SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 201


__ADS_3

Toglo melompat sambil melayangkan tendangan ke arah lelaki yang akan mau menghabisi Doni.


Buuukk..


Satu tendangan Toglo mendarat di punggungnya, dengan sedikit sempoyongan karena terdorong oleh tenaga dari tendangannya Toglo.


Lalu orang itu membalikan badannya. "Kurang ajar, jangan main bokong jurig." Ujarnya geram.


"Haha di pertarungan bebas tidak ada aturan Brather, untuk menjatuhkan lawan apa pun pasti di lakukan." Jawab Toglo.


"Setan belang, gue habisin lo." Ujarnya sambil melompat menerjang Toglo.


Toglo pun selalu waspada dan anti sipasi akan bahaya yang akan mengancam dirinya, dengan menggeserkan tubuhnya kesamping, sambil menurukan tubuhnya sedikit dalam gerakan yang begitu cepat, sambil memancing emosi lawan.


Sebruuutt.


Satu pukulan lurus meluncur ke arah wajah Toglo, Toglo pun dengan cepat merubah gerakannya dalam jurus Tampele meped.


Ploooss.


Pukulan yang keras dari lawan Toglo makan ruang kosong.


Lalu Toglo menggeliat dalam jurus maung lugay, sambil memasukan jurus kepang seribu.


Plak


Plak


Plak


Plak


Telapak tangan Toglo bertubi-tubi menghantam dada dan perut lawan, rupanya pemuda bengis yang mempunyai seribu akal, sangat mengerti bagaimana cara untuk menjatuhkan lawan.


karena pernapasannya sudah terbendung oleh kerasnya jurus kepang seribu, pria jangkung dari tengkorak hitam itu sampai mendelik matanya, dan mulutnya menganga, karena merasakan sesak di pernapasannya.


Dari situ Toglo tidak memberi kesempatan pada lawannya untuk bergerak.


Heaaa.


"Modaaarr sia kuya."


Buk


Buk


Deaaasss..


Dua pukulan dan satu elbo masuk di bagian kepaanya lawan.


Auuuuggghhh...


Terdengar suara dari mulutnya, bersama'an dengan melayangnya tubuh ke bumi.


Dua anggota Mapia tengkorak hitam sudah di tumbangkanya oleh Toglo.


Toglo sejenak terdiam sambil mengatur pernapasannya, dan netranya tanpak berkedip terus memandang pada lawannya yang tersungkur.


Sementara di posisi lain, Nandi yang lagi berduel dengan ketua Tengkorak hitam, masih terus berlangsung, saling adu kekuatan dan skil bela dirinya nampak sama-sama hebat.


Kini Nandi pun mendapat lawan yang sepadan, nampak terlihat dari gerakan-gerakannya yang begitu cepat dan lincah.


Kelebatan-kelebatan serangan dari keduanya sungguh suatu skill yang sangat hebat, ketua tengkorak hitam melompat ke udara dengan kepalan tinjunya yang siap menghancurkan Nandi.


Nandi sedikitpun tidak melakukan gerakan berkelit, melainkan ia hanya memundurkan kaki kirinya selangkah ke belakang, lalu menarik tangan kirinya kebelakang, setelah itu di luncurkannya guna menangkis tinjunya dari ke tua tengkorak hitam, terdengan suara dari ke dua tinju saling berbenturan sampai menggidikan bagi orang yang melihatnya.

__ADS_1


Beletrak.


Auuugghh..


Ketua tengkorak hitam sampai terpental beberpa langkah kebelakang, sekarang dia baru merasakan pukulan tangan mautnya si Kidal.


Ketua tengkorak hitam sempat jatuh, tapi singguh suatu kekuatan pisik yang sangat hebat, biasanya siapa saja yang sudah terkena pukulan tangan kirinya Nandi maka akan berakhir dengan pinsan, tapi pria berjas hitam itu hanya terdiam sejenak dan langsung bangkit lagi dari dan berdiri lagi, sambil memegang pergelangan tangan kanannya itu.


"Hebat, ternyata bukan cerita dusta, si Nandi mempunyai pukulan yang mematikan itu, kali ini gue sendiri merasakannya." Batin pria berjas hitam itu.


Nandi tersenyum sambil menyeringai dengan netranya terus tajam me mandang.


"Kalau bisa mendingan kita berdamai saja, dan lo' tiggalkan bisnis harammu itu, karena sudah banyak generasi muda yang menjadi korban barang harammu itu, sehingga mereka hilang masa depannya." Ujar Nandi memberi tawaran.


