuti duduk dibelakang, nina sebenarnya pingin berada disamping pandi karena menghargai astuti akhirnya nina memutuskan untuk nemenin astuti dibelakang.


Kini kedua mobil pun sudah melaju meninggalkan rumah dan para pamili gang si'iran uang lagi berdiri mengiringi kepergiannya nandi beserta keluarganya.


Setelah kedua mobil itu menghilang dari pandangan kamal, hasan, doni dan toglo, terus mereka pada duduk dibangku


''Wah lumayan nih kita punya uang tambahan.'' Ucap kamal.


''Berapa tuh kayanya tebel amat.'' Pungkas hasan.


Terus kamal menghitung uang yang diberikan oleh nandi itu.


''Waah lumayan nih kita bisa berpesta, empat juta rupiah men.'' Saut kamal.


''Berarti satu orangnya satu juta, kan empat orang.'' Pungkas doni.


''Ooh iya, eeh lo' mau ikut gabung kagak, hasan bin maun?.'' Tanya kamal pada hasan.


''Sori gua kagak ikut gabung malam ini, soalnya bini kasihan sendirian.'' Jawab hasan.


''Ooh ya sudah atuh, berarti gua tinggal kontek gito.'' Ucap kamal sambil merogoh handponnya dibalik saku celananya.


Baru saja kamal mau menghubungi gito, melalu handponnya, terdengar dari kejauhan suara motor rx king lagi menuju kearah kamal dan kawan-kawan.


''Lah bukan kah itu suara motornya bang gito.'' Pungkas toglo.


''Iya bener, itu suaranya motor si jasun.'' Ujar kamal.


Preng peng peng...


Suara motor yamaha rx king sedang meluncur mendekati keberada'an kamal, hasan, doni dan toglo.


Dan motor itu pun lalu berhenti di depannya mereka,


Terus turun seorang lelaki yang berambut pirang karena dicat.


''Wilujeng sonten,, selamat sore kawan.'' Ujar gito


''Dasar jasun, pake diborong segala, kenapa gak sekalian aja pake bahasa inggris.'' Ucap kamal.


''Gua gak bisa bahasa inggris mah euy.'' Saut gito.

__ADS_1


Pukul 16:45.


Mereka masih asik ngobrol sambil makan cemilan dan segelas kopi panas yang baru saja toglo bikinin.


Sementara nandi beserta keluarganya terus melunjur dengan mobil pajeronya, yang di ikuti oleh pandi yang menyetir mobil honda jaz miliknya nina yunita.


Kini mereka telah melintasi jalanan yang berkelok kelok, kadang menemukan sebuah jalanan yang turun naik, terus begitu dan begitu.


Sampai akhirnya nandi sudah mulai memasuki perbatasan yang mau masuk wilayah pesantren haur koneng.


Jalan kecil kini mulai nandi lalui, dan pandi terus mengikutinya dari belakang, banyak pohon-pohon yang berjejer disetiap kiri kanan jalan, membuat lajunya kendara'an tidak bisa begitu kencang.


''Sudah lama tidak kesini, sekarang jalannya sudah ruksak parah.'' Ucap nandi.


''Iya tidak apa-apa aa,, biar lambat asal selamat.'' Ujar sindi.


''Iya betul itu apa yang dibilang sindi, tadi juga ibuk sampai ngeri nandi, bawa mobilnya jangan terlalu kenceng atuh.'' Ucap buk sari.


''Iya buk ma'ap, tadi tuh takut keburu macet, bila karyawan sudah keluar pasti akan macet, dan kita akan kemalaman nyampai haur koneng buk.'' Saut nandi.


''Ooh begitu toh.'' Ujar buk sari.


Setelah itu waktupun tidak terasa, dan senja pun kini telah datang, bersama'an dengan tibanya mobil pajero dan mobil honda jaz di gapura pondok pesantren haur koneng.


Terus kedua mobil tersebut memasuki area pekarangan pondok pesantren itu menuju pada kediamannya abah haji mansur pimpinan pondok pesantren.


Kedua mobil pun berhenti setibanya di depan rumahnya abah haji mansur.


Terus nandipun keluar dan membuka pintu untuk istri tersayangnya, lalu pak dirman, buk sari dan buk suminar juga keluar dari dalam mobil, yang di ikuti oleh pandi, nina dan astuti.


Selepas itu mereka berjalan memasuki teras rumah sambil mengetuk pintu dan mengucapkan salam.


''Assalam mualaikum.'' Sap nandi.


Dua menit kemudian munculah seorang lelaki yang berpakaian santri, datang dari samping rumahnya abah haji mansur.


''Wa alaikum salam.'' Jawab santri tersebut.


Nandi pun lalu membalikan badannya menoleh pada orang yang baru datang dari samping rumah.


''Mang jenal...Abahnya ada?.'' Tanya nandi.


''Ooh bang nandi ya, abah nya masih di majlis, lagi mengajar pada santri-santri yang baru, tunggu aja dulu sebentar lagi pulang, ayo masuk.'' Ujar mang jenal sambil membukan pintu mempersilahkan pada nandi dan yang lainnya untuk duduk sambil menunggu diruang tamu.


