
Nandi kini mulai menyalakan motornya, dengan sebuah tas di gendong di balik punggungnya yang isinya uang lima ratus juta sebagai tebusan atas di sandranya Astuti oleh kelompok yang menamakan dirinya geng tengkorak hitam, Sedangkan para pamilinya Nandi sengaja dia harus berangkat dari rumahnya masing-masing, karena Nandi merasa kemungkinan mereka telah mengawasi keberadaan dirinya, mungkin keberangkatannya pun pasti sudah di awasinya, setelah mendapat alamat yang telah di sharelock oleh ketua dari kelompok geng tersebut, Nandi pun dengan sangat berhati-hati dan waspada takut ada yang mengawasinya, ia mengirim chat pada seluruh para pamili Gang Si'iran tentang alamat yang akan di tujunya.
Treng teng teng.
Suara yang keluar dari selongsong kenalpot Yamaha Rx king, Sindi dan Anggita berdiri di depan teras rumah, ada rasa khawatir di hati istri dan anaknya itu, tentang ke pergiannya Nandi ke sarang mereka.
"Sayang hati-hati, ku jadi tidak enak hati, mending laporkan aja pada pihak yang berwajib." Ujar Sindi.
"Insa Allah ku akan baik-baik aja, bukannya ku tidak ingin melapor pada polisi tapi ini tentang keselamatan dek Tuti, sayang karena ancaman mereka tidak main-main, doakan saja semoga urusannya akan cepat selesai." Ujar Nandi.
Lalu Anggita pun berjalan menghampiri Nandi dan berkata. "Ayah hati-hati, selamatkanlah bibi Tuti dari orang-orang jahat itu." Ucap Anggita.
"Iya sayang, kamu jaga mmh ya, dan sebelum ayah pulang, kalian tinggal dulu di rumah oma sama opa ya." Ujar Nandi.
"Iya Ayah." Balas Anggita.
Selepas itu Nandi pun langsung melajukan motornya ke tempat yang telah di share lock oleh ketua kelompok yang menamakannya Geng tengkorak hitam.
Dalam perjalanan Nandi selalu meminta perlindungan dari sang pencipta agar selalu di mudahkan dari segala urusan.
Nandi terus menarik gasnya pool, suara yang keluar dari selongsong kenalpot begitu cetar di telinga, di iringi dengan hembusan asap putih yang keluar dari selongsong kenalpot.
Tidak lama kemudian Nandi sudah tiba di lokasi yang telah di tentukan ole mereka, lalu Nandi turun dari motornya dengan menenteng sebuah tas lalu Nandi berteriak.
"Hai gua sudah sampai, keluarlah jangan jadi cowo pengecut, ini gua telah bawakan apa yang lo' minta, sekarang mana adik gua." Teriak Nandi.
Dari bawah pohon yang Rindang nampak terlihat oleh Nandi sepuluh pria berpakaian rapi satu di antaranya berpakain kemeja yang di lapisi oleh Jas hitam dengan kaca mata hitam, dan dua lelaki berpakain jaket hitam menuntun seorang wanita yang di ikat tangannya ke belakang, lalu wanita itu berteriak sambil meronta-ronta ingin melepaskan tali yang mengikat di pergelangan tangannya.
"Lepas kan gue bajingan, Aa Nandi jangan penuhi permintaan lelaki banci ini." Teriak Astuti.
"Hahaha...Hebat juga ternyata adik lo' Nandi." Ujar lelaki berjas.
"Berengsek siapa lo' kenapa lo' bisa tau nama gua, sekarang cepat lepasin adik gua." Bentak Nandi.
"Sabar dong, kenapa lo menjadi pemarah begitu, Nandi yang gue tau orangnya penyabar, tapi kenapa sekarang ko jadi tidak sabaran sih." Ujar lelaki berjas sambil menyunggingkan bibirnya.
Sejenak Nandi termenung, dan berpikir siapa lelaki itu sebenarnya lalu bergumam dalam hati.
"Siap lelaki bajingan ini, kenapa dia bisa tau semua tentang gua dan keluarga gua." Batin Nandi.
