
Kala malam berselimut sepi, angin sepoi-sepoi meniup sangat dingin terasa, rombongan nandi pun lagi pada duduk bersantai disebuah bangku sambil melihat pemandangan pada kolam yang dipenuhi ikan-ikan yang warna warni, dan diterangi sebuah lampu neon.
Secangkir kopi panas dan air teh hangat telah berdiri di hadapan mereka masing-masing, untuk menghangatkan perutnya, yang baru di biknin oleh mang jenal tukang dapurnya abah haji mansur.
''Betapa indahnya suasana malam dipondok pesantren, rasanya hati ini adem gitu.'' Celoteh pandi.
''Ya itulah keagungan tuhan, karena disini tempat hamba allah, yang selalu berdzikir memuji nama kebesaran sang pencipta, allah subhanahu wa ta'ala.'' Ucap nandi.
''Iya aa, anggita pun disini seperti nyaman, semenjak berada disini dia tidak pernah rewel, habis minum asi langsung tertidur pulas.'' Ucap sindi.
''Ooh ya, berarti anggita merasa tentram berada dilingkungan pesantren ini.'' Pungkas astuti.
Mereka terus asik sambil bercanda ria, pandi dan nina terus asik ngobrol sambil saling ejek tapi ejeknya juga ejekan sesrorang yang lagi jatuh cinta, terkadang saling cubit, sesekali astuti ikut nimrung ngeledekin mereka berdua.
Berbeda dengan nandi, yang nampak terlihat seperti gelisah, dan salah kaprah, beberapa kali nandi kebalik dikala mau membakar rokonya, untung sindi selalu mengingatkannya.
''Aa, aa kenap, ku lihatin dari tadi aa seperti gelisah begitu?.'' Tanya sindi.
''Gak nih sayang, gua rasanya seperti tidak enak hati begini, ada apa ya, apa sahabtku disana baik-baik aja.'' Jawab nandi.
''Seandainya ada apa-apa dengan mereka, pastilah kamal atu toglo menghubungi aa.'' Ujar sindi.
''Iya juga sih.'' Saut nandi.
''Ya sudah, kita berdoa aja semoga mereka semua baik-baik aja,, nih kopinya diminum biar tambah strong, hehee.'' Ujar sindi.
''Iiidiih istriku sayang, emang kopi bisa bikin strong gitu.'' Saut nandi.
Nandipun langsung meraih gelas yang berisikan kopi dari tangannya sindi.
•••••••••••••
Sementara ditempat lain.
Digang si'iran nampak kawanannya nandi lagi pada ngobrol sambil main domino, sambil berjaga karena karena se isi rumahnya nandi sedang tidak ada di rumah, lagi berkunjung untuk silaturahmi pada gurunya nandi, di pondok pesantren haur koneng.
Kini suasana di gang si'iran berbeda dengan malam-malam sebelumnya.
Toglo yang nalurinya cukup kuat, merasakan malam itu seperti aneh.
''Hai bang, apa abang merasakan gak, kalau malam ini perasa'an beda banget, kayanya sepi dan angin yang meniup tuh bawa'annya ngantuk sekali.'' Ujar toglo.
''Iya sih gua juga merasakan, ini malam agak aneh.'' Saut kamal.
''Kita harus waspada bang, soalnya banyak hal yang mencurigakan yang pernah kita lihat dengan mata kepala kita sendiri.'' Ujar toglo.
Pukul 00:30 menit.
Dikala kamal, doni, gito dan toglo lagi asik dengan permainan domino iseng isengan, untuk menghindari kantuk. toglo merasakan ada beberapa kelebatan bayangan yang tersinari oleh lampu jalan, mengarah pada pada bangunan distributor yang baru diresmikan itu.
Toglo lalu menyimpan kartu dominanya dimeja dan berbisik pada kamal.
''Bang, kamal, bang gito dan bang doni, ada bayangan berkelebat mengarah pada distributor, ini tanda bahaya.'' Ujar toglo.
''Yang bener lo'?.'' Tanya kamal.
''Iya bang masa abang kagak merasakan.'' Ujar toglo.
Akhirnya mereka berpencar dibagi dua bagian kamal dan doni sedangkan toglo dan gito.
Toglo yang telah menguasai olah raga parkur dengan sangat sempurna karena belajar dari sejak kecil, bahkan hingga sa'at inipun toglo masih terus berlatih, makanya badan toglo semakin kekar padat dan berisi.
