
Malam itu, yang dirasakan oleh nandi, rasa hati yang gelisah dan jantung yang berdebar-debar, tapi tidak ada tanda-tanda buruk.
Malam pun semakin larut hingga jarum jam yang menempel di dinding bengkel nandi telah menunjukan pukul
03:30 menit.
Sehingga para sahabatnya nandi pun sudah mulai terserang rasa ngantuk, dan mereka tidak pulang, karena tanggung waktu pagi yang tinggal sebentar lagi, dan mereka pun beristirahat di dalam toko tempat ruang khusus untuk para karyawannya melakukan istirahat.
Singkat cerita.
Malampun sudah berlalu, berganti dengan waktu pagi telah tiba, dan orang-orangpun sudah ramai lalu lalang, terutama kaum hawa, yang sudah keluar dari rumahnya untuk belanja keperluan dapur.
Seperti buk sari dan sindi yang baru pulang dari pasar, belanja sayuran dan lain sebagainya untuk keperluan memasak.
Sindi nampak sibuk di dapur bantuin sang mertua motongin sayuran.
Di pagi itu sindi yang punya resep buat menu makan pagi, selain sekarang sudah punya suami jadi sindi harus bisa memasak sendiri tanpa harus merepotkan sang mertua.
Selain itu pula sindi masakannya enak, begitu apa yang telah nandi rasakan.
Ketika itu nandi datang dengan kebiasa'annya, membuat segelas kopi hitam.
''Mau masak buk, ooh iya ibuk belum tau ya, kalau mantu ibuk masakannya wuuenak banget.'' Ujar nandi.
''Ooh ya, benarkah itu.'' Ucap buk sari.
''Coba aja nanti ibu rasakan masakannya sindi.'' Ujar nandi sambil mengaduk-ngaduk kopi.
Setelah itu nandi langsung pergi keluar, duduk dibangku di depan tokonya sambil meng hisap sebatang roko kesuka'annya.
Disa'at pajar mulai bersinar, ke enam pekerjanya nandi yaitu, kamal, gito, pandi, doni dan toglo baru bangun, sedangkan hasan pulang kerumah jam tiga'an.
''Cepetan mandi sana.'' Ucap nandi.
''Waduuh si bos sudah stembay dengan segelas kopi, mantap dah.'' Ujar gito.
''Iya dong, kalau gua begadang gak begadang juga, bangun selalu pagi sekali.'' Ucap nandi.
''Iya nih, kita gak solat subuh lagi.'' Celoteh pandi.
Setelah itu, mereka lalu pergi ke kamar mandi secara bergantian, untuk membersihkan badannya.
Selepas itu mereka melakukan kebiasa'annya seperti biasa yaitu minum kopi, terkecuali toglo, ia langsung melakukan pelemasan dengan berolah raga dan bermain sepeda.
Setelah keringat keluar dari seluruh tubuhnya, baru toglo memasukan segelas air hangat agar keringat terus keluar, setelas itu toglo pun langsung bikinin kopi hitam, lalu duduk bareng mereka.
''Widiiih generasi gang si'iran nih, dari hari kehari badan lo' tambah jadi jadi sih glo.'' Ujar kamal.
''Kan aku masih masa pertumbuhan bang, setiap pagi pun kalau tidak melakukan pelemasan dulu rasanya otot tuh kaku.'' Saut toglo.
''Iya bagus toglo, biarpun cuma sebentar kita harus berolah raga, agar peredaran darah tuh lancar.'' Pungkas nandi.
''Iya bang, itu pasti biapun cuma sebentar, karena terasa oleh ku, kalau pagi-pagi melakukan pelemasan dulu, kerja tuh terasa ringan dan otakpun bekerja dengan baik.'' Ujar toglo.
Disa'at itu pula astuti keluar sambil mendorong motornya, untuk dipanasin terlebih dahulu.
Terus astuti ikut gabung di tengah-tengah mereka dan duduk di dekatnya kamal, gito dan pandi beserta toglo.