Kemudian lelaki ber Jas itu, menyuruh Nandi untuk maju.
"Oke sekarang lo' maju lima langkah ke depan dan taro tas itu bersama'an dengan lepasnya adik lo'." Perintah lelaki itu.
Lalu Astuti berteriak. "Jangan Aa Nandi, mereka orang licik, jangan mau tertipu oleh mereka.
"Diam kau wanita sombong." Bentaknya.
Astuti menahan amarahnya sambil menggit gigi grahamnya sendiri.
__ADS_1
"Oke gua akan turuti kemauan lo', sewaktu gua melakukan langkah pertama lepasin adik gua." Tawar Nandi.
"Hahaha, gue bukan orang bodoh Nandi, sebelum uang tebusan gue terima, gue tidak akan melepaskan adikmu ini." Ujarnya tertawa.
Didalam perdebatan mereka yang lagi beradu argumen, Astuti dengan diam-diam terus berupaya supaya tali yang mengikatnya itu bisa terlepas, lalu Astuti melihat kebawah di dekat sepatunya ada sebuah batu yang agak runcing.
"Mungkin dengan batu itu bisa memutuskan tali ini." Batin Astuti.
Kemudian Astuti pura-pura jatuh pingsan dengan memposisikan batu itu tepat di atas tali yang mengikat kedua tangannya.
"Bos gadis ini pingsan." Ujar lelaki berjaket kulit berwarna hitam itu.
"Biarkan saja." jawabnya.
"Coba lo' lihat adik lo' sudah lemes karena seharian tidak kemasukan makanan, apa lo' tidak kasihan pada adik yang sangat lo cintai itu." Ujarnya lanjut berkata.
Sementara Astuti yang pura-pura pinsan itu, kini lagi menempelkan tali tersebut pada batu itu lalu di gesek-gesek secara perlahan sambil matanya di buka sedikit mengawasi pada para komplotan mereka. "Teruslah Aa pancing mereka supaya semua pokus padamu." Batin Astuti.
Nandi seperti sudah mengerti apa yang telah dilakukan oleh adiknya, itu sebuah siasat, dan Nandi terus mengajak mereka bernegosiasi.
"Asal lo tau gua pun bukan orang bodoh, apa lo' tidak tergiur dengan uang sebanyak ini hahahaha." Ujar Nandi dengan memperlihat kan uang dalam tasnya sambil membuka sleting tas tersebut.
"Kurang ajar rupanya lo' dan adik lo' pingin mati." Ujarnya sambil mengeluarkan sebuah senjata berupa beceng(pistol).
Nandi tetap tenang dan tidak gentar sedikitpun menghadapi lelaki ber jas hitam yang bersenjatakan senjata api.
Ketua Tengkorak hitam terus menodongkan pistolnya ke arah Nandi yang nampak terlihat nyantai, sepertinya lelaki itu sudah benar-benar ingin menghabisi Nandi dengan senjata apinya, perlahan jarinya menarik pelatok ke belakang, tapi tuhan masih melindungi Nandi, sekelebatan bayangan benda tumpul telah menghantam senjata api tersebut hingga lepas dan terlempar jauh.
Sebuah benda tumpul mengenai senjata api tersebut.
Secara bersama'an tali yang mengikat tangan Astuti telah putus dan lepas lalu Astuti salto dan melompat ke arah Nandi.
"Bedebah rupanya kau telah menipu kami Nandi, kawan-kawan habisi si Nandi dan adiknya itu." Teriak lelaki itu.
Begitu mereka mau maju sekelebatan bayang hitam melompat ke arah Nandi, dan suara yang amat nyaring terdengar dari belakang Nandi, rupanya mereka para pamili Gang Si'iran dengan kendara'an roda duanya motor Yamaha Rx king telah datang tepat waktu.
Dan yang berkelebat bayangan hitam yang telah menggagalkan senjata api lepas dari selongsongnya adalah Wanda alias Toglo.
Dan kini pertempuran pun terjadi antar para pamili Gang si'iran dengan komplotan tengkorak hitam.
