
Setelah air panas dituangkan kedalam gelas, lalu nandi mengaduk-ngaduk kopi tersebut sampai beberapa kali putaran, untuk menciptakan cita rasa yang nikmat.
Selepas itu nandi membawanya keluar, Sambil duduk santai dengan dikapasi angin malam yang dingin menusuk hingga kepori-pori kulit.
Pukul 22:30.
Suasana dikota itu masih sangat ramai, jalanan pun masih dipadati oleh berbagai macam kendara'an, hilir mudik kendara'an dari para karyawan pabrik, yang keluar dan masuk sip dua dan sip tiga masih terus memenuhi jalan.
Sementara ditempat lain.
Di sebuah perumahan mewah, citra loka indah tepatnya disebuah rumah mewah miliknya pengusaha ardi juna pranata.
Nampak ibu yola yohana lagi duduk seorang diri, dengan wajah yang gelisah dengan sebuah posel berada digenggamannya.
''Ini anak kemana, jam segini ko belum pulang, dihubungi mel bok terus, bo ya ngasih kabar kalau telat tuh, apa mungkin ada tugas kelompok dari kampusnya ya, tapi gak mungkin, jadi gak enak hati begini, coba ku hubungi papah.'' Gerutu ibu yola yohana, sambil menggulir layar kaca sebuah handpondnya.
Ibu yohana lalu menghubungi suaminya yang masih sibuk dikantor.
Dan panghilan pun mulai tersambung dengan ardi juna pranata.
.Yohana ''Halo pah, ko belum pulang.''
.Ardi ''Iya mah, papah lagi mau otw pulang nih, ada apa?.''
.Yohana ''Ini anak kita nina, jam segini masih belum pulang juga, ibu jadi kuatir.''
.Ardi ''Mungkin main ketempat temennya kali, coba mamah hubungi.''
''Yohana ''Udah pah, tapi mel bok terus, sekarang papah cepetan pulangnya ya, kita ngobrolnya dirumah aja, papah hati-hati dijalan.''
.Ardi ''Iya mamh sayang, makasih ya.''
Setelah itu, panggilan pun segera dimati'innya, ibu yohana masih nampak gelisah, sebelum tau kabar anaknya dimana.
Tiga puluh menit kemudian nampak terdengar suara pintu gerbang terbuka, dan sebuah mobil memasuki halaman rumah.
Setelah itu suara pintu depan rumah terdengar terbuka sembari mengucapkan salam.
''Assalam mualaikum.''
''Wa alaikum salam.'' Jawab ibu yola yohana sambil melangkah keruangan tamu.
''Papah?.'' Tanya ibu yola yohana.
''Iya mah, emangnya nina sebelumnya gak ngasih kabar pada mamah?.'' Tanya Ardi juna pranata.
''Tidak ada kabar apa-apa pah, makannya mamah jadi kuatir.'' Jawab ibu yola sambil membuka jasnya ardi juna pranata dan membawa tasnya masuk ke kamar.
''Sebentar ya mah, papah mau mandi dulu.'' Ucap ardi juna.
''Iya pah.'' Jawab ibu yola, sambil duduk dikasur dengan wajah yang masih nampak gelisah.
Selepas itu pak ardi pun sudah keluar dari kamar mandinya, dengan pakaian sudah ganti dengan pakaian tidur.
Lalu pak ardi duduk disamping istrinya.
''Apa mamah sudah coba menghubungi teman kampusnya?.'' Tanya pak ardi.
''Mamah sudah hubungi kaila dan rina tapi dia bialng tidak tau katanya pah.'' Jawab ibu yola.
''Kemana ya tuh anak, gak biasanya dia sampai larut malam begini belum pulang juga.'' Ucap pak ardi.
Pak ardi juna pranata, terus berpikir sejenak siapa saja temannya nina yang bisa dihubungi, terus ia menemukan solusi.
''Ooh iya, coba papah hubungi astuti dan nak nandi, siapa tau nina lagi main kesitu.'' Ucap pak ardi juna agak girang.
''Ooh iya bener pah, ko mamah gak kepikiran kesitu ya.'' Saut ibu yohana.
Sementara astuti dan nina masih pada ngobrol membicarakan masalah masa lalunya waktu masih duduk dibangku smp.
Disa'at itu pula tiba-tiba handponnya astuti berdering.
