
Kini mobil yang terparkir depan bengkel tersebut, Mulai membukakan pintunya.
Nampak terlihat oleh semua yang lagi ada disitu sebuah kaki telah turun dan menginjakan telapak kakinya yang terlindungi oleh sebuah alas kaki berhak tinggi.
Dengan kulit dibagian betisnya yang putih bersih tidak bercak bekas noda sedikitpun, kulit mulus bagaikan sebuah kaki meja yang licin seperti di ampelas.
Dan semua mata tertuju pada orang tersebut.
Cuma Nandi, Sindi dan Astuti yang sudah mengenal siapa yang keluar dari mobil Honda zaz itu.
Setelah gadis yang membawa mobil itu keluar dari mobilnya lalu iapun tak lupa menutup kembali pintu mobilnya itu.
''Haiii Nin... Apa kabar, kemana saja lo tak pernah main kesini?.'' Tanya Astuti sambil memeluk Nina.
''Sori.. Tut gue lagi sibuk sekripsi, Dan kebetulan aja gue lewat sini, sejak kapan brngkelnya pindah sini?.'' Nina bertanaya.
''Udah lama juga sih, ini bengkel barunya Aa Nandi.'' Ucap Nina.
Mendengar ucapannya Astuti Nina kaget bercampur penuh kekaguman pada Nandi, yang berhasil dalam bisnisnya didunia otomotip, Nina pun memandang Nandi, emang Nina juga tidak bisa membohongi perasa'annya sendiri.
Dari semenjak melihat Nandi Nina ada rasa suka dan kagum pada pemuda tampan gang si'iran itu.
Tapi disisi lain ada yang lagi cemberut, pas melihat Nina memandang wajahnya Nandi dan langsung nyamperin untuk memberi ucapan selamat.
''Haii Aa Nandi, selamat ya, sekarang bisnismu semakin berkembang, sikses selalu ya.'' Ucap Nina sambil memberi salam pada Nandi.
''Amiiin, terima kasih ya nin.'' Jawab Nandi sambil menyambut salamnya dari Nina.
''Haiii Siin, apa Kabar.'' Ucap Nina.
Sindi langsung kaget karena pikirannya lagi diliputi dengan perasa'an cemburu, pas kedatangannya Nina.
''Ba baik Nin.'' Jawab Sindi kaget.
''Wallaaah, lo kenapa sin, sepertinya pikirannya lagi gak pokus gitu.'' Ucap Nina.
''Kagak ko, gue gak apa-apa, sebaliknya gimana kabar lo?.'' Tanya Sindi.
''Alhamdulilah kabar gue baik-baik aja.'' Jawab Nina.
Setelah kehadiran Nina, suasana dibengkel menjadi meriah.
Apalagi Kamal, Gito dan Pandi yang terus memperhatikan wajahnya Nina, yang cantik molek dan mempesona.
Kini lengkaplah sudah kebersama'an mereka, hanya Hasan yang tidak ikut dalam kebersama'an mereka, dikarenakan hasan harus menghandle pekerja'annya sendirian dibengkelnya Nandi yang berada digang si'iran.
Nina yunita atau nama lengkapnya Nina yunita pranata, anak salah satu pengusaha terkemuka dikota itu.
Nina adalah anak satu-Satunya dari pasangan Ardi juna pranata dan ibu yohana.
Makanya tak heran segala pasilitas Ninapun selalu dipenuhi, tapi bagusnya Nina tidak seperti anak-anak orang kaya yang lainnya, yang angkuh dan selalu menganggap sepele pada orang yang derajatnya lebih rendah, seperti halnya Kaila dan Rina teman kuliahnya Nina yang sekaligus temannya Astuti waktu di sekolah menengah atas.
Kaila dan Rina selalu menghina keada'an Astuti yang hidupnya serba kekurangan.
Tapi Alhamdulilah, Allah telah mengangkat derajatnya keluarga pak Dirman, melalui tangan anaknya yaitu Nandi suryaman, kehidupan pak Dirman yang sekarang jauh lebih baik dari pada kehidupan pak Dirman yang dulu.
Begitulah kehidupan, selama manusia bisa tekun dan sabar dalam menjalani roda kehidupan, dan banyaknya berbagi, tentu tuhan yang maha kuasa akan membalasnya, seperti halnya anak muda yang bernama Nandi, Selain dikaruniai otak yang cerdas, tekun dan pantang menyerah ia juga gemar menolong pada sesama.
