SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 76


__ADS_3

Dipagi hari, di kala matahari sudah mulai memancarkan sinarnya yang kuning ke emasan, menyinari bumi persada.


Nandi lagi duduk dibangku dengan segelas kopi hitam berada di atas meja, lalu tangan kanan nandi meraih segelas kopi tersebut yang nampak terlihat masih mengepul.


Seriipiit.


Satu seripitan kopi yang masih panas, terus diambilnya sebatang roko berbarengan dengan dinyalakannya sebuah korek lalu dibakarnya ujung roko tersebut sambil dihisapnya, terus dihembuskannya asap roko tersebut dari mulut, begitu dan begitu seterusnya disa'at nandi lagi sendirian.


Terus nandi meraih handponnya yang tergeletak diatas meja.


''Kira-kira sindi lagi ngapain ya.'' Gerutu nandi dalam hatinya.


Dibukanya aplikasi whatsap, terus nandi mengirimkan sebuah chat pada nomor sindi.


.Nandi ''Halo sayaang lagi ngapain nih, jangan lupa ya mandi yang bersih.''


Chat dari nandipun sudah terkirim, tapi nampak dilayar kaca handponnya nandi pesannya masih belum dibaca, selang beberapa menit pesan dari nandi sudah centang biru


.Sindi ''Ma'ap ya sayang baru dibalas habis bantuin ibu masak, ya iya dong.''


.Nandi ''Tidak apa-apa sayang, abang juga ngerti kamu kan jam-jam segini lagi sibuk-sibuknya didapur.''


.Sindi ''Makasih ya sudah mengerti dengan keada'an gue.''


.Nandi ''Sekarang abang gak kesitu dulu, saolnya ada kerja'an yang harus segera diselesaikan.''


.Sindi ''Iya aa gak apa-apa, gue juga ngerti.''


Setelah itu nandi pun menutup chatingannya, dan handponnya ditaro lagi diatas meja.


Ketika itu pula munculah toglo, kamal, hasan dan doni.


Toglo memarkinkan sepedanya dtempat biasa, yaitu disamping bengkel tempat yang disediakan oleh nandi untuk para pekerjanya.


''Assalam mualaikum bang, met pagi menjelang siang.'' Sapa toglo.


''Wa alaikum salam, pagi juga.'' Jawab nandi.


Begitupula kamal, hasan dan doni menyapa nandi dengan menucapkan salam.


Dan merekapun langsung memburu pada kopi yang telah disediakan oleh nandi.


Selepas bikin kopi merekapun lalu duduk dibangku yang sudah tertata rapi.


Kamal pelan-pelan meraih gelas yang berisikan kopi yang nampak masih panas, lalu diseripitnya perlahan-lahan.


''Aaah mantap.'' Ujar kamal sambil menyimpan gelas itu diatas meja.

__ADS_1


Sementara ditempat lain.


Yaitu disebuah komplek perumhan mewah, citra loka indah, tepatnya di rumah pak ardi juna pranata.


Disebuah taman diluar samping rumah, nampak nina yunita lagi duduk sambil senyum-senyum dengan sebuah handponya.


Ternyata nina lagi chatingan di via whatssap.


Kini wajah nina nampak berseri-seri, dan bercahaya.


Perubahan sikap nina, setelah kepulangannya dari tempat rekreasi bersama keluarga nandi, sering diperhatikan oleh ibu yola yohana.


Ninapun tidak menyadari bahwa kesendiriannya itu, kini tak lepas dari pandangan dua bola mata indah dari balik jendela yang terus memperhatikan perubahan sikap nina yang lebih hidup dan bergairah.


''Itu anak kenapa ya, dan apa yang telah dia temukannya, saya pun merasa senang dengan sikapnya sekarang yang lebih ceria, tapi apa ya penyebabnya, jadi penasaran nih.'' Gerutu ibu yola yohana.


Sementara nina masih asik dengan chatingannya.


Dan ibu yola yohana masih terus mengintipnya dari balik jendela kamar, sehingga tidak menyadari bahwa dirinya lagi memasak didapur tiba-tiba, melintas dihidung ibu yola yohana bau tak sedap.


''Astagpirullah hal adzim, masakanku bau gosong.'' Ucap ibu yola yohana sambil terteranjat pergi kedapur.


Nampak wajan sudah mengepul dengan asap hitam, terus ibu yola yohana langsung mematikan kompornya.


''Waduuh ini kan wajan mahal, gimana nih bisa berabe nih bila papah tau, pasti ku abis diomelin.'' Celoteh ibu yola yohana.