"Apa lo' bilang.. Berdamai, apa gue gak salah dengar, ha ha haha, rupanya nyalimu mulai kendor." Ujarnya tertawa mengejek.


"Bukan masalah gua hilang nyali, tapi untuk apa kita harus berseteru kaya gini, tidak ada gunanya, dan gua juga penasaran sama lo' siapa lo' sebenarnya? kenapa lo' tau semua tentang diri gua dan keluarga gua?." Ucap Nandi lanjut bertanya.


"Banyak bacot lo' gue begini karena elo' yang sok jadi pahlawan dan suka campurin urusan orang termasuk gue, sekarang gue akan habisi lo dan semua keluarga lo' Nandi." Bentaknya sembari melesat melepaskan lagi serangannya, berkelebat begitu cepat, Nandi pun selalu anti siapasi akan bahaya yang mengancam dirinya, dengan memutarkan tubuhnya salto kebelakang, dan lelaki berjas itu terus memburunya, tapi Nandi begitu licin dan agresip, begitu pukulan dan tendangan lelaki itu mau menghantam Nandi dengan replek merubah jurusnya dengan jurus kucing melompat dalam tata gerak tarung derajat dan jurus cimande, Karena terlalu kuatnya tenaga yang dikerahkan oleh lelaki berjas itu, begitu serangannya menghantam angin, smpai dirinya kurang kontrol, sehingga tebawa oleh kekuatan tenaganya sendiri dan hampir mau nyungseb.


Dari situ Nandi mengambil ke untungan dari kesempatan, dengan cepatnya Nandi menghantamkan pukulan guntingnya.


Hiuuuukkk


Deeaasss...


Sabetan pukulan gunting Nandi yang di wangun dengan tenaga yang berbobot menghantam kepala bagian telinga.


Jeregjeg.


Ngieng ngieng ngieng, suara yang di rasakan di pendengaran lelaki berjas itu seperti suara hatong, dengan tubuh mulai oleng mau jatuh dengan kedua telapak tangan menutupi kedua telinganya yang terasa kliengan dan banyak suara-suara hatong yang ia rasakan.


Tapi Nandi betbeda dengan Toglo, ia selalu memberi kelonggaran pada lawannya yang sudah melemah, Nandi berdiri dengan mata terus memandang lawannya yang sempoyongan dan berkata. "Ayo mau di lanjut apa mau berdamai." Ujar Nandi memberi dua pilihan pada lawannya.


Lelaki itu tidak berkata sedikitpun ia terus menutupi bagian telinganya dengan langkah gontai terhuyung.


"Jangan kasih ampun pak bos, karena orang seperti dia tidak akan ada kapoknya."


Nandi pun lalu menoleh kebelakang ke arah suara itu, nampak Toglo telah berdiri dengan netranya menatap sangar pada ke tua tengkorak hitam.


Nandi hanya tersenyum tipis menjawab ujarannya Toglo, lalu Nandi melemparkan perkataannya pada ke tua tengkorak hitam.


"Lo' dengar apa kata sohib gua, tapi gua kagak begitu, karena gua pantang mengajar lawan yang sudah tidak berdaya." Ujar Nandi.


•••••••


Pertarungan masih sengit di posisi, Gito, Kamal, Hasan dan Pandi, sedangkan Doni sudah di amankan oleh Toglo di tempat yang agak jauh dari tempat pertarungan, karena Doni mengalami luka memar di bagian wajahnya.


Ke empat pamili Gang Si'iran nampak lebih berwarna dalam hal pertarungannya, karena mereka mempunyai gaya bertarung yang berbeda.


Gito gaya petarung anak jalanan yang di kombinasikan dengan bela diri Tarung derajat, Kamal gaya bertarung silat cimande dan guntaw, Hasan gaya bertarung maenpo dan ilmu karuhun pamacan, sedangkan Pandi gaya bertarung kungfu dan karate.


Ke empat anggota tengkorak hitam nampak kerepotan menghadapi ke empat pamili Gang Si'iran yang mempunyai gaya bertarung klasik, yang sebelumnya sempat di ejek, tapi nyatanya setelah mereka mencicipinya ternyata sangat merepotkan dan susah untuk di tembus.


Karena banyak nya tenaga yang terkuras yang membuat pisiknya semakin lemah, akhirnya ke empat anggota tengkorak hitam bersepakat untuk menggunakan senjata guna menghabisi lawan-lawannya.


Dikeluarkannya sebuah pisau belati dari balik pinggang yang tertutup oleh jaket .