Akhirnya menrmukan titik terangnya perjalanan hidup.
Nina terasa nyaman bila dekat dengan orang-orangnya Nandi, selain pandai bergaul seperti Kamal, gito dan Hasan beserta pandi, merekapun selalu kocak, periang dan pandai menghibur hati orang, makanya nina betah bila berada ditengah-tengah mereka.
''Wah saking betahnya kita hidup didunia, sampai-sampai tak terasa sudah adzan asar lagi nih.'' Ucap Nandi.
''Iya, tidak terasa ya, bila kita lagi kumpul waktu rasanya cepat sekali.'' Kata Kamal ikut nimrung.
''Iya ya, saking asiknya, sampai tidak terasa waktu bergeser, ooh iya tut lo bawa mukena gak?.'' Tanya Nina.
''Tenang Nin, mukena ada tuh ditempat solat dibelakang bengkel.'' Jawab Astuti.
Akhirnya merekapun secara bergantian pergi untuk mengambil air wudhu, untuk melaksanakn ibadah solat ashar.
Selepas itu Nina pamit pada semua yang ada situ, Terutama pada Nandi, Astuti dan Sindi.
Ninapun sudah membuka pintu mobilnya, lalu ia masuk bersama'an dengan menyalanya sebuah mobil Honda zaz warna hitam.
''Ayo semuanya, gue pulqng dulu ya.'' Ucap Nina sambil membuka kaca pintu mobil separo.
''Iya, hati-hati Nin, kapan-kapan main lagi ya.'' Balas Astuti.
''Iya, pasti kapan-kapan gue main lagi kesini.'' Jawab Nina, sambil mrnginjak gas.
Dan mobilpun kini sudah melaju perlahan-lahan meninggalkan Nandi dan kawan-kawan.
__ADS_1
Nandi dan semua yang ada dibengkel itu hanya memandang kepergiannya mobil warna hitam, hingga akhirnya menghilang ditelan jalanan, karena semakin menjauhnya laju mobil yang disetir oleh Nina.
Bisingnya suara kendara'an yang melintas dijalan ketupat, dan banyaknya polusi asap-asap kendara'an, ditambah asap limbah-limbah pabrik yang semakin berkembang pesat, sehingga kota bandung tidaklah seindah dulu.
Paris van java, kini menjadi kota yang tidak beda jauh dengan kota metropolitan, yang panas dan gersang apabila disiang hari.
Belum ditambah bunga-bunga trotoar dan debu-debu jalanan yang selalu membuat kota itu menjadi resah, karena semakin maraknya kejahatan bermunculan dari berbagai macam modus.
Di era globalisasi, persaingan pun semakin ketat, dengan banyaknya orang berlomba-lomba menuju sebuah prestasi didalam berbisnis dikalangan atas maupun menengah.
Seperti halnya yang lagi digeluti Nandi, bisnis dunia otomotip semakin berkembangbpesat dikota ini, dan semakin banyaknya ragam kendara'an roda dua yang mewarnai dalam persaingan dunia otomotip.
Dikalangan para pencinta kendara'an roda dua, kendara'an model klasik lebih dominan dan banyak diminati oleh anak-anak muda dijaman modern ini.
Seperti halnya yang lagi ngetren dikawasan gang si'iran, anak-anak muda dikawasan gang itu lebih mencintai kendar'an model-model kuno, selain rakitan mesin yang bagus dan awet, dan tidak kalah hebatnya dalam persaingan harga, karena keunikannya banyak orang yang tertarik dalam dunia modifikasi.
Kini hari sudah mulai senja, mataharipun sebentar lagi akan tenggelam.
Nandi pun sudah bersiap-siap untuk menutup bengkelnya.
Setelah itu rolling door telah ditutupnya, Kamal, Pandi dan Gito sudah mulai menyalakan motornya.
''Sin mau diantar gak?.'' Tanya Nandi.
''Gak usah deket ini ko, Aa hati-hati ya, dan semuanya jaga keselamatan.'' Jawab Sindi.
''Iya sin, lo juga sama jaga keselamatan, pulang langsung mandi terus makan.'' Ucap Nandi.
''Oke siaap Bos.'' Ucap Sindi.
''Widiiiih, lo jangan bilang bos atuh Sin, gak pantes.'' Celoteh Kamal.
''Terus bilang apa.'' Jawab Sindi.
''Ya bilang sayang gitu, hehee.'' Ucap Kamal.