Toglo lalu mencari ostekel untuk membantu badan toglo naik keatas bangunan distributor nandi, setelah toglo menemukan ada sebuah batu bata yang menumpuk, lalu toglo berlari dan langsung melompat keatas batu bata tersebut, terus kaki kanannya digenjot untuk melompat ke atas benteng lalu melompat lagi keatas dak cor bangunan itu.
__ADS_1
Dengan sangat ringannya tubuh toglo seperti mantul keatas dak cor.
Setbanya diatas toglo berjalan dengan membungkukan badannya mencari bayangan yang melesat kearah belakang gudang.
Dengan tajamnya mata toglo terus mengintai suasana dibawah, nampak terlihat oleh toglo enam orang berpakaian seperti ninja serba hitam dengan seluruh wajahnya tertutup oleh cadar, terus toglo nelihat kebawah sana pada kamal, donu dan gito langsung toglo menberi kode pada mereka dengan mengajung enam jari pada mereka, untungnya kamal dan gito mengerti kode isarat dari toglo.
Ketika ke enam orang bercadar itu mau mencongkel pintu besi yang mau masuk kegudang, yang sudah dipenuhi oleh barang-barang yang akan mulai di pasarkan besok lusa.
Lalu toglo melihat-lihat seperti lagi mencari sesuatu, pas disudut dak cor toglo melihat ada septong papan ukuran dua puluh senti persegi, terus toglo mengambilnya, setelah itu papan tersebut dilemparkan, dengan penuh tenaga dan skil yang jempolan papan itu meluncur laksana senjata bumerang suku aborigin dan langsung menghajar pas dikepala orang bercadar yang lagi melakukan penyongkelan pintu besi.
Wer weer wer weer..
Peletrak..
Aaauuuuhhg...
Terdengar suara dari orang itu bersama'an dengan jatuhnya tubuh.
Sementara kelima kawanan orang bercadar itu langsung kaget, terus mereka melihat ke atas nampak toglo lagi berdiri dengan gagahnya seperti sungoku yang siap untuk bertempur.
''Haii siapa kau?.'' Bertanya salah satu orang bercadar itu sambil berteriak.
''Justru saya yang seharus bilang begitu, anda siapa dan mau apa mencongkel pintu besi itu.' Teriak toglo.
''Itu bukan urusanmu, ayo turun kita bertarung.'' Jawbnya orang bercadar.
''Kalau anda benar-benar pasukan ninja ayo naik kita bertempur diatas.''Tantang toglo.
''Bangsat,, rupanya kamu belum tau siapa kami.'' Jawabnya.
''Saya tidak perduli siapa kalian, yang jelas kalian pasukan perampok yang meng atas namakan ninja.'' Ujar toglo.
Terasa rencananya di gagalkan oleh toglo, orang bercadar itu naik keatas bangunan dengan memanjat tiang besi yang menempel pada bangunan itu.
Kelebatan-kelebatan pukulan dan tendangan terus gencar dari kedua belah pihak yang sama-sama ingin saling menjatuhkan.
Doni yang belum begitu pandai olah bela dirinya nampak terdesak, melihat doni seperti keteter kamal langsung mendekati doni dan berbisik.
''Don lo' mundur cepat hubungi hasan, cepetan.'' Bisik kamal.
Doni pun langsung mundur dan berlari ketempat yang agak aman, terus doni mencabut handpinnya dibalik saku celana, dan langsung menghubungi hasan.
Satu kali panggilan doni tidak ada jawabannya, dan doni terus melakukan panggilan pada hasan sampai beberapa kali dan akhirnya hasan mengangkatnya.
Terus doni menceritakan pada hasan bahwa ditempat nandi lagi disatroni perampok yang berpakaian seperti ninja.
Hasanpun meminta inijn pada lina istrinya, setelah lina mengijinkan dan memberi pesan pada suaminya untuk hati-hati, hasan pun langsung memburu pada motor bebeknya dan langsung tancap gas.
Singkat cerita.
Hasanpun sudah sampai dibelakang gudang, tanpa mikir panjang lagi hasan langsung melompat dengan menendangkan kaki kanannya pada orang bercadar yang lagi mengeroyok gito dan kamal.
Sementara toglo, yang lagi berdual melawan pimpinan dari orang-orang bercadar itu, begitu seru dan indah bila dipandang dari kejauhan.
