SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Sikidal sang penolong Eps 67


__ADS_3

Sementara nandi dan kamal, kini telah tiba dibengkelnya dijalan ketupat, lalu kedua motor itu memasuki halaman depan tokonya, lalu keduanya turun dari motornya sambil membuka helmnya masing-masing.


Setelah itu nandi dan kamal melangkah menuju tempat duduk sambil mengucapkan salam.


''Assalam mualaikum.'' Ucap nandi.


''Wa alaikum salam, waroh matullahi wabarokatuh.'' Jawab pandi dan gito


Setelah itu astuti dan sindi keluar menanyakan kejadian dipasar mengkudu itu.


''Aa gimana orang itu, apa sudah diamankan?.'' Tanya astuti.


''Alhamdulilah dia sudah dibawa pihak berwajib untuk diadili, terus lo tau dari mana de?.'' Jawab nandi sambil balik bertanya.


''Gue lihat di akun sosmed.'' Jawab astuti.


Terus gito dan pandi pun penasaran, pingin mendengar ceritanya nandi itu.


''Apa benar orang itu punya ilmu kebal di?.'' Tanya pandi.


''Iya benar, malahan gua merasakan sendiri, gua seperti memukul sebuah tumpukan batu, tangan guapun sakit dan kesemutan.'' Ujar kamal memotong pembicara'an.


''Terus lo sendiri gimana mal?.'' Tanya gito.


''Ya gua suruh mundur oleh nandi, andaikan gua sendiri yang melawan dia, pasti gua akan kehabisan tenaga, terus kelar deh hidup gua dibacok oleh samurainya.'' Jawab kamal.


Terus sindi datang membawakan minuman untuk nandi dan kamal.


''Sekarang biar agak tenang, ini kopinya diminum dulu.'' Ucap sindi sembari menaro kopi didekatnya nandi.


''Iya terima kasih sayaang.'' Ucap nandi.


''Iya sama-sama, dan ini buat kamal, ini astuti lo' yang bikin.'' Jawab sindi sambil memberikan kopi pada kamal.


Pandi dan gito pun langsung nyaut.


''Terus buat gua dan pandi mana?.'' Tanya gito.


''Aah lo' mah bikin aja sendiri, ini mah urusan dalam negri.'' Jawab kamal.


''Widiih kamaludin sampai segitu sama kita.'' Ujar gito sambil menoleh pada pandi.


''Tau tuh.'' Saut pandi.


Setelah itu nandi dan kamal duduk dibangku sambil meminum kopi, dan hisapan dqri sebatang roko, yang sesekali asapnya dikeluarkan melalui mulut dan hidung.


Sementara digang si'iran.


Hasan lagi sibuk, karena banyak sekali pengunjung yang mau memperbaiki kendara'annya, dengan dibantu oleh toglo.


Hasan terus membim bing toglo, hasan juga mengakui akan kecerdasannnya toglo sekali hasan bilangin toglo langsung hapal.


''Wah bener nih bocah sangat cerdas sekali, bisa-bisa semua ilmu gua diserap abis olehnya, bagus deh jadi gua tidak usah banyak bilangin.'' Ucap hasan dihatinya.


Toglo dengan sangat tekunnya membersih karburator.


''Ini gunanya untuk apa bang hasan.'' Ucap togli sambil menunjuk pada wd.


''Oooh itu, buat menghilangkan kotoran yang bandel seperti karat juga bisa luntur.'' Jawab hasan.


''Ooh gitu y, nanti toglo minta ya dikit, itu baut sepeda ada yang macet.'' Ujar toglo.


''Ya sudah, tinggal **** doang ko.'' Ucap hasan


Setelah itu toglo mengambil sepedanya yang terparkir disamping bengkel, terus didorongnya masuk keruang oprasional bengkel, dan diambilnya wd tersebut untuk menghilangkan


karat pada baut sepedanya itu.


...................


Sementara ditempat lain.


Disebuah kantin salah satu uni versitas dikota itu.


Nampak nina dan kedua temannya lagi minum-minum sambil duduk-duduk santai.


''Heh nin, kenapa sekarang lo' jarang ngajak gue main sih?.'' Tanya temennya yang bernama kaila.


''Mau ngajak main gimana, gue juga gak pernah main sekarang, mending baca buku dirumah dari pada main gak jelas.'' Ucap nina.


''Tapi suka kan lo' main sama sigadis miskin itu?.'' Tanya rina penuh hina'an.

__ADS_1


''Maksud lo' astuti?.'' Nina balik bertanya.


''Ya iyalah siapa lagi kalau bukan dia.'' Jawab rina.


''Lo' jangan kaya gtu, gue gak suka dengan sikap kalian yang suka memandang rendah pada orang, asal lo' tau ya, gue dan kalian berdua, itu tidak ada apa-apanya dibanding astuti, kalian kaya karena harta orang tua kalian, tuhan itu maha adil pada hambanya yang ter'aniaya, gimana kalau takdir membalikan pada kita semua, dan astuti yang sekarang bukan astuti yang dulu, dia sukses dengan hasil kerja kerasnya sendiri, sedangkan kita cuma minta dan minta pada orang tua.'' Ucap nina menjekaskan.