''Ooh gitu ya.'' Jawab Sindi.
Nandi hanya bisa tersenyum mendengar celotehannya Kamal, dan ia pun membalas perkata'annya Kamal.
''Apa'an sih lo mal, terserah Sindi mau bilang gua apa, bagi gua yang penting hatinya, apa artinya sebuah panggilan bila dihatinya tidak sepadan dengan ucapannya.'' Ucap Nandi.
''Ini nih, susah ya lo tu di, Kan harus romantis ya gak teman-teman.'' Ucap Kamal sambil melirik pada pandi dan gito.
''Romantis gua tidak perlu orang tau, yang penting cukup Sindi aja yang tau.'' Ucap Nandi.
''Nah dengerin tuh, Aa Kamal sotoy sih.'' Ucap Sindi.
''Nah ini juga, kurang paham apa itu artinya cinta.'' Gerutu Kamal.
Mendengar kamal bicara begitu, gito langsung nyauitin.
''Alaaah kaya lo dah laku aja sih mal, lo juga jomblo sama kaya gua.'' Ucap Gito.
''Iya betul to hahaha, Ucap Nandi sambil ketawa.
''Ko jadi gua yang dipojokin sih.'' Jawab Kamal.
''Makane dadi wong, orasah kepo.'' Balas Gito.
''Widiiih dasar lo jasun, bisa aja, Seneng ya melihat gua terpojok kaya gini.'' Balas Kamal
''Ya sudah, lo mau pada pulang kagak.'' Ucap Nandi.
Setelah itu merekapun bersiap-siap pada kendara'annya masing-masing.
setelah semua menaiki motornya, terus melaju dengan motornya masing-masing, hanya Sindi yang yang berjalan sendirian, karena jarak tempuh Antara bengkel dengan rumahnya Sindi sangatlah dekat, tinggal belok masuk gang dikit, udah sampai.
Suara bisingnya kenalpot dari kelima motor yang mereka tunggangi begitu nyaring terdengar.
Disenja hari yang cerah, jalananpun masih ramai karena padatnya kendar'an, bersama'an dengan keluarnya para karyawan-karyawati dari perusaha'an-perusaha'an industri diwilayah kota parahiangan.
Tidak lama kemudian Nandi dan kawan-kawanpun telah tiba di gang Si'iran, Gito dan Pandi berpisah mau pulang dulu kerumahnya ada urusan yang mendadak sama keluarganya.
Sedangkan kamal terus ikut ke bengkel, karena mau melihat Hasan yang kerja sendirian takutnya ada kerja'an yang belum rampung.
Setibanya didepan rumahnya, Nampak terlihat oleh Nandi, Hasan masih ada dibengkel, dan Kamal langsung turun menuju kebengkel.
''Assalamu alaikum mas bro.'' Ucap Kamal.
''Wa alaikum salam, widiiiih, sue lo mal gua ditinggal sendirian, mana yang datang tiadak ada hentinya lagi.'' Jawab Hasan.
''Waduuh sory broo, kan gua lagi menjalani misi dulu ama bos, ya sudah biar gua yang handle, lo istirahat aja, ngopi noh.'' Ucap Kamal.
__ADS_1
''Okee, siapa takut, btw gimana sikojeck itu sudah bisa dibereskan?.'' Tanya Hasan.
''Semua kelaaar, kojeck dan kawan-kawan cuma pecundang.'' Jawab Kamal.
Kamal pun lalu menggantikan Hasan yang lagi mengerjakan satu sepeda motor lagi, dan Hasanpun langsung duduk dibangku karena seharian Hasan mengerjakan para pelanggan yang datang keluar masuk, tentu saja rasa pegel dan cape kini Hasan rasakan, karena semua pekerja'an dihandle oleh sendiri.
Hasan merasa lega pas kamal mau menggantikan.prkerja'annya.
................
Sementara ditempat lain.
Sepulangnya Nina dari bengkelnya Nandi, Nina langsung membersihkan badannya ke kamar mandi, setelah itu ia lalu memenuhi panggilan pak Ardi juna pranata, dan ibu yohana yang sudah menunggu di meja makan.
''Wah papah dan ibu lama ya menunggu Nina.'' Ucap Nina.
''Ya gak juga sih, ayo makan dulu papah sudah lapar nih.'' Jawab pak Ardi juna pranata.
Ibu yohana lalu mengambilkan nasi untuk suaminya dan Anaknya Nina.