Toglo yang sudah menguasai ilmu bela diri nandi dengan sangat sempurna ditambah menguasai parkur yang sudah mencapai level tertinggi sangat gesit dalam berkelit.
Orang bercadar sudah banyak mengeluarakan jurus-jurusnya dan sudah banyak tenaga yang terkuras, orang bercadar itu masih belum bisa menyentuh tubuh toglo.
''Ayo keluarkan semua ilmu bela dirimu, dan sekarang akan ku patahkan tulang lehermu.'' Teriak toglo sambil melompat meluncurkan pukulannya.
Orang bercadar itu pun tidak mau bila ia harus cundang oleh anak baru kemarin sore, ia lalu menggeserkan tubuhnya kekiri, tapi sayang siasat toglo tidak bisa dibaca olehnya, rupanya pukulan toglo itu hanyalah sebuah umpan, untuk memasukan pukulannya.
Begitu orang bercadar itu bergeser kekiri, Kaki kanan toglo langsung melesat dan singgah di dagu orang bercadar itu.
__ADS_1
Hiuuukk
Deeaass....
Orang bercadar itu kaget dan keseimbangan tubuhnya mulai goyah, disitu toglo melesat menyusul dengan pukulan tangan kanannya.
Heeeaaa...
Duk duk deaass...
Aaauuugghh...
Suara yang terdengar dari mulutnya orang bercadar berbarengan dengan jatuhnya tubuh kelantai dak cor.
Toglo yang begitu bengis dan sadis, ia terus memburu tubuh orang bercadar itu, lalu dibalikan tubuh orang bercadar menjadi pisisi tengkurap, lalu kedua tangan toglo meraih kepalanya.
''Sekarang mampuslah kau bajingan.'' Ucap toglo sambil melintirkan kepala orang bercadar itu.
Krekek
Suara urat seperti putus.
Kini tubuh orang bercadar itu tergeletak dan tidak berdaya lagi, terus toglo menempelkan jarinya di hidung orang itu.
''Alhamdulilah dia belum mati.'' Gumam toglo dalam hatinya.
Terus toglo mengangkat tubuh orang bercadar itu, dan dinaikan diatas pundaknya, terus berjalan kepinggiran dak coran itu, nampak terlihat oleh toglo, hasan, kamal, gito dan dini masih berlangsung dalam perkelahiannya, dan toglo berteriak.
''Hentikan, kalian para perampok, lihat siapa yang berada dipundaku, bila kalian tidak berhenti gua akan lempar pimpinan kalian kebawah.'' Teriak toglo.
Serentak para pasukan bercadar itu langsung menoleh ke atas bangunan, nampak terlihat okeh mereka bahwa pimpinannya sudah tidak berdaya berada di pundaknya toglo.
Para pasukan bercadar saling pandang sesama kawanannya.
''Lihat pemimpin kita sudah kalah, terus apa langkah kita selanjutnya.'' Bisik mereka.
''Kita menyerah saja.'' Jawabnya.
''Terus kita akan berurusan dengan polisi dong.'' Ujarnya.
''Apa boleh buat, dari pada kita mati konyol.'' Jawabnya.
Setelah mereka berunding dengan sesama kawanannya, barulah mereka berkata.
''Baiklah kami menyerah, tapi tolong, turunkanlah pimpinan kami, dan kami tidak akan lagi mengganggu wilayah gang si'iran, asal dengan satu sarat jangan libatkan polisi dalam maslah ini.'' Teriaknya.
Toglo lalu tertawa terbahak-bahak, serasa lucu dengan permintaan mereka.
''Hahahaha...Kalian itu para perampok yang sangat sadis, tapi sikap kalian sangat lucu sekali, jelas-jelas kalian mau maling, ya pastilah kalian akan berurusan dengan pihak kepolisian.'' Ujar toglo tertawa lepas.
Sementara kamal, hasan dan gito serta doni, sangat terkesima melihat toglo yang dengan cepat bisa mengalahkan pimpinan dari orang-orang bercadar itu.
Karena kamal dan yang lainnya tidak tau bahwa semua ilmu bela diri nandi sudah tertumpah habis pada toglo.
Lantas apa yang akan di lakukan toglo selanjutnya, apa toglo akan membawa mereka pad pihak berwajib atau sebaliknya.
🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱🔱
Bersambung.
Terima kasih atas dukungan dari semuanya.
Salam sehat dan sukses selalu
__ADS_1
Assalam mualaikum.