
ketika toko nandi ramai dipadati oleh para pengunjung.
Nina pun ikut gabung bareng nandi dan kamal, mereka asik bercanda dan tertawa lepas.
Disisi lain dari dalam toko nampak dua bola mata terus memperhatikan kebahagiaan obrolan nandi, nina dan kamal, dengan pasang muka ada sedikit cemburu.
Bola mata itu tak lain adalah sindi, ada sedikit rasa cemburu takut pacarnya pindah kelain hati, didalam percinta'an rasa cemburu itu manusiawi, tapi asal jangan terlalu over ting king.
Sikap rasa cemburu sindi terlihat dari paras muka dan cara tatapannya itu, itu semua terlihat oleh astuti, dengan hati yang penuh iba astuti lalu nyamperin sindi, dengan sikapnya yang ceplas ceplos, astuti lalu berkata.
''Udah teh sindi, janganlah terlalu dibawa perasa'an cemburu yang berlebihan, karena retaknya suatau hubungan bukan berarti adanya pihak ketiga, tapi kurangnya rasa saling percaya.'' Celoteh astuti.
Sindipun kaget mendengar astuti bicara begitu pada dirinya.
''Ko astuti bisa tau apa yang lagi gue rasakan.'' Ucap sindi dalam hatinya.
''Nggak ko gue gak apa-apa.'' Ucap sindi.
''Boleh teh sindi bilang begitu, tapi gue melihat dari sikapnya teh sindi seperti kaku dari sorot matanya teh sindi gue bisa baca, apa yang sedang teh sindi pikrkan.'' Saut astuti.
''Gak ko gue gak lagi memikirkan apa-apa.'' Ucap sindi mengelak.
''Ya sudah, percayalah aa nandi emang begitu sama semua orang, dia selalu rama, dan nina orangnya juga baik, karena gue bersahabat sejak duduk dibangku sekolah menengah pertama.'' Ucap astuti.
''Apa'an sih lo' tut, gua tidak cemburu, dan gua percaya sama aa nandi sepenuhnya.'' Saut sundi.
''Alhamdulilah kalau begitu.'' Ujar astuti sambil balik lagi ke meja kerjanya.
Setelah itu sindi dan astuti pokus lagi pada kerja'annya, sedangkan diluar toko nandi, nina dan kamal masih asik ngobrol.
''Btw kapan tuh aa nandi mau nikahnya, jangan lama-lama lo' nanti keburu digaet orang?.'' Tanya nina.
''Belum kepikiran nin, gua pingin mematangkan usaha gua, ya insa allah kalu usaha gua sudah lancar gua akan secepatanya melamar sindi.'' Jawab nandi.
''Kalau gue lihat sih usaha aa nandi sudah lancar iya gak mal.'' Ujar nina sambil menoleh pada kamal.
''Iya sih di, mau nunggu apa lagi, lo sudah cukup sukses, sudah bisa menggaji karyawan enam orang, dan gaji kita juga umr ko, ya kalau menurut gua sih lo' sudah mapan.'' Ucap kamal.
''Betul tuh apa kata kamal.'' Saut nina.
''Sabar aja sih, ko jadi kalian yang ngebet sih, tinggal satu langkah lagi, nanti kalau waktunya sudah tiba, baru gua sebar undangan.'' Ucap nandi.
''Wah jadi gak sabar nih pingin lihat aa nandi duduk bersanding bagaikan raja dan permaisuri.'' Ucap nina.
''Wah cakep nih, cepetan dong di, gua jadi gak sabar nih.'' Saut kamal.
''Mal, pernikahan itu untuk seumur hidup bukan hanya sekedar melepaskan napsu doang, kita harus matang lahir dan batin.'' Ucap nandi.
Kamal tidak menjawab hanya manggut-manggut tanda mengerti apa yang nandi ucapkan.
Setelah itu jam istiraha telah tiba seiring dengan terdengarnya suara adzan djuhur.
Nandi pun langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, yang diikuti oleh seluruh pekerjanya, begitu pula nina, ikut sembahyang dimusola belakang tokonya nandi.
Selepas mereka melaksanakan ibadah solat djuhur, terus mereka kumpul bareng untuk makan siang, dengan rimbunnya daun dari pohon mangga ditambah angin semilir menerpa dengan lembutnya, mengipasi mereka yang lagi pada duduk santai sambil menunggu astuti pulang beli nasi bungkus.