''Tut handponmu bunyi tuh.'' Ucap nina.
Astuti langsung mengambil handponnya, dari atas meja, setelah dilihat astuti kaget.
''Nin, bokap lo' ngebel gue, emang lo' ada masalah sama orang tua lo'?.'' Tanya astuti.
''Ooh iya, tadi tuh handpon gue lobet, cepetan angkat.'' Ucap nina.
Astuti pun langsung mengangkat panggilan dari ayahnya nina.
.Astuti ''Iya halo oom, ada apa ya?.''
.Pak ardi ''Tut ma'ap ya kalau om mengganggu.''
.Astuti ''Ooh tidak oom, tuti gak merasa tergangu ko, pasti om kuatir ya dengan anak om nina yunita.''
.Pak ardi ''Lho ko kamu bisa langsung menebaknya sih, emang nina ada disitu.?.''
.Astuti ''Iya om, ini kita lagi ngobrol, ini oom ngomong langsung sama nina.''
Astutipun langsung menberikan handponnya pada nina.
.Nina ''Iya pah.''
.Pak ardi ''Kamu tuh, sudah bikin ibumu kuatir.''
.Nina ''Ma'ap pah tadi tuh waktu dikampus handpon nina lobet, dan lupa dicas.''
.Pak ardi ''Ooh begitu, terus kamu mau pulang gak?.''
__ADS_1
.Nina ''Kayanya gak deh pah, bang nandi dan kedua orantuanya tuti ngelarang pulang, sudah malam, nina juga takut.''
.Pak ardi ''Ya sudah kalau begitu, sekarang mamah dan papah jadi lega, kalau kamu berada ditempat yang aman.''
''Iya pah, mah, mamah jangan kuatir nina baik-baik aja.''
.Pak ardi ''Ya sudah kalau begitu, salam pada keluarga disitu, dan salam buat nak nandi, assalam mualaikum.''
.Nina ''Iya pah, mah, nanti nina sampaikan, wa alaikum salam.''
Setelah itu panggilan pun telah dimatikan, dan nina langsung memberikan handpon tersebut pada astuti, terus astuti menyimpannya lagi diatas meja.
''Ah elo' suka bikin kuatir, nyokap dan bokap lo aja sih.'' Ujar astuti.
''Gue gak bermaksud begitu tut, tadi handpon gue tuh tadi lobet dan gue lupa mau ngecas.'' Saut nina.
''Ya sudah sekarang cas dulu, biar besok batrenya penuh.'' Ucap astuti.
Selepas itu ninapun mengeluarkan handponnya dari dalam tas untuk dicas.
Kini malampun semakin larut, jam dinding ya menempel diatas tembok kamarnya astuti sudah menunjukan pukul 23:30 menit.
Nina dan astutipun kini mulai merasakan matanya berat sekali, dan rasa kantuk sudah menyerang mereka berdua, dan akhirnya merekapun tertidur dengan pulasnya.
Suasanapun sudah terasa sepi sekali, jalananpun sudah jarang dilalui oleh kendara'an.
Dan nandipun sudah berbaring dengan mata terpejam diatas kasur empuk, dengan berselimutkan kain tebal.
Malam terasa semakin dingin, para petugas ronda yang lagi mendapatkan tugasnya di malam itu, lagi keliling-liling seputar gang si'iran.
Ke esokan harinya, dipukul 06:00 nandi lagi asik duduk santai, dengan seperti biasa selalu ditemani dengan segelas kopi hitam yang masih terlihat mengepul.
Dengan seripitannya terdengar begitu enak, disa'at itu pula munculah nina dan astuti.
''mau kemana nin?.'' Tanya nandi.
''Ya mau pulang atuh aa, masa mau jalan-jalan.'' Jawab nina.
''Masih pagi juga, nanti abis sarapan baru pulang.'' Saut nandi.
''Iya makasih aa, soalnya gue mau kekampus ada jadwal pagi hari ini.'' Ucap nina, sambil membuka kunci dengan memijid remot controlnya.
''Hati-hati lo' jangan ngebut.'' Ucap astuti.
''iya, ayo tut, aa nandi gue pamit dulu ya.'' Ucap nina.
baru saja nina mau buka pintu mobilnya tiba-tiba bu sari berlari membawa bungkusan.
''Ee'eeh sebentar dulu nina.'' Teriak bu sari.
