SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong Eps 83


__ADS_3

Setelah kepergiannya para aparat keamanan, pak haji jaelani menjamu nandi dan kawan-kawan.


Kedua putri pak haji jaelani pun ikut menemani ketiga pemuda gang si'iran itu.


''Ayo nak nandi, nak kamal dan nak pandi diminum, dan dicicipi tuh makanannya.'' Ucap pak haji jaelani.


''Iya pak haji, terima kasih banyak.'' Jawab nandi.


''Justru saya dan keluarga yang seharusnya berterima kasih pada kalian bertiga, kalau tidak ada kalian entah apa nasib yang akan menimpa keluarga saya.'' Ujar pak haji.


''Ya itu semua sudah pertolongan dari allah swt pak haji, kami cuma perantara doang pak haji.'' Ucap nandi.


''Iya nak nandi saya pun paham, semua itu atas pertolongan dari allah swt, melalui kalian bertiga.'' Jawab pak haji jaelani.


''Ini putri pak haji atau cucu pak haji?.'' Tanya nandi sambil menunjukan jempolnya pada kedua gadis yang lagi duduk disampingnua buk haji.


''Iya nak nandi, ini yang nomor 3 dan ini yang nomor 4.'' Pungkas buk haji sambil menunjuk pada kedua putrinya.


''Ooh, terus yang nomor satu dan nomor duanya pada dimana?.'' Tanya nandi.


''Yang nomor satu sudah berkeluarga, dia ikut bersama suaminya di semarang, dan yang nomor dua juga sudah ber'istri masih dikota ini juga cuma agak jauh dari sini.'' Jawab buk haji.


''Ooh begitu.'' Ucap nandi.


''Terus kalian bertiga, sudah pada berkeluarga belum?.'' Tanya pak haji jaelani.


''Kita belum berkeluarga pak haji, masih setatus pacaran.'' Jawab nandi.


''Ya syukur deh, semoga aja pacaran kamu langgeng sampai ke jrnjang pernikahan.'' Ucap pak haji jaelani.


''Aamiiin pak haji.'' Jawabnya serempak.


''Ooh iya, saya sampai lupa, perkenalkan kedua putri saya ini, aisyah dan ini yang paling bontot namanya patma wati.'' Ucap pak haji jaelani memperkenalkan nama-nama kedua putrinya.


''Saya nandi suryaman, biasa dipanggil nandi aja.''


''Saya pandi adi supraja, panggiil pandi aja.''


''Saya kamal aja.''


''Abang-abang ini ganteng-ganteng deh.'' Ucap aisyah.


''Terima kasih.'' Jawabnya.


Setelah itu nandi dan kawan-kawan mencicipi makanan dan minuman yang telah pak haji sajikan untuk mereka bertiga.


Tidak terasa malampun semakin larut, nandi dan kawan-kawan akhirnya berpamitan untuk pulang, karena sudah terlalu lama mereka berada dirumah pak haji jaelani, ditambah besoknya mulai banyak kerja'an yang cukup padat.


Kini ketiga pemuda gang si'iran telah menaiki motornya masing.


''Saya pulang dulu pak haji, terima kasih atas jamuannya, assalam mualaikum.'' Ucap nandi.


''Iya nak nandi, nak kamal dan nak pandi, kalian hati-hati ya dijalannya, semoga selamat sampai tujuan, wa alaikum salam.'' Jawab pak haji sambil membalas lambaian tangan dari ketiga pemuda gang si'iran itu.


Setelah itu ketiga motorpun langsung keluar dari halaman rumahnya pak haji jaelani, sementara kedua putri pak haji jaelani, aisyah dan adiknya patma wati mengikuti kepergian nandi dan kawan-kawan sampai depan gerbang.


Nandi dan kawan-kawan terus melajukan kendara'annya dijalan raya dukuh, ketiga motor itupun berlari dengan speednya yang sangat kencang.


Pukul 01:15


Nandi dan kawan-kawan sudah tiba dijalan raya delima, suara yang keluar dari selongsong kenalpot ketiga motor tersebut sangat nyaring terdengar dimalam hari.


Tidak lama kemudian nandi, kamal dan pandi telah tiba dipertiga'an jalan yang mau memasuki gang si'iran.


Selang beberapa menit, akhirnya mereka bertiga sudah tiba didepan rumahnya nandi, dan motorpun terparkir dengan setandar satu.


Nandi lalu berjalan memasuki teras depan rumah, yang di ikuti oleh kamal dan pandi.


Kamal dan pandi lalu duduk dikursi, sedangkan nandi masih berdiri didepan pintu sambil mengetuk-ngetuk pintu depan rumah.


Tok tok tok.


''Assalam mualaikum, de dek tuti, buka pintunya.'' Sapa nandi, sambil mengetuk pintu tiga kali.


Tidak lama kemudian terdengar suara kunci yang lagi dibuka, terus pintupun perlahan terbuka.


Rekeett.

__ADS_1


Suara engsel pintu yang agak serek terdengar, dan munculan seorang gadis yang tak lain adalah astuti.


