
Kemunculannya tarno dan manta, membuat suasana menjadi lebih berwarna, karena tarno dan manta yang terus memberi kan hiburan dengan ngecandain pada kedua pengantin itu.
Nandi dan sindipun tertawa girang, karena kelucuan dati penjaga vila itu yang humoris dan tidak membosankan.
''Wajah bapa dan ibu nampak seger sekali, gimana bulan madunya?.'' Tanya tarno.
''Wah pak tarno dan pak manta bisa aja, pokonya tidak bisa di ucapkqn dengan kata-kata.'' Jawab nandi.
Sindi hanya tersenyum manis, mendengar canda'an dari tarno dan manta.
''Bapak-bapak jangan banyak menghayal, nanti jadi gak betah jaga disini.'' Pungkas sindi.
''Ya gimana ya, kalau melihat pak nandi dan buk sindi romantis begitu, saya jadi kangen sama bini dikampung.'' Ujar tarno.
''Dibawa sini atuh istrinya.'' Ujar nandi.
''Iya sih pinginnya, tapi gimana, disini tidak ada mesnya.'' Ucap tarno.
''Ya sudah nanti saya obrolkan pada pak andri supaya dibikinin mes buat pak tarno dan pak manta.'' Saut nandi.
''Gak usah pak nandi, nanti dikiranya kita ngadu pada bapak.'' Pungkas manta.
''Ya emang kenapa pak manta, apa pak andri orangnya galak?.'' Tanya sindi.
''Ooh tidak, pak andri orangnya baik ko, cuma kita kagak enak aja, bila pak nandi membicarakan hal itu pada pak andri.'' Ucap manta.
''Oke kalau begitu, saya tidak akan bercerita apa-apa pada pak andri.'' Ucap nandi.
Terasa lama sudah tarno dan manta ngobrol bareng nandi dan sindi.
Dan akhirnya kedua penjaga itu undur diri, karena masih banyak tugas yang mesti dikerjakannya, selain menjaga vila merekapun mengurus semua tanaman-tanaman yang ada disekitar vila pondok soka.
Banyak tanman dan bunga-bunga yang tumbuh disekitar vila itu, tarno dan mantapun langsung menyiram semua tanaman-tanaman tersebut.
Sementara nandi dan sindi minta ijin pada tarno dan manta untuk keluar mau jalan-jalan sambil lihat-lihat suasana disekitar daerah itu.
Nandi dan sindi lalu berjalan kaki mengelilingi daerah sekitar puncak, hamparan perbukitan yang hijau dengan perkebunan teh yang sangat luas, ditambah cuaca yang masih terasa dingin.
''Aa, ada jagung bakar tuh.'' Ujar sindi sambil menunjuk kearah tukang jagung bakar.
''Iya benar, kayanya enak nih makan jagung bakar, ayo sayang kita kesana.'' Ucap nandi sambil memegang tangannya sindi.
Akhirnya nandi dan sindi pun berjalan kearah tukang jagung bakar, dan terus duduk di bangku yang telah tersedia.
''Mang jagung bakar ya.'' Ucap nandi.
''Baik pak, berapa biji.'' Tanya tukang jagung bakar tersebut.
''Bakar aja dulu enam biji pak, nanti kalau kurang bisa nambah kan.'' Ujar nandi.
''Ya tentu bisa atuh pak.'' Ucap tukang jagung bakar.
Sindi kaget pas nandi pesan enam biji.
''Aa emang mau abis enam biji?.'' Tanya sindi.
''Ya abislah, coba nanti rasakan jagung bakar disini enak-enak, karena langsung dipetik dari kebun pasti manis rasanya.'' Ucap nandi.
Tidak lama kemudia, jagung bakar pesanannya nadipun sudah selesai.
''Ini jagung bakarnya, dan minumnya apa?.'' Tanya tukang jagung bakar.
''Apa ya, ngopi udah, teh manis angat aja mang dua, gula sedikit aja ya.'' Jawab nandi.
''Baik pak.'' Ujar tukang jagung bakar.
Setelah itu nandi dan sindipun mulai mencicipi jagunga bakar tersebut
''Wah enak banget jagur bakarnya.'' Celoteh sindi.
''Tuh bener kan, disini tuh jagur bakarnya sangat terkenal, beda dengan jagung bakar yang lainnya, yang jagungnya sudah lama dipetik dari kebun.'' Ucap nandi.
''Awas aa nanti sakit perut lo, jangan banyak-banyak.'' Ujar sindi.
Baru aja sindi bilang begitu, nandi langsung berdiri dari tempat duduknya.
''Aa mau kemana?.'' Tanya sindi.
''Tunggu sebentar ya sayang, ku pingin ke kamar mandi.'' Ucap nandi.
''Tuh kan, baru aja ku ngomong.'' Celoteh sindi.
''Mang disini mck dimana mang?.'' Tanya nandi.
