SI KIDAL SANG PENOLONG

SI KIDAL SANG PENOLONG
Si kidal sang penolong eps 102


__ADS_3

Di senja itu toglo lagi menggoes sepedanya, untuk pulang ke gang sawah, setelah toglo sudah keluar dari gang si'iran pas dijalanan yang jelek dan sepi orang, tiba-tiba dua pengendara motor menghadang perjalanannya toglo dengan motornya, toglo pun kaget dengan replek toglo membalikan sepedanya lalu turun sambil membentak.


''Wooii... Apa'apa'an sih.'' Teriak toglo.


Lalu kedua pengendara itu turun dari motornya sambil membuka penutup kepalanya (helm).


''Wah galak juga nih anak, lo' yang kerja ditokonya si kidal kan?.'' Tanya orang itu.


Pas kedua orang itu membuka helmnya dan bertanya, dan setelah toglo perhatikan, toglo jadi ingat bahwa kedua orang itu yang pernah mengintai keberada'an toko dan bengkelnya nandi.


''Ooh jadi kalian ya, yang pernah mengawasi toko bang nandi, iya gua yang kerja ditokonya bang nandi, terus kalian mau apa?.'' Tanya toglo.


''Gue punya dendam sama bos kamu itu.'' Ucap orang itu.


''Ya terus apa hubungan sama gua, kalau kalian ada nyali kenapa tidak datang langsung sama bang nandi, ooh jadi kalian takut gitu.'' Ujar toglo dengan santainya.


''Gue tidak takut sama sikidal, tapi waktu itu sikidal lagi pada kumpul sama temen-temennya.'' Jawabnya.


''Hahaha, asal kalian tau bang nandi bukan tipe cowo pengecut seperti kalian, bang nandi jentol orangnya, banyak alasan aja sih lo', ayo kalian gua tantangin berantem maju semua.'' Ujar toglo menantang.


''Kurang ajar siah, masih pejuh keneh ge, bisa naon sia.'' Ucap orang itu dengan lantangnya.


''Jangan dibilangin gua toglo, kalau kagak bisa mematahkan tangan kalian berdua.'' Ujar toglo dengan sangat berani.


Kedua lelaki itu kini sudah terpancing emosinya, tanpa mikir panjang lagi keduanya langsung menerjang toglo.


Kini kemampuan bela diri toglo yang sudah didapat dari nandi, lagi mulai di uji.


Toglo begitu agresipnya dan lincah sekali, di tambah toglo badannya yang kekar padat dan ber isi, karena toglo selalu rajin latihan ditambah toglo pandai olah raga parkur, jadi tak heran dalam soal loncat melompat toglo sangat cekatan.


Kedua orang itu terus menggempur toglo, dengan pukulan dan tendangan, tapi tidak satupun yang bisa menyentuh badan toglo.


Setelah toglo mengetahui skill bela dirinya kedua orang itu yang masih cetek.


Kini toglo melakukan serangannya, dan kedua orang itu pun nampak terdesak, toglo memutarkan badannya dengan sapuan tendangan kaki kanan yang cepat sekali mengarah pada salah satu dari orang itu.


Buk deaasss...


Tendangan cepat dan keras menghajar salah satu dari orang itu.


Aaauuuuww...


Orang itu pun langsung terjatuh dijalanan yang penuh batu kerikil.


Melihat rekannya dapat dijatuhkan oleh toglo, orang itu tidak terima, dengan cepat orang itu meluncurkan tinjunya mengarah pada mukanya toglo, dan kali ini toglo tidak menghindar melainkan menyambutnya dengan pukulan tinju tangan kanannya.


Deeaaass...peletrok.

__ADS_1


Dua tinju di adu kebo, dan suara tulang yang berbenturan begitu kerasnya terdengar, dan apa yang terjadi orang itu langsung mundur sambil memegang tangannya seperti ada urat yang putus atau tulang yang lepas dari sendinya.


Toglo berbeda dengan nandi atau yang lainnya ia lebih bengis dan sadis, ketika orang itu lagi memegang tangan kanannya toglo langsung loncat sambil mengirimkan tinjunya mengarah pada muka orang itu.