''Aa baru pulang, aa kamal, aa pandi, kalian habis dari mana?.'' Tanya astuti.


''Abang habis dari jalan dukuh.'' Jawab nandi.


''Abis ngapain, setau gue abang tidak punya teman atau relasi bisnis dijalan dukuh.'' Ujar astuti.


Terus kamal dan pandi, menjawab pertanya'an astuti yang sebenaranya.


''Kita ini habis menolong orang yang kerampokan tut.'' Pungkas kamal.


''Ina lilahi, siapa yang kerampokan, ko bisa sih kalian nyampai kesitu, padahal jaraknya cukup jauh.'' Ucap astuti keheranan.


''Ya kita secara tidak sengaja aja lewat situ, eeh pas kita melewati rumah mewah terdengar ada suara orang minta tolong, ya terus gua, kamal dan pandi langsung aja menuju tempat kejadian perkara, dengan memanjat pagar yang cukup tinggi, pas didalam pagar, tepatnya dipekarangan rumah itu, gua menemui tiga satpam yang di ikat, singaktnya gua masuk kedalam rumah itu, dan ternyata benar yang punya rumah itu lagi terancam nyawanya, dan terjadialh perkelahian yang durasinya cukup lama juga, tapi alhamdulilah kita masih diberi perlindungan sama allah swt, dan akhirnya ke'empat perampok itu bisa kita lumpuhkan.'' Ujar nandi bercerita.


''Alhamdulilah kalau begitu, kalian bisa selamat, terus perampok itu sekarang dimana?.'' Tanya astuti.


''Mereka sudah dibawa sama pihak yang berwajib, untuk di adili sesuai hukum yang berlaku dinegri kita.'' Pungkas pandi.


''Ooh iya pan, gue serasa di ingetin, tadi nina whatssap gue, katanya lo di whatssap oleh nina gak dibalas sih.'' Ujar astuti.


''Astagpirulohal adzim, gua gak tau, apa mungkin waktu kita lagi berkelahi dengan kedua rekannya perampok itu kali.'' Ucap pandi.


''Ya bisa jadi.'' Pungkas kamal.


''Coba gua lihat dulu.'' Ujar pandi sambil mengambil handponnya dibalik saku jaketnya.


Terus pandi membuka handponnya, dan setelah dilihat di aplikasi whatssap, banyak sekali chat yang masuk dan beberapa panggilan.


''Buseet dah, banyak amat chat dan panggilan tak terjawab.'' Ucap pandi.


''Sebentar ya, gua chat dulu nina, takutnya kalau aa pandi yang chat, gak percaya.'' Ujar astuti.


''Ooh iya tut betul itu, tolongin gua ya, takutnya nina salah paham lagi.'' Ucap pandi.


Setelah itu, astuti pun mengambil handpon nya yang disimpan didalam kamarnya, terus astuti mengirimkan sebuah chat pada nina, tentang pandi yang tidak membalas chat dari nina.


.Astuti ''Halo nin, ma'ap kalau gue mengganggu istirahatnya, ini tentang pandi, yang tidak membalas chat dari lo', karena baru saja pulang sama abang gue dan aa kamal, habis menolong warga jalan dukuh yang kerampokan, dan sempat terjadi perkelahian dirumah orang yang ditolong nya itu, tadinya pandi mau chat lo langsung, tapi takutnya lo' salah paham dan tidak percaya, maka dari itu, pandi meminta sama gue untuk menjelaskannya ke elo'.''


Lama sekali astuti menunggu balasan dari nina, hingga menjelang pagi tiba.


Setelah selepas mandi nina langsung mengganti pakaiannya, terus di raihnya handpon yang tergeletak diatas meja belajarnya.


''Wuallaah, notipikasi whatssap banyak juga apa dari pandi.'' Gerutu nina.


Setelah nina membuka aplikasi whatssap terus dibacanya chat dari astuti dan pandi.


''Astagpirulloh hal adzim, gue sudah su'udzon pada pandi, ternyata pandi lagi terlibat perkrlahian dengan para perampok dijalan dukuh, maapin gue ya pan, karena gue sudah terlanjur suka sama lo'.'' Celoteh nina berkata sendiri.


Setelah itu nina pun langsung mengetik chat pada kontaknya pandi.


.Nina ''Halo pan, selamat pagi.''


Selang beberapa menit kemudian handpon nina berbunyi.


Terus nina melihatnya ada chat masuk.


.Pandi ''Halo juga nin, met pagi juga, gimana kabar.''


.Nina ''Alhamdulilah kabar gue baik-baik aja, oh iya ma'apin gue ya, karena gue sudah berpikir jelek sama lo'.''


.Pandi ''Tidak apa-apa nin, gua juga maklum sam pera'an lo', dan ini juga salah gua ko, tidak memberi tahu sebelumnya.''


.Nina ''Tetap gue yang salah, karena terlalu cepat mengambil sikap, alhmdililah gue gak salah emilih lo', aa pandi sangat bijaksana sekali, tanks ya pan.''