Sebruuut..


Ke empat anggota tengkorak hitam menyerang secara bersama'an pada ke empat pamili Gang Si'iran.


Kilauan cahaya yang terpantul dari senjata Belati nampak berkelebat-kelebat mengincar dan mengarah pada Gito, Hasan, Kamal dan Pandi.


Bagi Kamal, Hasan, Gito dan Pandi bukan yang pertama kalinya menghadapai lawan yang menggunakan senjata.

__ADS_1


Sekelebatan belati mengarah pada ulu hati Gito, Gito menarik kaki kirinya sejajar dengan Kaki kanan, sambil memiringkan tubuhnya dua puluh derajat dan tangan kirinya di benturkan untuk membendung serangan belati, bersama'an dengan itu gito memasukan pukulan sikutan tangan kanannya mengenai dagu lawannya.


Duugg.


Lawannya gito pun terdorong dua langkah kebelakang, dengan konsentrasi yang agak memudar, lalu Gito memutarkan tubuhnya, tidak bisa di hindari lagi oleh lawannya satu tendangan parabol menggedor tulang rahanya.


Jeregjeg..


Pertahanan mulai melemah, kesrmpatan buat Gito, secepat kilat Gito melompat dengan meluncurkan pukulan lurusnya.


Jrooott..


Bogemnya Gito mendarat di hidungnya lawan.


Aaauugghh


Jerit kesakitan dari lawannya gito ketika satu bogem keras telah meremukan tulang hidungnya, bersama'an dengan muncratnya sebuah cairan berwarna merah segar.


Blaaakk


Tubuhnya jatuh dengan terletang hingga membawa dirinya ke alam para pecundang, pinsan tidak sadarkan diri lagi, dengan darah yang terus ngocor dari hidungnya.


Ke tika melihat banyak temannya yang terjatuh, ke tiga anggota terkorak hitam seperti kehilangan keberaniannya, lawannya yang di anggap remeh ternyata lebih kejam dari padanya, apa lagi di waktu yang bersama'an mereka sempat di jatuhkan oleh ke tiga pamili Gang Si'iran, di tambah Pemuda yang di panggil Toglo berjalan memburu padanya dengan tatapan matanya yang sangar seperti mata pedang yang siap menjebolkan tanggul darah.


"Wah gimana nih." Bisiknya.


"Kita sudah tidak ada lagi ke kuatan jalan satu-satunya kita Kabuuuuuurrr..." Ujarnya langsung terperanjat berdiri lalu ke tiganya terpaksa mengeluarkan ajian langkah seribu, nampak ke tiga anggota tengkorak hitam lari terbirit-birit.


Ketua tengkorak hitam yang sudah menemukan pistolnya yang sempat terlempar waktu mau menodong Nandi karena adanya benturan dari sebuah benda, yang tadinya mau di pakai buat membunuh Nandi, mendadak berubah ketika melihat tiga anak buahnya yang sudah berkhianat, maka di saat itu pula bidikannya di alihkan pada ke tiga anak buahnya.


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor.


Lepasnya sebuah timah panas bersarang di kepala dan punggung ke tiga Anak buahnya.


Melihat begitu Nandi langsung bergerak secepat kilat, melepaskan tendangan pada tangan ketua Tengkorak hitam yang lagi menggenggam pistol.


Hiuuuukk


Prak pralaakk..Weeerrr.


Pistol yang lagi berada di genggaman ke tua dari tengkorak hitam itu terlempar jauh karena kerasnya sapuan dari tendangan Nandi.


"Dasar lelaki bajingan, tidak berprik kemanusiaan, Leader macam apa lo' hah, yang tega menghabisi kawanmu sendiri, dasar bego tolol." Ujar Nandi sambil menjambah kerah jas pria tersebut.


Ketua tongkorak hitam itu tidak nampak terlihat gentar sedikitpun ia malah menyeringai dengan netranya memandang Nandi penuh rasa dendam.


Nandi geram secara tidak sadar karena amarahnya yang sudah memuncak, sambil melayangkan pukulan sikidalnya.


Deeaasss...


Bruukk.


Kini wajah sangar itu tidak nampak lagi, ketika kepalanya terkulai lemas tidak sadarkan diri, perlahan tubuhnya melorot dan jatuh pinsan di tanah.


*******


Bersambung.

__ADS_1


Bila suka, jangan lupa sertakan like, comentar, saran, jadikan faporit, berikan vote serta hadiahnya.


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat sejahtera dan sukses selalu.


__ADS_2