
Mereka melanjutkan obrolannya di tempat kedai yang khusus untuk para karyawan, Nandipun tidak lupa menghubungi Hasan, Gito, Pandi dan Doni, untuk memeriahkan malam itu, serta memberi semangat pada kamal yang sebentar lagi akan mengakhiri masa lajangnya.
Sepuluh menit setelah Nandi menghubungi para sahabatnya, mereka pun berdatangan hampir bersama'an, karena jarak antara tempat Nandi dan rumah mereka tidaklah terlalu jauh masih berada di kawasan gang si'iran.
Doni pun tak lupa membawa pacar untuk supaya lebih dekat lagi dengan para pamili gang si'iran, yang kebetulan pacarnya Doni lagi libur kerja karena ganti sip.
''Assalam mualaikum.'' Sapa Pandi, Gito, Hasan dan Doni serta pacarnya.
Nandi, Sindi, Astuti dan Kamal pun menjawab secara bersama'an.
''Wa alaikum salam.'' Jawabnya.
Kemudian Doni memperkenalkan pacarnya pada Astuti, Nandi, Kamal dan Sindi.
''Perkenalkan ini pacar gua.'' Ucap Doni
Kemudian pacarnya Doni langsung mengulurkan tangannya memberi salam memperkenalkan dirinya.
''Perkenalkan saya Melinda, asli orang sunda tanpa bahan campuran hehee.'' Ucap Melinda sambil tersenyum dikit.
''Saya Nandi, dan ini istri saya Sindi dan ini putriku namanya Anggita eka putri.'' Ucap Nandi.
''Saya Astuti, adiknya aa Nandi, ooh iya dulu kan sempet ikut ya waktu ke acaranya Nina, dan pas nikahannya aa Nandi.'' Ujar Astuti.
''Iya betul, dan sa'at itu kita belum sempat saling kenalan, ma'ap ya bukannya saya sombong, tapi waktu itu tidak ada waktu yang tepat.'' Ujar melinda
Setelah Melinda memperkenalkan dirinya pada semua pamili gang si'iran, lalu kamalpun berdiri dari tempat duduknya.
''Selamat malam semua sahabatku, insa allah bulan depan saya punya niat yang sangat mulya, intinya saya mau mengakhiri masa lajang saya, dan saya minta doanya dari kalian semua semoga niat mulia ini dilancarkan dan selamat sampai acaranya selesai, sekian dan selamat malam.'' Ucap Kamal.
''Amiiin.'' Semua menjawab.
Kemudian Hasan, yang biasa saling ejek dengan Kamal bicara yang membuat suasana jadi ceria.
''Wah syukur deh, akhirnya kamaludin ketemu pula sama jodohnya, selamat ya semoga sukses, pokoknya dari mulai sekarang lo' harus sering merawat tubuh biar wangi hehee.'' Ucap Hasan tertawa tipis.
''Dasar Hasan bin maun, lo' mah emang paling demen ya candain gua.'' Ujar Kamal.
Kemudian Doni memberi usul pada mereka semua.
''Bagaiman kalau suasana malam ini kita meriahkan dengan bermain musik, besok kan hari libur.'' Ujar Doni.
''Setuju.''
''Gua juga setuju.''
''Betul itu.''
Begitu ujar mereka, kemudian Doni pun langsung pergi ke garasi Pak dirman atas perintah Nandi mengambil mobil losbak guna mengambil peralatan untuk bermusik.
Tidak lama kemudian Doni pun telah kembali membawa peralatan musik dengan lengkap, dan langsung dipasang serapi mungkin.
Kini alat-alat musik sudah di pasangnya, Hasan yang pegang guitar, Doni sebagai dramernya, Pandi bas dan Kamal guitar dua.
Sorak sorai tepuk tangan dari Astuti, Melinda, Sindi dan Gito serta Anggita dengan jingkrak-jingkrak ketika ayahnya lagi memegang micropon sebagai vocal.
''Horee....Ayah mau nyanyi.'' Teriak Anggita.
Kemudian musik pun mulai di lantunkan sebagai pembuka'an.
''Sebagi lagu pembuka, untuk memeriahkan malam ini, dan lagu ini saya nyanyikan teruntuk adik saya dan calon suaminya yang sekaligus sahabat saya, sebuah lagu dari negri jiran, semoga bisa terhibur.'' Ucap Nandi.