Ninapun keluar lagi sambil melihat pada bu sari yang lagi membawakan bungkusan.
''Ada apa bu?.'' Tanya nina.
''Waduuh, jadi ngerepotin ibu nih, ini kesuka'an mamah, ya udah makasih bu.'' Ucap nina sambil menerima bungkusan dari bu sari.
''Iya sama-sama, kamu hati-hati ya jangan lupa jaga kesehatan.'' Saut bu sari.
''Iya bu, terima kasih pada semuanya, nina pulang dulu ya.''
Setelah itu nina pun langsung masuk kedalam mobilnya, terus kedua tangannya memegang pada setir, sambil lihat-lihat sepion kiri kanan, ninapun mulai meng atret mobilnya dari garasi.
Tid tid.
Nina memijit klakson, dan mobilpun langsung melaju dijalan gang si'iran.
Sementara nandi dan astuti masih duduk dikursi teras rumahnya.
''De emang ada apa nina malam-malam kesini?.'' Tanya nandi.
''Abis dari kampus dia langsung kesini, pingin aja ketemu sama gue, Sudah lama katanya ga pernah main kesini.'' Ucap astuti.
''Ooh begitu, dikira ada apa.'' Saut nandi.
''Aa, ku sering lihat cara pandang nina sama aa.'' Ucap astuti.
''Maksud lo' apa de?.'' Tanya nandi.
''Sepertinya ninapun suka sama aa, ternyata abang gue ini banyak sekali pengagumnya.'' Ucap astuti.
''Huss ah kamu jangan bilang begitu, mana mungkin orang tajir kaya nina suka sama abang.'' Celoteh nandi.
''Aa nandi aa nandi, jaman sekarang ini orang suka tidak memandanga harata atu derajatnya, tapi cinta itu terlahir dari hati yang paling dalam.'' Ucap astuti.
Nandi tidak berkata apa-apa ia hanya menguk sisa kopi yang masih setengah gelas lagi, ia lalu menghisap sebatang roko, yang asapnya terus dikeluarkan melalui hidung dan mulut.
''Aa kapan-kapan kita main lagi ke telaga reumis, suasananya enak adem, pokonya bikin betah deh.'' Ucap astuti.
''Iya nanti kalau liburan akhir tahun kita main lagi kesana.'' Jawab nandi.
''Wah kelama'an atuh aa, semalam kan gue cerita sama nina, terus nina mau, katanya bulan depan kita main lagi, nina pingin tau.'' Ujar astuti.
''Kalau bulan depan, sudah mau memasuki musim hujan de.'' Ucap nandi.
''Kalau akhir oktober belum aa, masih jarang-jarang hujannya, tapi kalau akhir tahun iya.'' Kata astuti.
''Oke kalau begitu.'' Ucap nandi.
''Cepetan mandi sana, bawa motornya sindi, nanti lo' gua jemput sehabis cek barang dari gudang.'' Ucap nandi.
Astutipun segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya.
__ADS_1
Sedangkan nandi langsung membuka toko dan bengkelnya.
Setelah itu munculah toglo dengan menunggangi sepeda gunungnya.
''Assalam mualaikum bang.'' Ucap toglo.
''Wa alaikum salam, kamu sudah sarapan belum?.'' Tanya nandi.
''Sudah bang tadi bareng nenek, oh iya bang, kapan mau ajarin toglo bela diri.'' Kata toglo.
''Iya nanti kalau abang lagi gak sibuk, tapi gua rasa otakmu cukup pintar toglo, waktu kerja kan masih satu jam setengah lagi, ya udah ayo ikut abang.'' Ucap nandi sambil melangkah masuk rumahnya, setelah itu nandi keluar lagi dengan mendorong motornya, lalu dipanasin terlebih dahulu.
Seleas itu nandi menyuruh toglo untuk naik kemotornya.
Dan toglopun lalu naik dan duduk dijok belakangnya nandi.
''Emang mau kemana bang?.'' Tanya toglo.
''Katamu pingin belajar beladiri.'' Jawab nandi.
''Kenapa tidak disini saja.'' Ujar toglo.
''Belajar ilmu bela diri itu, membutuhkan pemikiran yang tenang, disini sangat berisik, ya sudah kamu duduk aja dibelakang, jangan banyak tanya.'' Ucap nandi.