Astuti yang di suruh pulang oleh Nandi untuk membawa tas yang berisikan uang, tidak menuggu lagi langsung Melompat ke arah motor Nandi dan melaju dengan kencang.
Pertarungan yang mempertaruhkan hidup dan mati, karena para komplotan tengkorak hitam sudah pasti ingin membinasakan dirinya dan para sahabatnya, maka dari itu Nandi dan para pamili Gang si'iranpun akan menghadapinya sampai tetes darah penghabisan, yang sekaligus menyadarkan kekeliruan mereka dan pingin tau siapa sebenarnya lelaki itu.
Di sebuah bangunan tua yang jauh dari keramaian telah menjadi saksi pertarungannya antara kubu Nandi dan kubu mapia tengkorak hitam.
Kini skill bela diri para pamili Gang si'iran lagi di hadapkan dengan para petarung yang sudah matang di bidangnya.
Sementara lelaki berjas dan berkaca mata hitam itu selaku pimpinan kelompok tengkorak hitam berduel dengan Nandi, keduanya nampak seimbang lincah dan gesitnya sama-sama kuat.
__ADS_1
Dan di lain posisi Toglo yang berduel dengan lelaki yang menghajr Astuti, sama-sama bengis dan kejamnya, tapi Toglo nampak berada di atas beda tipis, unggulnya Toglo mengkolaborasikan ilmu bela diri dengan olah raga parkur, apapun yang ada di situ selalu menjadi tumpuan ostacel bagi Toglo, dalm melompat sambil melempaskan bogem atau tendangan selalu merepotkan lawannya.
Pertarungan yang sama berkelas, dan sama-sama bisa kemasukan pukulan ataupun tendangan, bedanya kalau Toglo mempunyai daya tahan pukul yang luar biasa dan bisa mengendalikan pernapasannya walaupun dalam pertarungan sesengit apapun.
Setelah Toglo mengehui lawannya begitu tangguh, ia terus menguras tenga lawannya dengan melompat kesana kemari dalam menghindari serangan.
"Bocah edan, kuat sekali tenaganya." Batinnya.
Di sa'at lelaki itu agak lengah sedikit,Toglo langsung melepaskan tinjunya dengan kekuatan penuh.
Buuuk.
Lelaki itu cuma terhuyung sembari mengatur keseimbangannya. kemudian Toglo menyusul dengan tendangan tapi sungguh diluar dugaan Toglo, lelaki itu berkelit dengan cepat, kemudian menyusul dengan serangan balasan.
Ploos
Toglo pun tidak kalah gesitnya sembari bergeser kesamping, lalu elbo Toglo masuk dengan cepatnya mengenai dagu lawannya.
Deeaass.
Aauuugghhh.
Baru terdengar suara mengaduh pada lawannya Toglo, dari situ Toglo melompat ke atas sambil melepaskan tinju buminya.
Sebuah pukulan bekekuatan yang dahsyat trlah meluncur dengan cepat menghantam dagunya lagi.
Deaasss..
Auuugghhh..
Bersama dengan itu nampak terlihat keluar percikan cairan berwarna merah keluar dari mulut lelaki yang menjadi lawannya Toglo.
Dari situ hilanglah sudah keseimbangan lawan toglo yang tangguh itu, dengan sipat bengisnya Toglo mengirimkan lagi pukulan untuk mengantarkan lawannya tertidur di atas hamparan batu kerikil.
Blaaaakk.
Tubuh tegap dan kekar itu, kini telah melorot jatuh dan tersungkur tidak sadarkan diri.
Tapi di lain pisisi Doni nampak terdesak dan beberapa pukulannya lawannya telah bresarang hingga membuat Doni jatuh dan tersungkur, ketika itu pula Toglo langsung melompat untuk memberi bantuan pada Doni.
Kelepaaat..
Buuukkk..
Satu tendang Toglo bersarang di punggung lawannya Doni yang hendak menghabisi Doni dengan pukulan susulannya.
*********
Bersambung
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.