Kemudian Hasan pun langsung memetik guitarnya, yang di ikuti oleh tabuhan dram Doni, dan bas oleh Pandi dan guitar kamal.
Lalu Nandi pun mulai melantunkan sair lagunya.
Dan selembut
Bak sehalus sutra
Desiran angin terasa
Dan rembulan
Menatap riang, kewajah malam asiknya
Di antara
Sutra dan bulan
Terlihat wajahmu kasih
Sedang merenungku
Dalam di lema rindu
Di antara
Lembut dan halus
Engkau bisikan sesuatu
Diantara
Engkau dan aku
Masih pendam rahsia
Mengapa antara kita
Engaku masih berahsia masih
Sedangkan aku engkau biarkan lesu
Ketuk
__ADS_1
Bukalah pintu
Atau
Jendela waktu
Buka pintu kasihmu
Agar kasih bertemu
Restulah hulurkan tanganmu
Kasih aku merayu
Kasih usah membisu
Kasih aku menunggu
Tanpa ku rasa jemu
Ketuk bukalah pintu
Atau jendela waktu
Buka pintu kasihmu
Agar kasih bertemu
Restulah hulurkan tanganmu
Kasih aku merayu
Kasih usah membisu
Kasih aku menunggu
Tanpa ku rasa jemu
Dan selembut bak sehalus sutra
Desiran angin terasa
Dan rembulan menatap riang
Ke wajah malam asyiknya
Di antara sutra dan bulan
Terlihat wajahmu kasih
Sedang merenungku dalam dilema rindu...
Pasrah cintaaa.
Betapa serunya tepuk tangan dari para penonton yang pada berdatangan, karena mendengar alunan musik yang begitu enak di dengar persis dengan irama aslinya,, apalagi Anggita yang riang gembira menyerukan pada ayahnya
Sindi pun tersenyum melihat gembira Anggita, dan sindi merasa tersentuh hatinya dengan sair sendu yang di nyanyikan oleh suaminya.
''Wah ku gak nyangka ternyata abangmu memiliki suara yang merdu juga ya tut.'' Pungkas Melinda.
''Iya sih aa Nandi, memang memiliki segalanya, gue selaku adiknya merasa bangga dengan abang gue.'' Ujar Astuti.
Dan dari barisan penonton sebelah utara memberi jempol, sambil menyerukan pada Nandi untuk bernyanyi lagi.
''Ayo bang kidal nyanyi lagi.'' Teriak dari para penonton.
Sedangakan Nandi hanya tersenyum manis sambil memberi hormat pada para penonton yang tidak di ketahui kapan datangnya.
''Terima kasih, semua yang sudah hadir, ma'ap ini cuma sekedar hiburan, dan saya mohon ma'ap bila nyanyian ku ini tidak semerdu penyanyi aslinya.'' Ucap Nandi.
''Tidak ko suara bang kidal sam persis dengan penyanyi aslinya, ayo nyanyi lagi bang.'' Seru dari para penonton.
Pak dirnan dan buk sari yang lagi di belakang beres-beres barang limbah yang mau di kirim besok, mendadak kaget.
''Buk suara apa itu, sepertinya sorak sorai rame sekali, bahkan bapak dengar ada musik gitu.'' Ucap pak Dirman.
''Wah tidak salah lagi pak, ini pasti anak-anak muda gang si'iran asuhannya Nandi, mungkin lagi memeriahkan Kamal dan Astuti.'' Saut buk Sari.
''Ya sudah buk, kita pending dulu, beresin barangnya, kita lihat dulu anak kita nyanyi, pasti seru nih.'' Ujar pak Dirman.
''Iya pak ayo.'' Saut buk sari.
Lalu pak Dirman dan buk Sari bergegas pergi dari gudang lapak tersebut, menuju ke tempat di mana Nandi dan para pamili gang si'iran lagi mengadakan hiburan bermusik.
Setibanya di tempat, pak Dirman dan buk sari nampak ceria dan berseri seri di kala melihat Nandi yang lagi asik menyanyikan lagu-lagu sendu dan enak di dengar.
''Waduuh pak kalau denger lagu yang lagi di nyanyikan oleh Nandi, serasa kita waktu muda dulu, terharu jadinya.'' Ucap buk sari, tanpa sadar ia memeluk pak Dirman dari samping.
''Iya buk, bapak juga jadi kangen masa-masa dulu.'' Saut pak Dirman.