''Ooh iya mang terima kasih.'' Ucap nandi.


Setelah nandi dan yang lainnya sudah pada duduk, mang jenalpun langsung keluar dan pergi kebelakang untuk memberi tahu buk hajah maesaroh.


''Assalam mualaikum buk hajah.'' Sapa mang jenal.


''Wa alaikum salam, mang jenal ada apa?.'' Tanya buk hajah maesaroh.


''Ada tamu buk hajah.'' Jawab mang jenal.


''Tamu dari mana, dan siapa tamu itu?.'' Tanya buk hajah.


''Itu bang nandi sama keluarganya buk hajah.'' Jawab mang jenal.


Setelah itu buk hajah pun langsung bergegas pergi kedepan untuk menemui nandi dan keluarganya.


Perlahan buk hajah melangkah keruang tamu, nampak terlihat oleh buk hajah banyak orang lagi pada duduk di kursi, ada beberapa orang yang buk hajah kenali, yaitu pak dirman beserta keluarganya.

__ADS_1


''Wah ada tamu rupanya, pak dirman, buk sari dan nak nandi, ma'ap ya umi tadi lagi dibelakang.'' Ucap buk hajah maesaroh.


Pak dirman dan nandi beserta yang lainnya langsung salaman pada bu hajah maesaroh.


''Ma'ap umi, kedatang kami jadi merepotkan umi.'' Ucap nandi.


''Ooh tidak apa-apa nak nandi, umi malah seneng kita bisa memper'erat kekeluarga'an, jangan sampai putus silaturahmi.'' Ucap buk hajah maesaroh.


Selepas itu abah haji mansur telah pulang dari majlis, pak dirman, buk sari, nandi beserta yang lainnya langsung memberi salam dengan mencium tangannya pimpinan ponfok pesantren tersebut.


''Sudah lama kalian menunggu.'' Ucap abah haji mansur.


''Belum juga bah, baru setengah jam yang lalu.'' Pingkas pak dirman.


Lalu abah haji mansur menoleh pada anak balita, yang lagi berada dalam pangkuannya sindi.


''Ini anakmu nandi, sindi?.'' Tanya abah haji mansur.


''Iya bah ini anak ku dan sindi, baru jalan satu tahun setengah.'' Ucap nandi.


''Alhamdulilah,, kalian sudah di karuniai seorang anak, cantik lagi, subhanallah.'' Ucap abah haji mansur.


''Alhamdulilah bah, sindi tidak kosong dulu.'' Ujar nandi.


''Ooh iya umi,, suruh mang jenal dan bi ijah masak, buat nanti kita makan bersama.'' Perintah abah haji mansur.


''Umi ini, ini oleh-oleh dan sarung serta baju koko buat para santri yang kurang mampu.'' Ucap nandi sambil memberikan oleh-oleh makanan, dan lima kardus besar yang berisi sarung dan pakain santri.


''Alhamdulilah, jajakoullah hoeron kasiron,, semoga apa yang nak nandi impakan dijalan allah, diganti lebih dari pada itu, amiin.'' Ucap abah haji mansur.


Setelah itu, abah haji mansur mengajak pak dirman dan keluarganya ke tempat peristirahatan khusus untuk para tamunya yang mau menginap, sebuah bangunan yang terbuat dari kayu, yang menyerupai sebuah vila, yang dikelilingi oleh kolam-kolam dan di hiasai oleh pohon jaitun dan pohon jamblang.


Nina dan pandi serta buk suminar yang baru pertama kali mengetahui tempat itu, merasa kagum dengan textur bangunan dan dekorasi tempatnya yang luar biasa.


''Wooww sungguh indah sekali tempat ini, padahal gue pernah kesini dulu tapi baru tau tempat ini.'' Ucap nina yunita.


''Iya benar indah sekali, air yang mengalir dari pancuran sangat jernih, ditambah ikan-ikan yang warna warni, ternyata abah haji sangat menyukai ke indahan.'' Saut pandi.


''Iya benar neng nina, ibuk juga sangat betah dengan tempat ini, suasananya ramah sekali, membuat hati jadi nyaman.'' Pungkas buk suminar.


Karena asiknya mereka dengan suasana tempat peristirahatan itu, sehingga tidak terasa dan tidak terdengar oleh mereka, mang jenal datang dengan membawakan tiga gelas kopi hitam dan beberapa gelas minuman air teh hangat serta makanan untuk cemilan.


''Pak dirman, bang nandi ini kopi dan teh hangat, buat menghangatkan perut kalian.'' Sapa mang jenal.


Nandipun kaget, karena mang jenal tidak tau datangnya.


''Ooh iya mang, terima kasih mang jenal.'' Ucap nandi.


''Sama-sama bang nandi.'' Saut mang jenal.


Setelah itu mang jenalpun pergi meninggalkan pak dirman beserta keluarganya.


×××××××××××××


Bersambung.


Terima kasih atas dukungan dari para author dan para reader.


Salam sehat dan sukses selalu.


Assalam mualaikum.

__ADS_1


__ADS_2