Bukk jroott.


Aaauuuwww....


Teriakan dari orang itu, bersama'an dengan robohnya badan menimpa jalanan berbatu, dan langsung tidak sadarkan diri.


Terus toglo menoleh pada temannya yang jatuh kena tendangannya itu, nampak sudah terbangun dan sambil memegang tulang rahangnya yang terasa sakit sekali.


Dan toglo lalu berjalan mendekatinya.


''Ayo kamu maju, kalau masih penasaran sama gua.'' Ucap toglo.


Orang itu tidak menjawab sedikitpun, ia hanya bergumam dalam hatinya.


''Sebenarnya gue malu kalau harus menyerah pada anak yang baru menginjak dewasa, ternyata anak itu jago juga bela diri, dan gua harus pura-pura melas supaya bocah itu tidak menyakiti gue lagi.'' Gumam orang itu dalam hatinya.


''Woii, lo' denger gak gua ngomong.'' Ujar toglo.


''Iya gue denger ko, dan gue untuk kali ini, gak akan melakukan perlawanan apa-apa, terserah lo' mau bilang gue apa.'' Ujarnya.


''Dasar cemen lo semua, apalagi mau melawan bang nandi, sama gua juga bela diri kalian masih cetek, ya sudah kalau begitu percuma berurusan dengan kalian buang-buang waktu saja.'' Ujar toglo sambil menaiki sepeda gunungnya.


Tidak lama kemudian toglo sudah sampai di depan rumahnya, lalu turun dari sepedanya dan didorong terus disenderkan di depan.


Tok tok tok


''Assalam mualaikum nek.'' Sapa toglo sambil membuka pintunya.


''Wa alaikum salam, ko sampai gelap begini kamu baru pulang nak.'' Ucap si nenek.


''Iya nek, tadi dijalan ada ganguan nek, makanya toglo sampai kemalaman.'' Ucap toglo.


Terus si nenek memanggil toglo sambil melambaikan tangannya, dan toglo pun lalu mendekat dan duduk disampingnya si nenek.


''Iya nek ada apa?.'' Tanya toglo.


''Begini nak, ma'apkan nenek ya, nenek tidak bisa membuat kamu bahagia, dan nenek merasa berdosa padamu.'' Ujar si nenek.


''Kenapa nenek berkata begitu, justru toglo yang harus berterima kasih pada nenek, yang sudah merawat toglo hingga sampai dewasa seperti ini.'' Ucap toglo.


''Sebenarnya nenek mau bilang apa adanya tentang kamu toglo, dan nenek juga tidak tau siapa kedua orang tuamu, takutnya nenek tidak ada umur, makanya sekarang waktunya nenek bercerita, tapi kamu jangan sampai berkecil hati ya nak.'' Ucap si nenek.


''Tidak nek, apa pun yang terjadi dikehidupan toglo sebelumnya, toglo akan lapang dada.'' Saut toglo.

__ADS_1


''Begini nak, pada waktu itu, disa'at nenek lagi mencari barang-barang bekas, di sebuah perkampungan yang jauh dari kota ini, terus nenek berjalan masuk kampung keluar kampung demi sesuap nasi, dan alhamdulilah waktu itu nenek mendapatkan rijki yang lumayan, dan karungpun sampai penuh.


Pada sa'at nenek mau pulang terus melintasi sebuah jembatan, kira-kira nenek sudah berjalan dua puluh meteran, tiba-tiba nenek mendengar anak kecil menangis, terus nenek geledahi sampai ke semak-semak tapi nenek tidak menemukannya, waktu itu sempat nenek berpikir yang tidak-tidak,, jangan-jangan itu siluman begitu nenek berpikir dan nenek langsung pergi meninggalkan tempat itu, eeh pas sudah agak jauh nenek kaget karung yang sudah dipenuhi oleh barang-barang itu ketinggalan, dan akhirnya nenek balik lagi, dan alhamdulilah karung itu masih ada, terus nenek ambil karung itu, pas nenek mau balik lagi ketempat tadi, suara tangisan itu terdengar lagi malahan semakin kencang serasa berada dibelakang nenek, dan nenek jadi penasaran, terus nenek geledahi semua tempat, begitu nenek mendekati sebuah lorong seperti gua, nampak terlihat anak kecil kira-kira berusia satu tahun setengah lagi bersandar di dinding gua sambil terisak-isak menangis, terus nenek samperin dan ditanya sama nenek.