__ADS_1
''Boleh gak gue ikut gabung disini, ooh iya pan emang handpon lo' kemana, kenapa tidak aktip?.'' Tanya astuti pada pandi.
''Ada emang kenapa gitu?.'' Pandi balik bertanya.
''Itu nina barusan whatssap gue, katanya handpon lo' di hubungi gak bisa.'' Ujar astuti.
''Masa iya, coba gua lihat.'' Ucap pandi sambil mengambil handponnya di saku celana bagian depan.
''Masa allah batrenya habis, semalam gua lupa gak dicas, terus nina bilang apa lagi.'' Ucap pandi.
''Gak cuma nanyain doang, dan gue bilang mungkin masih tidur, karena semalam begadang sama bang nandi sampai jam tiga.'' Ucap astuti.
''Ooh gtu, bentar gua cas dulu.'' Ujar pandi.
''Lo' kebiasa'an sih, kalau gua lihat nina tuh tipe cewe setia, kalau sudah suka sama cowo susah untuk mov'on, makanya lo' jaga tuh perasa'annya.'' Pungkas nandi.
''Bener tuh kata abang gue, lo' jangan dibiasa'in begitu, kalau cewe tuh pagi-pagi kalau diperhati'in sama pacar akan seneng banget tau.'' Ucap astuti.
''Iye iye gua lupa.'' Ucap pandi.
''Terus kalau pacar lo' tut perhatian kagak.'' Celoteh gito sambil mendelik pada kamal.
''Ya iyalah, pacar gue perhatian banget, cuman pagi ini dia gak ngasih kabar.'' Ucap astuti sambil melirik sedikit pada kamal.
''Uluuuh uluuuh, mungkin bangunnya kesiangan kali.'' Toglo ikut nimrung.
''Ini bocah ikut nimrung aja urusan orang dewasa.'' Ujar kamal.
''Hahaa, abang abang, aku sekarang bukan bocah lagi, usiaku sudah 18 tahun bang.'' Ujar toglo.
''Iya gua juga tau, tapi tetep aja lo' itu masih bocah dimata gua.'' Saut kamal.
''Ooh iya, kalian mau pada kerja kagak, ini sudah setengah tujuh lho.'' Ujar astuti mengalihkan pembicara'an pada gito dan pandi.
''Ya kerjalah, kan gua dan gito mau berangkat langsung dari sini.'' Ucap pandi.
''Ooh iya pan, mesin yang lo' turunin kemarin harus sudah beres sekarang, tadi pagi orangnya whatssap gua, katanya ada perlu mendadak.'' Pungkas nandi.
''Gimana tuh orang katanya tidak buru-buru amat, kalau tau gitu kemarin gua rampungin, gak bantuin gito dulu.'' Ucap pandi.
''Ya namanya juga orang, ya kita harus respek, biar castamer tidak kecewa.'' Ujar nandi.
''Okee di hari ini juga gua rampungin, terus butuhnya siang apa sore?.'' Tanya pandi.
''Ngomongnya sih sore.'' Jawab nandi.
Selepas itu waktupun sudah menunjukan pukul 07:00, astuti pun sudah bersiap-siap untuk berangakat begitu pula pandi dan gito, yang sudah siap untuk meluncur ke jalan ketupat.
Sementara sindi bareng sama nandi, kini ketiga motor sudah mulai melaju meninggalkan gang si'iran, untuk memulai lagi melakukan aktipitasnya, astuti selaku sekretaris dan merangkap dibidang perpajakan yang mengurus-ngurus semua pajak hartanya perusaha'an nandi dan sindi dibagian administrasi keuangan yang meng gaji para karyawan nandi.
Dua tahun kemudian.
Nandi dan sindi kini sudah dikaruniai seorang anak perempuan, yang sudah berusia hampir satu tahunan, seorang putri yang gemuk bersih dan dianugrahi wajah cantik rupawan.
Bersama itu pula kedua toko nandi kini sudah menjadi distributor yang yang cukup besar diwilayah itu, dengan bangunannya yang sudah diperluas, dan pasilitaspun sudah terjamin cukup bagus, karena nandi merancangnya sebagus mungkin.