''Tuh disebrang jalan, sampingnya toko sembako, bapak masuk kegang kecil nanti disitu juga kelihatan ada tulisannya.'' Jawab tukang jagur bakar.
__ADS_1
''Ooh iya mang terima kasih ya.'' Ujar nandi.
''Iya sama-sama pak.''
Setelah itu nandi berjalan kencang kearah yang ditunjukan oleh tukang jagung bakar tersebut.
Setibanya dekat toko sembako, nandi lalu belok kanan masuk gang kecil.
''Ooh iya benar, itu mck nya.'' Gerutu nandi.
Setelah itu nandi pun lalu memasuki sebuah toilet yang kosong.
Sementara sindi masih menikmati jagung bakar itu, sambil melihat-lihat ke indahan bukit yang luas.
Ketika sindi lagi asik melihat pemandangan, sambil memakan jagung bakar, tiba-tiba ada dua lelaki menghampiri sindi dan duduk dibangku samping kiri kanannya sindi.
Sindi pun kaget, karena posisi sindi berada ditengah-tengah kedua lelaki itu.
''Awww, Haii kalian mau ngapain, gak sopan amat sih, minggir lo'.'' Teriak sindi.
''Tenang nona manis, abang temenin ya, dari pada sendirian.'' Kata salah satunya.
''Awas jangan macam-macam lo' nanti gue teriak, dan gue bersama suami gue.'' Bentak sindi.
Tukang jagung itu pun tidak bisa berbuat apa-apa, seperti takut melihat kedua lelaki itu, terus tukang jagung itu mencoba menolong dengan memberi peringatan pada kedua lelaki itu.
''Bang sineng itu bersama suaminya, ku mohon jangan ganggu tamu ku.'' Ujar tukang jagung.
''Diam lo', kita gak butuh suaminya, iya gak dir.'' Kata lelaki itu sambil menoleh pada temannya yang bernama kodir.
Lama-lama tangan kedua lelaki itu nampak terlihat nakal, dengan beraninya pegang tangan mulusnya sindi.
Dan Sindi pun berteriak teriak, tapi sindi mendadak menjadi tenang pas mendengar suatu perkata'an.
''Anda bisa berlaku sopan gak pada seorang wanita.'' Begitu suara yang terdengar di belakang kedua lelaki itu.
Dan kedua lelaki itu langsung menoleh pada suara itu, nampak terlihat oleh kedua lelaki itu, pemuda gagah dan tampan lagi berdiri dibelakngnya.
Terus kedua lelaki itu beranjak dari tempat duduknya dan berdiri sambil tulak pinggang.
''Anda siap, berani-beraninya ceramahin kita.'' Ucap lelaki itu.
''Gua suaminya, terus kalian mau apa.'' Ucap pemuda itu yang tak lain adalah nandi yang baru pulang dari mck.
''Gua sudah peringatkan kalin baik-baik, tapi kalian malah semakin kurang ajar.'' Ucap nandi sambil menunjuk pada kedua lelaki itu.
''Ha hah haha, rupanya belum tau siapa kita.'' Kata lelaki yang bernama kodir.
''Gua gak perduli siapa kalian berdua, kalau sudah kurang ajar sama istri gua, pasti gua akan melindunginya.'' Ucap nandi.
''Oowwh rupanya anda menantang kami.'' Ujarnya.
''Terserah kalian, mau bilang apa, yang jelas kalian sudah berani kurang aja sama istri gua.'' Ujar nandi.
Terus kedua lelaki itu, terpancing emosinya, dan keduanya pun langsung menyerang nandi.
Kini perkelahianpun terjadi, kedua lelaki itu mengirimkan kedua tinjunya, dengan mengincar kepalanya nandi.
Tapi nandi pun cukup gesit dala. mengelak dari serangan kedua lelaki itu.
Plooooss.
Luncuran kedua tinju mereka makan angin, terus kedua lelaki itu melepaskan tendangannya dari kedua sisi, nandi cukup mengkaper dengan kedua tangannya.
Nandi pun tidak tinggal diam setelah kedua tangan nandi mengkaper tendenan mereka, nandi dengan cepat memutarkan badaannya, dan kaki kanan nandi melesat dengan cepat.
Deeaaasss.
Kaki kanan nandi berhadil menggedor kedua wajah mereka.
Aduuuhhhh.
Mereka kaget karena tanpa terlihat kaki nandi telah mencium kedua wajah sangar kedua lelaki itu.
Kini emosi dari kedua lelaki semakin memuncak.
Sebruuut.
Kedua lelaki itu menyerang nadi dari dua arah, nandi hanya memiringkan tubuhnya kesamping kanan sambil menggeserkan kaki kirinya kebelakang sedikit.
Ploooss.
Serangan kedua lelaki itu makan ruang kosong, melihat begitu nandi tidak memberi kesempatan pada mereka.
Dengan menarik kaki kanan kedepan, dan disa'at mereka lengah, dengan kecepatan yang luar biasa elbo tangan kanan nandi bersarang ditulang rahang salah satu dari mereka.