Kamu kenap nak, terus orang tuamu di mana? tapi anak itu hanya menggeleng-gelengkan kepala.


Terus nenek ajak, dan anak itu langsung mau ikut dengan nenek.'' Begitu cerita si nenek.


''Terus anak itu siapa nek?.'' Tanya toglo belum mengerti rupanya.


''Anak itu ya kamu nak, makanya nenek beri nama kamu toglo, yang artinya terlantar di lorong goa.'' Ujar si nenek.


''Berarti aku ini anak yang terbuang nek.'' Ujar toglo.


''Ya nenek juga belum bisa memastikan seperti itu, karena tidak adanya bukti yang menguatkan begitu.'' Ucap si nenek.


Tanpak di sadari oleh toglo, kedua bola matanya sudah berkaca-kaca, dan akhirnya air hangat sudah mengalir melintasi di kedua pipinya toglo, sampai berjatuhan membasahi kedua pahanya.


Terus si nenek merangkul toglo, dan terbawa oleh keada'an toglo yang lagi berderai mata.


''Udah nak kamu jangan nangis ya, yang penting sekarang kamu sudah menemukan jalan hidupmu, teruslah ikutin bang nandi, nenek yakin suatu sa'at nanti kamu akan sukses seperti nandi,, jangan berkecil hati ya nak, ingat allah maha tau akan hambanya.'' Ujar si nenek.


''Sesabar-sabarnya juga manusia nek, tetap aja ada perasa'an hati, apa lagi toglo anak tanpa identitas dan asal usul toglopun tidak tau, bagai mana mungkin toglo bisa sukses.'' Ujar toglo.


''Ingat nak, kesuksesan itu, tidak harus ditentukan oleh derajat kita, kita bisa sukses kalau kita rajin dan giat bekerja, yang penting ke jujuran yang selalu kita pakai, contohnya bang nandi awalnya dia hanya buka bengkel biasa dan sangat kecil, tapi karena dia tekun dan pekerja keras, akhirnya kamu juga tau sendiri, nandi sudah menjadi miliarder, ditambah orangnya penderma dan penolong, makanya rijkinya terus saja mengalir seperti air.'' Ujar si nenek.


''Iya nek, tapi ku malu, gimana kalau nanti ku di buli orang, kalau aku anak terbuang yang nenek temukan di dalam goa.'' Ujar toglo.


''Ya tidak cucuku, sama kamu juga nenek baru cerita sekarang, apalagi sama orang lain, kamu percaya kan sama nenek, dari dulu nenek tidak pernah terbuka masalah pribadi pada orang lain.'' Ujar sinenek.


''Iya nek toglo percaya, dan toglo akan selalu menjaga nenek sampai kapanpun, karena nenek adalah seorang ibu yang toglo kenal yang telah membesarkan toglo hingga sampai segede ini.'' Ucap toglo.


''Bila nanti, nenek tidak ada umur, nenek berpesan, jadilah kamu anak yang baik ya, jangan pernah tinggalkan yang lima waktu ingat itu.'' Ucap si nenek.


''Nenek jangan tinggalin toglo, terus toglo sama siapa.'' Saut toglo sambil berlinang air mata.


''Ingat nak, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami dengan yang namanya kematian, karena manusia tidak akan ada yang kekal hidup di dunia.'' Ucap si nenek


Melihat toglo yang terus-terusan bersedih hati, si nenek pun langsung beranjak dari tempat duduknya, dan menyuruh toglo untuk melaksanakan ibadah solat maghrib.


Dan toglo pun langsung pergi keluar untuk mengambil air wudhu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bersambung.


Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.

__ADS_1


__ADS_2