''Nah ini kesuka'an papah, dan yang ini kesuka'annya puttiku.'' Ucap Ibu yohana sambil memberikan lauhnya.
Lengkaplah sudah kebahagia'an keluarga Ardi juna pranata, sa'at kebersama'an bareng istri dan anak yang tercinta.
Selepas beres makan, merekapun berkumpul diruang keluuarga, sambil menyalakan televisi.
Dengan acara seputar kriminal, didalam berita telah disiarkan tentang kejahatan yang terus merajalela.
Acara seputar kriminal.
''Polsek Delima barat telah meringkus empat orang preman yang selalu meresahkan warga, khususnya para pedagang yang selalu dimintai uang dengan alasan buat keamanan, dari beberapa jumlah saksi mengatakan, para preman itu berhasil dilumpuhkan oleh tiga orang pemuda, dan salah satu diantaranya bernama Nandi suryaman, salah satu pengusaha muda yang terbilang cukup sukses dalam bisnisnya didunia otomotip.'' Begitu berita diseputar kriminal acara ditelevisi.
''Waah itu kan nama Aa Nandi kakanya Astuti papah.'' Ucap Nina.
''Ooh ya, yang tempo itu datang diacara ulang tahunmu.'' Kata pak Ardi juna pranata.
''Iya pah, betul itu.'' Balas Nina yunita.
''Waah kalau begitu nak Nandi itu jago juga bela diri dong.'' Ucap ibu yohana ikut bicara.
''Iya benar sekali bu, bahkan pialanya juga sampai berjejer waktu masih duduk dibangku sekolah menengah atas.'' Jawab Nina.
''Papah juga sudah bisa menduga, kalau nak Nandi orangnya pintar dan berprestasi, dan orangnya sangat pemberani juga.'' Pungkas pak ardi juna pranata.
''Dijaman modern ini sudah jarang anak muda sebaya Nandi, yang peduli dengan lingkungan sekitarnya, apa lagi menolong tanpa pamrih.'' Pungkas ibu yohana.
''Dan yang bikin Nina kagumnya, Aa nandi sekarang sudah punya cabang baru, semua sperpark kendara'an roda dua dari yang jadul sampai keluaran sekarang semua ada, pokonya disitu komplit.'' Ucap Nina memberikan pujian pada Nandi.
Pak ardi juna pranata dan ibu yohana tersenyum, mendengar anaknya memuji nandi, didalam hati pak ardi juna pranata dan ibu yohana sudah bisa menebak bahwa anaknya itu sangat menyukai pada pemuda itu.
''Hmmm, rupanya anak papah ini lagi kasmaran ceritanya nih.'' Ucap pak ardi juna pranata.
''Iiih papah apa'an sih.'' Ucap Nina.
''Iya gak apa-apa, ya pah, ibu juga sangat suka pada nak nandi, dia kan ganteng gagah dan betprestasi lagi.'' Pungkas ibu yohana.
''Aa Nandi sudah punya pacar bu, lagian nina cuma bersahabat, karena bersahabat dengan mereka itu enak dan menyenangkan.'' Jawab Nina.
''Mereka, maksudnya?.'' Tanya pak ardi juna pranata.
''Ya mereka, orang-orangnya Aa nandi, seperti Kamal, Gito, Hasan dan Pandi semua pandai bercanda, dan bisa mrnghibur hati orang.'' Jawab Nina.
''Ooh begitu, kapan-kapan ajak main kesini.'' Ucap Ardi juna pranata.
''Mereka itu, semua orang-orang sibuk pah, biarpun cuma kerja dibengkel.'' Ucap Nina.
''Sesibuk apapun orang, ya pasti ada kali waktu senggangnya.'' Pungkas ibu yohana memotong pembicara'an.
''Iya sih bu, Nanti kapan-kapan ku samapikan.'' Ucap Nina.
Setelah itu Ninapun pamit untuk menyelesaikan tugas dari kampus yang belum selesai dikerjakan.
Sedangkan pak ardi juna pranata dan ibu yohana istrinya, tidak lama setelah Nina pergi kekamarnya, mereka berduapun langsung masuk kekamarnya.
☆☆☆☆☆☆☆•••••••••☆☆☆☆☆☆☆
Bersambung....
Nantikan kisah lanjutannya di episode selanjutnya.
Terima kasih atas dukungannya, semoga sukses selalu.
Selamat membaca.
__ADS_1