Setelah itu nandi pun menarik gasnya, motor kini melaju kearah belakang gang si'iran.
Sitoglo pun sempat bertanya-tanya dalam hatinya.
''Emang mau kaemana sih bang nandi ko lewat sini.'' Ucap toglo dalam hatinya.
Setelah keluar dari pemukiman rumah para penduduk, nandinpun mulai memasuki jalan kecil dan menanjak.
Setelah itu nandipun telah tiba disebuah tempat dengan hamparan rumput yang hijau, dan ada gubuk kecil disebelah pojok.
''Nah disini kamu mau belajar bela diri, tempatnya tenang jauh dari keramaian, dan udaranya pun sejuk.'' Ucap nandi.
''Wah betul bang tempatnya enak, emang abang sering kesini?.'' Tanya toglo.
''Abang kalau mau melatih bela diri sering datang kesini.'' Jawab nandi.
''Kenapa harus berlatih, kan abang sudah jago ilmu bela dirinya.'' Ucap toglo.
''Ingat toglo, biarpun kita sudah mrnyandang sabuk hitam, tapi kita tetap harus banyak berlatih, karena diatas langit masih ada langit, ya sudah sekarang sia-siap, dan buka bajumu, biar gerakanmu lepas.'' Ucap nandi.
Toglopun menuruti apa yang telah diperintahkan oleh nandi.
Terus nandi berjalan agak ketengah dan toglo mengikutinya dan berdiri berhadapan dengan nandi.
''Sekarang pasang kuda-kuda yang kuat, terus ikuti semua gerakan abang.'' Perintah nandi.
Toglopun dengan semangatnya menuruti apa kata nandi.
Diawali dengan gerakan jurus-jurus dasar, nandi memberikan latihannya pada toglo.
Dengan semangat membara toglo dengan khusunya mengikuti semua gerakan-gerakan nandi.
Sepuluh jurus dasar telah nandi ajarkan pada toglo
''Sekarang coba kamu ulangi sepuluh jurus yang telah abang ajarkan, dimulai dari jurus pertama.'' Kata nandi.
''Baik bang.'' Jawab toglo.
Toglo terus mengulangi sepuluh jurus dasar itu sendiri, dan nandi mengawasinya sambil berdiri.
''Mulai, pasang kuda-kuda yang kuat, terus pusatkan pikiranmu pada semua gerakan-gerakan itu.'' Kata nandi.
Lalu toglo melakukan gerakan-gerakan dari jurus pertama sampai jurus yang kesepuluh.
Karena ke inginan toglo yang kuat untuk belajar ilmu bela diri, sehingga kesepuluh jurus itu sudah bisa hapal dengan sempurna.
Keringat kini telah membasahi seluruh tubuh toglo.
''Cukup toglo, kamu benar-brnar cerdas, tapi gerakanmu masih lambat, harus dipercepat lagi, yang penting giat berlatih, dan disetiap pukulan yang kamu luncurkan haruslah berbobot, dan kamu harus rajin melakukan pernapasan di pagi hari sebelum berlatih, untuk menarik tenga inti alam.'' Ucap nandi.
''Baik bang, wah cape juga ya, pingin bisa bela diri itu.'' Jawab toglo.
''Ya sudah, untuk sementara latihannya, sampai sini dulu, kamu bisa berelatih dirumah atau dimana saja, ditempat yang kamu mau dan jauh dari keramaian.'' Ucap nandi.
''Baik bang.'' Kata toglo.
''Kalau begitu ayo kita cabut.'' Ajak nandi.
Setelah itu nandi dan toglo berjalan menuju pada kendara'annya yang terparkir didepan gubuk itu.
Lalu mereka pun mulai lagi melajukan motornya menuruni bukit tersebut.
Jalan yang kecil dan penuh kerikil terus nandi lalui
Tidak lama kemudian.
Nandi dan toglo sudah sampai didepan bengkelnya, nampak kamal, hasan dan doni lagi pada duduk sambil meminum kopi, sembari menunggu para klien yang datang.
☆☆☆☆☆☆▪︎▪︎▪︎▪︎☆☆☆☆☆☆
Bersambung.
Ikuti terus kelanjutan kisah sikidal sang penolong dalam episode selanjutnya.
Kalau suka dengan cerita ini cukup dengan like, comentar, favorit, ranting dan vote.
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=Selamat membaca\=\=\=\=\=\=