__ADS_1
Duuk deeaasss.
Jeregjeg lelaki itu terdorong tiga langkah, sambil sempoyongan.
Lelaki yang bernama kodir, tidak terima melihat temannya terkena hantaman elbo dari nandi.
''Kurang ajar, ku habisin kau.'' Teriakan kodir sambil melakukan serangan pada nandi.
Dengan serangan yang membabi buta tanpa ada perhitungan tentu sangat memudahkan bagi nandi untuk menjatuhkannya.
Disa'at itu pula tinju tangan kanan nadi meluncur tidak bisa di elakan lagi oleh kodir.
Buuk deeass.
Adaaawww.
Kodir langsung sempoyongan, disa'at kodir lagi menjaga keseimbangannya supaya tidak terjatuh, tapi nandi sudah keluar amarahnya, tatkala ingat pada perlakuan kodir pada sindi, seketiku itu nandi pun mekesat dengan cepat, tidak bisa dihindari lagi tangan kiri nandi yang terkenal mematikan itu dengan sangat cepat menghajar muka kanannya kodir.
Hiuuuuukk...
Jroott deaasss..
Blaaaakk.
Tubuh kodir terpental dan tersungkur ditanah, darah segar nampak keluar dari mulutnya kodir yang sudah tidak berdaya lagi.
Sementara temannya kodir, kini hilang nyalinya pas melihat kodir terpental dan tidak sadarkan diri.
''Ayo sekarang kamu maju sini.'' Ucap nandi sambil memberi isarat sebuah tantangan.
''Ampun bang, gue mengaku kalah, dan gue minta ma'ap atas kekurang ajaran gue pada istri abang.'' Ujarnya.
''Oowh, betapa mudahnya lo' minta ma'ap, setelah apa yang lo' lakukan pada istri gua.'' Saut nandi sambil melangkah maju mendekati temannya kodir.
Lelaki itu setengah sujud pada nandi, memohon ampun.
''Ampun ampuun bang, gue minta ma'ap.''
Terus nandi menurunkan tubuh setengah jongkok, dan diraihnya kerah dari jaket lelaki itu, terus diangkatnya.
''Sekarang terimalah hukuman dari gua, dasar lelaki bajingan, banci lo, heeeaaaa.'' Teriak nandi sambil melayangkan pukulan tangan kirinya.
Belum aja tinju nandi sampai di orang itu, karena jiwanya sudah diliputi rasa takut, sebelum terkena pukulan nandi, lelaki itu sudah pinsan duluan.
Padahal nandipun hanya menakut nakuti saja, dan ahirnya tubuh lelaki itu lemas terus jatuh tersungkur.
''Hahaha, belum apa-apa sudah pinsan duluan, hah dasar lelaki banci, lagak nya aja kaya jawara, nyalimu tempe.'' Ujar nandi.
Nandi terus berjalan menuju pada sindi yang lagi duduk dibangku, dengan muka seperti penuh ketakutan.
''Kamu tidak apa-apa sayang?.'' Tanya nandi.
''Tidak apa-apa aa, cuma ku takut pada kedua lelaki itu.'' Jawab sindi.
''Sudah, tidak usah takut, karena kedua lelaki brengsek itu sudah mampus.
ketika itu pula, tukang jagung bakar itu pun langsung nyamperin nandi.
''Ma'ap pak, mamang tidak bisa menolong istri bapak, karena mamang takut sama sikodir dan sijapra.'' Celoteh tukang jagung bakar itu.
''Iya mang tidak apa-apa, saya juga paham, mereka itu preman disini mang?.'' Tanya nandi.
''Iya benar pak, semua orang takut padanya.'' Jawab tukang jagung bakar itu.
''Ooh jadi begitu, kenapa harus takut mang kalau kita dijalan yang benar, tidak usah takut.'' Ucap nandi.
Setelah itu kodir dan temannya yang bernama japra sudah siuman dari pinsannya, perlahan mereka menggerakan badannya, lalu mengangkat tubuhnya sambil sempoyongan, nandipun beranjak dari tempat duduk menghampiri pada kodir dan japra.
''Syukurlah kalian sudah sadar, apa masih pingin dilanjut pertarungan kita ini.'' Ujar nandi.
''Ampuun bang, gue ngaku salah dan gue minta ma'ap.'' Ujar kodir.
''Oke gua ma'apin kalian berdua, tapi ingat jangan ulangi lagi hal yang sama pada orang lain, karena kalian sudah melakukan suatu pelecehan, dan hukumannya pidana ingat itu, ya sudah pergi sana, dan carilah kerja'an yang halal, jangan sampai anak bini kalian dikasih napkah hasil dari memeras orang.'' Ucap nandi.
Akhirnya mereka pun pergi dari tempatnya tukang jagung bakar, dengan berjalan sempoyongan sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Bersambung.
Terima kasih atas dukungannya.
Salam sehat dan sukses selalu.
Assalam mualaikum.
__ADS_1