''Omg masa iya sih, gadis kaya astuti bisa sukses.'' Ucap kaila.


Disa'at mereka lagi beradu argumen tiba-tiba, nina mendengar acara televisi seputar kriminal.


Berita di televisi.


Para pedagang pasar mengkudu sempat dibuat resat oleh komplotan preman yang dipmpin teo bargas. yang suka memeras dan meminta pungutan jatah setiap minggunya.


Namun berkat pertolongan dua orang pemuda, yang dikenal dengan bang kidal, pimpinan preman itu dapat dilumpuhkannya, sebelum munculnya bang kidal polisi sempat dibuat kebingungan menangkapnya, tiga kali tembakan sebagai peringatan dari pihak berwajib, tapi peluru itu tidak berarti apa-apa.


Bang kidal dan pimpinan preman itu terlibat perkelahian yang cukup lama, karena pimpinan preman itu mempunyai ilmu kebal yang susah untuk dilumpuhkannya.


Dan pada akhirnya pimpinan preman itu bisa dilumpuhkannya oleh bang kidal, dan selanjutnya preman itu dibawanya kepolsek mengkudu untuk diadili dan dijerat hukum yang setimpal dengan perbuatannya.


Begitu acara berita ditelevisi itu.


''Waaah aa nandi, gue salut padamu aa, sang dewa penolong.'' Gerutu nina.


Lalu kaila dan rina menanyakan siapa pemuda yang terlihat ditelevisi itu.


''Siapa itu bang kidal nin, sepertinya lo sudah kenal banget dengan cowo ganteng itu?.'' Tanya kaila.


''Dia pengusaha muda yang cukup sukses, dan penolong bagi orang-orang yang membutuhkannya, dialah abangnya astuti.'' Jawab nina.


''Ooh jadi cowo gagah dan ganteng itu abangnya astuti, kira-kira sudah punya pacar belum ya.'' Ucap kaila.


''Andaikan belum punya pacar juga, mana mau sama lo' yang manja begitu, paling lo' akan kena bogemnya astuti.'' Jawab nina.


''Iiih nina ko bicaranya begitu sih sama gue.'' Ucap kaila.


''Iya nin kita kan temenan, ko sekarang lo' lebih suka pada astuti ketimbang sama kita-kita.'' Pungkas rina.


''Gue bicara apa adanya, kalian berdua kan anak papah, yang suka memamerkan kekaya'an orang tua lo.'' Saut nina.


''Dari pada astuti, ya masih mending kita-kita, iya gak kai.'' Ucap rina sambil menoleh pada kaila.


''Y iyalah, kita mau apa juga tinggal minta, kan sudah kewajiban orang tua untuk membahagiakan anaknya.'' Pungkas kaila.


''Gue sebel deh dengan sikapnya nina, yang selalu condong pada astuti.'' Pungkas kaila.


''Iya gue juga, emang apa hebatnya sih sigadis miskin astuti itu, hanya bermodalkan cantik doang, tapi dompetnya selalu kosong.'' Ucap rina.


yang selalu menghina dan memandang rendah pada astuti.


Setelah itu kaila dan rina juga langsung membayarkan minumannya, terus pergi dari sebuah kantin tersebut.


Sementara nina, sudah berada di are parkiran, terus membuka pintu depan mobilnya, lalu masuk dan duduk sambil menyalakan mobil tersebut.


Cekeskeskes.


Grung grung..


Mobilpun sudah berbunyi, terus di injaknya gas perlahan, dan mobilpun kini melaju keluar dari area parkiran,


Prit priiit.


Satpam meniup periwitnya.


Dan nina pun meberikan salamnya pada securiti kampus.


Tid tidid.


''Assalmualaikum pak satpam, makasih ya.'' Sapa nina.


''Wa alaikum salam, iya neng sama-sama, hati-hati.'' Jawab satpam tersebut.


Setelah itu ninapun melajukan mobilnya memasuki jalan raya, sambil mengerutu sendiri.


''Bete gue, gaul sama kaila dan rina, yang sok tajir.'' Gerutu nina.


Ninapun langsung terus melajukan mobilnya menyusuri jalan pahlawan.


Setibanya dipenyetopan jalan, nina berhenti karena jalan yang akan nina lalui, lagi menyala warna merah.


Setelah seratus dua puluh detik nina menunggu, akhirnya lampu jalan yang akan nina lalui menyala warna hijau.

__ADS_1


Ninapun langsung tancap gasnya kembali, kini nina tidak mengmbil arah jalan pulang kerumahnya, melainkan nina belok kiri mengambil arah ke jalan ketupat.


''Kira-kira astuti ada gak ya ditoko.'' Ucap nina ngomong sendiri.


Ninapun terus melaju dijalan ketupat.