Sikap pak Dirman dan buk Sari yang terbawa oleh pesona dari sair lagu yang Nandi nyanyikan, ternyata ada yang memperhatikannya yaitu Astuti dan Gito.
''Noh coba lo' lihat tut, ibumu dan bapakmu juga sampai terpesona dengan nyanyian dari Nandi, mungkin teringat ke masa-masa mudanya dulu kali.'' Ujar Gito.
Astutipun menoleh ke arah ibu dan bapaknya, Astuti tersenyum penuh rasa senang.
''Alhamdulilah, kedua orang tuaku masih aja romantis.'' Ucap Astuti.
''Iya gua juga kagum dengan kedua orang tuamu tut, biarpun sudah punya cucu, masih aja terlihat romantis.'' Ujar Gito
''Ya iya dong.'' Saut Astuti dengan singkat.
Sedangkan Nandi yang masih terus bernyanyi, dengan lagu-lagu sendu yang sangat indah untuk di dengar, banyak para penonton yang terbawa oleh oleh sair-sair yang Nandi lantunkan.
Dan setelah itu Nandi memanggil adiknya Astuti untuk di persilahkan untuk menyanyikan lagu, biar suasananya semakin meriah.
__ADS_1
Kemudian Astuti pun beranjak dari tempat duduknya, memenuhi panggilan abangnya untuk menyumbangkan lagu biar suasana semakin meriah.
Setelah Astuti berada di tengah-tengah para personil, lalu tangan kanan Astuti meraih sebuah micropon.
''Assalam mualaikum dan selamat malam semua yang hadir di sini.'' Ucap Astuti.
Serempak semua yang hadir di situ menjawab.
''Wa alaikum salam dan selamat malam juga..'' Jawabnya.
''Sebelumnya saya minta maap, bila suara saya tidak se indah abangku, terima kasih pada abang Nandi dan semua yang hadir, yang sudah memberi kesempatan padaku untuk melantunkan sebuah lagu, masih dari negri jiran, semoga bisa menghibur.'' Ujar Astuti.
Kini Kamal begitu semangat dalam memainkan gitar yang di ikuti oleh petikan-petikan indah dari guitar yang hasan mainkan, dan nabuhan dram Doni serta mainan senar bas Pandi, lalu Astuti pun melantunkan sair merdu.
Terjaga ku dari tidur yang lena
Melangkah malas menuju jendela
kabus menyelubungi subuh
Mengibas segala kenangan yang lalu
Lautan luas telah ku renangi
segala onak ranjau yang berduri
Tak kenal dan tak ku peduli
Ku harus mencoba
Kecapi hingga kini
Bersama tempuhi segala
Walau jalanan masih jauh
Hanya kau dan aku yang tahu
Sa'at gemilang yang aku nantikan
Hampir menjelma di depan mataku
Ku percaya saat kan tiba
Hanya menunggu tika dan masa
Bersama-sama tempuhi segala
Saat gemilang akan tiba
Kan kita kecapi bersama
Sungguh aku berjanji dengan diriku sendiri
Untuk ku menggengami
Iklas...
Sabar....
Benar.....
Akhirnya sebuah sair yang Astuti nyanyikan dengan di iringi melodi yang Hasan mainkan begitu mrlengking dan menyayat hati.
Bersama itu pula waktu malam yang terus bergeser dan Nandi pun mengakhiri acara hiburan itu, dengan memanggil sumua para pamili gang si'iran untuk menyanyikan bersama-sama, lagu daerah, sapu nyere pegat simpay. dalam versi irama rock.
Ririungan urang kumpul
Mengpeung deukeut hayu rang sosonoan
Macangkrama bari ngawadul
Urang silih tempas silih eledan
Moal lila jeung babaturan
Hiji wanci anu geus di tangtukeun
Bakal pisah bakal pajauh
Bakal mopohokeun katineung urang
Sapu nyere pegar simpay
Bakal ka sorang takdir
Ti gusti hyang widi
Pasti ka lakon
Urang rek papisah
Urang rek pajauh
Meungpeung deukeut hayu urang sosonoan.
Back to ref..
Begitu lah lantunan lagu terakhir sebgai lagu penutup acara hiburan di malam itu.
**********
Bersambung.
Jangan lupa sertakan like. comentar, favorit, berikan votenya serta hadiah.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungannya, salam sehat dan sukses selalu.
''Assalam mualaikum''