''Ternyata tanah ini kebelakangnya masih luas sekali aa nandi.'' Celoteh nina.
''Alhamdulilah nin, ini semua hasil dari kerja keras gua, dari mulai buka Service elektronik sampai gua buka bengkel kecil-kecilan, terus hasilnya gua tabung, ya alhamdulilah gua bisa beli tanah disini.'' Ucap nandi.
''Gue salut sama aa nandi, di usia yang masih muda belia, sudah bisa hidup mandiri.'' Ujar nina.
__ADS_1
Setelah itu astuti dan sindi datang membawa nasi bungkus untuk makan siang bersama.
Kini mereka berkumpul dalam satu meja sambil menyantap nasi, kerukunan mereka dalam sebuah persahabatn sangatlah bagus.
Setelah makan siangnya selesai, nina pun pamit karena ibunya yaitu yola yohana, meminta nina untuk segera pulang kerumah.
''Semuanya sori ya, gue pulang duluan, tadi nyokap whatsap gue, untuk segera pulang.'' Ucap nina.
''Iya nin, tidak apa-apa, hati-hati dijalan, salam buat kedua orang tua lo'.'' Saut astuti.
Setelqh itu nina pun langsung memburu pada mobilnya, terus dibukanya pintu samping depan mobil tersebut, setelah nina berada didalam mobilnya, dan mobilpun sudah dinyalakannya, nina langsung tancap gas.
Kini sebuah mobil honda jaz warna hitam sudah melaju meninggalkan nandi dan kawan-kawan.
Sedangkan nandi dan para sahabatnya, lagi asik dengan hisapan-hisapan dari sebatang roko, yang sesekali mereka keluarkan asapnya melalui hidung dan mulut.
Terus sindi duduk disampingnya nandi sambil membawakan segelas kopi panas.
Begitupun astuti membawakan segelas kopi untuk kamal.
Gito dan pandi hanya terpaku, sambil lihat sana lihat sini.
''Lah kopi gua mana?.'' Tanya gito.
''Bikin sendiri...'' Saut kamal.
''Wah kamaludin benar-benar belagu sekarang.'' Ucap gito.
''Iya betul to, kamal sekarang agak manja begitu, hai tut, awas tuh sikap manjanya kamal, dia kalau lagi angot suka malas-malasan.'' Pungkas pandi.
''Ngiri niyeee...'' Ujar kamal.
''Ngapain gua ngiri sama lo'.'' Ujar pandi.
Terus nandi meraih gelas yang berisikan kopi tersebut.
Sruuupuuuttt.
Suara sripitan dari segelas kopi yang masih panas begitu nikmat terasa.
''Haaahh mantap.'' Ucap nandi.
''Aa nina cantik ya?.'' Tanya sindi.
''Iya semua wanita pada dasaranya memang cantik, Dan nina memang dasarnya sudah cantik ko, karena nina keluar dari keturunan cantik dan tampan.'' Jawab nandi.
Pukul 13:00
Jam istirahat sudah habis sindi, astuti, pandi dan gito, sudah mulai lagi melakukan aktipitasnya.
Terus nandipun masuk kedalam toko menuju ruangan kerjanya.
Sementara ditempat lain.
Digang si'iran, hasan dan toglo nampak terlihat lagi sibuk dengan kerja'annya, keluar masuknya para pengunjung yang ingin membetulkan kendara'annya, membuat hasan dan toglo agak kewalahannya, ditambah pengunjung yang datang ketoko terus datang dan pergi sehingga toglo sibuk kesana kemari.
Keringat terus bercucuran membasahi mukanya hasan, tapi itu semua tidak membuat hasan patah semangat, ia terus melakukan yang terbaik untuk para castamernya.
Disa'at toko lagi agak sepi pengunjung, toglopun lansung bantuin lagi hasan, karena keinginannya toglo untuk bisa menyerap ilmu perbengkelan dari hasan.
Hasanpun merasa senang sekali berbagi kemampuannya didunia otomotip pada toglo.
__ADS_1
''Bang saya senang sekali kerja' sama bang hasan, orangnya sabar dan telaten, pantesan bang nandi selalu mempercayakan sama abang.'' Ucap toglo.