Setelah nina sampai di kilo meter 54 nina menghentikan mobilnya persis didepan toko spark park yang cukup besar dengan halamannya yang luas ditambah ada bengkelnya juga.


Sebelum nina membuka pintu mobilnya, seorang wanita cantik berpostur tinggi dengan dandanan ketomboy-tomboyan, berjalan mendekati mobil nina.


''Haii nin, apa kabar.'' Sapa wanita itu, yang tak lain adalah astuti.


''Haii tuti, alhamdulilah kabar gue baik-baik aja, terus lo' sendiri gimana?.'' Tanya nina.


''Alhamdililah kabar gue juga baik, ayo kita duduk ngobrol, eeh lo' mau minum apa?.'' Tanya astuti.


''Apa aja boleh, asal jangan racun aja yang lo' kasih ke gue.'' Jawab nina.


''Buset dah, kejam dong gue, masa orang sebaik nina harus gue balas dengan air tuba.'' Saut astuti.


Setelah itu, nina menyapa pada semua orang yang ada disitu, terutama pada nandi, kamal, pandi dan gito.


''Haloo.. Apa kabar semuanya.'' Sapa nina.


''Alhamdulilah kabar baik nin, sebaliknya gimana kabar lo', bokap dan nyokap lo'?.'' Tanya nandi.


''Alhamdulilah aa, semuanya baik-baik saja.'' Jawab nina.


''Syukur deh, kalau pada sehat wal apiat, itu yang gua harapkan.'' Ujar nandi.


''Iya aa, makasih.'' Saut nina.


Setelah itu astuti datang dengan membawakan minuman, orange jus, dan sekalian minuman yang lainnya, untuk kamal, nandi dan sindi, serta pandi dan gito.


''Nah ini jus kesuka'an sahabat gue, dan yang lainnya ini deh es kelapa muda asli gak pake bahan campuran.'' Ucap astuti, sambil memberikan orange jus pad nina.


''Waduh, jadi malu gue, dispesialin kaya gini.'' Ujar nina.


''Ojo isin-isin mb nina, wong isin ora isi.'' Pungkas gito ikut nimrung.


''Iya mas gito, boten.'' Jawab nina singkat.


''Sampean iso toh, ngomong jowo.'' Saut nandi.


''Hahaha.... Jadi seru nih.'' ujar nina sambil tertawa lepas.


''Ya itulah gito, apalagi kamal nih, tapi akhir-akhir ini kamal agak beda sih, lebih banyak diemya.'' Pungkas pandi.


Kini bengkelpun, lagi agak sepi pengunjung, jadi gito dan pandi bisa kumpul bareng, bercanda ria, nina sangat terhibur sekali, berada ditengah-tengah mereka, setiap singgah dibengkelnya nandi, para sahabatnya nandi bagi nina adalah orangnya pada asik, enak diajak bicaranya nyambung, humoris dan tidak membosankan.


Makanya kalau nina lagi bete, ia sengaja suka datang kejalan ketupat atau ke gang si'iran, karena kalau sudah kumpul bareng bersama anak-anak gang si'iran semua beban nina hilang.


''Ooh iya nin, sesudah beres kuliah, rencana lo' giamana?.'' Tanya astuti.


''Belum tau deh, ya untuk sementara paling gue dikantor papah dulu.'' Ucap nina.


''Btw, lo' dari rumah apa dari kampus?.'' Tanya astuti.


''Gue dari kampus langsung kesini, gue bete gak ada temen buat diajak ngobrol.'' Kata nina.


''Kan ada dua sahabat lo', si kaila dan rina.'' Ujar astuti.


''Males gue bicara sama mereka, yang dibicara'in kekaya'an melulu, oh iya, dari nada bicara lo' sepertinya lo' masih dendam tuh ma tuh orang?.'' Tanya nina.


''Iya nin, jujur aja gue gedek sama mereka, pingin nonjok aja tuh sama mukanya menyor itu.'' Ucap astuti, seperti kesel.


''Ooh iya katanya lo mau ngajak gue main ketelaga reumis, kapan tuh?.'' Tanya nina.


''Kata aa nandi akhir bulan ini sih.'' Jawab astuti.


''Oke, nanti kabarin gue ya, gue juga belum tau sih tempatnya kaya apa, baru dengar namanya aja.'' Saut nina.


Setelah itu bengkelpun kini mulai lagi didatangi para pengunjung, pandi dan gitopun langsung kembali lagi untuk melayani para castamer.


Sedangkan nandi dan kamal asik ngobrol berdua, Terus nandi panggil nina untuk gabung, karena astuti kembali lagi masuk keruang kerjanya, ketika banyaknya pengunjung yang datang ke toko.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung


Ikuti terus di episode selanjutnya, Terima kasih atas dukungan like, comentar, ranting, favorit dan votenya.

__ADS_1


Salam sehat dan sukses selalu.


\=\=\=Selamat membaca\=\=\=


__ADS_2