.Pandi ''Sama-sama nin, gua berangkat kerja dulu, lo' hati-hati berangkat kuliahnya jaga diri dan kesehatan lo'.''


.Nina ''Sama-sama, aa pandi juga jaga kesehatn, i miss you aa pandi.


.Pandi ''Terima kasih, i miss you to nin.''


Selepas itu chat pun ditutup dan nina pun langsung menaro handponya lagi di atas meja.


Sementara ditempat lain.


Digang si'iaran nampak nandi lagi duduk santai, seperti biasa selalu ditemani oleh secangkir kopi hitam yang selalu setia menemani nya dimana pun berada.

__ADS_1


Pukul 07:00


Seorang pengendara sepeda gunung datang dan berhenti didepan halamannya rumahnya nandi, lalu ia turun dari sepedanya dan menyapa.


''Assalam mualaiku bang nandi.'' Sapa pengendara sepeda itu yang tak alin adalah toglo.


''Wa alaikum salam toglo, sepedanya langsung parkir ditempat biasa.'' Perintah nandi.


''Baik bang.'' Jawab toglo.


Dari hari kehari berganti minggu dan bulan, tidak terasa toglo bekerja ditempatnya nandi sudah enam bulan lamanya.


Dan badannya pun semakin tumbuh besar, dan otot-otot ditangannya pun sudah muali terlihat ber isi, karena toglo rajin olah raga, dan melatih seni bela diri dan olah raga parkur.


Nandi lalu memanggil toglo.


''Toglo sini deh.'' Ucap nandi.


''Iya bang, ada apa?.'' Tanya toglo.


''Tokonya buka dulu, setelah itu kamu kesini lagi, abang mau ngobrol sama kamu.'' Ucap nandi, sambil memberikan kunci rolling dor pada toglo.


''Baik bang.'' Jawab toglo sambil melangkahkan kakinya menuju toko yang masih tertutup rapat.


Lalu toglo membuka kinci roling dor tersebut, setelah itu toglo kembali lagi menemui nandi.


''Ada apa dih bang?.'' Tanya toglo.


''Duduk.'' Perintah nandi.


Toglo pun lalu duduk di sebuah kursi sambil memandangi nandi.


''Duh aku jadi degdegan ada apa ya, dan apa yang mau bang nandi obrolkan itu?.'' Tanya toglo.


''Gak ada apa-apa ko cuma pingin aja ngobrol.'' Ucap nandi.


Toglopun kini jadi tenang kembali setelah nandi bicara seperti itu.


''Oo iya bang, semua jurus-jurus bela diri yang abang ajarkan itu sudah toglo kuasai dengan baik, ini aku vidio'in.'' Ucap toglo.


''Wah srkarang kamu sudah punya handpon baru rupanya?.'' Tanya nandi.


''Iya bang, setaip minggu sehabis gajian aku selalu nyimpen, dan alhamdulilah kemarin dibuka ada lumayan banyak, terus toglo beli handpon, buat hubungan kalau ada apa-apa.'' Jawab toglo.


''Terus mana vidio nya kamu yang lagi latihan itu?.'' Tanya nandi.


Toglo lalu membuka aplikasi galeri, dan dipilihnya sebuah vidio yang durasinya lumayan lama.


''Nah ini bang.'' Ucap toglo sambil memperlihatkan sebuah tayangan vidio, tentang dirinya yang lagi melatih ilmu bela diri yang nandi ajarkan itu.


Nandi lalu melihatnya dengan seksama, tentang peraga'an toglo dalam menyempurnakan ilmu bela dirinya itu.


Setelah selesai, lalu nandi memberi acungan jempol pada toglo.


''Hebat, keren dan sudah sempurna, tinggal kamu mempraktekannya di alam bebas, ingat ya pergunakanlah dijalan yang benar, dan tolonglah orang-orang yang membutuhkan pertolongan kita.'' Ucap nandi.


''Iya bang, toglo akan selalu patuh dan ta'at atas perintah abang.'' Jawab toglo.


''Tapi kamu juga jangan menuruti kata abang, apabila perkata'an abang menyesatkan.'' Ucap nandi.


''Alhamdulilah, aku gak salah menjadi murid yang sekaligus karyawan abang.'' Ucap toglo.


''Maksud kamu?.'' Tanya nandi.


''Abang bijaksana sekali.'' Jawab toglo.


''Aah kamu berlebihan, abang juga manusia biasa, sama seperti orang-orang pada umumnya, yang tak luput dari segala kesalahan dan kehilapan.'' Ujar nandi.


ketika nandi dan toglo lagi asik ngobrol, datanglah ketiga karyawannya yaitu, kamal, hasan dan doni, dengan mengendarai kendara'annya masing-masing.


\=\=\=\=\=♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Nantikan kelanjutannya di episode selanjutnya.


Terima kasih atas dukungan like, comentar, dan yang sudah memfavoritkan karya ini, dan yang memberi ranting dan votenya.

__ADS_1


Semoga dalam keada'an sehat wal apiat dan sukses selalu.


__ADS_2