Dan ketika itu pula munculah nina yunita.


''Nina, gimana nih, wajan kesayangan mamah sapai gosong begini, apes-apes.'' Ucap ibu yola yohana.


''Lagian mamah sih, emang mamah kemana?.'' Tanya nina.


''Mamah tadi dikamar, beresin tempat tidur, mamah lupa kalau mamah lagi masak.'' Ucap ibu yola yohana berbohong.


''Ya masih untung, wajannya belum bolong, coba telat sedikit habislah sudah.'' Ujar nina.


''Ko kamu bilang begitu sih sama mamah.'' Ujar ibu yola.


''Habisnya mamah teledor sih, coba kalau papah tau, pasti mamah di omelin abis-abisan.'' Saut nina.


''Jangan bilang-bilang papahmu ya.'' Pinta ibu yola.


''Biarpun gak bilang juga lama kelama'an pasti papah akan tau juga.'' Ucap nina.


''Ya terus gimana, bantuin mamah dong.'' Ucap ibu yola.


''Ya jalan satu-satunya mamah jujur aja bilang apa adanya sama papah, nina yakin papah juga akan mengerti.'' Saut nina.

__ADS_1


''Tapi mamah takut papahmu suka ngomel-ngomel.'' Ujar ibu yola.


''Ya itu resiko mah, dari kesalahan kita.'' Saut nina.


Ibu yola lalu mengambil wajan yang sudah gosong yang hampir bolong sedikit lagi, dan nina pun bantuin bersihin masakan yang sudah hitam karena kepanasan dari sebuah wajan yang hampir bolong.


Selepas nina bantuin bersih-bersih, nina pun bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.


Selang beberapa menit nina keluar dari kamarnya dengan berpakaian sangat rapi, terus berpamitan pada ibu yola yohana.


''Mah nina berangkat dulu ya.'' Ucap nina.


''Iya nak, hati-hati dijalan, kalau ada apa-apa cepet kabarin mamah atau papah.'' Saut ibu yola yohana.


''Iya, mamah, assalam mualaikum..' Ucap nina sambil melangkahkan kaki dan berjalan keluar dari rumah tersebut.


Setibanya diluar nina langsung menekan remot kontrol untuk membuka kunci mobilnya itu.


Secepatnya nina sudah bèrada didalam mobilnya dan langsung tancap gas.


Satpam penjaga pintu gerbang pun sudah mulai membukakan pintu gerbangnya.


Tid tidid.


''Terima kasih mang.'' Sapa nina.


''Iya non sama-sama, hati-hati non dijalannya.'' Jawab mang satpam.


Mobil honda jaz warna hitam kini sudah keluar dari pintu gerbang rumahnya pak ardi juna pranata.


Sementara dijalan ketupat tepatnya dibengkelnya nandi.


Nampak pandi dan gito lagi sibuk dengan pekerja'annya, kini pandi tampil jauh berbeda dengan sebelumnya, bahkan gito, astuti dan sindipun sampai terpesona melihat tampilan pandi yang akhir-akhir ini, yang tadinya rambut gondrongnya suka dibiarkan terurai, kini selalu diikat model para kesatria dijaman keraja'an dulu.


Pandi kini sering berdandan rapi kalau mau berangkat kerja, dan selalu tercium wangi parpum dipakaiannya.


Pandi sahabat nandi yang paling kalem, tidak buru-buru selalu bertindak hati-hati dalam.bekerja atau pun dalam bertindak.


Pandi memiliki postur tinggi 178 cm beda tipis dengan nandi, lebih jangkungan nandi.


Disa'at pandi dan gito lagi sibuknya dengan pekerja'an, tiba-tiba mobil warna hitam dengan logo dan merek honda jaz, berhenti diparkiran halaman toko.


Tak lain dia adalah nina yunita, nina tidak buru-buru keluar, nina memandang lelaki berambut gondong dengan diikat begitu rapi, dengan sangat intens nya nina terus memandangi lelaki itu, sampai-sampai suara yang terus memanggilnya pun tidak terdengar sama sekali oleh nina.


•••••••••••••••••••••


Bersambung.

__ADS_1


Ma'ap eps ini adalah yang paling pendek dari pada eps yang lainnya.


Mohon ma'ap atas segala kekurangannya, dan terima kasih banyak, yang sudah mendukung karya ini, semoga berada dalam lindungan yang maha kuasa, sehat-sehat dan sukses selalu.


__ADS_2