''Nggak juga ko, mungkin hanya kebetulan saja, karena nandi gak pernah pilih-pilih sama sahabatnya, ia selalu percaya sama abang, kamal, doni, pandi dan gito termasuk kamu juga.'' Ujar hasan.
''Iya juga sih, jadi kitanya juga bisa bekerja dengan baik dan berusaha untuk yang terbaik.'' Saut toglo.
Disa'at itu pula munculah doni dengan motor honda pcx nya, ia baru pulang habis mengirim barang keluar kota.
Lalu doni memarkirkan motornya disamping bengkel, tempat parkir khusus buat para pekerjanya nandi.
Setelah itu doni berjalan ketempat dimana hasan dan toglo lagi bekerja diruang oprsionalnya kendara'an.
''Assalam mualaikum.'' Sapa doni.
''Wa alaikum salam, eh lo' don, emang lo' kirim kemana sih?.'' Tanya hasan.
''Gua kirim ke kota serang, bentar ya gua pingin rileks dulu sebentar.'' Ucap doni sambil masuk ketoko keruangan istirahat sekalian ruang buat ganti salin.
''Oke ok, jangan lama-lama ya kasihan nih toglo, dia sibuk sekali balik toko balik sini.'' Jawab hasan.
''Iya tenang aja sih paling 15 menitan gua istirahat sekalian mau ganti salin.'' Saut doni.
Suasana di sore hari sekitar pukul 15:00 cuacapun agak mendung mungkin akan segera turun hujan, dan udarapun mendadak kencang yang dibarengi dengan kilatan-kilatan halilintar diangkasa, ditambah dengan suara-suara petir.
Setelah itu gemericik air turun dari langit telah membasahi bumi persada.
Hasan dan toglo pun masih tetap pokus pada kerja'annya, kali ini doni pun sudah keluar dari ruang istirahatnya untuk membantu menyelesaikan kerja'annya hasan.
Hujan masih terus berlanjut malahan semakin deras, got-got dipinggiran jalan gang si'iranpun kini telah meluap karena banyaknya air yang turun dari langit sehingga got itu tidak bisa menampung kadar air dalam jumlah yang banyak, dan airpun perlahan-lahan telah memasuki jalanan gang si'iran.
Air terus mengalir kejalanan yang lebih rendah, Sehingga hasan, toglo dan doni sangat sibuk membendung air takut masuk kedalam ruang oprasional bengkelnya.
Dan haripun tidak terasa kini sudah berganti dengan senja, air yang turun dari langit masih terus mengguyur kota itu, khususnya di gang si'iran, jalanpun sudah tidak nampak yang ada hanyalah hamparan air keruh, yang terus membanjiri disetiap dataran yang lebih rendah.
Bu sari dan pak dirman yang dibantu oleh anak buahnya lagi sibuk memindahkan barang yang telah dipacking untuk siap dikirim besok hari.
''Ayo cepetan pah.'' Teriak bu sari.
''Iya bentar ini lagi beresin yang mau dikirim besok.'' Jawab pak dirman.
Begitulah sibuknya pak dirman dan bu sari serta anak buahnya dilapak tempat barang-bqrang limbah.
Sementara hasan, toglo dan donipun sibuk memindah barang-barang dan alat-alat perbengkelan ke rak yang lebih tinggi dan jauh dari jangkauan air yang terus naik.
''Waduuh air terus naik nih, gimana nih.'' Ucap doni.
''Iya nih, hujan begitu deras, terus gimana nandi dan astuti jam segini dia belum pada pulang.'' Saut hasan.
''Iya kasihan bang nandi dan teh astuti.'' Pungkas toglo.
''Toglo, terus gimana kamu pulangnya nanti?.'' Tanya hasan.
''Insa allah ketempat toglo kan datarannya lebih tinggi, kayanya aman deh.'' Jawab toglo.
Dan hujan pun kini telah reda tapi air masih terus mengalir dari dataran yang lebih tinggi, melintasi gang si'iran menuju dataran yang paling rendah.
♣︎♣︎♣︎♧♧♧♧♣︎♣︎♣︎♣︎♧♧♧♧♣︎♣︎♣︎
Bersambung.
Ikuti terus kelanjutannya di episode selanjutnya, bila suka dengan cerita ini cukup, like, comentar, ranting, favorit dan votenya.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.
\=\=\=\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=\=\=