Dan nandi pun sudah membuka lowongan kerja untuk di tempatkan di bagian pelayanan para castamer atau para pelanggan yang datang untuk berbelanja.
__ADS_1
Sepuluh orang untuk ditempatkan di bagian penjualan, dan lima orang dibagian perbengkelan,
Sedangkan para senior bagian mekanik diperbengkelan, telah diangkat sebagai pengawas.
Pandi adi supraja pengawas bagian mekanik dijalan ketupat dan gito santoso pemandu untuk karyawan baru.
Sementara di gang si'iran, kamal di angkat juga sebagai pengawas, dan hasan masih memegang operator mesin bending dan bubut karena nandi belum punya gantinya yang setara dengan hasan, karena hasan merangkap bagian memodipikasi kendara'an dari para castamer.
Doni bagian pengiriman barang, merangkap dibagian memodopikasi bersama hasan karena doni lebih menyukai kerja'an itu.
Sedangkan toglo menjadi tehknisi mesin kendara'an roda dua, dan gaji toglo pun sudah cukup untuk membiayai kebutuhan hidup dirinya dan neneknya.
Biarpun gaji toglo sudah lumayan besar, tapi toglo tidak mau mengganti kendara'annya, alasannya sepeda itu permula'an hidup toglo mrnjadi lebih baik, ditambah sepeda itu hadiah dari nandi, yang tidak mungkin toglo lupakan sampai kapanpun.
Pukul 17:00
Distributor perusaha'an nandi sudah sepi karena pekerjanya sudah pada pulang, ditambah pendaptaran lamaran untuk karyawan baru pun sudah ditutup, karena nandi memberi waktu cuma tiga hari saja, dan hari itu hari terakhir untuk memasukan lamaran lowongan kerja, jadi tinggal melakukan tes bagi yang sudah memasukan lamarannya.
Kini tinggal toglo yang belum pulang, karena toglo baru selesai membereskan peralatan dan perkakas.
Di sa'at itu pula muncul nandi bersama sindi dan putrinya yang sudah di beri nama: Anggita eka putri.
Nandi memberi nama putrinya begitu, karena wajahnya yang anggun kaya ibunya.
Ketika itu pula nandi memanggil toglo, yang agak jauh dari rumah, karena nandi sudah merubahnya antara rumah dan distributor agak berjauhan ditambah pagar yang lumayan cukup tinggi, belum lagi ada kantornya buat para stap karyawan nandi yang berada disamping kiri rumah.
''Glo toglo.'' Panggil nandi.
''Iya bang.'' Jawab toglo.
''Tolong tulisan lowongan kerja di copot aja, karena waktunya sudah habis.'' Ucap nandi.
''Iya.'' Saut toglo.
Setelah itu toglo berjalan keluar dari halaman itu, menuju pada rumahnya nandi setibanya di depan pagar toglo mengetuk pintu pagar besi yang lumayan tinggi.
Tek tek tek.
''Saya pulang dulu bang, karena hari sebentar lagi senja.'' Ujar toglo.
Terus nandi pun keluar sambil mengendong putrinya anggita eka putri.
''Sudah kamu kunci'in semuanya?.'' Tanya nandi.
''Sudah bang, ini kunci-kuncinya.'' Ucap toglo sambil memberikan kunci pada nandi.
''Makan dulu sana glo.'' Ujar nandi.
''Terima kasih, nanti aja di rumah bareng nenek, kasian.'' Jawab toglo.
''Ooh ya sudah, kamu hati-hati ya, gua merasa gak enak hati dengan kepulanganmu hari ini, kalau ada apa-apa cepat hubungi gua.'' Ucap nandi.
''Iya bang makasih.'' Saut toglo sambil mendorong sepedanya.
Toglo terus mengayuh sepedanya meninggalkan nadi dan sindi yang lagi asik bermain dengan putrinya ditaman depan halaman rumahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Bersambung.
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan dukses selalu.